* "'siapa yang bikin order jam segini?'"
Suara yang keras dan terkesan sangat arogan memenuhi seisi dapur. Zada sedikit mengenali suara itu, perlahan dia mendekat ke arah dapur dengan sedikit gemetar di seluruh tubuhnya. Gambaran wajah yang muncul saat mendengar suara itu adalah seseorang yang sama sekali tidak boleh dia singgung. Dalam hati dia berharap perkiraannya salah dan itu hanya kesalahpahaman yang tidak berarti.
*""kenapa diam?""
Kembali orang itu berbicara dengan suara yang tidak sanggup di dengar nya lagi.
*""maaf saya mas""
Spontan kata itu terlontar dari mulut zada, Ucapan jujurnya membuat lelaki yang tadinya sangat marah menjadi langsung diam. Namun hal itu tidak membuat zada tenang tetapi dia malah merasa binggung dan berharap ingin segera meninggalkan tempat itu.
Lima menit sebelum zada jatuh ke dalam lembah neraka. Zada adalah pramusaji dari salah satu resto di solo. Zada yang dari tadi menunggu costumer memilih pesanan merasa resah. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan costumer atau menu yang akan di pilih, tetapi karena waktu sudah menunjukan batas waktu pemesanan.
Zada adalah tipe wanita yang lemah lembut juga mudah gugup. Karena itu dia selalu berhati hati dengan setiap costumernya. Tetapi apapun yang terjadi dia akan selalu profesional saat bekerja walaupun dia tidak mampu menahan rasa gugupnya itu.
*""fiuuh''
Zada menghela napas dan mengangkat kepalanya dan menatap costumernya. Sebenarnya costumer yang sedang memilih makanan itu adalah salah satu teman dari sang pemilik resto. Makannya zada bersikap tenang dan sabar walau hatinya sedang bimbang. Dia tetap bertahan dengan pekerjaan yang belum lama di kerjakan karena dia belum lama kembali ke kota asalnya.
*""Zada""
Suara yang lembut dan membuat hatinya sedikit berdebar membuatnya tersadar.
*""Iya bapak""
Zada agak membungkukkan badannya karena tampak begitu canggung. Costumer itu pun tertawa melihatnya.
"" Kenapa kamu kok kaku sekali""
"" Hah, benarkah?''
"" Santai saja, jangan terlalu kaku begitu.''
*"" Maaf tidak bisa bapak, karena saya sedang bekerja sekarang''
Zada sengaja memberikan penjelasan kepada costumer dan mengharapkan beliau untuk bersikap sewajarnya saja kepada dia.
*"" Ohh begitu ya, sayang sekali.''
Kalau begitu saya pesan nasi goreng spesial resto ini, dan lemon tea hot Mondo ya.
"" Ohh iya bapak, apa ada lagi yang akan di pesan?''
"" Itu saja dulu, nanti kalau ada yang datang baru tambah pesanan lainnya.
"" Kalau begitu mohon di tunggu pesanannya ya Pak, terimakasih. Zada melangkah pergi ke arah dapur untuk menyerahkan kertas order. Setelah menaruhnya dia menghela napas agak panjang sebelum melangkah ke tempat lain.
*"" Azimi, ada order masuk!""
Kata salah satu koki, Azimi mendekat dan berkata "" Ini sudah jam berapa, kenapa masih ada aja order yang masuk?"" Dia berjalan seraya membawa wajan yang baru di bersihkan nya.
Azimi adalah kepala koki yang bekerja di resto yang sama dengan Zada. Tetapi karena temperamennya yang buruk membuat dia terkenal di resto itu sebagai si tukang marah. Meski begitu kemampuan dalam memasak tidak bisa di ragukan lagi. Karena banyak costumer yang menyukai masakannya.
*"" Prang.. Terdengar suara sesuatu di banting.''
*"" Mati aku""
Zada yang mendengar suara itu tanpa sadar menyuarakan isi hatinya. Lalu dia tersadar dan berjalan menuju arah dapur.
"" Zada kamu yang membuat order ini kan? Teriak salah satu koki di dapur.""
"" Ahh iya saya kak yang membuat order itu.'' Sambil menunjukan wajahnya di dekat dapur, tetapi dia langsung menunduk ketika melihat Azimi.
