Di tengah kota yang ramai, terdapat sebuah rumah yang terbengkalai. Rumah itu ditinggalkan oleh pemiliknya selama bertahun-tahun dan menjadi rumah angker yang menakutkan. Sejak kecil, Aria selalu penasaran tentang rumah itu. Ia sering melintas di depan rumah itu ketika pulang sekolah dan selalu merasa terdengar suara-suara aneh dari dalam rumah.
Aria: "Kamu tahu tentang rumah angker itu?"
Roy: "Oh, itu rumah yang selalu kosong dan katanya angker ya?"
Aria: "Ya, tapi aku penasaran dengan ceritanya. Aku ingin tahu lebih banyak tentang itu."
Roy: "Kamu mau pergi ke sana? Itu berbahaya, lho. Banyak orang yang bilang kalau rumah itu berhantu."
Aria: "Aku tahu, tapi aku ingin mencari tahu sendiri. Aku ingin tahu apakah ada energi negatif yang mempengaruhi rumah itu."
Roy: "Kalau begitu, aku ikut juga. Tapi aku bawa persiapan ya, siapa tahu ada yang terjadi."
Suatu hari, Aria dan teman-temannya memutuskan untuk menjelajahi rumah angker itu. Mereka berjanji untuk tidak takut dan saling menjaga satu sama lain.
Aria dan temannya tiba di rumah angker.
Ketika mereka memasuki rumah itu, mereka merasa seperti masuk ke dalam dunia yang berbeda. Semua hal di dalam rumah itu kelihatan tua dan rusak. Semua pintu dan jendela tertutup rapat sehingga cahaya matahari tidak masuk ke dalam rumah.
Roy : "Serasa ada yang aneh di sini. Rasanya dingin dan menyeramkan."
Aria: "Ya, aku juga merasakannya. Mari kita mulai mencari tahu di mana sumber energi negatif itu berasal."
Mereka mulai berkeliling dan mengeksplorasi setiap ruangan. Aria merasa ada sesuatu yang aneh dan menakutkan di dalam rumah itu. Suara-suara aneh terus terdengar, dan bayangan-bayangan gelap terlihat di dinding. Mereka menemukan ruangan yang terkunci dan ingin mencoba membukanya. Namun, ketika mereka mencoba membuka pintu itu, pintunya tidak bisa dibuka.
Ketika mereka mencoba untuk pergi, mereka menyadari bahwa pintu utama rumah itu terkunci. Mereka terperangkap di dalam rumah angker itu. Suara-suara aneh semakin sering terdengar, dan bayangan-bayangan gelap semakin jelas terlihat. Mereka merasa ketakutan dan tidak tahu harus berbuat apa.
Roy: "Aku menemukan ruangan kecil di bawah tangga. Aneh, di sini ada barang-barang yang aneh."
Aria: "Biarkan aku lihat. Oh tidak, ini jimat-jimat dan buku-buku ilmu hitam. Ada kemungkinan inilah yang membuat rumah ini menjadi angker."
Setelah beberapa jam terperangkap di dalam rumah itu, tiba-tiba pintu terbuka dengan sendirinya. Mereka keluar dengan cepat dan berlari menjauh dari rumah angker itu. Mereka merasa lega ketika sudah berada di luar rumah itu dan bersumpah tidak akan kembali lagi.
Aria: "Sekarang kita sudah berhasil menemukan sumber masalahnya. Kita sudah melaporkan ke polisi dan mereka akan menanganinya."
Roy : "Sudah lega rasanya. Aku tidak pernah merasa begitu ngeri dalam hidupku."
Sejak itu, Aria selalu merasa takut ketika melewati rumah angker itu. Dia belajar bahwa ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan dan lebih baik dihindari. Rumah angker itu masih berdiri hingga hari ini, dan cerita tentang rumah itu masih menjadi bahan pembicaraan warga sekitar yang penasaran dengan rumah angker tersebut.
Beberapa bulan setelah kejadian itu, Aria mendapat kabar bahwa ada seorang wanita tua yang dulu tinggal di rumah angker itu. Wanita itu dulu dikenal sebagai seorang dukun yang memiliki kekuatan supranatural. Konon, rumah itu dipenuhi dengan energi negatif yang membuat rumah itu menjadi angker.
Aria merasa penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang rumah angker itu. Dia memutuskan untuk melakukan riset dan mencari informasi tentang rumah itu. Dia bertemu dengan beberapa orang yang pernah mengunjungi rumah itu dan mendengarkan cerita mereka. Mereka menceritakan bahwa rumah itu selalu terasa dingin dan suasana yang menyeramkan di dalam rumah itu.
Aria juga menemukan beberapa artikel tentang rumah angker itu. Artikel-artikel itu menceritakan tentang kejadian aneh yang terjadi di dalam rumah itu, seperti suara-suara aneh, bayangan-bayangan gelap, dan perasaan yang mencekam.
Aria: "Ya, itu memang mengerikan. Kita belajar bahwa kekuatan supranatural itu memang ada, tetapi harus digunakan dengan bijak dan tidak boleh digunakan untuk tujuan jahat."