Setelah pengangkatannya menjadi panglima, Rain menjadi lebih sering memimpin para pasukan entah itu dalam pertahanan di perbatasan ataupun pengambilalihan kekuasaan dari mereka yang berniat menyerang Kerajaan Cahaya.
Rain juga hadir pada saat pertemuan dengan Kerajaan Darkness untuk menandatangani perjanjian perdamaian antar kedua kerajaan. Namun saat itu dia berpakaian layaknya seorang putri kerajaan, bukan sebagai panglima.
Jadi tidak ada yang curiga kalau ternyata dalam kerajaan itu ada seorang panglima perempuan yang ikut serta.
Selain menjadi panglima selayaknya orang-orang paham, dia juga bergerak di belakang layar. Rain mengetahui banyak hal yang tidak diketahui, bahkan oleh seorang King El Fath sekalipun.
Rain juga sering mendapatkan misi di luar tugasnya sebagai panglima kerajaan. Karena itu dia menyamarkan identitasnya yang dikenal dengan nama Sayap Putih. Tidak ada yang tahu identitas tersembunyinya itu, kecuali King El Fath.
Jadi malam itu dia akan menjalankan misi ke Kerajaan Darkness dengan identitas Sayap Putih-nya.
Setelah semua perlengkapannya siap, dia segera berangkat. Layaknya hantu, dia bergerak seperti seorang ninja. Di malam yang sangat dingin dan gelap itu, tak ada yang menyadari pergerakan seorang Panglima Sayap Putih itu.
Hingga tak lama, dia pun sampai juga di dalam istana Kerajaan Darkness.
'Benar perkiraan King El Fath, istana ini jauh lebih lengang. Meskipun mereka aktif di malam hari,' batin Rain.
'Aku harus segera mencari data-data itu. Waktuku gak banyak,' gumamnya lagi.
Kala dia akan berbalik, tiba-tiba...
Bug.
Rain pingsan dan langsung dibawa oleh seseorang.
***
'Akh... Kenapa dengan dadaku? Kenapa sesak?' lirih Elvan mengaduh sakit.
Elvan mulai mengaktifkan mode penciuman supernya dan mencari sesuatu yang membuat dadanya sesak. Hingga dia sampai di ruangan tengah, Elvan menemukan seseorang berpakaian serba hitam layaknya ninja tengah bersembunyi di sana.
Dia kembali mencium aroma sekitarnya, dan aroma itu memang berasal dari seseorang yang seperti ninja itu.
'Gadis nakal. Mau apa dia ke sini?' kesal Elvan. Namun sedetik kemudian....
'Aku tahu apa yang harus ku lakukan,' ucapnya smirk.
Dengan secepat kilat dia menghampiri orang itu. Saat orang itu berbalik, dia memukul tengkuk orang itu hingga pingsan. Dia pun menggendongnya ala bridal dan membawa orang itu ke kamarnya.
***
Kini, di sinilah Rain. Sebuah ruangan yang asing dengan pencahayaan yang begitu redup. Dia mengingat kembali apa yang terjadi dan apa yang dia alami sebelumnya.
Dan sekarang dia harus menerima dengan lapang dada pernikahan yang sangat tidak dia sangka.
'Aku harus keluar dari sini hidup-hidup. Aku tak akan mengkhianati King El Fath,' gumam Rain.
Setelah pria aneh itu pergi, Rain mulai mendekati pintu kamar itu. Kala dia mendorongnya perlahan, ternyata pintunya tidak dikunci. Dia segera keluar dari sana. Melirik kiri kanan, memastikan bahwa keadaannya aman.
Gadis itu mengendap-endap, dan mulai menyusuri setiap lorong istana yang sangat gelap itu. Kala kakinya sudah sampai di ujung lorong dan sedikit lagi mencapai gerbang utama, tiba-tiba.....
"Mau kemana kau?" tanya suara bariton itu.
Rain membeku sejenak. Gadis itu terhenyak mendengar suara berat itu. Dia membalikkan tubuhnya dan menemukan pria aneh itu lagi. Pria itu berdiri di sana dengan tatapan dingin dan muka datar layaknya tembok. Rain hanya bisa nyengir kuda.
"Hehehe.... A-aku.... KABUR!!!!"
Rain segera berlari ke ujung lorong, tanpa peduli akan pria mengerikan itu.
Sementara Elvan hanya tersenyum smirk.
'Oh, mau main lari-larian denganku? Baik,' gumamnya.
"PENGAWAL!!! CEPAT TUTUP SEMUA PINTU DAN GERBANG! JANGAN BIARKAN PENGANTINKU LOLOS!" teriak Elvan pada semua pengawal dan pasukan.
Dan kini, Rain sudah sampai di depan sebuah pintu utama dan di sana dia di hadang oleh dua orang prajurit musuh.
"Akkhhh..... Minggir!!! Aku harus segera pergi dari sini," titah Rain kesal.
"Maaf Nona. Tapi kami diminta Tuan Muda untuk mengunci semua pintu," ucap mereka.
"Aku bukan bagian dari kalian. Jadi biarkan aku pergi," pinta Rain memelas.
"Kau tidak akan bisa pergi sebelum kau menjadi istriku, Rain!"
Rain kembali terlonjak kaget dan dia pun segera berbalik.
Pria aneh itu sekarang sudah berada tak jauh darinya. Pria itu pun mulai mendekati Rain. Dia pun berhenti di depan Rain dan kini jarak mereka hanya satu langkah.
"T-tuan Muda, k-kita ini berbeda. Aku tak mungkin menikah dengan seseorang yang tidak seagama denganku dan juga aku tidak mungkin menikah dengan musuhku sendiri," ucap Rain.
"Maaf kalau aku lancang. Tapi aku menyusup ke istanamu untuk mencari penyebab kekacauan di perbatasan. Aku hanya mencari tahu keterlibatan orang-orangmu yang sengaja menyerang wargaku."
"Jadi ku mohon, aku harus segera ke tempat rajaku sekarang," mohon Rain.
Seorang panglima dingin seperti Rain bisa sangat memohon kepada seorang pangeran vampire seperti Elvan.
"Heh. Aku sangat terkesan dengan sikapmu yang cukup berani. Tapi.."
Elvan mulai mencengkeram dagunya Rain erat. Hingga gadis itu sedikit meringis kesakitan.
"Kau adalah mate-ku, pasangan hidupku. Sampai kapanpun aku tak kan pernah melepaskanmu," tekan Elvan.
"Sa-sakit Tuan," ringis Rain.
Dengan secepat kilat, Elvan segera menggendong Rain dan membawa gadis itu kembali ke kamarnya.