Seorang Idol mempunyai seorang kekasih sejak SMA. tetapi semuanya kandas dengan cepat ketika young Hoon memiliki fans yang makin hari makin banyak. para Sasaeng fans pun tidak kalah banyak dan mengambil informasi para idol.
Konser album kedua dari boyband TheBoy sukses besar dan banyak fans yang mulai meminta tangan album mereka, sedangkan Aku yang merupakan kekasih Young Hoon sejak SMA hanya bisa menjadi penonton biasa. terkadang aku merasa cemburu dengan fans yang diperlakukan beda olehnya. aku tahu itu demi mempertahankan pesonanya kepada fans itu.
Aku pun memutuskan untuk berpura-pura menjadi fans biasanya, aku mengikuti kegiatan meet and great nya di sebuah gedung pusat perbelanjaan. aku mengikuti antrian sembari membawa albumnya. walau sebenarnya aku bisa melakukannya tanpa harus mengantri seperti ini. tapi aku ingin merasakan bagaimana menjadi salah satu fansnya.
Saat di meja meet and great, kami pun saling bertatapan satu sama lain. Hatiku terasa sedikit lebih hangat dan juga senang bisa bertemu dengannya. tapi Young Hoon tampak berbeda ia seperti kaget dan juga khawatir dengan ku. aku hanya bisa mengiriminya sebuah surat yang bertuliskan "I Miss You" ia pun tersenyum dan menandatangani Album yang aku bawa.
Pertemuan singkat yang begitu melegakan, sudah lama sekali kami tidak bertemu, jadwalnya yang padat hanya bisa membuatku dengannya menikmati masa berduaan dengan sebatas layar hp yang tipis. tapi aku ingin berada disampingnya menemaninya, ku pikir itu terlalu egois. aku memilih menahan rasa itu.
Di hari libur aku memutuskan untuk bertemu dengannya di tempat hiburan. Aku menunggu kedatangannya namun ia tak kunjung datang. ini pertama kalinya ia melanggar janji denganku. aku menadah menahan air mata. apa aku salah menangiskan kesuksesan pacarku sendiri. aku hanya ingin ia seperti dulu lagi.
saat aku menadah menahan tangis rintik hujan mulai membasahi pipiku, jika aku menangis saat hujan, mungkin air mataku bisa disembunyikan lewat air hujan itu. tidak lama siluet seorang pria yang tinggi datang dari belakang bangku taman, sambil membawakan payung. mataku terbelalak kaget melihatnya.
"YoungHoon!?" Aku pikir setelah ia menjadi seorang idol yang sangat terkenal akan melupakanku begitu saja. ternyata aku salah dia masih tetap mencintai ku. aku langsung pergi memeluknya. masker hitam, topi hitam dan jaket berwarna biru, membuatku sangat mengenalinya. aku memeluknya dengan erat, begitupun ia melingkarkan tangannya di pinggangku. tapi hujan mulai menjadi deras kami pun berlari mencari tempat untuk berteduh.
Setelah kami berteduh aku menyadari, sendari tadi ia memegangi sesuatu, aku pun menatap matanya. iapun mengerti apa yang aku maksud dan mengeluarkan boneka seekor kelinci berwarna biru dengan tulis 'I Miss You'. Hatiku sungguh berbunga-bunga. tidak buruk menjadi pacarnya selama ia mencintaiku.
Semua kesenangan itu pudar hanya dalam beberapa hari saja, ketika ia mendapatkan sebuah tawaran menjadi seorang aktor. tanpa sepertujuan ku ia menerima tawaran tersebut. dan memerankan karakter tokoh utama dimana tokoh utama tersebut memiliki peran yang nantinya akan banyak sekali adegan berciuman.
padahal aku dengannya sudah berpacaran cukup lama, tidak pernah melakukannya. aku sendiri tidak bisa melihat diriku. apa aku cemburu atau tidak perasaanku semuanya bercampur aduk. aku sangat ingin menjadi pendukung bagi hidupnya. tapi semua ini menyakitkan.
Tidak sengaja aku bertemu dengan salah satu anggota the boy lainnya. ia menyelamatkanku ketika aku hendak pulang dari kampus, ketika itu jalan sangat gelap juga sepi. tak disangka ada seorang pria yang langsung menghadang ku. mereka menggangguku membuat ku tidak nyaman. mereka menarik-narik bajuku dan menyentuh rambutku. tetapi salah satu anggota the boy itu muncul. dan menyelamatkan ku.
