๐๐๐ญ๐๐ง๐:๐๐๐ค๐ฌ๐ข ๐๐ข๐ฌ๐ฎ ๐๐๐ซ๐ฃ๐๐ง๐ฃ๐ข๐๐ง ๐๐ข๐ง๐ญ๐
Ada banyak kesalah pahaman di Dunia ini, salah satunya adalah diriku yang mengira bahwa semua orang yang selalu bersamaku harus tetap bersamaku, pada kenyataannya semua meninggalkanku manusia, waktu, kesempatan, pilihan, dan semua yang diriku lewatkan namun aku sesalkan.
Dan engkau Utari, kamu meninggalkan ku karena kesalahanku sendiri, sejak awal aku selalu mengabaikan semua perhatian dan kasih mu namun aku slalu acuh tak acuh padamu, dan tepat nya tahun 1973 kau berjanji suatu saat akan menikahiku tetapi pada akhrinya semua sirna.
"Arata.. Aku tidak akan pernah berhenti mencintaimu, dan aku akan selalu melakukan segalanya untuk membuatmu bahagia. Apa pun yang kamu inginkan dariku, aku akan selalu memberikan segalanya untukmu" Ucap lirih Utari yang telah bersimpah darah, sementara jari jemarinya menahan katana milikku yang tertancap di perutnya.
"Haha.. utari! wanita penyakitan seperti mu,tidak akan sanggup membuatku bahagia~ Kamu seharusnya tidak mempercaiku utari, dan sekarang lebih baik kau menyerah untuk mencintaiku. Semua yang kulakukan bukan karna mencintaimu" Ucap Arata sang pembunuh bayaran, seraya memandangimu dengan mata penuh penyesalan.
Dia tersenyum, namun matanya di penuhi oleh air mata yang membasahi pipi, lalu utari berbisik "Baiklah, kalau begitu maukah kamu berjanji untuk menikah bersamaku di kehidupan selanjutnya Arata Watanabe?" Kata kata terakhir yang diucapkan oleh gadis yang sangat berharga untukku.
"..." Mulutku terbungkam, badanku membeku kaku mendengar lamaran dari gadisku, tapi semuanya terlambat Utari perlahan menutup matanya, mengakhiri semuanya dengan diriku yang ditengah keputusasaan.
"utari.. bangunlah jangan membodohiku, utari! a-aku" penyesalan, putus asa telah bercampur menjadi satu di benak arata, kini ia tertekuk lutut menatap semua yang berada di hadapan nya dengan pupil yang bergetar.
Kini dengan sigap arata memangku tubuh utari yang semakin mendingin, bibir yang dulu nya berawarna pink cerah perlahan memudar. "Maaf. Maaf. Maaf utari engakau adalah gadis paling berharga di dalam duniaku, Aku berjanji akan selalu menjadikanmu prioritas pertamaku, dan aku akan selalu memastikan kamu bahagia. Hanya kamu dan aku. Tidak ada yang lebih penting dari kita berdua selamanya, maupun sekarang sekalipun di kehidupan selanjutnya utari. Aku mencintaimu utari mari hidup dan mati bersama." bisik arata di telinga utari yang telah tak bernyawa, ia memeluk erat utari sembari manatap wajah utari yang telah pucat, lalu ia memberi pelukan erat terakhir kalinya.
Arata pun perlahan menarik kembali
katana yang tertancap di tubuh utari, dengan menancapkan nya ketubuh arata dengan laju. Katana tertancap tetapi arata terus menerus tertawa, arata tak kunjung mati, arata menatap katana yang telah tertancap di tubuhnya, matanya membelalak melihat darah yang tak kunjung keluar, arata mematung menyebabkan ia kehilang akal, dengan cepat ia menusuk tubuhnya berkali kali tetapi tak kunjung mati. Akhrinya ia tertawa dengan wajah mencekam, ia menatap mayat utari yang kini telah dingin.
"Utari.. sepertinya tuhan tak menerimaku, tuhan tak membiarkan ku berada di sisimu slalu, ingat kah kamu utari dari kecil aku slalu berjanji melindungi tubuh mu yang lemah ini, tapi diriku malah melakukan sebaliknya aku menjilat air liur ku sendiri, bahkan di tengah badai salju ini kau masih tersenyum utari. Sekarang aku akan bersumpah akan menunggumu, tak masalah berapa lama itu, ๐๐ค๐ฎ ๐๐๐ง๐๐ข๐ง๐ญ๐๐ข๐ฆ๐ฎ ๐๐ญ๐๐ซ๐ข " Ucap arata yang tak kuat memaksa tubuh untuk berdiri, ia hanya memeluk badan utari yang sudah tak bernyawa.
Kini Arata perlahan menutup matanya,Dengan perut yang masih tertancap Katana milik nya.