"" Ya sudah tidak apa apa, Azimi sambil tersenyum berbicara kepada Zada. Lalu dia berjalan untuk membuat pesanan dengan langkah yang canggung. Zada masih sedikit menatapnya karena takut nanti dia akan marah lagi dan membanting sesuatu.
"" Kenapa dia berubah menjadi tersenyum dan berbicara lembut setelah melihat saya. Apa ada sesuatu di wajah, atau mungkin dia melihat saya gugup makannya bersikap seperti itu.
"" Zada pun merasa sedikit lega karena masalah tersebut tidak menjadi berlarut larut dan melihat Azimi yang baik terhadapnya.
"" Zada, pesanan kamu sudah selesai.""
"" Ahh, terimakasih kak""
Wajah Azimi yang terlihat menyeramkan membuat Zada mustahil menebak apakah dia menyimpan kemarahan kepadanya atau tidak. Di tengah suasana yang membinggungkan itu, Zada yang memutuskan mengambil makanan itu dan segera menyerahkannya kepada costumer.
*"" Haiiss""
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untuk Zada, selain karena resto penuh tetapi yang membuat Zada menjadi lelah karena dia berhadapan dengan Azimi. Baru pertama kali dia mendapat tekanan yang sebesar itu, Zada terbiasa di perlakukan dengan baik. Jadi ini pengalaman pertama dan dia berharap dalam hidupnya itu yang terakhir kalinya. Karena tidak mungkin dia bisa terus berdampingan dengan orang seperti itu.
*"" Perjodohan""
"" Jadi kamu mau memilih yang mana sayang?"" Zada masih tertegun atas pertanyaan ayahnya, padahal hari ini dia mengalami hari yang buruk dan di tambah dengan pertanyaan yang tidak masuk akal dari ayahnya. Sungguh sial nasibku, ini pasti gara gara kak Azimi batinnya.
"" Bagaimana?''
"" Ahh, nanti biar saya pikirkan baik baik ya yah""
"" Baiklah, tetapi jangan lama lama karena ayah tidak bisa memberikan alasan bagaimana ayah memilih atau menolak mereka satu per satu.
*"" Selesai sudah""
Bagaimana mungkin masalah datang menerpa bertubi tubi. Zada bertambah kalut pikirannya, dan tiba tiba ponselnya berbunyi. "" Selamat pagi, saya adalah Muzakki, senang berkenalan dengan anda."" Hah, masalah ini terus saja tidak ada habisnya. Berapa banyak lelaki yang akan di perkenalkan? Bukankah cuma memilih satu, tetapi mengapa keluarga memberikan semua informasi pribadiku kepada banyak lelaki.
*"" Apa mungkin ya Allah?""
Zada tersentak dari sholatnya. Niatnya dia ingin berdoa dan meminta petunjuk mengenai siapa lelaki yang harus di pilih nya. Dan ternyata dalam doanya dia melihat sosok yang menyerupai Azimi. Kenapa harus dia? Zada bertanya pasa hatinya. Padahal daripada Azimi yang tidak di kenal nya masih banyak pilihan lainnya. Dan sifat juga kepribadiannya yang menyebalkan itu apa bisa untuk membina rumah tangga. "" Apakah yang Engkau harapkan dengan menghadirkan dia dalam kehidupan saya ya Allah, padahal Engkau tahu lelaki seperti dia adalah lelaki yang paling aku hindari, tetapi mengapa?""
*"" Kenapa mbak?""
Sudah beberapa hari berlalu, ketika Zada sedang menunggu kakaknya menjemputnya dia di kejutkan oleh Azimi. Dan diapun menjawab ""ehh tidak apa apa mas, sini duduk bareng""
"" Sedang nunggu siapa? Kata Azimi seraya duduk di depannya.
"" Dengan gugup Zada menjawab, nunggu kakak saya kak, tetapi katanya masih perlu waktu agak lama.
"" Kalau gitu ayo saya antar pulang kalau kamu tidak keberatan.
"" Hahh, nanti merepotkan kak, kata Zada dengan wajah penuh kebinggungan.
"" Tidak apa apa, soalnya saya juga tidak ada keperluan.
"" Kalau tidak merepotkan terimakasih kak.
*"" Itu siapa sayang?""
Ibu ternyata masih menunggu di luar rumah, dengan gugup Zada menjawab cuma abang gojek kok bu. Di luar dingin ayo masuk rumah. Hah akhirnya terselamatkan, ucap Zada dalam hati. Untung saja ibu tidak bertanya lebih lanjut.
