Foreverness
Beijing, Desember 2018
“BRUGH!” seorang figure ice skating jatuh tergelincir di atas es saat perlombaan berlangsung.
Athlan seorang figure ice skating terkenal kalah dalam sebuah olimpiade ajang olahraga musim dingin di Beijing, Tiongkok. Ia sangat frustasi karena tidak sengaja membuat kesalahan pada penampilannya saat mendadak ada seorang perempuan yang menyaksikan penampilannya di barisan penonton paling depan. Namanya Kazura, ia adalah seorang ballerina yang hampir menjadi kekasihnya, sekaligus menjadi masa lalu yang sengat memilukan bagi Athlan untuk kembali diingat.
[Flashback]
Seattle, November 2016
Pada kali pertama pertemuan mereka, saat itu Athlan sedang berjalan mengelilingi Alun-alun kota Seattle di malam hari. Matanya tertuju pada keramaian di dekat air mancur, terdapat seorang perempuan yang bermain harpa dipinggir Alun-alun. Athlan tertarik dan langsung menghampirinya dengan mata yang seakan-akan mengatakan kalau dirinya terpesona dengan perempuan itu. Pandangan mereka saling bertemu. Athlan hanya bisa melempar senyum pada perempuan itu, dan dengan spontan ia mengajukan permintaan untuk memainkan lagu favoritnya dari penyanyi terkenal ‘Taylor Swift’ yang berjudul evermore. Semenjak malam itu, Athlan kerap datang hampir setiap malam ke Alun-alun hanya untuk menyaksikan perempuan itu bermain harpa dan selalu meminta untuk memainkan lagu yang sama. Makna dari lagu itu sendiri berkaitan dengan “kebahagiaan” dan “selamanya”.
Masing-masing dari mereka mulai memperkenalkan dirinya. Ternyata mereka berdua berasal dari nergara yang berbeda, Athlan berasal dari Indonesia tepatnya kota Bontang di provinsi Kalimantan Timur. Dengan senang hati ia memperkenalkan berbagai keunikan dari daerah asalnya. Athlan menerangkan gambaran mengenai kota Bontang yang merupakan kota yang unik baginya, karena terdapat sebuah kampung nelayan di atas laut yang dikenal dengan Bontang Kuala, serta terdapat tempat pariwisata hutan bakau yang terkenal dengan sebutan Mangrove. Kazura begitu terpukau oleh keunikan kota Bontang, ia amat tertarik mengunjungi Bontang Kuala karena terdapat di atas laut. Sementara Kazura, ia berasal dari kota Hiroshima, Jepang, tepatnya daerah Saijo yang terkenal dengan minuman sake lokalnya. Ia menyarankan sebuah tempat yang unik di Hiroshima yang dikenal dengan sebutan Onomichi, yaitu sebuah kota kuno di tepi laut dengan latar belakang bukit-bukit bergelombang membentang dari arah timur ke barat. Sungguh tak menyangka jika mereka berdua sama-sama merantau ke kota Seattle, sekadar untuk menekuni impian yang ingin diwujudkan.
Seiring waktu berjalan, mereka berdua mulai cukup dekat dan kian saling mengetahui jati diri satu sama lain. Mereka saling menceritakan mengenai karir yang ingin mereka tekuni, Athlan sendiri sangat ingin menjadi figure ice skating dengan menekuni bidang tersebut. Berbeda dengan Kazura, dirinya hendak menjadi seorang harpis alias pemain harpa profesional, tetapi orang tuanya menentang Kazura untuk bermain harpa dan sekadar ingin putrinya fokus menekuni karirnya sebagai ballerina. Itulah yang menjadi alasan mengapa Kazura selalu bermain harpa pada malam hari di Alun-alun kota Seattle.
Athlan benar-benar dapat merasakan semua yang dirasakan oleh Kazura saat ini. Bahkan, ia tak sanggup membayangkan semua yang telah dilalui oleh Kazura untuk memberi kepercayaan kepada orang tuanya agar dapat menjadi seorang harpis. Di sisi lain, Athlan juga mendapat dorongan yang keras dari orang tuanya agar berhasil mengikuti sebuah olimpiade musim dingin di Beijing.
Seattle, Juni 2017
Athlan dan Kazura juga kerap kali menghabiskan waktu bersama di Alun-alun untuk menceritakan mengenai hari-hari yang telah mereka jalani. Athlan berhasil mewujudkan keinginan dirinya dan orang tuanya untuk menjadi figure ice skating yang profesional juga berhasil lolos seleksi olimpiade musim dingin di Beijing tahun depan. Sebaliknya, Kazura sendiri masih bersikukuh meyakinkan orang tuanya untuk memperbolehkan dirinya menjadi seorang harpis, tetapi hasilnya tetap nihil. Bahkan, orang tua Kazura telah membuang harpa miliknya yang membuat Kazura mengurung dirinya di dalam kamar selama hampir 2 minggu lamanya.
