⏳Prajurit tua di akhir hayatnya⌛
Pernah ada seorang prajurit, seorang yang sangat berjasa, yang telah menghabiskan seluruh hidupnya melayani negaranya. Dia telah berperang, mempertahankan tanah airnya, dan telah disegani karena keberanian dan pengabdiannya. Tetapi ketika ia terbaring di ranjang kematiannya, ia menyadari bahwa semua pencapaiannya telah dilupakan. Dia tidak punya keluarga, tidak punya teman, dan tidak ada yang menemani di saat terakhirnya.
Kini pandangan seluruh orang tengah tertuju pada prajurit muda dengan kemenangan dan fisik kokohnya, tak dapat dipungkiri para prajurit muda itu tenar dengan cepat, menghanyutkan kenangan akan pengorbanan para prajurit terdahulu yang kini telah menua dan rapuh.
Saat ia berbaring di sana, ia mengenang masa mudanya, ketika ia kuat dan penuh semangat. Dia ingat pertempuran yang ia lakukan, rekan-rekannya yang gugur dan hilang, dan kemenangan yang ia raih. Dia ingin menghidupkan kembali saat-saat itu lagi, untuk merasakan aliran adrenalin dan tujuan yang pernah ia miliki.
Tapi saat dia berbaring di sana, ia juga menyadari bahwa ia tidak berguna sekarang. Tubuhnya lemah, dan dia hampir tidak bisa bergerak. Dia bukan lagi prajurit kehormatan seperti dulu, dan dia tahu bahwa dia akan segera dilupakan.
Dia berdoa untuk kesempatan lain, kesempatan untuk menghidupkan kembali hidupnya, untuk mengulang segalanya, untuk diingat sekali lagi. Namun takdir tentu saja tak berkehendak. Saat matanya terpejam untuk terakhir kalinya, dia menyadari bahwa dia telah diberi hadiah yang berharga. Dia telah diberi hadiah kehidupan, dan ia telah menghabiskannya dengan baik.
Pada akhirnya, dia menyadari bahwa tidak masalah apakah ia dilupakan atau tidak. Yang penting adalah ia telah menjalani kehidupan yang ia banggakan. Dia telah melayani negaranya, ia telah berjuang untuk apa yang ia yakini, dan ia telah membuat perbedaan di dunia. Dan hanya itu yang terpenting baginya.
Semoga menginspirasi (^∇^)ノ♪
Terima kasih!!
Jangan lewatkan juga cerita pendekku yang lain ya!!