Novel Buatanku, Tapi Belom Di Kembangkan. Cuman prolog aja.
Btw, yang copy bisulan.
Prolog
Land Of Paradise: Sebuah benua yang sangat luas dan besar yang dihuni oleh berbagai kehidupan. Dan di antaranya yang paling umum dan yang tekuat adalah ras naga, ras pohon kehidupan, dan ras titan.
Adapula manusia, mereka jarang memiliki orang yang kuat, dan rentan dengan memiliki umur yang pendek tidak seperti tiga ras lainnya. Tapi meskipun begitu, dari keempat ras tidak ada yang menggangu satu sama lain karena keempatnya menginginkan keseimbangan dunia. Dan Karena itu Land of paradise di bagi menjadi 4 wilayah yang luas.
Barat memiliki pengungan hingga utara memiliki pepohonan dan kabut tebal, itu adalah dimana ras pohon kehidupan tinggal, mereka melindungi pohon besar yang menjadi pohon kehidupan dan nenek moyang mereka. Bukan hanya itu, bahkan mereka terus terhubung dengan pohon kehidupan, dimana pohon kehidupan bisa membagi ingatan mereka dengan keturuananya yang paling setia.
Meskipun mereka semua setia, tapi yang paling setia dan berjasa adalah Regalia, sebuah Guardin Knight yang sangat terampil menggunakan tombak dan cambuknya untuk melindungi pohon kehidupan.
Timur laut hingga tenggara memiliki sesuatu yang sangat indah dan mulia, bahkan suber daya yang berlimpah. Dan ras naga yang menghuni disanah.
Dan selatan dan sampai perbatasan barat, disanah memiliki sebuah danailu yang lias dan dalam, pegunungan yang luas dan memiliki pemandangan yang indah. Wilayah selatan dan tenggara, disanah di tempati oleh ras titan.
Sebuah mahluk yang hampir sama dengan naga. Dimana mereka beast kuno yang memiliki kekuatan yang setara dengan naga, dan bisa merubah tubuhnya menjadi manusia seperti kedua ras lainnya, dengan ciri khas mereka sendiri.
Tapi di antara ras titan, yang terkuat di antara mereka adalah ras bumi, atau ras kuno, dimana sebuah mahluk kuat yang bersatu dengan gunung atau gunung itu sendiri yang hidup, dan memiliki umur yang panjang lebih daripada pemimpin ras naga.
Dan tetakhir, manusia ada di antara ketiganya. Mereka di tengah-tengah ketiganya, dan merekalah yang paling terancam jika perang pecah di antara tiga ras terkuat itu.
Pikiran itu selalu terlintas oleh manusia, karena itu mereka selalu bersiap dengan memperkuat pasukan mereka dan juga tempat perlindungan untuk ribuan pengungsi.
Tepat saat itu, tanggal 23 Mei tahun 1340, perang pecah di antara tigaras, dimana ras naga melawan ras titan. Ras naga memiliki jumblah yang banyak dari ras titan, namun pemimpin titan memiliki hubungan lebih dekat dengan ras pohon kehidupan, dan karena itu pohon kehidupan bersekutu dengan ras titan membuat jumblahnya pasukannya lebih banyak dari pada ras naga.
Meskipun tidak tahu kenapa perang terjadi, tapi yang pasti saat ini, manusia dalam kepunahan. Manusia yang bertahan adalah manusia yang bisa menggunakan mana di tingjat yang sangat tinggi, dimana hanya ada lebih dari lima puluh orang yang mampu menahan bentrokan tekanan kekuatan daru perang besar yang tidak terduga ini.
Perang terus berlalu hinggga tanggal 17 Agustus Siklus 1355. dan dalam 5 tahun itu manusia hanya tersisa 1.
Seorang pria misterius mengenakan setalan jubah hitam yang cumpang-camping melangkah mendaki sebuah bukit di depannya. Wajahnya di tutupi oleh tudung hitam dari jubahnya, namun dia terlihat menganakan sebuah armor hitam yang mengagumkan, dengan sarung tangan cakar di kedua tangannya.
Bahkan dia memiliki Pedang yang sangat mengangumkan di punggunya. Memiliki bilah hitam seperti obsidian yang di poles tanpa cacat sedikitpun. Pedang itu juga memiliki gagang berornamen berat dengan pelindung dua sisi, pegangan dengan desain spiral, dan bola untuk memukul.
Tidak sampai di situ, tangan kirinya pertempuh di sebuah gagang pedang katana hitam yang ada di pingganya, dengan dua dagger di belakang pingganya yang hampir sepenuhnya tersebunyi oleh jubahnya yang lusuh.
*Tap! Tap! Tap!*
Dengan suara langkah berat, dia akhirnya berhenti di sebuah tepi tebing sambil mendengarkan sebuah raungan dan ledakan berdarah. sementara itu matanya menatap sebuah fenomena yang sangat mengerikan. Di depannya, sebuah pemandangan dimana perang sengit antara ras terjadi.
–Demi indrath!!