Aku pernah melihatnya di photo card album mereka, ia adalah Seonwoo seorang rapper yang sangat berbakat. kemapuan rapnya sangat mengagumkan. Aku sempat fans juga padanya, tapi young Hoon cemburu dan membuatku merasa bersalah, akhirnya aku berjanji padanya tidak akan fans lagi dengan rapnya Seonwoo apapun alasannya. tapi kali ini aku bertemu langsung dengannya.
"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Seonwoo penuh dengan kekhawatiran.
"Iya aku baik kok, makasih ya!"
"Oh iya, seingat ku kamu adalah pacarnya YoungHoon hyung."
"Kamu tahu!?"
"Tahu dong, Jadi mau aku panggil apa ni? Noona? atau kamu aja?"
aku cekikikan tertawa, melihatnya sedang memberiku sebuah kode, agar aku memperkenalkan diriku.
"Oh iya, namaku Nayla"
"Aku Seonwoo."
Tak disangka aku dan Seonwoo jadi akrab. tidak seperti pacarku yang sibuk, padahal dalam boyband yang sama. kami sering bertukar cerita. Seonwoo sangat pintar sekali. Tugas perkuliahan ku kadang dibantu olehnya. Jika itu YoungHoon pasti akan lebih.., sudah lupakan dia tidak pernah peduli padaku.
Weekend bulan selanjutnya aku dan YoungHoon, berjanji akan bertemu di cafe milik kakakku. tentu saja itu akan aman kakakku sudah menyiapkan segalanya. antisipasi jika ada sasengfans disiapkan juga oleh kakakku.
Kami berjanji bertemu pada sore hari sekitar jam empat. Aku menunggunya seperti biasa, YoungHoon tak kunjung datang. aku hanya bisa menghela nafas, kakakku yang melihat aku mulai mengkhawatirkan aku. Ia pun menghampiriku dan duduk di samping ku, mengusap bahuku.
Sudah malam tapi ia tidak datang. akhirnya aku memutuskan untuk pulang. Dari pintu terdengar suara lonceng pintu yang berbunyi. tidak tahu kenapa, padahal sendari tadi lonceng itu sering berbunyi tapi kini aku ingin sekali melihat orang yang masuk kali ini.
Hatiku tidak pernah salah ternyata benar, YoungHoon datang. tapi aku sudah terlanjur kesal dengannya. Kakakku datang dan memarahinya. melihat YoungHoon sangat merasa bersalah padaku, aku juga tidak tega melihat kakakku memarahinya sampai memakinya. Aku pun membelanya, dan menarik YoungHoon keluar kafe.
Jalanan sudah sepi, di taman pun sudah tidak ada orang lagi. pilihan terbaik adalah pergi ke taman dan mendengarkan penjelasannya. walau aku kesal tapi aku masih bisa menahannya. Resiko pacaran dengan idol memang harus bersabar.
"Jadi kenapa kamu terlambat terus?" aku mengusap keringat yang mengalir di keningnya menggunakan sapu tangan ku.
"Ini aneh sekali, setiap aku keluar para Fans itu mengetahui nya. aku harus menghindar dan bersembunyi berapa kali pun mereka tahu keberadaan ku. Ini sedikit agak menakutkan."
tubuhnya bergetar, langsung kupeluk tubuhnya yang lebih besar dariku itu, dan ku usap lembut punggungnya.
"Apa yang kamu takutkan?"
"Aku takut. Mereka juga akan tahu identitas kamu. aku ga mau kamu terluka karena aku"
"Itu ga akan terjadi, tenang aja."
"Kamu benar, aku akan selalu melindungi kamu. dimana pun kamu berada."
Kata-katanya membuat pipiku sedikit panas, hatiku juga rasanya terbakar. mulut manisnya membuatku merasa hangat dan tenang. yang awalnya aku kesal dengannya kini aku sudah melupakannya.
"Tentang drama yang aku bintangi, maaf aku tidak diskusi sama kamu."
"Aku percaya kamu punya alasan yang kuat untuk itu."
