Namaku Darren, aku lahir di Yogyakarta pada tahun 2004. Aku menjalani masa kecil yang cukup bahagia, keluargaku anteng tanpa masalah dengan kehidupan sederhana. Ketika aku lulus TK, aku dan keluargaku pindah ke Jakarta dikarenakan ayahku ditugaskan disana. Di jakarta, banyak sekali hal yang sangat berbeda dengan tempat tinggalku sebelumnya.
Aku tinggal di sebuah perumahan baru, jadi hanya ada beberapa orang yang tinggal disini sedangkan sisanya masih kosong. Tidak ada teman disini, karena belum ada anak seusiaku yang tinggal di perumahan ini. Karena aku memiliki adek laki-laki, aku hanya bermain dengannya setiap hari.
Namanya Ryan, dia berumur 4 tahun saat ini. Ryan sangat senang bermain bola, jadi aku dan Ryan selalu menghabiskan waktu dengan bermain bola.
Setelah seminggu tinggal di tempat baru, pendaftaran sekolah dasar dibuka, jadi orang tuaku mendaftarkanku. Aku melewati tes dasar dengan baik, karena aku sudah pandai menulis dan membaca tentu tes dasar ini bukan apa-apa. Hanya saja karena aku bukan kelahiran asli Jakarta, aku tidak bisa masuk pas umur 7 tahun, jadi aku cukup kesal dengan sistem pendidikan ini. Padahal hasil tesku bernilai tinggi, namun kenapa hanya karena aku bukan kelahiran asli tidak bisa masuk diumur pas 7 tahun. Tapi ya sudahlah, namanya juga hidup pasti ada susah senangnya, jadinya aku nganggur selama setahun.
Setahun yang kujalani, kulalui dengan membantu orang tuaku yang cukup sibuk. Dikarenakan orang tuaku kerja kantoran, dan pulang larut malam, setiap malamnya aku menjaga adikku hingga dia tidur. Tentu saja ini bukan apa-apa, apalagi aku orang yang suka dengan kebebasan. Biasanya ketika orang tuaku kerja, aku dan adikku membereskan rumah dan bermain sampai orang tua kami pulang.
Setahun telah berlalu, akhirnya aku dapat mendaftar sebagai siswa sekolah dasar. Setelah setahun, tentu saja peformaku semakin meningkat, aku mengerjakan tes dengan sempurna, cepat, dan tepat. Dan akhirnya aku lulus dengan nilai tertinggi, lalu ditempatkan dikelas A.
Waktu sekolah pun tiba, disekolah aku banyak menerima hal baru. Seperti tata krama, cara bicara, dan gaya anak Jakarta. Aku belum terbiasa dengan mereka, namun aku berusaha beradaptasi.