Syilviana Abhiratha, itulah namaku,aku pewaris tunggal keluarga Abhiratha
Ini kehidupan kedua ku setelah aku mati di bunuh oleh ayah kandung ku sendiri
Tapi di sini sangat lah berbeda ayahku yang disini sangat menyayangi ku dan memberiku apa saja yang ku minta bahkan di saat aku berulang tahun ayah ku memberikan sebuah perusahaan kepada ku, aku tinggal bersama dengan ayah dan satu kakak laki-laki ku yang bernama Atheon Abhiratha
∆∆∆
Di sebuah vila yang dekat pemukiman warga.
Tampak 2 mobil terparkir di halaman villa itu
"AAAA JANGAN DONG! MASA AKU DI TINGGAL SENDIRI SIH AYAH!!" ucap gadis bersurai hitam bergelombang dengan iris mata berwarna merah maroon,Syilviana Abhiratha
Grep
"Bagaimana ya syilvi... Bukan mau meninggalkan mu sendiri, tapi aku ada pekerjaan yang tidak bisa membawa mu, takut nya ada kejadian yang tidak diinginkan" ucap pria bersurai hitam dengan mata berwarna merah maroon
"Tapi ayah harus berjanji untuk tidak melupakan ku!"
"Iya syilvi.."
"Kalau begitu ayah pergi dulu "
"Hati-hati sangat berada di jalan ya ayah!!"
"Jaga kesehatan mu juga syilvi "
"Baik!"
∆∆∆
Di sebuah bangunan besar yang tertelak di sebuah pulau terpencil, tampak para ilmuwan menatap layar di depan mereka.
" Robot dengan kekuatan seperti ini... Pasti bisa mengalahkan dia, " Ucap seorang pria tua yang menggunakan jas putih.
" Apa anda yakin profesor? " Tanya bawahannya.
" Jujur saja aku tak yakin, namun dari segi tempur robot ciptaanku, pasti bisa mengalahkan Selvano!! " Ucapnya.
" Hidupkan mesinnya, " Perintah profesor itu, bawahannya pun menggangguk dan menekan tombol merah.
Bukannya hidup robot itu justru mengeluarkan cahaya berwarna biru tua yang membuat mereka silau, cahaya itu perlahan lahan menjadi sebuah portal kecil selama 10 detik lalu menghilang begitu saja.
" Apa yang terjadi? "
" Data tidak menandakan kerusakan pada sistem robot! Periksa ulang! "
' tadi itu... Portal? Bagaimana bisa? '
∆∆∆
Syilvia Pov
Huaaa rumahku jadi sepi kaya kuburan!
Eh! Rasanya ada yang aneh deh, aku melirik ke arah laptopku,ah aku belum keluar dari aplikasi Y*uTube, hais lupa kalau habis nonton Countryhumans, dahlah entar aja
Ais masa ngajak circle ku Telfonan sih? Takut ganggu tapi kan mereka tuh gabut di jam segini pasti gak ganggu sih... Entar aja deh mending nge-stalk Ex.
Tanpa pikir panjang aku membuka HP dan menekan aplikasi IG[uana]
Widih keren enak juga abangku terkenal, tengok followers ku langsung banyak begini sekali tag, apa lagi kak Atheon yang hobi narsis.
Jadi inget pas aku awal SMP di ajak live bareng malah di hujat ajg di kira pacarnya kak Atheon kan ajg banget.
Ku baca postingan baru kakak ku, njir sok sokan mau jadi bini abangku, tidac ku restui, abang itu babuku yang paling setia.
Anjir dah ada yang lain? Pls kit heart ku. Batin ku ketika melihat sebuah postingan Ex dengan cewe lain.
Siapa sih? Oke mari selidiki, tak butuh waktu lama, 2 menit saja aku sudah mengetahui siapa doi bari Ex ku.
Tamara, kakel jurusan IPA 3 pernah dapat peringkat 3, bapaknya pejabat ibunya model, keren neng! Semoga kamuh bisa menghajar si b*ngsat ya!!
BZZzzz
Suara apa tuh? Aku menoleh ke belakang tempat meja belajar ku berada juga leptop ku.
Loh kok layarnya putih?
Aku mendekati leptop ku itu takut kalau rusak camana nasibku mana lagi Pandemi kan ya belum masuk skul penuh.