"Makasih, Besok adalah hari pertama aku shooting dan aku ga mau ciuman pertama aku diambil oleh orang lain .."
YoungHoon mendekatkan wajahnya dengan wajahku, jaraknya sekitar tiga sentimeter saja. ini membuat jantungku berdetak tidak karuan. aku memejamkan mataku. kami pun saling beradu bibir. berciuman dengan lembut. ini pertama kalinya kita berciuman setelah berpacaran sekian lama. aku melingkar kan tanganku ke lehernya dan dia melingkar kan tangannya di pinggangku. ciuman pertama tapi tidak seperti yang pertama.
***
Aku menunggu, drama itu dimulai. ditemani oleh Seonwoo yang sedang bermain di apartemen ku. Seonwoo kalau di pikir-pikir dia juga tidak kalah populer dengan YoungHoon, kenapa dia bisa mengunjungi ku setiap hari.
Drama yang di bintangi YoungHoon pun sudah mulai tayang di televisi. aku mengambil beberapa camilan di dapur untuk dimakan bersama aku dan Seonwoo. adegan episode pertama saja udah ada adegan berciuman. aku sedikit cemburu, tapi aku teringat malam romantis saat bersamanya itu.
"Aku rasa dia bisa melakukan itu, pasti sudah latihan dengan kekasihnya. betulkan?"
"A,ah itu kami hanya melakukannya sekali." wajahku terasa panas ia berbicara seolah-olah memancingku untuk mengatakan hal yang memalukan seperti itu. Sepertinya Seonwoo menangkap wajahku yang mulai memerah karena malu. Ia pun kembali menonton.
"Sekali, tapi dia terlihat orang yang sudah sering melakukannya tuh."
apa yang dikatakan Seonwoo benar, malam itupun aku merasa itu bukan ciuman pertama yang ia pernah lakukan. sangat aneh sekali, tapi aku harus tetap percaya padanya.
"Mungkin dia juga latihan sama tembok dorm kalian"
"Hahaha, pantes aja tembok kamarnya seperti ada bekas aneh gitu."
"bekas aneh gimana?"
"nanti main yuk ke dorm kami."
"oke, tapi kalian ga sibuk?"
"Setelah debut sebulan. tentu saja kami banyak waktu luang. hanya beberapa undangan di acara ragam."
"Ouh, tapi Young Hoon.. sibuk sekali ya?"
"Ia diakan sering diundang jadi MC lah, bahkan sekarang shooting drama"
tidak tahu kenapa aku sedih sekali mendengarnya. aku rindu sekali masa-masa kami SMA. semua hadiah yang ia berikan pasti berwarna biru langit. katanya itu menandakan perbedaan jika suatu saat ada pria lain yang memberiku hadiah ia akan langsung tau. di pikir-pikir ia terlalu overprotektif. aku tersenyum sendiri mengenang itu. tapi Seonwoo menangkap wajahku dan menertawakan ku.
Setiap weekend aku pergi bermain dengan Seonwoo sebagai ganti Young Hoon yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya. saat kami pergi piknik, kami lupa membawa beberapa barang dan Seonwoo pergi untuk mengambilnya. sudah hampir beberapa lama aku mendengar sebuah tangisan seorang anak kecil. aku menghampiri sumber suara itu yang berhenti disebuah pohon yang agak tinggi tetapi aku tidak menemukannya.
Saat aku melihat keatas, ada seorang anak kecil yang tersangkut dipohon, tanpa berpikir panjang aku langsung memanjat pohon itu dan menolong anak itu. aku membebaskan bajunya yang tersangkut. iapun bisa kembali turun dengan selamat. tapi sayangnya aku bisa naik tapi tidak bisa turun.
Aku menyuruh anak yang ku tolong itu membawakan ku sebuah tangga. ia pun kembali tanpa tangga, tapi anak itu kembali membawa Seonwoo. Seonwoo tampak senang aku berada diatas pohon tidak bisa turun. aku menangkap wajahnya sedang menertawakan aku.
"kamu kenapa bisa ada di sana?"
"Aku tadi nolong anak kecil itu, tapi lupa cara turun"
"wkwkwk"
"Berhenti tertawa dan tolong aku!"
"Iya aku tolongin. kamu lompat aja nanti aku tangkap."
