Pada hari dimana aku pertama kali masuk di sekolah sma 1 sibuyan, aku sama sekali tidak mengerti apa itu yang namanya cinta karena sejak aku smp aku sama sekali tidak memikirkannya.
Namaku okito dan umurku di tahun ini sudah menginjak 15 tahun. aku sendiri masuk ke sekolah ini masuk sebagai murid berprestasi, aku menjuarai banyak hal saat aku smp mulai dari kejuaraan sepak bola,maupun turnamen voly.aku pun mendapatkan beasiswa karena hal itu. saat ini walupun aku baru masuk sma ini, aku mejadi murid laki-laki terpopuler di sekolah.merekapun heran kenapa murid pintar dan populer sepertiku di sekolah ini masih tidak memiliki pacar.aku hanya menjawabnya aku masih belum memikirkannya.
Lalu keesokan harinya aku pun pergi ke sekolah dengan suasana hati yang sama seperti hari biasanya."oi okito, wajahmu muram seperti biasanya ya".ucap teman sekelasnya."kalian ini,apa kalian sedang menghinaku".ucap ikuti."mana mungkin kami menghina murid yang lagi populer sepertimu,kami cuma heran kenapa kau tidak mencari pacar saja.kau ini kan populer mudah bagimu mencari pasangan di sekolah ini".hmm,menurut kalian aku tipe orang yang mudah mencari pasangan,jangan bercanda".ucap okito.
okito pun langsung pergi kekelasnya tanpa memperdulikan ocehan mereka. bel pun berbunyi tanda waktu pembelajaran pun segera di mulai, ketika guru datang, semua murid-murid di kelas itupun memberi hormat kepada guru mereka, tiba-tiba seorang gadis masuk ke kelas mereka yang ternyata ia merupakan murid pindahan dari sekolah lain."perkenalkan, namaku aino.umurku 15 tahun dan sebelumnya aku bersekolah di sma 2 sibuyan,karena ada masalah tertentu di sekolahku yang sebelumnya, aku sendiri akhirnya di pindahkan ke sekolah ini.mohon bantuannya teman-temanku sekalian.
para murid lainnya pun bersorak."wah sekolah kita kedatangan murid cantik,beruntung sekali kelas kita ini".ucap murid laki-laki di kelas itu.ikuti tidak menggubris obrolan mereka dan tetap membaca buku yang ia pegang."aini kau bisa duduk dikursi kosong yang ada di sebelah okito".ucap guru."apa,tunggu guru kau tidak bisa memutuskan seenaknya,bukan kah ia murid perempuan.dia bisa duduk bersebelahan dengan anak perempuan". ucap okito."tapi kursi yang kosong hanya disebelahmu saja,okito".ucap guru."baiklah,kau boleh duduk".ucap okito.
okito pun setiap harinya duduk bersama dengan aino di kelasnya.tanpa okito sadari hari demi hari ia merasa ada yang berbeda dengan dirinya, ia merasa aino adalah sosok gadis yang baik hati,ia selalu menolong temannya yang dibuly walaupun dirinya sendiri juga dibuly.okito merasa kasihan dengan aino sampai rela mengorbankan dirinya.
sampai suatu hari tindakan pembulyan terhadap aino pun terjadi, ia diseret oleh teman-temannya ke sebuah gudang yang ada di sebelah kelasnya disana aino dipaksa untuk mencium kaki mereka,melihat hal itu okito pun tidak tinggal diam ia mendobrak pintu yang awalnya dikunci oleh sekelompok murid yang membulat aino,dan memaksa masuk ke gudang itu."s-sedang apa kau disini okito". ucap murid yang membulat aino."kalian yang sedang apa, untuk apa kalian disini menyiksa aino".ucap okito."untu apa, memangnya ada urusan apa wanita ini denganmu".ucap si murid."urusan apa".okito pun menarik memegang tangan aino dan membantunya berdiri".kau tidak apa-apa aino".ucap okito."ya,aku tidak apa-apa".ucap aino.okiito pun berkata kepada para murid-murid yang telah membuly aino bahwa aino adalah pacarnya,mendengar hal itu mereka hanya tertawa seakan tidak memperdaya perkataan okito. "tidak mungkin, kau bercanda kan okito "."sayangnya aku sedang tidak bercanda, jika kalian berani membuka aino lagi. maka aku tidak akan segan-segan menyakiti kalian.mendengar hal itu para murid yang awalnya tertawa sekarang berubah menjadi terkejut.merekapun keluar meninggalkan aino dan akito berdua.
"okito apa maksud perkataanmu barusan".ucap aino."begini aino, sebenarnya aku mencintaimu. maukah kau menjadi pacarku".mendengar hal itu itu aino terkejut dengan pernyataan cinta okito."sebelumnya aku mengucapkan terimakasih karena kau sudah menyelamatkan, tapi untuk masalah cinta.
"tidak apa-apa kau bisa memikirkannya lain kali,lagi pula aku hanya menunggu jawaban kepastianmu".
mendengar perkataan itu dari okito tiba-tiba pipi aino pun memerah "baik".
merekapun menjalani kehidupan sekolah meraka dengan bahagia dan saling menjaga perasaan cinta di dihati mereka. sampai waktu yang tepat untuk mengungkapkannya.