Aku menekan nekan keyboard, tapi tak ada respon, oasu gimana ini anjir? Besok gua daring ngen-.
Ku guncang guncangkan layar leptop ku, anjim ayolah leptop kentang nyala!! Nyala!! nyala!!
Nah akhirnya bener, pikirku menghela nafas lega ketika melihat gambarnya memunculkan animasi yang ku lihat tadi
Ku letakkan kembali leptop nya lalu berbalik berjalan ke arah pintu mau ambil susu di kulkas.
Ku dengar ada suara aneh di belakang ku, haha gapapa sumpah gapapa tapi jangan nongol lah ajg.
Rasa ingin berbalik tapi badanku mengbatu.
Sampai sesuatu menabrak ku dan membuat ku mencium lantai.
B*NGSAT! INI SETAN KOK NGELUNJAK YA AJG?!
Pinggang ku sakit, ish penyakit remaja jompo nih, awas aja kalau pinggang ku encok ku gebuk kau setan.
No maap buat mu kalau sampe pinggang ku encok.
Merasa beban di belakangmu hilang aku masih terbaring di lantai, bentaran ah bangunnya, males juga bangun.
" Yaaa maaf maaf aku tidak sengaja!! " ANJIM SUARA COWO AS*! KAK ATHEON TOLONG!!
" Kamu tidak apa apa kan? Hei aduh bagaimana ini! Aku juga ada di mana sih? " Katanya loh.
Aku langsung berbaik dan mendapati sosok pria yang menggunakan jaket hitam dan menggunakan kacamata dengan surai putih biru yang bercampur dan bermanik biru menyala.... Tunggu...
"AMERICA!!"teriak ku secara spontan, seketika aku langsung menutup mulut ku dengan kedua tanganku.
" Eh iya.. HAH? KAMU TAU NAMAKU? " tanya America balik dengan ekspresi kaget, bingung juga panik, ngomong aja kali ya? Tapi kok bisa sih ada di sini?
Sebelum banyak bacot aku berdiri dan duduk di pinggir kasur.
" Ekhem tenang Ame, soal itu akan ku jelaskan jadi tenanglah, kamu bisa kok percaya padaku! Aku tidak akan membohongi mu kok!! " Kataku, yah walau begitu Ame tetap ragu namun menurut, gak biasanya?
" Mungkin kamu gak akan percaya sih sama ucapanku, tapi ini memang kenyataan nya... " Aku menjeda ucapanku.
" Kamu itu karakter fiksi-"
" Hah!? Kau pikir aku percaya?"
" Apa kau pikir aku terlihat sedang bercanda? Aku bahkan tau rahasia mu"
" Termasuk apa yang kau sembunyikan "
Ku lihat Ame terdiam,apa perlu aku tambahkan lagi? Sepertinya tidak usah
"Tapi tetap saja aku tidak pe-"
"Aku tau kamu masih belum menerima kenyataan kalau dirimu itu hanyalah karakter fiksi, jika aku di posisimu pun sama, tapi tenang saja aku pasti akan membantu pulang!" Ucapku dengan senyuman.
"Sungguh? Terima kasih banyak? " Eh iya lupa kenalan.
" Syilviana Abhiratha, panggil saja Syilvia, salam kenal, umurku?rahasia ~ " Kataku.
Keesokan paginya
Huh, jadi inget sekolah sebelum pandemi..
" Syilviana Abhiratha! Maju kedepan. " Suruh seorang guru berhijab hitam dengan seragam batik biru putih, Panggil saja Bu Mega, Guru mapel IPA di kelas 10.
Tampak gadis bersurai hitam bergelombang dengan iris mata merah maroon kaget mendengar suruhan guru nya itu.
" Saya bu? " Tanyanya memastikan.
Bu Mega menghela nafas, butuh kesabaran ekstra untuk mengajar kelas 10 IPS 2.
" Iya kamu masa dedemit, cepat maju. " Dengan berat gadis remaja bernama syilvia maju ke depan kelas dan di suruh menulis di papan tulis agar di catat oleh siswa siswi.
' perasaan gue bukan sekertaris dah tapi kenapa gue yang di suruh suruh? Sekertaris gue afk apa gimana? ' batin nya mengkesal karena suka di babuin guru.
" Vi itu apa vi? " Tanya seorang siswa, panggil saja jamal.
" Polusi. " Jawab syilvia kemudian melanjutkan menulis.
