adzan Maghrib berkumandang , hari mulai larut aku dan temanku sedang membeli gorengan yang tempatnya agak jauh dengan tokoku ," is cepetan ini udah Maghrib aku mau sholat", aku pun menyuruh Isti untuk cepat memesan gorengan tersebut," iya bentar lagi mir , tapi gorengannya cuma tinggal tempe doang apa yang di toko pada mau " , coba kamu telvon dulu yang di toko mau apa gak is" , " ok mir aku telvn dulu yang di toko " ,akhirnya pun isiti menelvon yang di toko , " hpnya gak ada yang aktif mir ", coba aku telvon Yanti ," pada saat aku sedang menelvon dan menunggu di angkat telvon ada seorang pria yang sedang menatapku dengan senyuman " ya Allah kenapa dia menatapku seperti itu" dalam hati aku bertanya- tanya, aku pun segera mengalihkan pandanganku , pria tersebut tetap menatapku seperti ada perasaan denganku , dalam hatiku aku berkata " ah jangan terlalu GeEr deh mungkin dia usah biasa seperti itu sama pembeli agar dagangannya laku, aku pun bertanya lagi sama isti "udah diangkat ini is katanya gpp tempe semua ,"
ya udah katanya 10 RB tempe semua mas " terima kasih yah mba " ya masama"
lalu aku dengan isti pun pulang ke toko dan pada saat mau pulang pria tersebut mau membeli gas di warung dan pas aku jalan dengan isti dia menawarkan tumpangan untuk diantar ke toko aku menolaknya " ayo ikut mba sekalian saya antar ," nggak mas maksih " aku pun dengan nada jutek menolaknya,
Ke esok harinya orang toko mau membeli gorengan yang dekat lapangan aku pun yang di suruh mereka untuk membeli lagi dan aku mengajak Isti untuk temenin aku kesana , " ayo is kamu mau nggak temenin aku beli gorengan lagi ?" " ayo mir kn aku suka jalan- jalan ha,,ha,,ha" pantesan kamu cepat banget kalo di ajak " iya dong ha,haha,,ha
antara hati senang dan gelisah ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku dan aku pun bertanya-tanya ada apakah dengan hati ini mengapa begitu resah ,,,sambil berjalan menuju arah tempat dagang gorengan ,,,
" Mas pesan gorengannya 10 RB lagi ya,," ok mba di tunggu ya lagi di goreng si ada yang belum Mateng " ya ok mas di tunggu " sambil menunggu gorengan Mateng aku pun duduk di tangga di lapangan Isti pun duduk di samping aku ,,, dan tiba- tiba pria tersebut pun ikut duduk di samping aku dan aku pun bingung harus gimana mengapa dia sering mendekatiku dan dia pun mengajak kenalan ,,," Hay nama kamu siapa?" aku cuma diam tanpa kata apapun ,, di saat itu juga Isti turun kebawah aku juga ikut turun tapi baju aku di tarik oleh pria tersebut, aku pun segera menghentikan pria tersebut menarik bajuku dan di saat itu juga teman- teman dia bersorak- sorak,," cie,,,,ciee,,, ehem,,,ehem,,," ada yang lagi pdkt nih ,,, hahhha,,,
aku menundukkan kepala dan tersipu malu aku menyuruh Isti agar cepat jangan terlalu lama ,,,"cepat is aku malu nih,,," " iya sebentar mir " ayo mir ini udah gorengannya ,, ya udah ayo,,, is,,,!
aku semakin bingung dengan hatiku mengapa dia mendekati seperti itu,,,?
dan setelah sampai di toko Isti pun bercerita dengan semua karyawan yang di toko " kalian tau gak?" Mirna tadi di ajak kenalan tau sama mas - mas penjual gorengan tersebut " ah masa si is" iya uni tapi si Mirna malah diam gak jawab apa - apa"
ciee,,, ciee,, tuh lihat pipinya sampai merah gitu ,,, hahahha,,, aku pun cuma tersenyum malu,,,
beberapa hari kemudian ,,, aku dan Isti pun Bali lagi untuk membeli gorengan "ayo is kita beli lagi gorengan yang dekat lapang itu,, ayo mir,,,
hahaha,,, sekalian kamu ketemu lagi sama pria tersebut ", husst kamu jangan bilang kaya gitu is" kan emang benar kn mir" hemmm,,, aku tersenyum lirih,,, disaat sudah sampai tempat tersebut tidak ada lagi pria itu,,di dalam hatiku aku pun bertanya dimana pria itu mengapa tidak ada disini ?" tanpa aku bertanya sama temanya Isti pun yang bertanya dimana pria itu,," mas? " mas- mas yang gemuk yang biasa disini udah gak disini apa?" ooh si itu ya udah kerja si jakarta sekarang ,, "ooh pantesan gak keliatan mas ha,haha ,, iya mba udah beberapa bulan ,,,ooh gitu ya mas ya syukurlh " ,,, yah udah nggak bakal ketemu lagi deh sama dia dalam hatiku berkata seperti itu,,,
JIKA DIA JODOHKU DIA PASTI DATANG LAGI KESINI
Enam bulan berlalu , lebaran telah usai ....
ketika aku mau menutup toko pria yang dulu itu datang lagi ,, dia di toko sebrang dengan temannya ,,,teman- temanku berteriak- teriak "ciee....cieee... "ada yang di tungguin tuh ehemm...ehemmm.."!
" apa si kalian ini,,,," aku pun mengelak karena aku tidak tau apa alasan dia di toko sebrang jalan,,setelah aku menutup semuanya aku segera pulang dan tiba- tiba dia menyuruh ku untuk ke arah sebrang ,, aku tidak mau karena aku cewe karena aku punya prinsip kalau butuh harus mendekat sendiri,,, aku menggelengkan kepala,,, dan akhirnya dia dengan temannya yang mendekati ku dan dia pun langsung mengajak kenalan tanpa basa basi dia menyodorkan hpnya dan aku pun langsung menulisakan no hp ku di hp dia karena aku sudah di jemput dan takut di marahin ayahku
di saat di motor aku pun masih gak nyangka kok bisa dia balik lagi dan minta no hp ku padahal jaraknya udah lama banget,,
dan malamnya dia chat hp ku yang akhirnya kita jadian ,,,