Akhirnya malam ini Aku bisa rebahan juga dikamarku setelah sebulan di kamar kos. Malam ini senang sekali bisa bertemu dengan teman lamaku. Hingga larut malam aku masih belum bisa memejamkan mataku.
Masih teringiang-ngiang dengan dia yang nampak berbeda tidak seperti biasanya. Sebelum pulang aku menyempatkan bertemu dengan teman-teman lamaku bersama dia. Sudah lama kita memang tidak bertemu, namun aku sering jalan bareng bersama Putra.
Dia adalah Putra sahabat dekatku yang kemanapun selalu ada. Sebenarnya dia sudah memiliki kekasih, namun entah apa yang ada di otaknya hingga dia bisa berpacaran tanpa rasa cinta.
Sebenarnya semua temanku tahu tentang Aku dan Putra. Kita memang lebih dari sahabat, namun aku dan dia tidak pernah mengakui perasaan masing-masing.
Malam ini aku dan Putra memang bertemu dengan teman SMA bersama Rosa dan yang lainnya. Sebenarnya kita merencanakan liburan bersama.
Kulihat jam dinding dikamarku sudah menunjukkan pukul 22.46 wib, namun aku belum mengantuk.
Kulihat ponselku tak ada pesan maupun telepon, sedikit aneh sih, karena setiap hari Putra menelponku atau sekedar mengirim pesan sebelum tidur. Ku lihat group chat diponselku, namun tak ada satupun yang membahas liburan yang kita rencanakan tadi.
Aku mulai mengirimi Putra pesan, namun lama ku tunggu tapi tidak ada balasan. Aku mulai bosan malam ini, ku cari laptopku di dalam tas namun tidak ada. Aku baru ingat jika tadi terbawa oleh Putra. Kulihat ponselku masih belum juga ada balasan dari Putra. Kucoba menelpon juga tidak diangkat.
“Ah…. Mungkin besok saja kuambil dirumahnya, memang sudah waktunya tidur", gumamku.
Dering ponselku berbunyi begitu keras, menyadarkanku dari lamunan panjang. Kukira Putra yang menelponku tapi ternyata Rosa.
“Sudah tidur kah kau, aku baru dapat kabar dari tetanggaku, jika dia barusan dari rumah Putra untuk bantu-bantu acara untuk besok", kata Rosa
Rosa memang bertetangga dengan Putra meskipun rumahnya tidak terlalu berdekatan.
“Memang ada acara apa, kok tadi waktu kumpul dia diam saja, barusan juga ku telpon, tidak diangkat", ucapku.
Aku masih menunggu jawaban dari Rosa dan tiba-tiba dia berkata. “Sebenarnya besok pagi ada acara nikahnya Putra dengan pacarnya itu”.
“Hah……. Kok bisa???? Tadi kan kita kumpul kenapa kok Putra tidak bilang apapun, laptopku juga masih dibawa Putra, dia juga tidak pernah cerita apapun, padahal setiap malam kita mengobrol di telepon”. jawabku seakan ingin pingsan dan masih tak percaya.