*"" Besok ayo kita makan selesai kamu kerja""
Zada binggung mau menjawab pertanyaan Azimi, dia tadi berniat hanya mengucapkan terimakasih karena sudah mengatarnya pulang. Tetapi sekarang malah di ajak makan malam? Ya Allah tolong sadarkan saya kalau ini hanya mimpi, tadi saja di jalan Zada tidak mampu menyembunyikan kegugupan. Tetapi kalau dia menolak apakah kehidupan di resto akan membahayakannya? Karena Azimi terkenal pemarah dan arogan.
*"" Iya terimakasih kak""
Akhirnya Zada menyetujui ajakan Azimi, dia tidak tahu selama makan malam dia makan lewat mana. Dalam hatinya dia berharap segera berakhir.
Setelah berhari hari sikap Azimi ke Zada menjadi lembut, dia bahkan menawarkan makanan dan membantu pekerjaan Zada. Zada pun sedikit demi sedikit mulai menerima kebaikan Azimi.
*"" Suruh besok pagi dia kerumah''
Malam itu zada pulang di antar Azimi, sebelum itu Azimi membelikannya jajanan kesukaannya. Sampai di rumah ibunya bertanya, hlo sayang ayah mana? Zada tidak tahu bu, hla emang tadi ayah jemput Zada kah? Wah nanti pasti aku bakal di marahi ayah, ucapnya dalam hati. Saat ayahnya pulang dia bertanya, "" ayah tadi jemput Zada? Maaf yah tadi Zada di anter kak Azimi."" Ayah masih diam, lalu ayah menjawab suruh besok pagi dia kerumah ada yang pengen ayah bicarakan.
"" Ayah mau bicara apa sama kak Azimi? Tetapi bukannya menjawab ayah malah langsung masuk ke kamar tidur""
*"" Tenang saja dek, besok saya akan datang''
Dengan gugup Zada masuk kamar dan mengirim pesan kepada Azimi, dan bertanya apakah dia mau datang ke rumah besok pagi. Ternyata Azimi langsung menyanggupi permintaan ayah.
*"" Besok senin saya akan membawa keluarga saya ke sini untuk melamar Pak""
Kak Azimi datang kerumah, Zada yang takut cuma bisa bersembunyi. Ternyata ayah berkata kalau ada banyak lelaki yang ingin menikahi Zada. Tetapi karena ayah tidak tahu lelaki mana yang Zada sukai jadi ayah binggung untuk memilih. Lalu ayah berkata "" kalau kamu tidak berniat untuk menikah dengan putriku, silahkan kamu pergi menjauh karena dia akan menikah dengan salah satu lelaki yang di jodohkan. Kemudian kak Azimi dengan lantang menjawab "" Besok senin saya akan membawa keluarga saya datang ke sini untuk melamar pak""
"" Hahh, mendengar kata itu Zada tersentak dan berharap itu semua hanya mimpi.""
Hari senin pun datang, kak Azimi beserta keluarga datang untuk melamar. Zada masih bersembunyi di kamar, dia enggan untuk keluar. Dia takut untuk menerima lamaran dari Azimi.
Tetapi keluarga Zada telah menerima lamaran nya, Zada pun hanya pasrah. Karena waktu pernikahan mereka sudah di tentukan dan itupun 3 minggu lagi. Malam hari ketika Zada berdoa bayangan Azimi menghampirinya, akhirnya Zada memantapkan diri untuk menerima Azimi.
Sayang sini ayah mau bicara sebentar,
"" apa apa yah? apa ada hal penting''
'' Azimi itu bukan abang gojek kan, melainkan kepala koki di resto tempat kamu kerja?""
"" Ahh, ayah sudah tahu ya. Maafin Zada yah karena belum bilang mengenai identitas Azimi.""
'' Tidak apa apa, karena kalian akan menikah ayah berharap kalian berdua bisa hidup berdampingan dan bahagia''
"" Terimakasih yah, walaupun Zada belum yakin kalau kak Azimi akan jadi suami yang baik tetapi Zada percaya pada Allah dan juga ayah.""
Persiapan pernikahan sudah selesai, besok saya akan menikah dengan Azimi. Walaupun ini berasa seperti mimpi tetapi saya berharap kelak kehidupan ini akan nyaman dan tentram ucap Zada dalam hati.
Akhirnya waktu yang di tunggu tiba, Zada dan Azimi akhirnya menikah.