[ hai,namaku Kamila ]
[aku slalu mengira pacarku mencintaiku dengan tulus]
*Dirumah makan"
" Nih buat kamu " kata Aldo ( pacarku) sambil memberikan buket bunga kepadaku
" Wahhh makasih sayang " kataku dengan wajah yg sangat gembira
"Kalian udah bersama selama ini ,kok masih seromantis ini sih" kata teman Aldo
"Kenapa? Kagum ya?" Ejek ku
" Kagum-kagum ,sangat menindas aku yg jomblo ini " katanya sambil mangut²
" Ehehee... , Bantu aku pegang ini" kataku lalu menyerahkan buket itu ke Aldo
"Aku pergi ke WC dulu ,kalian ngobrol aja" tambahku
"Oke" jawab Aldo dan vino( temanya)
"Sebuket bunga aja udah seseneng itu" kata vino
" Kamila sangat sederhana" kata Aldo
*Saat marya sedang berjalan menuju WC*
" Eyy aku lupa bawa tisu" kataku
Saat aku kembali untuk mengambil tisu aku tak sengaja mendengarkan pembicaraan mereka lalu aku berhenti untuk mendengarkannya.
"Maria belum tau aja ,sifat asli sekarang Aldo ,waktu itu demi ketemu angel Aldo rela naik taksi berhari-hari"ucap vino
"Ternyata tiket itu....untuk pergi ketemu angel" batinku sambil mengingat dimana Aldo sangat marah saat aku menghilangkannya.
{"Tiket taksi ku mana?" Tanya Aldo kepadaku
"Aku...buang" jailku
"Kamu gila ya! Cari kembali dan kembalikan denganku bersih!" Bentaknya dia menganggap ini salahku ,padahal aku yg hanya ingin mejahilinya.
"Kamu kok semarah ini? Bukanya hanya tiket taksi, kelihatanya penting banget buat kamu?!" Tanyaku agak marah
"Tiketmu kurapikan dalam kotak!" tambahku
"Maaf ,aku yg terlalu emosian" katanya
" Kamu kok slalu naik taksi waktu sekolah? Bahkan slalu ketempat yg sama"
" Eee...aku ada saudara Disana, aku sering pergi amin Disana" bohongnya
"Oh" jawabku singkat}
"Kamu mabuk Minggu lalu ,mungkin karna angel nikahkan?" Tanya vino pada Aldo
"Aku cuma nggak nyangka ,pada akhirnya dia nikah sama teman masa kecilnya" jawabnya
" Ternyata dia mabuk karna itu.. bukan karna aku" Batinku dan mengingat lagi waktu Aldo mabuk
{" Kamu kok minum sampe kayak gini sii"
"Kamu kok nangis?" Tanyaku saat melihat Aldo mengeluarkan sedikit air mata
" Apa kamu suka sama teman masa kecilmu?" Tanya Aldo melas
" Kamu kayak gini karna aku hari ini habis makan sama teman ku? Sampe mabok kayak gini"
"Udah² jangan nangis lagi, teman masa kecilku cewe kok"tambahku }
" Tetap saja aktingmu sangat bagus" ucap vino
"Memperlakukan marya seperti orang yg dia suka" tambahnya
"Bukan pura² juga sih ,tapii..." Ucap Aldo menggantung kalimatnya
"Tapi kamu belum bisa move on sama angel kan" jawab vino
"Jangan pikirkan lagi udah putus " tambahny
"Nggak pikir lagi kok, oh ya aku sama kamila akan segera nikah" ucap Aldo mengalihkan pembicaraan
"Kamu benar² akan menikahinya ,apa Karna angel kamu jadiiii....?" Tanya vino
"Benar , aku juga nggak mau nunggu angel lagi, lagipula Kamila juga nggak akan nikah sama siapapun " jawab Aldo
" Aku memang sangat bodoh Karna mempercayaimu ,aku pikir kamu akan melupakan masa lalumu dan ternyata ini alasanmu ingin menikahku " batinku sambil menangis tanpa suara
" Udah² jangan bahas lagi ,nanti didengar Kamila" ucap Aldo
Aku menghapus air mataku dan menuju ketempat Aldo
"Dengar apaan?" Tanyaku pura² tak mendengar ny
"Ooo,nggak papa aku dan dia lagi mbahas tentang pernikahan kita" jawab nya
"Pernikahan? Kamu mau nikah sama siapa?" Tanyaku menahan tangis
"Tentu aja sama kamu"
"Kan nikah sama siapapun sama ,bukan aku juga bisa iya kan?"
"Kita putus!!! Lain kali ,lupakan dulu masa lalumubaru mulai hubungan baru!" Tambahku penuh amarah lalu pergi meninggalkannya
[ Ternyata rasa suka itu bisa dibuat - buat ,,dibuat dengan sangat nyata! Sampai aku mengira kita bisa menua bersama dan dengan kebahagiaan]
Saat aku keluar dari rumah makan ,disana aku mendapatkan seorang laki² bernama alga berdiri membawa bunga dan berjalan kearah ku,
" Kamila aku nggak akan membiarkan kamu disakiti lagi oleh laki² brengsek itu ,jadi maukah kamu menjadi istriku? Aku akan menjagamu dan menyayangi mu dengan ketulusanku " ucap alga dengan penuh kejujuran
" Emmm,tapi beri waktu aku untuk berusaha mencintaimu" kataku sambil mengusap air mataku
Alga dia adalah teman sekelas ku dulu ,aku tak menyangka dia menyukaiku dari dulu dan saat ini dia melamar ku didepan Aldo.
Aku dan alga saling memeluk ,lalu alga mengusap air mataku dengan lembut.
Sakit hatiku tertutup oleh kebahagiaan yg kuperoleh dari ketulusan cinta alga walupun dia dingin tapi dia sangat tulus kepadaku .
End