Broken home
Aretha seorang gadis kecil yang berusia 7 tahun yang tinggal di sebuah desa terpencil.Dia adalah anak broken home,karena ayahnya yang menghianati ibunya selama kurang lebih 10 tahun.
Malik ya Pak Malik adalah Bapak Aretha dia bekerja sebagai buruh harian lepas dan Dia juga seorang pengrajin seni wayang golek.
Sore itu waktu menunjukkan pukul satu siang,Aretha sedang bermain dihalaman rumahnya sambil menunggu Bapaknya pulang kerja.Tak lama sekitar 5 menit kemudian Bapaknya pun pulang dengan membawa makanan kesukaan nya yaitu mie ayam.
“Pak , Bapak bawa mie ayam ya ? “ tanya Aretha pada sang Bapak yang sedang menghampirinya. “Ya nak nih Bapak bawain mie ayam buat kamu sama mamahmu,Eh mana mamahnya?” “Mamah ada tu pak lagi solat” jawab Aretha sambil mengambil kantong keresek yang berisikan mie ayam itu.Lalu pak malik Bapaknya Aretha masuk ke dalam rumah sambil menyimpan tas ransel yang dibawanya. Tak lama kemudian Bu Mia (Ibunya Aretha)pun menghampiri pak Malik .
”Eh bapak sudah pulang ya pak?” tanya bu mia “Ya bu baru sampai”Jawab pak Malik singkat.
Lalu Aretha pun menghampiri mereka berdua dan berkata “ Bu,Pak ayo makan bareng,sayang lho nanti mie ayamnya keburu dingin,,hihii”Kata Aretha sambil cekikikan karna malu.”Ya nak bentar ya ibu ambilin dulu piring sama sendoknya” jawab ibu Mia “ siapp Bu boss cantik” jawab Aretha yang begitu bahagia karna akan segera menyantap makanan kesukaannya itu.
Setelah mereka selesai makan Aretha membereskan semua piring piringnya.Bu Mia dan pak Malik kembali berbincang bincang.
Waktu sudah menunjukan pukul delapan malam itu waktunya Aretha untuk tidur,tak lama setelah Aretha tertidur Bu Mia dan pak Malik bertengkar karena Bu Mia melihat diponsel pak Malik ada pesan dari seseorang yang isinya “Sayang aku udah nyampe rumah” isi pesan tersebut.Meskipun Bu Mia sudah sering melihatnya tetapi Bu Mia sudah sangat sakit hati karna terlalu sering melihat pesan seperti itu.Lalu Bu Mia membicarakan soal pesan itu dengan pak Malik sehingga masalahnya jadi panjang,disela sela pertengkaran mereka tak sengaja Aretha terbangun karena berisik dan tak sengaja juga Aretha sempat mendengarkan percakapan mereka dengan nada tinggi dan bersuara keras.Tak lama kemudian Aretha menangis,ia sangat sedih mendengar semua percakapan kedua orang tuanya tadi .Ia sangat terpukul dengan keadaan seperti ini terlebih lagi dia masih anak anak yang tidak tahu apa apa.Tetapi saat ia mendengarkan ibunya menangis ia pun ikut menangis.
Pagi itu Aretha sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah,lalu Bu Mia menghampirinya dan berkata “kamu sudah siap nak?”tanya Bu Mia pada Aretha dengan sedikit lemas dan matanya yang sayu “Ibu kenapa?ibu menangis ya karena emalam bertengkar sama bapak?” tanya Aretha yang begitu polosnya “Ah enggak ko nak ibu Cuma kelelahan saja,ya sudah ayo berangkat itu tekan temanmu sudah menunggumu didepan” Bu Mia menjawabnya dengan sedikit mengalihkan topik pembicaraannya “ya sudah aku berangkat ya mah,, assalamualaikum”Aretha mengecup tangan ibunya lalu pergi untuk berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolah Aretha langsung pergi kekelasnya untuk menaruh tas, setelah itu dia keluar mencari tempat yang sepi untuk merenungi soal permasalahan ibu dan bapaknya yang tak sengaja ia dengar waktu malam tadi.Dalam benaknya ia berpikir apa yang sebenarnya terjadi diantara keduan orang tuanya itu, sebelumnya memang Aretha belum tahu kalo bapaknya itu mempunyai istri dua.
Bel masuk pun berbunyi,Aretha segera masuk kekelasnya untuk mengikuti jam pelajaran pertama.Hari itu ia sangat tidak fokus karena khawatir dengan keadaan ibunya.
Bel istirahat pun berbunyi, kini Aretha yang biasanya sibuk dengan teman-temannya untuk jajan kekantin memilih untuk diam di kelas seorang diri.Entahlah dirinya masih saja merasakan khawatir terhadap ibunya itu.Tak lama kemudian teman baik Aretha yaitu Janah dan Alawiyah menghampirinya dan bertanya “ hai Aretha mengapa kamu tidak ikut dengan kami untuk jajan ?” tanya salah satu mereka “Maaf janah, Alawiyah aku sedang mengkhawatirkan ibuku”jawabnya”memang ibumu kenapa Aretha”salah satu dari mereka pun bertanya lagi”Aku tidak tahu semalam aku mendengar kedua orang tuaku bertengkar” jawabnya sambil menundukan kepala karena merasa sedih”Ya sudah kami doakan semoga keluarga mu akan selalu baik baik saja,sudah ayo kita jajan apa kamu tidak lapar”ajak janah pada Aretha”Aku harap begitu terimakasih ya teman teman!”Jawab Aretha.
