"ini tas keluar terbaru mbak", seorang pelayan butik menunjukan sebuah tas pada veronika.
Veronika mengambil tas itu dari pelayan butik. Vero menelisik tiap inci tas itu.
"Mbak ada warna lain enggak?", Veronika bertanya pada pelayan wanita berambut sebahu itu.
"tunggu sebentar ya mbak", ujar pelayan itu sembari tersenyum manis pada Veronika lalu pergi ke sala satu etalase.
Vero kembali melihat-lihat tas mewah yang terpajang di etalase butik sambil menunggu pelayan tadi.
tak berapa lama.
"ini mbak", pelayan memberikan dua buah tas
"ok, aku pilih yang warna hitam", ujar Vero.
"ayo mbak ikut saya", ajak pelayan. Vero pun mengikuti pelayan ke kasir butik. Setelah transaksi selesai Vero keluar dari butik tas mewah itu.
Senyum ceria menghiasi wajah wanita cantik 28 tahun itu, karena tas yang ia dambakan 1 bulan ini berhasil ia belih.
Tak di duga tak di sangka di dekat pintu keluar butik terdengar suara lelaki yang ia kenal tengah berbincang-bincang mesra dengan seorang wanita.
Karena penasaran Vero mendekati asal suara itu. Betapa terkejutnya ia saat melihat seorang wanita kini tengah memeluk pinggang suaminya begitu mesra.
"Mas Bara", teriak veronika. karena mendengar teriakan veronika bukan hanya bara dan pacarnya yang terkejut tetapi seluru pengunjung butik.
Dengan penuh emosi veronika menghampiri Bara dan pacarnya.
plak
Veronika menampar muka Bara, tak hanya sampai di situ wanita mantan model itu melampiaskan emosinya jaga pada selingkuhan bara. vero menjambak memukul menendang selingkuhan bara.
Bara yang melerai vero dan selingkuhannya kewalahan.
"Vero hentikan", Ujar bara panik karena bara tau vero masih aktif di tekondoh.
"mas bilang apa? hah, aku tak akan berhenti sebelum pelak*r ini mati", ujar vero yang masih memukul selingkuhan bara tanpa ampun.
Wanita itu hanya dapat melindungi kepalanya. semua orang yang datang ke butik yang tadi cuma menonton kini memisahkan Vero dan selingkuhan bara.
Begitu merek vero di pisahkan dari selingkuhan Bara. Vero terus meronta tak ada lagi rasa malu. dada vero naik turun dan terus mengumpat selingkuhan bara yang kini terduduk tanpa daya.
Walau pun babak belur wanita dalam hatinya berkata.
"aku sengaja berpura-pura lemah, tapi kita lihat saja nanti", bisik hati wanita itu, dia merasa menang.
"alexa kamu tidak apa-apa", Bara bertanya sembari mendekati alexa yang tengah terduduk di lantai.
Betapa hancur hati veronika melihat itu. bara suaminya yang ia cintai lebih memilih wanita selingkuhannya dari pada dirinya.
Tanpa sepatah katapun bara pergi meninggalkan butik. Alexa melirik Vero yang menangis tersenyum sinis.
"lepas kan aku", bisik vero kepada orang yang memegang tangannya.
"Mas kamu lihat saja nanti. Aku akan balas ini semua", bisik hati vero, yang menatap punggung bara. Di dalam hati vero tak ada lagi rasa hancur kini berubah menjadi tekat kuat untuk membalas perlakuan Bara dan alexa.
Hari berganti bulan berlalu, Veronika kini kembali ke dunia model dia juga menganti identitasnya menjadi Maya. Popularitas di dunia model melambungkan nama Veronika. Hampir seluru agensi mengenal veronika yang kini lebih di kenal Maya tak terkecuali masyarakat umum. Dan maya selalu mencari.
Bara dan Alexa tak luput dari pengawasan Veronika. Kini Veronika menunggu waktu yang tepat untuk membalas sakit hatinya.
Veronika duduk di balkon apartemennya. menatap jauh ke cakrawalah di hadapannya. wajah veronika terlihat datar. bersandar di besi balkon apartemennya. gelas yang ia pegang sesekali ia minum
tut tut.
"Halo lee", saat panggilan telepon tersambung.
"halo vero, bara sekarang lagi on the way ke singapura", ujar lee teman dekat vero sekaligus kini menjadi orang kepercayaan vero. yang ia suru terus mengawasi bara.
Mendengar itu vero tersenyum.
"ok , makasih", ujar vero yang kini duduk di kursi balkon.
