#Cerita Cinta
CINTA PERTAMA DAN TERAKHIR
Kado itu belum aku buka. Rasanya aku takut. Setelah mendengar kabar kematiannya, aku bahkan tidak berhenti menangis. Aku bertanya-tanya, apakah waktu tujuh tahunku berakhir sia sia?.
Saat ini aku berada di kamar memeluk boneka beruang, mengeluarkan air mata tanpa henti.
"Ini dari Rizal." Suara Hamdan terdengar berat di telingaku.
"Lah, ngapain dia ngasih ini?," Aku tertawa tak menyangka namun merasa senang juga.
Aku menatap Hamdan yang diam tanpa bersuara.
"Rizal udah nggak ada."
Aku hanya diam mendengarnya menganggap seolah kalimat itu adalah perkataan tidak penting.
"Hari ini udah satu minggu kematian Rizal."
"Apa?!"
"Yang bener kalo ngomong, nggak lucu tau Dan," Aku marah, leluconnya keterlaluan kan?
"Serius, lihat ini." Hamdan menunjukkan foto kepadaku.
"Ayo kuantar pulang."
"Kenapa? Kenapa nggak ada yang bilang ke aku?." Air mataku sudah tumpah ruah.
Semuanya diam. Tidak ada siapapun yang mengatakan hal ini padaku.
"Rizal yang minta."
"Tapi kenapa?" Aku sudah tidak sanggup berkata apapun.
Setelah kembali ke rumah pun aku masih menangis. Mau tidak mau aku harus membuka kadonya kan?
Ada album foto yang berisi foto foto yang diambil secara candid. Itu fotoku. Selanjutnya ada cincin. Cantik dan pas sekali di jari manisku. Di suratnya dia mengatakan bahwa dia mau melamarku.
Aku tersenyum.
Tapi semuanya tidak berguna Rizal. Untuk apa cincin tanpa pasangan?