Hari mulai menjelang sore kabut pun turun menyengat dinginnya angin dengan pukulan rintik hujan yang membasahi badan ku yang lembut ini. "Aku tidak bisa lihat apa2" kataku sambil menengok ke Betran ( salah satu putra farma kampung watugana). "Aku melihat banyak warna yang gosong di atas kepalamu" kata Betran sambil membengkok kan bibir birunya itu. Jangan takut aku bisa mendengar siulan burung dengan telingaku, melihat bayangan dengan jejak di atas tanah yang merah, hingga bulatnya pantat seorang gadis tua yang merana dengan hadirku ini. Dia ( gadis kembang tua ) melihat ku dengan penuh nafsu yang membakar dadaku, hingga amarah ku akan mendapatkan dia mulai terpesona seakan akan aku di jebak oleh ilusinya. Dia memberiku senyuman palsu ditambah gincu dengan rasa mawar merona, memegang bahuku lalu mendorong kepala ku di dekat dadanya yang lunak itu kata betran padaku. Desember telah tiba. Hari-hari mulai sibuk dengan sedikit kegiatan yaitu menyonsong Natal dan juga Tahun Baru. Dalam kegiatan itu saya selalu melakukan aktivitas yang seperti biasanya yaitu membersihkan rumah, pekuburan, dan juga menyiapkan beberapa alat atau perkakas untuk merapikan halaman. Di kampung saya itu selalu di buat perlombaan membuat kandang Natal yaitu tempat dimana Yesus dilahirkan. Perlombaan ini dilakukan setiap tahunnya dalam menyonsong kedatangan juru selamat. Saya turut berpartisipasi dalam hal kecil seperti mencari kayu atau bambu, pemasangan lampu, pembuatan pohon Natal hingga kandang tersebut. Namun ada hal lain juga yang kerap saya lakukan yaitu di belakang dapur. Dapaur menjadi salah satu tempat yang menjadi hunian utama saya. Saya selalu sibuk memasak setelah mengikuti kegiatan tadi. Kedatangan tamu dan juga keluarga sebagai rasa solidaritas itu juga mebuat saya merasa bahwa hari Natal itu sangatlah istimewa. Memasuki hari raya Natal dan tahun baru bukanlah untuk kegiatan seperti itu namun hal yang mendasar adalah kita mulai bertobat untuk menerima Yesus sebagai pewarta Allah yang datang kedunia untuk menyelamatkan kita. Dalam hal ini adalah doa yang paling utama. Doa kita yang selalu kita serahkan pada Tuhan yaitu lewat misa Natal tersebut. Doa dan juga harapan untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan mencoba bangkit untuk lebih baik di tahun yang baru di era millenial yang sekarang.