—Kemenangan milik naga yang agung!!
—Demi Sang Lord!!
Ribuan prajurit naga maju dengan berani, yang paling mencolok di antara mereka adalah sebuah Biksu bermata 4, atau Klan naga Phateon, dimana dia memiliki penampilan manusia botak empat mata dan empat tangan.
Dia sangat kuat,menghancurkan lawannya hanya dengan tangan kosong.
—Lamah! Bajingan! Kadal Busuk!lemah!
—Kadal kotor!
—Selanjutnya!!
Empat mata teralihkan oleh raungan-raung dari kelompok tertentu. Dimana sebuah divisi klan titan mulai membantai prajurit naga bertombak. Dan empat mata hanya berfokus pada lawan yang mencolok.
Sebuah lawan humanoid dengan tubuh berbulu dan besar dengan otot yang meledak-ledak. Dia memiliki tanduk di kepalanya yang menyerupai banteng, dan taklain itu adalah Minotour salah satu klan terkuat dari ras titan.
*Kaaboom! Blam! Boom!*
Dengan kekuatan yang sangat menghancurkan itu, sebuah kapak besar merobek daging, kepala terputus dan anggota yang hancur.
—Hahaha! Lemah!
—Selama puluhan tahun, tidak ada lawan yang pantas!
—Apakah hanya ini kekuatan dari naga?! Bagaimana mereka ingin mendapatkan gelar Dew—
*Booooom!!*
Ledakan memotongnya, dan kabut dan puing-puing memenuhi area dimana minotour berada. Tidak sampai beberapa menit kabut itu hilang karena ledakan keras.
*Blam!!*
*Blaaaass!!*
*Kaaabooom!!*
Dengan pergerakan yang sangat cepat mereka bertarung menghancurkan area sekitar, memisahkan diri dengan yang lainnya. Minotour tampak senang, sementara naga bermata 4 mulai serius dimana tubuhnya mengembang menyaingi minotour, dengan enam tangan yang berotot kuat memegang tombak merah di masing-masing tangannya.
*Fwoooosh!!*
Sebuah angin dan cahaya kehangatan menerpa medan perang.
—Wahai anak-anakku, bertarunglah untuk kedamaian!
Suara yang damai dan tampak menyenangkan terdengar, namun dengan suara yang bergemuruh. Tepat saat itu sebuah aura megah terlihat dan muncul dari sosok wanita yang sangat cantik.
Sosoknya bercahaya, dia mengenakan gaun hijau hutan, denga memeliki kulit yang bersinar seperti matanya yang hijau keemasan. Dia hampir tampak seperti manusia, namun dia memiliki telinga runcing yang hampir di tutupi oleh rambut putihnya yang megah oleh rona aura emas yang memancar kuat darinya.
Dia memilikki penampilan seperti seorang ratu yang anggun, memiliki mahkota terbuat dari akar emas di kepalanya. Dan dengan tongkat seperti akar pohon emas di tangannya yang di atasnya terdapat sebuah permata zambrud yang indah dan memancarkan kekuatan pemiliknya.
Dan dengan persiapan matang sebuah kekuatan emas di tembakan kelangit dan membuat ledakan yang sangat luas.
*Booom!!*
Langit bergemuruh oleh lefakan, awan gelap membuat lubang besar sebelum cahaya menyebar di langit dengan gelombang pasang yang membuat langut bersinar dengan mencangkup area yang sangat luas. Sementara itu, sebuah butiran-butiran kilauan berjatuhan dari langit.
—Berkah dari leluhur
—Berkah dari leluhur
—Berkah dari leluhur
Seruan-seruan di gumamkan oleh Guardian knight. Mereka adalah Sekelompok Regalia. Sebuah kesatria yang mengenakan armor emas yang tebuat dari aura emas yang di berikan oleh leluhurnya dan terbentuk dari butiran kilauan yang jatuh dari langin.
Sementara itu, tombak mereka menebus lawan-lawan mereka. Dan cambut merobek lawan mereka dengan mudah.
*Fwooosss!!*
*Bom! bom! Bom! Kaabooooom!!*
Tiba-tiba pasukan titan dan Regalia di hujani berbagai mana yang sangat kuat, sehingga membuat bumi bergetar dan membuat puing-puing terpental kesegala arah melukai sekutu maupun musuhnya.
Seluruh area dimana Titan dan pohon kehidupan di selimuti oleh asap hitam tebal, sementara di langit sebuah kelompok naga berterbangan, membentuk sebuah formasi dengan menjaga jarak dengan stabil.
Di antara mereka yang paling mencolok adalah naga putih dengan kekuatan rona putih keemasan bocor darinya, mata topas yang menyala menatap lurus dengan bentuk drakonik yang lebih besar dan agung dari yang lainnya.
Sebuah asap yang menghalangi perlahan akhirnya menghilang, dan taklama sebuah penghalang sihir yang luas terlihat dengan warna yang berkilauan. Penghalang itu tembus pandang memperlihatkan ras titan dan pohon kehidupan yang tidak tersentuh sdikitpun.