"aku takut kamu, isengin aku lagi."
"ga bakal. percaya sama aku."
Akupun memilih percaya padanya, dan melompat. ia pun menangkap ku, walau akhirnya kami berdua terjatuh di rumput. aku mendarat tepat ditubuhnya. aku yakin itu sakit untuknya . tapi posisi mendarat ku agak sedikit membuatku canggung. semua orang melihat kearah kami. aku jadi tambah salting.
aku pun kembali melihat wajah Seonwoo, aku hanya bisa melihatnya tersenyum malu. tiba-tiba jantungku berdetak kencang. sembari terus memandanginya.
"kamu sampai kapan mau berada diatasku?"
aku langsung berdiri. pergi meninggalkan nya sendiri dan aku kembali ke tempat kami sedang berpiknik. Saat kami berpiknik rasanya sangat menyenangkan. tapi aku merasakan ada hal yang berbeda untuk kali ini.
***
Sore hari aku pulang dari kampus menuju apartemen ku. sekelompok orang berbaju hitam rapih menghadangku, mereka mengepungku. aku berlari kearah belakang tapi langkahku terlalu lambat mereka berhasil menangkap ku.
mereka tidak ada satupun yang berkata, aku yakin ini tidak mungkin dilakukan oleh sasengfans. pasti ada orang di balik semua ini. terlihat sekali orang yang menculik ku ini adalah orang kaya mulai dari mobil dan para orang bayaran ini. aku tidak tahu maksud mereka.
Aku hanya bisa terdiam pasrah, aku berharap semuanya berakhir dengan cepat tanpa ada yang merasa tersakiti. yang pertamakali aku bayangkan ada sosok YoungHoon yang begitu tampan dan lembut. tersenyum manis. membawakan ku sebuah lagu-lagu yang manis seperti saat kami masih SMA.
Tiba-tiba mobil rem mendadak, membuatku dan para orang ini terdorong ke depan. Apa yang terjadi apakah ini, sebuah pertolongan atau yang lebih bahaya lagi. terlihat olehku mobil hitam yang menghadang mobil kami. jelas-jelas aku tidak pernah terlibat apapun. aku tidak mengerti. ini membuatku pusing.
Orang-orang itu saling menembakan peluru, aku sungguh ketakutan saat itu. jantungku berdebar ketakutan. nafasku tidak beraturan. semua orang yang menjagaku di dalam mobil itu pun ikut turun dan menembakan senjata api mereka. aku tidak tahu tempat apa ini. kenapa polisi tidak satupun ada yang datang.
selagi mereka sibuk saling serang, aku memilih kabur secara diam diam. aku berlari dengan hati-hati menuju arah hutan.keadaanku sudah kacau. aku sudah tidak memperdulikan penampilanku yang sudah berantakan. aku berlari tanpa tujuan. di hutan yang dingin dan juga sepi.
Hari sudah gelap, aku masih tersesat dalam hutan. bodohnya aku berlari tanpa berpikir. sekarang aku berada di tempat yang asing. ketika itu aku teringat dengan ponselku. aku melihat ponselku tetapi sinyalnya kurang bagus aku tidak bisa menggunakan ponselku untuk meminta bantuan.
aku gunakan ponselku untuk dijadikan senter untuk menerangi jalan. terdengar suara erangan hewan buas. ini membuatku semakin takut. angin malam mulai melesap kedalam tubuhku. keringat mulai membasahi ku.
tidak lama terdengar suara seseorang memanggil ku. suara yang sangat tidak asing. aku pun berteriak menjawab teriakan itu. Suara hewan buas itu tidak terdengar lagi. Suara yang menyebar di hutan itu membuatku sedikit kesulitan untuk mencari sumber suara itu.
Tak lama aku mendapati seorang pria jangkung dengan siluet yang sangat aku kenali. aku langsung berlari menghampirinya. dengan penuh gelegaan dan air mata yang sudah tak sanggup ku bendung lagi.
"YoungHoon!"
aku memeluknya dengan erat, menangis di pelukannya. membasahi baju didadanya. Ia pun membalas pelukan ku. menenangkan ku. Tidak sia-sia aku memikirkannya, aku tahu dia pasti akan datang dan menolongku. wajahnya yang begitu tenang dan tampan, membuatku berpikir dia adalah kesatria berkuda yang dikirimkan Tuhan untuk ku.
