Yogi adalah orang yang pendiam, dingin,muka datar. Karena itu Yogi tidak laku di kalangan wanita. Tapi ada wanita yang mendekati Yogi tanpa memandang kekurangan nya.
Yogi pun menjalani hubungan pacaran selama 1 tahun hubungannya itu baik baik saja sebelum seseorang datang.
Orang itu ternyata datang lebih awal dia datang saat hubungan Yogi baru 7 bulan dan Yogi menyadari itu setelah 1 tahun
“kenapa aku engga boleh panggil sayang. Bukan kah dulu kamu yang ingin di panggil seperti itu” ucap Yogi dengan penasaran.
“kita udah ga pacar dari 4 bulan yang lalu”
Yogi meminta putus pada mantan nya itu, boleh di panggil putri, di bulan ke 7 dan itu lah sebabnya kenapa Yogi di selingkuhi.
Sebenernya setelah mereka putus mereka mengganti hubungan pacaran nya dengan komitmen.
“baik akan aku bongkar sekarang,kamu udah punya pacar dari 4 bulan yang lalu,kenapa kamu melakukan itu. Bukan kah kamu yang meminta hubungan komitmen kepada ku agar tidak ada kata putus,dan kenapa kamu ga bilang kalo kamu sudah punya pacar?” ucapan Yogi dengan amarahnya
“aku melakukan itu agar kamu tidak sakit hati,aku sudah di jodohkan oleh keluarga ku. Dan kenapa aku ga bilang kepada mu cuman buat kamu ga sakit hati.” ucap putri dengan tangisan tidak ingin di tinggalkan Yogi
Walaupun putri sudah di jodohkan tapi dia lebih menyukai yogi. Tapi Yogi langsung meninggalkan putri, putri tidak salah tapi caranya lah yang salah.
Setelah 2 bulan Yogi bisa move on, Yogi mendapatkan 1 wanita lagi, itu lah satu satunya wanita yang merespon Yogi boleh di panggil dinda.
“yogi tau ga? ayah aku udah men jodohkan aku dengan anak teman nya”
Yogi belum sempat menembak nya tapi sudah merasakan sakit hati lagi
“wah bagus donk. Kalo kamu ada masalah datang lagi ke aku yah,aku pasti bantu ko”
Dan akhirnya Yogi pun tidak pernah ingin membuka hati nya lagi karena dia sudah tau sakit nya sakit hati.
Melupakan satu wanita saja butuh berminggu-minggu. Dan untuk sekarang banyak sekali yang mendekati yogi tapi dia sudah menutup hati nya karena dia tidak ingin mengulang masalalu nya lagi
{Tamat}
Maaf bila banyak kekurangan dan salah pengucapan kata