"Mulai sekarang, kau di keluarkan dari istana raja iblis ini."
Kata-kata itu keluar dengan lancar dari mulut sosok di depanku, sontak aku terkejut mendengarnya. Dia adalah putra satu-satunya dari raja iblis generasi pertama, dan karena raja sebelumnya telah tiada, dia lah yang kini mewarisi tahtanya.
"Tapi yang mulia, saya telah mengabdi sebagai ksatria di kerajaan ini sejak generasi pertama, bagaimana bisa anda mengeluarkan saya dari sini?!!."
Aku telah menghabiskan 30 tahun masa hidupku untuk mengabdi kepada Raja Iblis generasi pertama, jelas aku tak terima dengan keputusan mendadak itu.
Aku tidak bisa berhenti begitu saja!
Paling tidak, tolong beri aku alasan yang jelas untuk menerima keputusan pengusiran ini.
Tawa para petinggi kerajaan iblis yang duduk di masing-masing sisi raja iblis generasi kedua terdengar sampai ke telingaku. Membuat dadaku bergemuruh karena marah, kecewa dan terluka. Sepertinya mereka begitu senang dengan bawahannya yang akan di tendang keluar ini.
"Alasannya sudah sangat jelas, kau tidak memenuhi syarat sebagai seorang ksatria kerajaan iblis ini. Sebagai seorang iblis, kau terlahir tidak memiliki sihir dan hanya bisa menggunakan batu sihir untuk meningkatkan kemampuan fisikmu ketika bertarung. Tanpa benda itu kau bukanlah apa-apa."
Aku tidak dapat mengeluarkan sepatah kata apapun.
Kurasakan tatapan merendahkan nya sebelum ia melanjutkan kalimatnya,
"Di antara seluruh pasukan kerajaan iblis ini, kau adalah yang terlemah di antara semuanya. Kau adalah aib bagi kerajaan iblis ini."
... Aib? setelah semua ini...? Setelah aku berjuang demi kejayaan kerajaan iblis selama bertahun-tahun?
"Pergilah! Tidak ada tempat untuk ras iblis lemah sepertimu!"
Aku mengatupkan bibir, rahangku mulai mengeras karena marah. Sekarang aku tidak dapat menolak perintahnya untuk pergi dari tempat ini.
Kuteguhkan hatiku dan berdiri dari posisi berlutut, berjalan pergi meninggalkan istana ini.
Berbekal dengan beberapa barang bawaan, aku berjalan menjauhi bangunan istana iblis itu.
"Hei, ksatria iblis tingkat rendah, mau kemana kau?"
Ada yang berteriak dari jauh, tatapanku langsung lurus ke depan.
Kudapati sosok kenalanku yang sedang berjalan menuju istana iblis, tak kuhiraukan panggilan yang sering dia sematkan kepadaku dan terus berjalan melewatinya.
"Hei, tunggu! Ksatria iblis tingkat rendah!"
Sambil terus melangkahkan kaki, ku angkat satu tanganku untuk melambai padanya tanpa berbalik badan.
"Aku sudah bukan ksatria lagi! Sekarang aku hanyalah mahluk biasa yang tidak punya tempat untuk tinggal!"
"E-ehh!!?"
Aku yakin dia pasti bingung. Tapi tidak ada gunanya peduli dengan pendapatnya.
Tohh, aku sudah bukan apa-apa.
Mungkin nanti aku hanya akan mati di suatu tempat.
BERSAMBUNG ....