dia..seorang laki-laki yang punya senyum indah , tampilan sederhana dan intonasi kata yang rendah , kesan pertama saat lihat dia yaitu sombong tapi makin dalam gua kenal dia ternyata dia ramah , dia seseorang yang hidup sendiri karna nyokap/bokap nya udah lebih dulu menyapa sang pencipta , dia terlalu indah untuk sekedar di kenang ..
satu hari dua hari bahkan 2 minggu udah di lewati , semakin gua ngenal dia perasaan gua semakin jatuh terlalu dalam .
banyak ekspektasi” yang terus datang dalam fikiran gua tentang dia , sampai akhir nya semua ekspektasi tentang dia hancur .
banyak planing” yang gua bakal libatin dia , nyata nya semua hancur , canda nya tawa nya kata” nya ternyata hanya sakit yang tertunda.
nyalahin dia ? tentu saja tidak , tentu ini salah gua , ekspektasi gua terlalu tinggi untuk nya , harapan gua terlalu besar hingga sangat ingin melibatkannya.
bodoh ? kata yang tepat buat gua yang terlalu berharap sama dia yang belum selesai dengan masa lalu nya.
hari ini malam ini , dia datang senyum itu masi tetap sama , wajah tenang nya masi tetap sama hanya saja keadaan yang tidak sama.
dia datang dengan seseorang masa lalu nya , dia memperkenalkan perempuan itu sebagai pelabuhan terakhir nya.