Sementara itu sebuah cahaya seperti bintang yang beragam warnanya mengitari medan penghalang. Tepat setelah menunggetahui serangan tidak akan tiba lagi, penghalang menghilang dan cahaya itu mulai bergerak mengitari pohon kehidupan.
Itu adalah Ras jin/roh, dimana mereka lebih dekat kepada ras Pohon kehidupan dari pada yang lainnya.
*Rumble! Rumble! Rumble!*
Subah gemuruh dan getara terjadi, di ikuti dengan suara sorakan dari pasukan titan, sesuatu meledak dari kejauhan.
*Boooom!*
—Indrath!!
Sebuah suara gemuruh terdengar sangat keras, sementara itu sesuatu yang di luar imajinasi bergarak memperlihatkan dirinya dari badai debu.
Sebuah gunung, atau kura-kura, yang sangat besar dan tingginya tidak mudah di ukur. Tapi dia terlihat mememiliki kaki kokoh dan tebal bahkan ketebalannya mencapai ukuran naga Indrath.
Dengan gunung di punggunya adalah cangkangnya, itu hanya seperti gunung besar tapi lebih kokoh daru gunung, namun aura dan kekuatannya memancar di luar imajinasi dan berlimpah dengan mana buminya. Mata ungu yang bersinar menatap pemimpi naga, sebelum benturan keras.
*Kaabooom!*
Itu sebuah ekor tebal dengan bola berduri di ujungnya membuat tanah hancur dan menggucang bumi.
—Indrath!!
*Kuuuaaaaarghh!!*
Pemimpin naga meraung dengan ledakan kekuatan yang seimbang.
—Geolus!!
—Indrath!!!
—Geolus!!!
Dengan benturan kekuatan area meledak dalam kekacauan, dengan hancurnya medan dengan berbagai bencana alam terjadi di medan perang dan area yang masih dalam radiusnya. Namun anehnya, area perang di sanah tetap kokoh dan para padukan menatap musuh-musuh mereka dengan tatapan membunuh dan tekad.
Bersamaan dengan itu, saat gelombang itu meledak, pria misterius yang menonoton terhempas, namun tidak membuat pijakanya goyah. Justru itu membuat dia memperlihat sosok di balik tudungnya, dimana seorang pria berusia lebih dari dua puluh tahun terlihat.
Dengan fitur wajah yang tampan dan kulit putih yang terkena kotoran dan darah kering. Dia memiliki mata hitam legam yang kontras seperti rambutnya yang tidak panjang dan tidak pendek. Pertama melihatnya, dia memiliki kesan yang sosok yangp misterius.
Dengan tatapan tajam dia mendongak kelangit melihat sosok hitam bersayap yang turun dari langit.
—Arkanus!!
Sebuah suara yang mendominasi lain membuat ketegangan, dan sosok hitam bersayap itu terbang rendah di sisi Arkanus. Melihat itu, Pohon kehidupan yang selalu memasang tampang tenang mulai menggeriyit wajahnya seperti orang yang menginjak kotoran. Tidak, itu lebih dari kotoran, bahjan dia mulai memalingkan wajahnya karena mual.
—Sungguh jiwa yang menjijikan!!
—Ini indah, Viena!
Sosok itu menjawabnya dengan membungkuk hormat.
—Jangan sebut namaku dengan mulut busukmu itu!
—Apakah mulutku berarti bagimu?
—Menjijikan! Arkanus! kenapa kau bisa menerima kontrak dengan mahluk hina seperti itu?!
Mendengar itu Arkanus membentak dengan amarah.
—Menjijikan katamu? Bagaimana kau mengatakan itu pada sanga God yang akan membuat perdamaian di tanah ini?!
—Apa maksudmu? Dia memiliki jiwa yang sangat busuk dan buruk melebihi manusia terburuk yang pernah kutemui?
—Sungguh memalukan, Sepertinya kelan naga hanya bisa menjadi anjing bagi mahluk hina itu!!"
Dengan perkataan Geolus, Arkanus meledak dalam amarah dan dengan marah dia mengepakan sayapnya dengan raungan keras. Tidak hanya itu Viena dan Geolus bersamaan meraung dengan dramatis memerintahkan pasukannya.
—Mengenakan Biaya!!
—Mengenakan Biaya!!
—Mengenakan Biaya!!
Perang pecah dengan berbagai mantra berterbangan dan menghancurkan. Dengan petarung jarak dekat yang merobek daging, membelah, menusuk danmerobek dengan tangan kosong.
Tapi di antara perang itu, sosok pria berambut panjang dengan sayap di punggunya hanya menatap medan perang dengan senyuman di wajahnya. Dia menikmati pembantaian dan kerusakan dari benua.
—Jadi kamu disini...
Pria yang beridiri di tepi tebing meraih pedang di punggunya. Dengan ekpresi tenang mulai berjalan dan melompat dari tebing sabil melanjutkan gumamannya.
—...Zerobus...