Sekilas aku melihat kembali ke wajahnya. YoungHoon tampak menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang aku alami. Aku tak mengerti harus bagaimana melihatnya seperti itu, aku hanya bisa berhenti menangis dan tersenyum untuknya.
"Aku yang kena tragedi kenapa kamu yang nangis?"
"Ini tandanya aku ga becus jagain kamu."
"Kamu kan lagi sibuk. jangan salahkan dirimu begitu."
"Apa, sebaiknya aku berhenti jadi idol buat jagain kamu."
"Apaan sih, Inikan mimpi kamu. toh aku juga ga apa apa kan?"
"Mau jadi apapun sekarang aku ga peduli lagi, aku cuman ingin bersama kamu. aku ga mau kamu terluka lagi karena aku."
"Terluka karena kamu? maksudnya? kamukan yang udah tolong aku, kenapa jadi salahin diri sendiri lagi sih"
"Bukan apa-apa, sebaiknya kita cepat pulang. nanti kamu kedinginan."
YoungHoon pun memberikan jaketnya padaku. merangkul bahuku. menuntunku keluar dari hutan. Dalam pikiran ku masih terngiang, apa maksudnya semua ini karenanya. apa benar yang melakukan ini semua adalah sasengfans. yang kedua kenapa ia bisa tahu aku ada disini. siapa yang kasih tau.
Sekali-kali aku mencuri pandangnya, sekarang aku sungguh penasaran. sebenarnya apa yang ia sembunyikan dariku. dalam otakku pikiran itu tak kunjung hilang, sampai kami menaiki sebuah mobil pun aku masih memikirkannya. hingga tanpa sadar aku tertidur di bahu YoungHoon. aku merasakan belaian lembut tangannya ke kepalaku.
Setelah sampai di apartemen, YoungHoon menyuruh ku untuk istirahat lebih cepat. aku pun mengangguk menurut padanya membuatnya tersenyum dan mengacak-acak rambutku. ia pun mencium kepalaku dan berpamitan pergi. Pipiku terasa panas padahal aku sudah sering menonton drama. hal ini sudah biasa dilakukan oleh sepasang kekasih tapi aku masih saja malu karenanya.
Setelah tubuhnya menghilang di lift. aku memutuskan masuk kedalam apartemen ku. inginku menutup pintu apartemenku tiba-tiba ada yang mengganjal di pintu. sebuah gantungan kunci berwarna biru berbentuk biola indah. aku pun memungut gantungan itu dan berlari mengejar YoungHoon. aku memutuskan mengejarnya melalui tangga darurat. dengan kekuatan penuh ku aku pergi menuruni tangga. saat aku hendak pergi ke lantai yang paling bawah terdengar suara tidak asing di telinga ku.
Suara YoungHoon dan seorang pria paruh baya. aku pun menahan langkahku dan memutuskan untuk mendengarkan percakapan itu.
"Jika ayah ingin melibatkan Nayla, maka aku akan semakin yakin tidak mau mengikuti ayah."
"Ayah hanya sedikit memberikan peringatan untukmu. Kembalilah ke rumah. Ayah sudah cukup tua untuk mengelola perusahaan ini."
"Ayah masih punya anak lainnya, kakak dan adik pun ayah masih bisa mengandalkan mereka."
"Tapi kemampuan mereka tidak sama denganmu. Ayah hanya ingin kamu menjaga perusahaan ayah tidak lebih."
"Aku masih punya cita-cita ku sendiri ayah, aku sudah terlanjur jauh."
"Kalau itu ingin kamu jangan salahkan ayah, jika ayah bertindak sesuai keinginan Ayah."
"Apa maksud ayah?"
"Apa yang terjadi pada hari ini mungkin bisa saja menjadi permulaan saja. ingat baik-baik."
Ayah YoungHoon pun pergi dengan para bodyguard nya. Aku tidak menyangka, apa yang terjadi padaku ternyata ada hubungannya dengan ayahnya YoungHoon.
YoungHoon masih ada disana, aku tidak sengaja menjatuhkan gantungan kunci itu tepat didepannya. aku melangkah mundur hendak kabur diam-diam. tapi semua sia-sia YoungHoon sudah menangkap basah diriku.
