kala pagi menyibak kabut menepis embun di pucuk daun, menemani burung bernyanyi menjawab seruan sang ayam jago di pekarangan
seorang gadis manis, berambut panjang yg diikat ekor kuda nampak tergesa gesa setengah berlari menuju rumah tetangga...ya dia adalah Mentari Budianti gadis 21 tahun cucu angkat nenek Dijah, gadis yatim piatu yg ditemukan nenek Dijah tergeletak pingsan dijalanan
" mang... mang Burhan....tolong mang...tolong enin mang.." teriaknya di depan rumah pak Burhan tetangga terdekat rumahnya
" ada apa tari, kenapa enin...tenang dulu tenang, pelan pelan ngomong nya" kata pak Burhan yg membukakan pintu ditemani Bu Siti sang istri
" Tadi tadi mo sholat subuh, bangunin enin tapi diam aja, bis sholat dibangunkan lagi tapi g mau bangun mang, enin pingsan" jawab tari dengan suara serak dan terbata bata karena rasa khawatir.
yang menderanya..
" ya Allah wa Dijah...Ayo Bu kita lihat ke sana " ajak pak Burhan pada istrinya, mereka bertiga bergegas menuju ke rumah mentari, dan sebelumnya pak Burhan tak lupa menemui ketua RT supaya kalau ada apa apa lebih mudah mengurusnya
sesampainya di rumah, ke empat orang itu pun masuk ke kamar nenek Dijah, mentari yg masih panik dipeluk Bu Siti untuk menenangkan nya, sedang pa Burhan dan pak RT memeriksa nenek Dijah....keduanya tampak saling memandang dengan raut terkejut juga sedih, perlahan pak Burhan menghela nafas dan menghembuskan ya seraya berucap
" innalilahi wa innailaihi rojiun, nene Dijah sudah meninggal tari"..... kata pak Burhan yg diangguki oleh pak RT
" tidak..tidak...pak RT pasti bohong kan, mang Burhan juga....enin ga papa kan mang" jerit mentari histeris...yaa mentari tak percaya sang nene tiada, karena baru tadi malam enin mengusap2 kepalanya sambil memberikan petuah bijak nya dan menyampaikan harapannya pada tari
" sabar tari, jangan seperti itu, iklas kan kepergian enin nak" Bu Siti memeluk tari dan mengusap-usap punggung gadis manis itu sedang pak Burhan dan pak RT menghubungi tetangga dan aparat setempat ..
kini 7 hari sudah enin tiada, sesuai dengan perjanjiannya dengan anak2 kandung nenek Dijah, mentari harus meninggalkan rumah nenek Dijah...dia yang hanya cucu angkat nenek Dijah tak bisa berbuat apa-apa, selain mengikuti keinginan pak salam anak satu-satunya nenek Dijah itu
dengan berbekal pakaian seadanya, dan sedikit uang yg diberikan Buat Siti, tari melangkah gontai mendekati pusara nenek Dijah
" nin, maaf kan tari ya nin. tari pamit akan pergi dari tempat ini, doakan tari ya nin, agar tari bisa betah dan hidup dengan lebih baik lagi ditempat yang baru nanti", buliran bening menyertai setiap kata yg keluar dari mulut sang gadis manis nan ayu
ya..mentari terpaksa meninggalkan kediaman nenek Dijah untuk menggapai asa dan cita2 nya, walau dia tak tahu harus kemana....
Des 22. by COE'S