Hai all👋 ini cerita aku yang kedua ya. Mohon maaf bila tulisanku berantakan and banyak typo maklum pemula..
Judul :Sahabat Beda Alam
Awal kejadian pada tahun 2007 silam. Dia sepupu aku sekaligus sahabatku. Orangnya periang. Sopan terhadap orang tua. Tapi terkadang agak sengklek bila sudah berada di tengah teman temannya.
Sebut saja namanya MAX.
Dia seumuran denganku. Dari kecil tumbuh bersama sampai umur 13 tahun. Setelahnya aku tidak pernah bertemu lagi dengannya.
4 Tahun kemudian
Tiba tiba aku mendengar kabar duka bahwa Max mengalami kecelakaan diluar kota. Dan meninggal dilokasi.
Jder.. Bagaikan petir di siang bolong.
Aku terkulai lemas mendengar berita tersebut.
Hik Hik setelah sekian lama kita tidak bertemu, kenapa kau tak menemuiku, kau sudah berjanji kan. Kau bohong hik hik kau pembohong. Kita sudah berjanji siapa diantara kita yang akan menikah ataupun meninggal duluan. Tapi kenapa bukan aku saja yang meninggal max. Kenapa kau mendahuluiku.
Saat ini aku udah tunangan. Aku harap kamu bahagia di alam sana sahabatku.
1 Tahun kemuadian.
Hari ini aku menikah Max. Aku harap kamu bahagia. Namun di atas kebahagiaanku aku mengingatmu sahabatku. Semoga kau melihatku dan kaupun bahagia.
Suatu malam yang sepi.
Aku seperti melihat bayangan tapi entah wajahnya tidak terlihat jelas. Siapa dia, mengapa tersenyum kearahku. Tapi kenapa wajahnya mirip dia.
Ah mungkin aku hanya berhalusinasi saja. Mana mungkin orang yang telah tiada bisa muncul disini(batinku).
Namun hari berikutnya pun begitu. Dia datang kembali dia tersenyum namun tidak berkata apa apa. Sampai beberapa minggu kemuadian dia selalu datang.
Namun pada suatu hari dia benar benar datang menemuiku. Ya dia benar benar Max sahabatku.mataku berkaca kaca namun aku tahan jangan sampai aku menangis, aku tidak percaya bisa melihatnya lagi.
Dia pun menyapaku..
Hai apa kabar? Dengan tenangnya dia bertanya kabar.
Kabarku baik. Lalu bagaimana kabarmu, bagaimana kau bisa muncul disini? Aku tersulut emosi dan bertanya sambil membentaknya.
Kabarku.... Aku ngga betah disana. Disana sepi. Bahkan tidak ada teman satupun yang bisa ku ajak bicara.
Bagaimana mungkin?
Bukankah di surga banyak pidadari? Akupun menegaskan kata surga.karena dia udah meninggal ya.
Namun aku kesepian karna kau ada disini. Dia berkata seakan akan tak mau jauh dariku..
Hei jangan seperti itu. Aku masih ingin hidup dan aku sudah menikah.
Ya aku tau tapi maukah kau berteman lagi denganku? Dia bertanya seakan dia masih hidup saja.
Bisakah???
Tentu saja bisa!
Bagaimana caranya kau itu cuma arwah max jangan lupa itu.
Bisa nyatanya sekarang kita sedang bicara. Bolehkan kalau aku datang setiap hari.
Aku tak habis pikir bagaimana bisa seorang arwah muncul sembarangan dan bisa terlihat oleh mata normalku.
Ahirnya aku mengiyakan untuk berteman dengannya kembali..
Kukira pertemuan itu tidak akan lama tetapi ternyata tidak. Dia datang setiap hari bahkan dengan tidak bosannya di cerita ini itu seperti emak emak lagi ngegibah..
Ternyata setelah meninggal pun kau tetap saja cerewet ya max, apa kau tak bosan setiap hari datang.. Aku sudah menikah max aku tidak enak dengan suamiku, bagaimana mungkin aku harus bertemu denganmu setiap hari. Aku juga harus melayani suamiku. Tidakkah kau paham itu.. Kamu jangan egois pikirkan aku juga dong. Pikirkan suamiku juga.. Okelah tidak setiap hari tapi seengagaknya seminggu sekali bolehkan?
Aku jawab boleh tapi hanya sekedar temani kamu mengobrol ya gak lebih.
Oke..terima kasih sahabatku kau orang terbaik yang aku kenal.
Terima kasih kau sudah memahamiku.
Dengan tatapan sedih dia menghilang dari hadapanku.
Satu minggu kemudian dia benar benar datang lagi menemuiku. Dengan senyum merekah diwajahnya dia menyapaku.
Hai aku datang lagi (watados).
Iya selamat datang kawan.
Dimalam itu dia mengungkapkan kerinduannya setelah seminggu gak bisa kemana mana.
Ahirnya kejadian itupun berlangsung selama sepuluh tahun , dia menjadi sahabatku bahkan sampai anakku berumur sembilan tahun..dia sudah menjadi arwah pun dia masih mengingatku. Apakah karna perjanjian itu siapa yang bakal menikah atau meninggal duluan. Jadi dia mendatangiku kembali.
Namun pada suatu hari aku merasa aneh seperti ada yang hilang tapi apa,,aku bertanya tanya dalam hati.
Ternyata hari ini adalah hari terahir dia menemuiku. Waktunya berpisah dengan sahabatku.
Dia berpamitan bahwa dia tidak akan muncul lagi setelah hari ini. Akupun mengiyakan apa yang dia ucapakan. Setidaknya sudah sepuluh tahun kau dan aku berteman lagi, kini waktunya kau kembali dan hidup tenanglah disana. Bahagialah max, semoga kau selalu bahagia. Amiin.
Ahirnya ...tring... Dia menghilang dari hadapanku.selamat jalan kawan semoga kau selalu bahagia disana.. Selamanya.. Ahirnya Tidak pernah bertemu lagi.. Akupun hidup bahagia bersama keluargaku !!
Cerita ini reel aku karang sendiri. No plagiat. Karena ini kisahku..
Terimakasih 🙏