Liburan tahun baru kali ini bertepatan dengan selesainya ulangan semester satu, dan juga pembagian raport semester satu disekolah anak-anak ku.
Saat melihat undangan dari sekolah sulungku, aku sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja, penyakit tensi ku kambuh dan aku sedang terkapar pada saat itu, sehingga pesimis untuk aku bisa hadir kesekolah anak sulungku. Namun dengan rasa tanggung jawab dan aku tidak ingin mengecewakan anak sulungku aku mengusahakan untuk hadir di hari pembagian raport nya. Karena aku dan sulungku berada dikota yang berbeda dengan seijin Allah, pada saat sehari sebelum hari H aku bisa datang dan menemani sulungku mengambil raportnya.
Awalnya aku tidak berharap apapun tentang nilai yang didapat sulungku, dengan mendapatkan nilai yang baik saja kurasa sudah sesuatu yang baik untuk ku.
Namun dengan tidak sia-sia aku sangat bahagia sekali saat mendengar guru wali kelas membacakan urutan peringkat kelas, namun aku tak berekspektasi banyak karena dari urutan sepuluh hingga lima besar nama anak ku tak disebut oleh guru tersebut.
Qadarallah ketika sang guru menyebutkan "Peringkat ke tiga jatuh pada ..., ada orang tua dari ananda ... " Akupun sontak terkejut dan langsung mengangkat tangan ku, karena sulungku masuk kedalam peringkat 3 besar.
Rasa haru dan bahagia bercampur menjadi satu saat itu, aku tidak menyangka sulungku bisa membuat aku terharu dan bangga padanya.
Tidak sia-sia aku hadir dan menahan rasa sakit dibadan ini, dan guru wali kelasnya pun mengapresiasi bahwa sulungku menonjol di bidang prakarya, dan sulungku adalah anak yang baik dikelasnya.
Sebagai mamahnya aku merasa bangga pada sulungku yang sudah berusaha memberikan sebuah hadiah prestasi belajar disekolahnya dan kabar gembira ini sekaligus menutup cerita diakhir tahun 2022.
Sekian, terimakasih.