Bersyukur di bulan Ramadhan
Hari ini adalah hari pertama puasa dibulan Ramadhan. Aku menahan lapar dan haus selama beberapa jam. Panas matahari yang menyengat membuat perasaanku semakin tidak nyaman. Namun, ini adalah bulan Ramadhan. Sebulan penuh, umat muslim diwajibkan berpuasa mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
Aku mengelus perutku yang mulai terasa lapar. Sambil berjalan menuju masjid untuk sholat jumat, aku terus memandangi makanan yang dijual dipinggir jalan. Terlihat begitu menggiurkan. Namun, aku harus menahan diri.
Setelah sampai masjid, aku langsung berbaris bersama jamaah lainnya. Suasana di masjid sangat khusyuk dan tenang. Kami semua sama-sama berusaha untuk lebih dekat dengan Allah SWT di bulan puasa ini.
Saat waktu berbuka tiba, aku merasa begitu lapar. Aku bersyukur karena masih bisa menikmati makanan setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Aku berusaha untuk tidak terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan, karena aku ingin tetap sehat selama bulan Ramadhan yang berkah ini.
Setelah berbuka, aku pergi ke masjid untuk melaksanakan shalat maghrib dan isya bersama-sama dengan jamaah lainnya. Suasana di masjid begitu khusyuk dan tenang. Aku merasa lebih dekat dengan Allah SWT. Saat shalat tarawih, aku merasa semakin lelah. Namun, aku selalu berusaha untuk memfokuskan pikiranku pada shalat tarawih yang sedang aku lakukan.
Setelah shalat, aku pulang kerumah dan mulai mempersiapkan diri untuk tidur. Aku merasa lelah, tetapi juga merasa puas dan bahagia karena sudah melaksanakan ibadah puasa dengan baik di hari pertama
Selama beberapa hari, aku merasa sangat kesulitan. Tubuhku lemas dan perutku sering kali terasa lapar. Namun, aku selalu berusaha untk tetap sabar dan mengikuti semua ibadah yang diwajibkan di bulan Ramadhan.
Pada hari ke-16, saat aku sedang berpusa, aku memutuskan ke rumah sakit untuk memeriksa keadaanku. Aku mendengar kabar buruk dari dokter. Aku didiagnosa menderita penyakit diabetes. Dokter menyarankan aku untuk tidak berpuasa selama sisa bulan Ramadhan.
Saat mendengar berita itu, aku merasa sangat sedih dan kecewa. Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa bagi umat Muslim, dan juga Ramadhan adalah bulan yang sangat aku tunggu. Bagiku, puasa adalah suatu hal yang sangat penting dalam meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Setelah itu aku berdiskusi dengan keluarga.
“Apakah aku harus terus berpuasa atau tidak puasa agar bisa fokus kesembuhan diabetesku.” Aku yang bertanya kepada keluarga
“Lebih baik kamu fokus untuk kesembuhanmu terlebih dahulu.” Ucap keluargaku
Akupun juga bertanya kepada teman-temanku dengan pertanyaan yang sama aku tanyakan kepada kelurgaku dan teman-temanku juga menyarankan untuk aku fokus untuk menyembuhkan penyakitku.
Aku akhirnya memutuskan untuk tidak berpuasa selama sisa bulan Ramadhan. Meski begitu, aku tetap mengikuti semua ibadah yang diwajidkan dan mencoba untuk tetap menjaga kesabaran dan ketakwaan.
Setelah itu, aku merasa lebih baik. Aku bisa mengontrol kadar gula darah aku dan lebih sehat. Aku juga bisa lebih fokus pada ibadah selama bulan Ramadhan.
Bahkan, kesulitan yang aku alami selama bulan Ramadhan ini membuka mata aku dan membuat aku semakin bersyukur atas semua nikmat yang telah Allah berikan kepada aku. Meski ada kesulitan yang aku alami, selalu ada terang dibalik kesulitan itu sendiri.
Sekarang, bulan Ramadhan sudah berakhir. Namun, aku berharap bahwa semua kebaikan dan ketakwaan yang aku pelajari selama bulan yang suci ini akan terus aku jaga dan praktekkan di kehidupan sehari-hari. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan keberkahan kepada kita semua.