Untuk mengurangi perasaan sendu Kazura, Athlan membuat permintaan bagi diri mereka sendiri sekadar untuk menenangkan seluruh isi kepala sejenak. Athlan membuat permintaan agar Kazura dapat datang melihat penampilannya saat olimpiade musim dingin di Beijing. Terdapat sebuah ukiran senyum di wajah Kazura saat mendengar permintaan Athlan. Sekarang giliran Kazura membuat permintaan, ia ingin Athlan datang untuk menyaksikan pentas balletnya di 5 hari yang akan datang. Athlan cukup tercengang dengan permintaan Kazura sekaligus bangga dengan keputusannya, karena Kazura berhasil membuat dirinya keluar dari zona nyaman.
Seattle, Juli 2017
Hari ini, tepat hari diselenggarakannya pentas ballet Kazura. Athlan telah menyempatkan waktu untuk datang melihat Kazura yang berhasil keluar dari zona nyamannya. Rencana Athlan hari ini, tidak hanya untuk menyaksikan pentas ballet Kazura, ia juga telah mempersiapkan rencana lainnya untuk mengutarakan perasaannya kepada Kazura. Pentas ballet telah dimulai, Athlan sedang menunggu Kazura tampil ke atas panggung. Sepanjang pentas ballet berlangsung Athlan sama sekali tidak melihat Kazura di atas panggung, hingga pentas ballet berakhir ia tak kunjung melihat Kazura. Dengan tidak sengaja, Athlan mendengar percakapan orang lain yang membicarakan mengenai Kazura. Athlan tertegun, saat ia mendengar informasi mengenai Kazura yang mengalami kecelakaan bersama orang tuanya saat menuju ke acara pentas ballet. Kedua orang tuanya berhasil selamat dari kecelakaan tersebut, sementara Kazura tak sempat diselamatkan dan meninggal di tempat kejadian. Ingin sekali Athlan berpikir untuk memutar balikan fakta tersebut, tetapi ia tak bisa melakukan apa-apa. Hatinya terlanjur hancur mendengar fakta tersebut, rasa sesak menyelimuti dadanya, ia bahkan tak sempat mengutarakan perasaannya terhadap Kazura.
Beijing, Desember 2018
Olimpiade ajang olahraga musim dingin di Beijing akan segera diselenggarakan pada hari ini. Kejadian memilukan tersebut telah berselang satu tahun lamanya. Athlan sedang mempersiapkan dirinya untuk menampilkan penampilan terbaiknya di atas es. Perlombaan telah berlangsung, Athlan sedang menampilkan dirinya yang berputar-putar di atas es, tetapi samar-samar dari barisan penonton paling depan ia melihat seorang perempuan yang menyerupai Kazura. Athlan tergelincir, ia gagal fokus sehingga membuat kesalahan pada penampilannya barusan. Ia baru saja melihat Kazura menyaksikan penampilannya di barisan penonton paling depan, ia melihat Kazura tersenyum bangga padanya, tapi tak lama kemudian, Athlan tersadar kalau semua itu hanya sekadar halusinasinya saja. Benar, Kazura tak mungkin kembali ke dunia hanya untuk menyaksikan penampilannya di olimpiade musim dingin Beijing.
Inilah akhir dari kisah cinta mereka. Dunia memang kejam telah memisahkan mereka berdua, melainkan bukan lagi dunia, lebih tepatnya maut yang memisahkan mereka. Tapi tak menutup kemungkinan bagi Athlan yang telah jatuh pada perasaannya yang terlanjur jatuh terlalu dalam, sehingga menimbulkan luka dihatinya. Athlan sulit menyembuhkan lukanya. Ia belum bisa berdamai dengan masa lalu yang memilukan. Semuanya butuh waktu dan proses, Athlan sedang berada di tahap tersebut.
‘Foreverness’ sendiri ialah judul dari cerita pendek ini yang berarti keabadian, tetapi isi cerita ini sangat berbanding terbalik dari judulnya. Karena keabadian tak selamanya kekal, seperti manusia yang tak selamanya hidup kekal bersama di dunia. Keabadian memiliki banyak arti serta konsep yang berbeda tergantung orang memandangnya. Dalam kisah Athlan dan Kazura, arti keabadian dapat diungkapkan sebagai cinta yang tak selamanya kekal. Mereka berdua bertemu karena cinta yang menemukan mereka tetapi terdapat maut yang memisahkan. Itulah salah satu fakta mengapa benar-benar tak ada yang kekal abadi di dunia ini.
Selesai.