"Awww!!" Helen menjerit kaget ketika sekelompok cewek mengepung dirinya dan salah satu dari mereka mendorong tubuhnya ke dinding kelas.
"Hehhh... Beraninya kamu dekatin Dion! Dasar cewek ga tahu diri!" Bentak seorang cewek yang berwajah cantik namun terlihat paling emosi di antara teman-temannya.
Helen kaget sekali mendapat perlakuan begitu. Dia belum mengerti apa maksud sekelompok cewek itu menghardik dirinya dengan kasar.
Dalam hati dia bertanya-tanya siapakah mereka. Terlalu banyak siswa di sekolah ini.
Sebagai murid baru, Helen belum banyak mengenali siswa-siswa di situ. Dia baru tiga bulan sekolah di SMA tersebut. Jadi dia hanya baru mengenal teman-teman sekelasnya saja.
Sedangkan sekelompok cewek ini bukan siswa di kelasnya. Helen betul-betul kebingungan.
Bel masuk berbunyi dan berhasil membuat Helen terlepas dari kepungan sekelompok cewek tersebut.
"Awas ya kalau kamu masih berani mendekati Dion! Kita ga segan-segan buat perhitungan sama kamu!" Ancam cewek cantik itu.
Helen hanya bisa menghela nafasnya setelah kepergian mereka. Dia menyeka keringat di dahinya.
"Apakah cewek-cewek itu punya hubungan khusus dengan Dion?" Helen bertanya dalam hati.
Helen baru saja ditembak oleh Dion, sang ketua OSIS. Dion tidak hanya keren dan pintar, tetapi dia juga sangat berkharisma. Jadi wajar saja bila banyak cewek yang diam-diam menyukainya.
Jujur saja, Dion adalah cinta pertama bagi Helen. Sebelumnya, Helen tidak pernah mau menerima ataupun menjalin hubungan asmara dengan siapapun.
Namun di sekolah barunya ini, karakter Dion yang mempesona mampu menggoyahkan benteng pertahanan hatinya.
"Hemmm... Baru juga jadian berapa hari, udah ada yang ngancam gini..." Batin Helen ketika masuk ke dalam kelas.
Helen merasa kejadian tadi sangat mengganggu dirinya. Dia bahkan tidak bisa berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar hari ini.
"Aku harus bicara sama Dion! Ini ga bisa dibiarkan..." Helen bertekad menemui Dion saat jam pulang nanti.
Cinta pertama yang dirasakan oleh Helen ternyata tidak semanis kisah cinta para siswa SMA pada umumnya.
Ada sedikit penyesalan yang muncul di hati Helen karena menerima ungkapan perasaan dari Dion.
Tetapi cinta memang telah menyapa hatinya yang keras dan sekian lama menolak cinta yang lain.
Helen melirik ke luar kelas. Dion kebetulan lewat di depan kelasnya dan tersenyum tipis ke arah Helen. Dion betul-betul keren!
"Itu dia!" Pekik Helen dalam hati.
***TAMAT***