Seventeen
Kalau kalian membaca pesan ini berarti aku sedang menikmati musim semi di tempat lain. Namaku adalah Hanami Shizuru. Orang lebih mengenalku dengan nama Haru. Jika kalian masih asing,ketahuilah aku adalah seorang anggota girlband fenomenal di Jepang Bernama Umi-Hama. “Umi” berarti laut sementara “Hama” itu adalah singkatan dari kota dekat pelabuhan, Yokohama yang merupakan kampung halamanku . Seperti namanya,semua member nya berasal dari Yokohama. Ada yang satu sekolah denganku,bahkan ada juga yang merupakan tetanggaku dari ketujuh anggota kami. Dan Yokohama akan selalu identik dengan pelabuhannya. Namun studio kami di Tokyo karena kota metropolis seperti inilah yang cocok untuk anggota girlband seperti kami. Musim semi pun tiba. Kami pun libur untuk tur maupun merilis album . Ada yang ke luar negeri dan ada pula yang hanya menjajah Tokyo ataupun kota besar lainnya. Beda denganku yang memilih untuk kembali ke kampung halamanku.Namun,untuk kembali ke kampung halaman,aku harus dalam mode penyamaran dengan kacamata hitamku dan masker ku. Repot kalau mereka tahu di sekitar mereka ada anggota Umi-Hama. Yang namanya anggota girlband pasti imut.Sejujurnya aku pun tidak terlalu merawat kulitku. Aku hanya rajin olahraga,minum madu, dan lulur setahun sekali. Aku pun menaiki shinkansen untuk ke kampung halamanku. Aku bahagia akan kembali ke kampung halamanku tercinta. Coba tebak siapa yang akan aku temui. Orangtuaku? Tidak.Aku sudah yatim piatu sejak kelas 3 SMP. Aku ingin menjumpai seorang lelaki yang menghidupi masa mudaku . Namanya adalah Chibarayoshi Akizawa. Aku mengingatnya Ketika aku menembaknya di umur 17 tahun. Itu kira-kira 8 tahun yang lalu. Kini umurku 25 tahun.Dan memang,umur 17 merupakan umur terbaik didalam hidupku.Saat itu banyak yang bertanya-tanya kenapa aku memilih pria kere sepertinya?padahal kan aku Madonna sekolah dan kenapa harus memilih pria kere sepertinya? Sebenarya sederhana saja, kami sama-sama miskin dan kebanyakan teman-temanku tidak sadar akan hal itu karena dari SMA aku sudah imut. Aku saat itu hanya tinggal di rumah kakekku yang merupakan pensiunan veteran Kamikaze dan hanya mengandalkan gaji pensiun nya. Kini ia sudah rumah itu sudah menjadi Mixue. Jadi kuputuskan untuk mencari penginapan yang ada di Yokohama.Aku pun menyamarkan namaku dengan nama asli. Habis,tidak banyak yang tahu nama asliku. Aku pun masuk meletak koperku,membuka kacamata dan maskerku. Aku pun melihat dan membuka jendela menghirup Kembali aroma ombak dari lautan di Pelabuhan dan mendengarkan dengan seksama instrumen deruan suara gelombang laut. Walau tidak metropolis seperti Tokyo, tapi kota itu benar-benar sangat modern dibanding ketika aku masih SMA. Seingatku di sini tidak ada shopping mall di kota ini.Namun saat ini aku tidak mau belanja. Yang dulunya kios buku kni telah menjadi perpustakaan besar.Seingatku rumah Chich(ayah)panggilan dari Akizawa yang kukenalkan barusan- adalah toko minuman. Dan sesaat kemudian datanglah seorang pelayan pondok. Badannya tinggi langsing dan hidungnya mancung. Aku tidak asing dengannya. Dia adalah seniorku yang bernama Nekoyama Yukari.
“Selamat pagi,Neko-senpai” sapaku
“Oh,selamat pagi!!Kau pasti Haha(ibu) san ya?”balas Neko-senpai
“Iya,ternyata kau masih kenal aku ya”
“Tentu saja.Hehehe”
“Kau benar-benar sudah sukses sekarang,ya?Aku sering melihatmu di TV.Kau imut sekali”
“Jangan bercanda”
“Kalau begitu bagaimana dengan Chichi?”
“Itu yang ingin ku tahu”
“Aku bukan maksud menyinggung,tapi kau sudah lama meninggalkannya dan aku takut kalau hatinya sudah berbalik ke orang lain. Kau sudah lama tidak menemuinya dan meninggalkannya begitu saja”
“Iya,itu salahku tapi aku melakukan ini karena ini juga janjiku kepadanya. Ketika kami ketemu Kembali,kami harus bisa mengubah nasib kami”
“Lebih baik sekarang kau temui dia”
“Baiklah,aku ingin membeli minuman dulu”
Aku pun menggunakan kembali kacamata hitam dan maskerku untuk membeli minuman seperti yang kukatakan.Aku keluar dan menyusuri minimarket terdekat.Aku pun ingat bahwa minimarket yang ku datangi inilah rumah Chichi dulu. Aku pun masuk dan dilayani hangat oleh para pelayan.Aku pun mengingat infrasturktur nya seperti rumah Chichi walau sedikit diubah. Dan salah satu pelayan bisa kupastikan adalah Chichi. Itu bisa dilihat dari tanda pengenalnya. Padahal seingatku dia ingin sekali menjadi hairstyler.Dia saat ini belum bisa mengenaliku sama sekali.Aku pun mengambil minuman sarang wallet kesukaanku.Aku ingat sekali asal ke rumahnya aku membeli satu sarang wallet untuk tiket masuk rumah Chichi.Aku pun meletakkannya di tempat kasir.
“Ini harganya 30 yen” ucapnya
Aku pun mengeluarkan 100 yen untuk dibayarkan.
“Wah”ucap nya lagi “Sebentar ya,nyonya akan kupanggil temanku.Kagawa!”
“Ada apa Aki-kun” ucap pria yang dipanggil Kagawa itu
“Kagawa,istriku tadi bilang harus menjemput Yumi.Jadi bisa tidak kau tangani dia?”
“Yumi?Yang anakmu itu ya? Dia anak yang baik sekali.Aku suka perilaku dia,sama persi dengan ayahnya”
Istriku?Anakmu?Apa maksudnya ini?Apakah dia sudah menikah?Apakah aku terlambat bilang suka kepadanya?
Aku pun bergegas meninggalkan mereka berdua di kasir.
“Hey,”ucap Chichi”kau belum mengambil kembalianmu”
Aku pun berlari menuju penginapanku dan menulis secarik surat perpisahan di kamarku.Aku pun menuju rel kereta api.Di tengah rel kereta api dan menunggu shinkansen yang lewat.Aku tidak sanggup lagi menyapamu,Chichi, saraba(selamat tinggal) masa mudaku.