.A GOOD CHILD WHO WAS AGAINST.
Viana, bocah berumur 5 tahun yang brsekolah dirumah hanya saat ibunya selesai bekerja. Pagi ia selalu bersama ayahnya karna ibunya harus bekerja di sekolah, ibunya menjadi guru disana. 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan dan seterusnya selalu bersama ayahnya kemana ayahnya berada. Jika tidak Viana akan dipukul dan dikurung di kamar tanpa makan, mandi, sampai sang ibu pulang kerumah.
Suatu saat Viana dan ayahnya pergi ke pasar untuk membeli makan siang. Saat ayahnya asik membeli, Viana berhenti di depan toko mainan. Viana memandangi dari luar toko, ia melihat boneka beruang yang lucu. Viana berkata, "Boneka yang lucu, aku ingin membelinya. Apa minta bapak ya?". Selesai membeli makanan, Viana menghampiri ayahnya dan meminta minta agar dibelikan boneka itu. Namun apa jawaban ayahnya? Ayahnya menampar Viana dan berkata kalau ia tidak punya cukup uang dengan nada bentak itu. Viana menahan tangis, dan tangis itu pecah saat ia sampai di kamar tidurnya.
Viana di kunci dikamar nya sampai sang ibu pulang. Sorenya, sang ibu pulang dengan membawa sebuah kantong yang berisi buku bacaan dan buku gambar untuk Viana belajar. Ya, disini hanya sang ibu yang terlihat lembut sekali dengan Viana. Viana memeluk sang ibu dengan erat lalu meminta untuk dimandikan dengan sebuah cerita nantinya.
Berhari-hari Viana mendatangi toko itu untuk melihat boneka yang ia inginkan itu. Hingga di suatu saat, sang ayah mencari Viana dengan keadaan wajah yang marah dan mabuk. Saat sudah bertemu Viana, ayahnya malah menampar mencaci maki bahwa Viana anak yang durhaka dan tidak tahu diri. Padahal selama ini ia selalu nurut dan tidak membatah apa yang orang tua nya bicarakan. Ayahnya menendang dan menginjak–injak tubuh Viana sampai penuh luka lebam dan darah yang mengalir dari hidung nya. Viana pasrah dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya itu, ia tidak bisa melawan karna tubuhnya yang terlalu kecil.
Beruntung, kali ini ada yang menolong Viana. Dari salah satu warga yang menegur agar tidak melakukan hal itu, kini semua nya ikut menegur. Sampai ayahnya tak sanggup mendengarkan para warga yang mencemooh nya ia berlari ke arah jalan raya dan Bruk! Tabrakan antara truk dengan Viana. Viana menolong ayahnya dari maut dan membiarkan sisa tenaga dan nyawa nya untuk sang ayah.
Bocah 5 tahun itu bagaikan malaikat yang di turun kan oleh Tuhan untuk menolong dan menyadarkan orang–orang yang jahat dan tidak peduli dengan sekitarnya. Kini Viana tenang disana, dan berharap Ayahnya tidak kasar dengan seorang anak yang sedang dikandung di dalam perut sang Ibu.
Tangis dan haru pecah di pemakaman sang Viana, seorang pemilik toko mainan membawa boneka untuk di berikan ke sang ibu. Sang ibu menangis sejadi–jadinya karna anak yang ia sayang meninggal akibat suami nya sendiri.
—TAMAT—