Mereka bertiga pun pergi ke kantin untuk membeli camilan kesukaannya.Tak lama setelah mereka menghabiskan camilannya itu bel kembali berbunyi menandakan bahwa jam pelajaran terakhir akan segera dimulai.
“Assalamualaikum anak-anak?”Sapa pak guru yang hendak memasuki kelas ”waalaikumsalan pak guru”jawab serentak dari para siswa yang ada didalam kelas “Nah anak anakku sekalian sekarang kita bisa pulang cepat karena kebetulan para guru akan mengadakan rapat ,jadi sekarang kalian kemasi semua alat tulis kalian ,lalu berdoa dan silahkan pulang kerumahnya masing-masing”Ujar pak guru pada siswa siswanya.
Setelah berdoa mereka pun pulang kerumahnya masing-masing.Aretha yang dari tadi sangat mengkhawatirkan ibunya pulang dengan berjalan sangat cepat.
Kini sesampainya dirumah Aretha sama sekali tidak melihat ibunya,ia heran kemana ibunya pergi.Lalu ia memutuskan untuk bertanya pada bapaknya “Pak ibu kemana ya?”nanya Aretha sambil melanga melongo mencari ibunya “Ibu pulang nak kerumah nenekmu,itu salah bapak seharusnya bapak dari dulu tidak menduakan ibumu “ ujar pak Malik sambil menunduk karena merasa bersalah “Bapak jahat bapak jahat!! Aretha benci sama bapak” itulah kata kata yang terucap dari bibir Aretha,lalu ia pergi sambil mengis menuju ke kamarnya.
Ia menangis begitu keras sehingga membuat bapaknya pun ikut menangis tak kuasa menahan sedihnya karena melihat anak satu-satunya bersedih karena perbuatannya itu.
“Nak sudahlah maafkan bapak ,bapaak khilaf nak maafin bapak ya nak?”Pak Malik pun mencoba untuk meminta maaf pada Aretha namun Aretha berrisi keras untuk tidak mau memaafkan bapaknya itu.
Sejak Aretha tau kejadian itu ia jadi sering melamun dan susah makan ,ia juga sering menangis karna tak kuasa menahan rasa rindu terhadap ibunya.
Kala itu waktu menunjukkan pukul 01.30 wib Aretha terbangun.Pada saat bangun nya itu ia melamun sejenak dan memutuskan untuk menunaikan shalat tahajud, walaupun masih agak ngaco tapi ia tetap akan melakukannya.
Selesai solat ia berdoa “Ya Allah bantu Aretha ya Allah,Aretha sangat sedih jika ibu tidak ada dirumah,rumah terasa sepi jika tidak ada ibu...Aretha kangen pelukannya ibu,belaianya ibu,kecupannya ibu,dan tawanya yang selalu membuat Aretha ikut bahagia...Ya Allah apa ini sudah menjadi salah satu takdir Aretha dan ibu? Ya Allah Aretha mohon tolong sadar kan bapak Aretha, Aretha mohon hanya engkaulah yang bisa menolong Aretha,,,berilah dia Hidayah ya Allah...”
Begitulah isi dari doa singkat yang Aretha panjatkan kepada Tuhannya(Allah SWT).
Tanpa disadari pak Malik mendengar semuan doa doa Aretha,lalu ia menangis menyesal karena telah menduakan istrinya dan membuat anaknya menangis setiap kali ia ingat ibunya.
Minggu pagi pak Malik memutuskan untuk menjemput Bu Mia dirumah neneknya Aretha,
“Naik ikut bapak yu?”ajak pak Malik pada Aretha
“Ngga mau pak,aku ngga mau ikut bapak !!”jwaba Aretha sembari menatap foto sang ibu “Ayolah nak kita jemput ibumu!!” “hah serius pak Yeay Alhamdulillah doaku dikabulkan sama Allah,,, terimakasih ya Allah...” dengan girangnya lalu ia pergi bersama bapaknya untuk menjemput Bu Mia.
1 jam perjalanan kini mereka sampai ditempat tujuan,Aretha berlari menuju rumah neneknya lalu ia memeluk ibunya yang sedang berbaring diatas kasur “Ibuuuu Aretha kangen ibu,,,ibu jangan tinggalkan Aretha lagi ya Bu” “Ya ampun nak ibu juga kangen sama kamu,,ya ibu janji ibu ga akan tinggalin kamu lagi nak” jawab Bu Mia sambil memeluk Aretha.”Bu , maafin bapak ya,,bapak menyesal sekali ..bapak janji bapak akan segera menyelesaikan masalah ini” ucap pa Malik sembari ikut memeluk anak dan istrinya.
“Bu saya izin pamit dlu ya maaf jika saya telah melukai hati anak ibu,,,saya janji saya tidak akan melakukannya lagi “ ucap pak Malik pada Bu Lia neneknya Aretha “Baiklah nak ibu percayakan semuanya padamu”.
Selang beberapa hari akhir nya semua permasalahan pun kelar kini Aretha yang usianya akan menginjak 8 tahun tepatnya pada tanggal 13 Juli mereka merayakan sama sama dengan mengadakan syukuran kecil kecilan.
Dan kini akhirnya hidup mereka pun selalu dipenuhi dengan kebahagiaan.....
~TAMAT~
NB:Maaf bila ada penulisan kata atau kalimat yang salah ataupun sama itu ketidaksengajaan..dan maaf bila karya saya kurang menarik maklum saja karena ini karya pertama ku...
Thank you all yg udah mau baca cerpenku ❤️❤️❤️