" Itu samping 'karena' apa? "
" Asap kendaraan. "
Inilah yang menambah kerjaan syilvia, emang satu kelasnya suka banyak nanya, bukan nya maju biar jelas tulisannya.
Waktu istirahat adalah waktu yang amat di nanti kan oleh mahkluk kelaparan di kelas walau ada yang suka makan di kelas diam diam saat jam pelajaran berlangsung.
" Halo gess Nathan yang ganteng datang mana karpet merahnya. " Ucap pria bersurai merah dengan iris mata orange, Nathan Albertins, sepupu Syilvia si langganan bk.
" Gelar sendiri. " Ucap seorang gadis bersurai pirang pucat dengan iris cyan, Monica Eliora, Seleb di kelas ini sekaligus Intel kelas.
" Meng p kawan ini hari sabtu waktu nya bayar kas, " Ucap pria bersurai blonde dengan iris hijau Emerlard, Leondra Anggara, Bendahara kelas atau lebih di kenal tukang palak.
" Dateng dateng malah malak anjir. " Ucap gadis bersurai biru tua dengan warna matanya Ilona Aurora Grecteldon, Wakil ketua kelas yang numpang nama doang.
" Jangan ribut, Pak Adam ngasih tugas nih. " Ucap pria bersurai hitam dengan iris biru tua, Gibran Radifian, ketua kelas sekaligus osis, dan cwo idaman para ciwi ciwi.
" Adam prik banget ya kawan, ngasih tugas mulu dah nih guru. " Ucap Monica.
" Anjir Mon jangan keras keras, ketahuan masuk bk lu. " Ucap Syilvia.
Circle beranggotakan 6 orang dan berkedok teman sejak masa SD tidak heran jika mereka sangat akrab satu sama lain.
" Mak halaman berapa tugas nya? " Tanya Syilvia kepada Gibran.
" Halaman 112 - 114 rom 1 dan dua di tulis di kertas sobekan.
Meng hapus papan tulis dan setelah bersih Syilvia menulis semua yang Gibran katakan.
Tak
" Nah kalau tuh para margasatwa balik liat papan tulis langsung kerjain. " Ucap Syilvia.
" Halah sampai pun bakal saling menyontek. " Ucap Ilona.
Kelas ini sangat lah kompak kalau ada yang tugas nya belum selesai gak bakalan ada yang lapor ke guru.
Gak berangkat pramuka berjamaah dan di hukum berjamaah.
Berbeda dengan kelas lain nya, yang mengutamakan nilai dan persaingan kelas ini justru masa bodo dengan nilai dan mengutamakan kerja sama.
" VI JAWABAN NO 12 APA? "
" C "
" KALAU 17? "
" B "
Di kasih tugas pun kelas ini masih ribut kaya pasar.
Hah, tapi itu dulu sekarang kan sudah tidak boleh sekolah lagi karena.. pandemi yang sedang melanda
Kriett
"Sylvia, apa kau punya sesuatu untuk di makan?"
"Ada cari saja di kulkas "
Aku pun mendengar suara pintu di tutup kembali secara perlahan seperti Ame tidak ingin menganggu yang sedang sibuk, padahal gak sibuk sih.. cuma gabut aja
Kulihat leptop ku yang menampilkan sebuah pesan
"Vi!"
"Ada apa Mon?"
"Eh kau tau gak sih anak kelas sebelah yang lagi rame "
"Oh maksudmu anak kelas sebelah yang hamil di luar nikah itu?"
"Hooh kau tau cerita nya gini"
Aku pun mendengar kan Monica yang berbicara sampai habis
"Gue kasihan sama emak nya.."
"Ibu ya.."
"Eh, anjir lupa kalau kau itu gak punya mamak! Anjir lah dark joke saya"
"Tidak apa-apa"
"Vi kok lu kayak gak semangat gitu?"
"Mon sudah dulu ya ada yang harus ku urus"
"Hm ngokey"
Aku pun dengan segera menutup leptop ku itu dan menuju ke bawah
Syukurlah, aku kira dia akan membuat kerusuhan, ternyata tidak
Apa ini hanya sebuah mimpi atau kenyataan? Entahlah aku tidak bisa bedakan nya..
Jika seandainya ini mimpi aku harap aku tidak segera bangun, jika kenyataan aku harap dia menjadi milikku
"Hei Syilvia"
"Hm ada apa?"