"Nayla!?"
"I,itu..a..ku.."
"Kamu sudah dengar ya..., sudah kubilang itu adalah salahku." wajah sedihnya membuatku ingin sekali memeluknya dan menenangkan dirinya. tapi hatiku terlanjur kecewa dengannya. Ia tidak pernah jujur padaku selama ini. Sekarang aku tidak tahu perasaan apa yang sedang aku hadapi saat ini.
Aku pun memilih pergi kembali ke apartemen ku. tanpa mengatakan satu patah katapun. aku berlari menaiki tangga sembari menangis, aku tidak tahan lagi membendung air mataku. Dadaku terlalu sesak, nafasku tersengal-sengal. aku memasuki apartemen ku dan menangis melepaskan semuanya sembari terduduk di depan pintu apartemenku.
Selama ini YoungHoon anggap aku apa. kenapa ia tidak pernah menceritakan masalahnya. berapa banyak rahasia yang ia tutupi dariku. sebelumnya ia tidak pernah menjadi seperti ini. apa ini juga salahku, saat SMA aku juga sempat mendorong nya menjadi seorang idol. apa karena aku. seharusnya aku tidak begini, aku hendak kembali menyusuli YoungHoon, tapi ia sudah tidak ada. aku benar-benar bodoh, seharusnya aku mengerti mungkin ini adalah hal yang sangat rumit ia jelaskan karena berhubungan dengan keluarganya sendiri.
***
Aku masih agak shock dengan penculikan kemarin, aku putuskan untuk menceritakan semuanya pada kakakku. Kakakku mencoba mencerna kata-kata ku, memahami situasinya. sebelum akhirnya ia memutuskan untuk berbicara beberapa kata.
"Semuanya kembali pada dirimu sendiri, kamu mencintai YoungHoon karena apa? Harta? Tampang? Atau karena ia seorang idol?"
Aku menjawab tidak tahu apa alasannya, apa aku perlu alasan untuk mencintai dan ingin memilikinya. Kakakku tersenyum, sambil mengusap bahuku pelan kakakku membisikkan kata-kata yang membuatku tersadar. betapa pentingnya ia untukku.
"Dengan tidak memberi alasan kepadaku, aku tahu kamu sangat tulus mencintainya. berikan ia waktu untuk berfikir, tidak semua masalah dapat ia katakan apalagi jika ia ingin melindungi mu dengan caranya sendiri."
setelah itu aku memilih untuk pergi meneleponnya, tapi ponselnya tak kunjung diangkat olehnya. aku semakin cemas. dan memutuskan untuk pergi ke dorm the boy. tanpa ragu aku pergi ke dorm para the boy.
Disana aku ditolak untuk masuk, ya itu sudah pasti. YoungHoon tidak pernah memperkenalkan aku pada mereka. aku mencoba sekali lagi tapi tetap akhirnya aku menelpon Seonwoo. akhirnya Seonwoo memberikanku izin masuk.
aku menanyakan keadaan YoungHoon, tapi mereka semua tidak tahu keberadaan YoungHoon yang sekarang. aku menyesal melakukan itu padanya. kuberikan camilan yang aku bawa dari kafe kakakku dan makan bersama para the boy. aku terus mendesak Seonwoo mengatakan kapan YoungHoon pulang. ia pun mengusap kepalaku. dan menyuruhku bersabar.
Aku melihat mata Seonwoo yang tenang damai membuat ku merasakan hal yang sama. aku pun memutuskan untuk pulang kembali ke apartemen ku. diantar oleh Seonwoo. di perjalanan aku teringat saat aku di culik ada mobil lainnya yang menghadang kami. mobil itu menyelamatkanku. tapi siapa yang menyelamatkanku. aku sungguh tidak mengerti akar permasalahan ini.
Setelah sampai di apartemen ku, Seonwoo tidak seperti biasanya ia menolak untuk mampir dulu ke apartemen ku. aku pun masuk kedalam apartemen ku itu dan didalam sudah ada seseorang yang tengah menungguku. pria yang tampak tidak asing bagiku. pria dengan tubuh sempurna dan tinggi.
"YoungHoon!?"
"Kamu dan Seonwoo tampak akrab ya"
"Apa maksudmu, aku mencarimu kemana mana"