Sejak kecil aku dan Airin adalah sahabat dekat, kami sering menghabiskan waktu bersama dengan membaca buku.
Dulu kami suka sekali membaca buku yang mengisahkan seorang pangeran dan putri yang saling mencintai dan kemudian berakhir bahagia.
Kami terkadang memimpikan itu, begitupun ketika sekarang kami berumur delapan belas tahun.
______
"Selamat ulang tahun Airin!" Aku mengucapkan selamat pada Airin yang hari ini berulang tahun, sambil memberikan sebuah hadiah kepala Airin.
"Trimakasih Jihan!!" Airin menerima hadiah yang ku berikan dan kemudian memeluk ku.
Ketika acara sedang berlangsung, seorang laki-laki tiba-tiba menghampiri ku.
Laki-laki itu adalah Lion, orang yang selama ini aku taksir. Dia adalah seorang yang pintar, Lion juga merupakan teman sekelas ku dan Airin, dia di kenal sebagai anak yang berprestasi serta merupakan idola sekolah.
Aku merasa bingung apa yang tiba-tiba Lion lakukan di depan ku, ia tiba-tiba menghampiri ku, dan menatap ku. Padahal sebelumnya kami tidak begitu akrab, tapi bukankah ini bagus!?, dia sangat tampan dari dekat!
"Perhatian semuanya!!" Lion menarik perhatian tamu yang ada di pesta dan Airin
"Ada apa ini!? " Kerumunan tamu berbisik
Di di tengah riyuh tamu yang datang, Tiba-tiba tak ada angin dan tak ada hujan, Lion berlutut di hadapan ku, sambil memberi ku setangkai bunga dan coklat 1 kg yang besar, ia menyatakan perasaannya kepada ku.
Tentu para tamu terkejut, begitupun sahabat ku Airin, aku pun menerima pernyataan cinta Lion dan menjadi pacar nya.
Sahabatku yang menyaksikan itu, sontak ia memeluk ku sambil memarahiku karena tidak memberi tahu nya bahwa aku menyukai Lion. Namun dengan itu Airin nampak senang dan mengucapkan selamat pada ku.
Dan pesta pun kembali berlangsung, Airin nampak lebih bahagia, aku juga bahagia dan sangat senang saat itu.
Ya ku pikir itu adalah awal kisah pangeran ku yang bahagia, dan akan berakhir bahagia juga.
Namun......
________
"Apa yang kau katakan!" Selama ini kau berpacaran dengan Lion!?"
"Aku hanya ingin melihat momen ini, aku pinjamkan Lion kepada mu" Dia tersenyum kecil
"Kenapa, kenapa kamu lakukan ini pada ku Airin!!?, padahal kita sahabat sejak kecil!, kenapa?" Aku sungguh tak percaya tenang apa yang telah ku dengar dari mulut orang yang ku percayai dan sangat aku sayangi.
Aku sudah menganggap Airin sebagai saudara ku, tapi mengapa dia tega menipu ku. Dia telah membuat ku hancur, orang tua ku sudah tak mempercayai ku lagi dan teman-teman ku juga menjauhi ku.
Tidak!. Ini semua karena aku, karena aku dengan bodohnya mencintai seseorang laki-laki yang bahkan hanya ku kenal dari kejauhan.
Tapi kenapa, Airin aku tidak menduga ini.
Sejak pernyataan Airin pada hari itu aku tak lagi percaya pada orang-orang baru yang hadir dalam hidup ku, dan mereka yang menyebut ku teman.
Hubungan ku dengan orang tua ku juga merenggang. Dan tepat sehari setelah pengakuan Airin, orang tua ku meninggal akibat kebakaran di perusahaan mereka dan naas nya mereka ternyata ada di dalm gedung itu, tak bisa keluar dan akhirnya meninggal di tempat.
Lengkap sudah takdir hidup yang menyediakan untuk ku.
Aku tak sanggup menahan tangisan lagi, tapi kenapa aku tak bisa menangis!?
Aku sangat frustasi, bahkan sempat terlintas di fikiran ku untuk bunuh diri dan mengakhiri semua kesedihan ini, tapi. Lagi-lagi kewarasan ku menarik ku kembali pada kenyataan kehidupan.
________
Aku hanya termenung di rumah yang besar ini, aku hanya tinggal sendiri di rumah ini.
Aku benar-benar sendiri, ya aku sendiri.
Tiba-tiba bel berbunyi
*ting dong!
Akupun membukakan pintu, dan aku sedikit kaget melihat kedatangan Airin dan Lion ke rumah ku.
Airin nampak senang dan Lion pun sama, mereka seakan sedang merayakan kekalahan ku.
"Wah, wah, wah! Ada yang abis kehilangan orang tua nih, kesian amat, eh. Kita harus ngasih dia sesuatu, kesian banget" Airin nampak senang dan tanpa ekspresi sedih.
"Hahahaha, iya benar sekali" Sementara Lion mengikuti dengan tertawa makin mengejek ku
"Kalian tega sekali, orang tua ku baru saja meninggal!!!, bahkan tanah mereka masih basah, kenapa kalian setega ini, apa yang telah aku perbuat!?, memang aku pernah berbuat jahat pada kalian!!!!. Jawab hah!!!!!!!!, kenapa kalian se..jahat... Ini?" Aku sudah tak tahan dengan apa yang Airin perbuat, Aku pun membentak mereka dan mencoba mencari tahu alasan mereka melakukan ini pada ku.
"Apa kau lupa atas dosa-dosa mu!?, semua yang aku lakukan adalah apa yang kau lakukan"
Tiba-tiba aku berada di sebelah tempat gelap dan tak ada satupun cahaya di tempat itu.
Dan tiba-tiba suara seorang yang mengatakan bahwa, tempat ini adalah penghakiman untuk orang-orang kotor yang jahat, suara misterius itu juga bilang bahwa aku akan di hukum atas dosa-dosa ku.
Kepala ku terasa sakit dan tiba-tiba ingaan mengerikan muncul di kepala ku dan menunjukkan apa yang telah Airin lakukan adalah apa yang aku lakukan namun apa yang airin lakukan adalah sebagian kecil dai kejahatan serta dosa-dosa yang ku lakukan, dan Airin merupakan korban dari apa yang telah aku lakukan, yang menyebabkan Airin bunuh diri
Tenyata aku adalah monsternya, dan Airin adalah korban itu, aku ingat bahwa aku sempat menodongkan pistol pada Airin dan ingin menembak nya namun Airin mengambil pistol itu dan menembak dirinya sendiri.
Maafkan aku Airin, walaupun ini adalah kemustahilan dan sebuah keterlambatan. Aku tetap minta maaf, aku akan menerima semua hukuman atas dosa-dosa kuu.
Akhirnya aku pun menangis dengan air mata bagai hujan deras
TAMAT
Setiap manusia memiliki dosa, namun terkadang mereka tidak menyadari nya. Dan tampa kamu sadari terkadang seorang korban juga merupakan pelaku itu sendiri