"Dunia mu dan dunia ku hampir sama ya atau malah mirip persis?"
" Mana aku tau"
BRAK- !!
"Woi Syilvia! Ku chat dari tadi kagak di bales, kau tau aku di kejar a*jing kau tau!"
"Eh, itu kan "
"Aku akan menjelaskan nya Monica "
Aku pun menjelaskan apa yang terjadi pada waktu itu sebuah karakter fiksi yang keluar dari leptop ku untungnya leptop ku tidak rusak atau lecet
"Oh jadi begitu "
"Memang nya untuk apa kau kemari Mon?"
"Lupa ya? Pak Adam ngasih kita tugas loh"
"Oh iya aku lupa"
"Jangan bilang kau kesini un-"
"Kau tau kan aku jika aku sangat malas jika mengerjakan tugas sendirian"
"Hm iya deh"
"Ame bisa kau menutup pintu nya kembali? Aku ingin mengerjakan tugas dengan Monica "
Ku lihat Ame langsung berdiri dari duduknya dan menutup pintu
"Ish ayok lah kelamaan kau"menarik tangan Syilvia
"Eh Mon jangan di tarik! Aku bisa jatuh nanti"
"Gak,percaya aja deh sama aku"
"Hm, Iya deh" Monica adalah sahabat ku yang paling.. entah lah aku tidak bisa memikirkan nya lagi di antara yang lain bahkan di sekolah dia mendapatkan julukan seleb dan Intel sekolahan karena dia bisa tau apa saja termasuk berita yang akhir akhir ini menjadi gosip di sekolah yap anak kelas sebelah yang katanya hamil di luar nikah
Setelah berjam-jam aku dan Monica mengerjakan tugas Monica berpamitan kepada ku dan katanya mau melanjutkan di rumah saja aku pun mengiyakan saja
"Gabut gabut gini mending nyetel DJ kan?" Aku pun memutar lagu DJ sekeras-kerasnya aku tidak peduli yang penting tugas ku selesai! Dan pada akhirnya aku tertidur karena kelelahan
BRAK-! BRAK-! BRAK-!
"Syilvia! Kecilkan lagu mu itu! Ini sudah jam berapa?!"
Pintu pun terbuka dengan sendirinya
"Eh pintunya tidak terkunci?" Dan betapa terkejutnya Ame saat melihat Syilvia tidur dengan musik yang menyetel begitu keras.
"Gadis yang aneh.." mengangkat Syilvia dan menaruh nya di kasur
" Kau adalah orang yang sangat menarik bagi ku"
"Semoga kau bermimpi indah"
Kriett
Paginya
"Hoamm"
"Loh.. kok aku tidur di kasur? Bukan nya di lantai nya?"
"Ih.. serem"
"Jam berapa ya" aku pun melihat ke arah jam Beker yang ada di meja
"Jam tujuh!!" Aku pun dengan cepat langsung ke kamar mandi dan membersihkan diri ku dengan cepat
BRAK-!
Drap drap drap
"Telat aku!"
"Loh Syilvia kamu kan tidak sekolah?"
"Eh"
"Kenapa aku bisa lupa!!"
"Sepertinya kau terlalu bersemangat untuk sekolah ya? Sampai lupa jika kau tidak sekolah karena ada sebuah musibah yang sedang melanda"
"Gak juga sih.."
"Syilvia aku ingin mengatakan sesuatu"
"Apa itu?"
"Aku, sangat mencintaimu"
Cup
"Aku sangat mencintaimu, harap kau mau menerima ku sebagai pendamping hidup mu"
"Apa?!!"
"Vi! Bangun Vi!"
"Ng?"
"Hoamm"
"Malah tidur, oh ya jadi gak ngerjain tugas bareng?"
"Oh, iya jadi.."
"Kalau begitu aku kasana ya"
"Hmm"
Jadi, yang tadi hanya mimpi? Tidak nyata? Tapi kenapa bagiku itu sangat nyata?
Jika seandainya mimpi itu terjadi lagi.. tapi itu tidak mungkin kan? Haha halu ku sudah sampai di luar nalar
Sebaiknya aku membersihkan kamar tidur ku karena sebentar lagi Monica akan datang
Tamat..
Terimakasih atas dukungan dan like nya semua
Maaf bila ada kesalahan ini pertama kalinya saya bikin cerpen..
Maaf jika terlalu jelek ya terimakasih semua nya..