Vero tersenyum, semoga rencana yang ia sudah susun rapi seja lama berhasil.
Tring
Pesan dari aplikasi berwarna hijau masuk
"Bara sekarang berada di hotel B",
"ok lee, sekarang aku ke sana"
Vero buru buru masuk ke kamar, berdandan secantik mungkin dan langsung pergi ke hotel B.
Kini vero berada di hotel B, dari kejauhan Veronika melihat Bara dengan alexa akan masuk ke dalam hotel.
"ini saatnya", bisik hati Veronika. Veronika yang turun dari mobil mewahnya melangkah cepat ke arah bara dan alexa. Semua mata tertuju pada Veronika yang terlihat sangat anggun dan seksi.
Pas di pintu masuk veronika sengaja menabrak bara. spontan tangan kekar bara menangkap tubuh veronika yang hampir terjatuh. tangan bara langsung menangkap tubuh langsing veronika.
Beberapa saat mereka saling tatap. Tatapan bara seolah penuh tanya setelah memandang wajah cantik. wanita yang ada di kedua tangannya seolah sudah lama ia kenal.
Alexa yang melihat itu, terlihat geram. Karena menyadari perubahan wajah alexa veronika berdehem, dan bara tersadar dari terlena memandang wajah cantik veronika.
"maaf pak saya gak sengaja", veronika meminta maaf.
"tidak apa-apa", jawab bara lalu tersenyum.
Alexa yang sedari tadi memandang tak suka pada veronika, mengajak bara pergi.
"ayo mas", ajak alexa
Sebelum bara pergi bara tersenyum memandang veronika yang berdiri tak jauh dari bara.
Veronika memandang punggung bara dan alexa yang pergi meninggalkan dirinya di depan pintu hotel.
"ini baru awal alexa, kamu harus merasakan apa yang aku rasa tiga tahun lalu", ujar veronika lalu tersenyum. veronika pun berlalu dari pintu hotel.
Saat menabrak bara tadi veronika memasukkan secarik kertas ke saku celana bara, di kertas itu veronika menulis no hpnya dan namanya. Dia yakin pasti bara menghubunginya. veronika sangat yakin rencananya akan berhasil terlihat dari tatapan bara.
Kini veronika berbaring di kamar apartemennya menatap langit-langit kamar apartemennya. Sebutir air berwarna jernih keluar dari pelupuk matanya.
Tut tut.
Benda tipis keluaran terbaru yang berada di meja lampu tidur veronika bergetar dan bersuara tanda ada panggilan.
Veronika menatap layar hpnya, dan tersenyum penuh arti, karena dia tahu yang menghubunginya adalah bara. karena dari dulu ia menyimpan kontak bara dan tak verna menghapusnya.
"Hallo ini maya ya",
"iya, mas",
Veronika sengaja memanggil mas karena ia ingin menggoda bara, dan saat bicara suaranya di buat selembut mungkin
"maya, besok malam kita ketemuannya",
"maaf mas, kayaknya gak bisa deh".
Veronika sengaja jual mahal ingin membuat bara ada sedikit perjuangan. makin lama pembicaraan mereka makin intim. sebenarnya veronika muak dengan rayuan bara.
Malam yang sangat di nanti veronika kini tiba. mereka kini berada di cafe hotel. Mereka berdua duduk di meja pojok karena di sini lampunya remang-remang. bara terus memandang wajah cantik veronika tak berkedip. vero yang di pandang seperti itu pura-pura malu.
"minum dulu mas", Veronika menawarkan minuman.
Bara mengengak gelas minuman sampai habis tapi matanya terus memandang veronika.
Setelah minum kepala bara terasa pusing.
"mas kita ke apartemen kita ya", Vero mengajak bara. bara yang tersenyum mendengar ajakan veronika.
Rupanya sebelum menemui bara, veronika ke dapur cafe dan mencampurkan bubur di minuman bara.
Bara tertidur di ranjang apartemen bara di karena pengaruh obat yang di berikan veronika. Veronika membuka kancing baju kemeja bara.
braak
Pintu kamar apartemen veronika di buka begitu kencang oleh alexa. tapi veronika sudah menyadari hal itu karena ia sudah tahu alexa akan datang. karena sebelum ia dan bara ke apartemen veronika mengiri vedio di ke alexa dan mengirim pesan.
Veronika pura-pura tidur, di dada bara. alexa terlihat sangat murka dan langsung pergi. setelah kepergian alexa veronika tahu hati alexa saat ini pasti hancur. veronika tersenyum puas, karena rencana telah berhasil.