Deras hujan seakan tak lagi menghalangi pergi.meninggalkan keegoisan yang sudah sejak lama kekal dalam perjalanan hidupku.
Air mata yang menetes tak Lagi terlihat,manghilang bersama tangisan langit menutupi pilu ku.
Terima kasih Tuhan,Engkau begitu bermurah hati kepada diriku"!. mengijinkan ku tetap berdiri meski ditengah badai yang bergemuruh dihatiku.
Perlahan aku terus berjalan menyusuri kegelapan,mencari perlindungan diri dari lemahnya raga ini.entah berapa lama aku terisak dalam tangisan,yang aku sadari bahwa aku cukup jauh untuk tidak menoleh kembali."
Aku terduduk ditepi jalan tanpa ada tujuan.berharap menunggu seseorang yang datang menawarkan uluran tangan membawaku dari kepedihan yang aku rasakan.Tapi mengapa semua terasa hening dan sepi.Begitu banyak cahaya lampu kendaraan yang melintas tapi rasanya tetap sama gelap bagiku.
Semakin larut aku masih duduk terdiam,perlahan terdengar suara langkah kaki mendekat kearah ku.
Seketika aku menoleh mendengar seseorang memanggil ku."
"Al....are you oke?".
"Apa yang sedang kamu lakukan ditepi jalan ."
Masih menatap wajah orang yang bertanya kepadaku,bukan hendak menjawab,aku malah tertunduk tanpa ingin berkata-kata.
"Kita pulang ya?".
Aku hanya melihat jemarinya ketika dia mengulurkan tangannya.perlahan aku meraihnya dan pergi bersamanya.
Aku masih hanya terdiam sekalipun dia selalu bertanya dan banyak bicara,enggan menjawab karena tak ada sedikitpun bibir ini mampu berucap.
"Al... sementara kamu tinggal dengan kakak ya."
"Kakak akan menjagamu dan membantu menyembuhkan luka mu".
Aku hanya mengangguk tanpa bicara .
Keesokan harinya aku membuka jendela kamar menatap keluar tapi rasanya begitu berbeda.ada apa dengan diriku Tuhan?
Kenapa begitu sakit rasanya?.
Aku termenung dalam lamunan kembali mengingat kejadian itu.
12 April hari ulang tahun yang aku tunggu.seketika ku buka mata rasanya sangat bahagia.aku membuka handphone ku banyak sekali ucapan dari sahabat-sahabat ku.Termasuk seseorang yang paling berharga bagiku.Aku begitu bahagia ketika dia memberikan sebuah untaian kata indah yang membuat aku berbunga-bunga.Bahagianya diriku memiliki seseorang yang sangat peduli dengan ku,menyangiku seperti dia.
Tapi itu tak berlangsung lama,karena dihari yang sama aku harus kehilangan dia untuk selama-lamanya.
Aku sangat bahagia ketika dia ingin mengajakku makan malam.dia ingin merayakan hari ulang tahun ku berdua bersama nya.aku sangat antusias untuk mempersiapkan semuanya.Aku berdandan cantik untuk dia.karena aku ingin malam ini menjadi malam yang sangat spesial bagi kami.
Sesampainya aku di cafe tempat kita akan bertemu.aku belum melihat kedatangan nya,aku telpon berkali kali tak diangkat olehnya.aku memutuskan untuk mencari tempat duduk yang sudah kami reservasi sebelumnya.dekorasinya sangat cantik.
Satu jam aku menunggu kedatangan nya tapi tidak ada kabar sama sekali dari nya.aku mulai khawatir dan mencoba terus menelpon nya.tapi sama saja tidak ada jawaban.15 menit berlalu ada panggilan telpon Masuk dari nomor tidak dikenal.
"Apakah ini kelurga dari tuan Lu?
"Iya...!"
"Kami dari pihak rumah sakit ingin mengabarkan bahwa tuan Lu mengalami kecelakaan ".
Tanpa mampu berkata,air mataku menetes begitu saja.hanya mendengarkan perkataan seseorang dalam panggilan telpon.aku bergegas ke rumah sakit.melihat benarkah kekasihku yang mengalami kecelakaan itu.aku bertanya kepada resepsionis tapi tubuhku lemas ketika mereka memberikan arah kekamar jenazah.
Sambil gemetar aku berjalan membuka pintu kamar tersebut.dihadapan ku kini ada sesosok tubuh tak bernyawa ditutupi kain putih.perlahan ku buka penutup kain tersebut,betapa terkejutnya bahwa yang dihadapan ku adalah orang yang paling aku sayangi.Aku menangis meratapi kepergian nya.Harusnya hari ini hari bahagiaku,tapi menjadi hari duka ku."