Semilir angin berembus kencang, matahari bersinar terang, dibawah rindangnya sebatang pohon besar terlihat seorang bocah, namanya adalah David dan tahun ini dia berumur 11 tahun.
~Haahhhhhh~
"Kenapa ya waktu terasa berjalan sangat lambat, sepertinya enak jadi orang dewasa yang bisa pulang malam, punya banyak duit, bisa bebas main kemana aja."ucapnya sembari menghela nafas panjang
"Ingin rasanya cepat-cepat jadi besar biar bisa bebas"
timpalnya sembari membayangkan seperti apa ia ketika dewasa kelak.
dari arah belakangnya tiba-tiba terdengar suara seseorang berkata" begitukah".
sontak karena kaget ia langsung menoleh ke belakang.
dibelakangnya terlihat seorang laki-laki dewasa yang berdiri menatapnya dengan senyuman diwajahnya."apakah menurutmu menjadi orang dewasa itu menyenangkan?" tanyanya yang masih belum kehilangan senyum diwajahnya.
David pun berkata "iya kurasa jadi orang dewasa itu menyenangkan" walaupun merasa sedikit aneh tapi ia masih tetap menjawabnya.
si pria dewasa pun berkata lagi "yah kamu tak sepenuhnya salah juga, tapi menjadi orang dewasa itu cukup berat, karena bersamaan dengan kesenangan menjadi orang dewasa kamu juga memiliki tanggung jawab yang besar dipunggung mu yang kamu pikul"ucapnya sembari duduk di samping David dengan matanya yang menatap jauh ke depan sana seakan sedang memikirkan sesuatu.
mendengar kata-kata si pria tersebut David pun menjawab "memang seberapa besar tanggung jawabnya kok kakak bisa bilang kalo itu berat, kan semuanya pasti ada jalannya?".
Mendengar pertanyaan dari David si pria dewasa itu pun menjawab sembari tersenyum "yah memang apapun masalahnya pasti ada jalan keluarnya tapi akan lebih baik kamu menikmati masa kecilmu karena banyak diluar sana orang-orang dewasa yang ingin menjadi seorang anak kecil kembali, kamu tau?".
David bukanlah orang yang bodoh jadi ia paham apa maksud dari si pria tersebut "ya kurasa aku akan menikmati dulu masa kecilku ini sambil menunggu sampai nanti aku dewasa".
Mendengarnya si pria itupun makin tersenyum manis kearah David dan berkata "kamu mudah sekali ya mengerti dengan sesuatu yang kita bicarakan sekarang ini, sangat sedikit anak kecil yang begitu pintar dan mudah mengerti dengan hal-hal seperti itu".
Menerima pujian dari si pria dewasa David tentu saja senang "haha tidak juga itu hanya hal sepele jadi sudah pasti aku tau hahah" ucap David tertawa senang.
Setelah itu pria itu pun berdiri lalu membersihkan pakaiannya yang agak kotor karena duduk di tanah sambil berkata "yak kurasa sekarang sudah saatnya aku pulang".
pria itu pun berjalan pergi dengan langkah kaki yang pelan "kak kakak mau pulang kemana?".
"itu bukan urusanmu bocah, jaga dirimu baik-baik ya" jawab pria itu tanpa melihat kebelakang lagi sambil melambaikan tangannya pelan.
mendengarnya David pun merasa agak kesal dibuatnya tapi dia ingat ada sesuatu yang ingin ia tanyakan "kak kalo gitu nama kakak siapa nama aku David kalo kesini lagi kita ngobrol bareng lagi ya kak ".
"nama kita sama bocah namaku juga David dan kurasa aku gak bakal kesini lagi jadi jaga diri baik-baik ya"
Ucapnya sembari berjalan menjauh terus sampai ia tak terlihat lagi oleh si David kecil "kuharap kamu bisa lebih baik dari aku yang payah ini dalam menjalani kehidupanmu, diriku yang masih kacil" timpalnya sembari menghilang menjadi butiran debu yang bersinar lalu tertiup angin-angin hingga hilang di langit sore yang indah hari itu.
disi lain ditempat David
"matahari terbenam sore ini begitu indah senang rasanya bisa ngobrol sama orang lain yang satu frekuensi sama kita" ucap David menghela nafas panjang menikmati senja sore itu yang terlihat begitu indah dipandang mata.
"sepertinya sudah saatnya aku pulang sekarang ibu pasti lagi nyariin aku" lanjut David sembari berdiri lalu berjalan pulang kearah rumahnya yang tak terlalu jauh di sana. senja sore itu menjadi saksi pertemuan dua sosok yang sama dari masa yang berbeda, dan apakah akan ada perubahan pada masa depan ataukah tidak semua masih misteri.