*Denting tengah Malam*
aku yang merupakan anak rantauan dengan budjet tipis terpaksa menerima tawaran dari driver ojol tentang keberadaan kosan yang murah meriah tanpa prasangka buruk awalnya.
Menjejakkan kaki di kosan berlantai 2 yang jika dilihat dari luar tertutup warung jajanan ringan, itu tampak lusuh seperti rumah panggung pedesaan padahal letaknya sentral di kota besar.
malam pertama tinggal di kosan, saking lelahnya, aku hanya berpikiran satu hal manakala tengkukku terendus angin.. aku pikir pasti karena jendela yang tak ada penutupnya, maklum kosan ala kadar dengan ukuran hanya 4x4 meter saja.
tapi, tak lama dari itu, ujung kaki seperti ada yang mengusap. Terganggu? tentu saja.
Menoleh dan, sosok yang belum jelas aku lihat rupanya itu melesat keluar kamar, aku yang berpikir ini pencuri segera meraih kunci dan membuka pintu. Tapi, nihil. kemana orang tadi??? apa tetangga sebelah? Tapi, segera sadar.
"Kan aku tadi ngunci pintu? terus...." aku menoleh ke belakang, dan melihat hanya ada celah di antara pintu kamarku yang bisa orang mengintip.
"Gak mungkin kan dia lewat.... oh God!!!????" Aku segera masuk kamar, mengunci cepat dan naik ke atas kasur lipat tipis milik kosan.
Menatap nyalang,, "Tadi itu hantu??" aku bergidik ngeri dan segera memaksa mata agar menutup cepat.
Kerapnya diganggu, tak hanya oleh perempuan, tapi ada sosok lain yaitu ku duga adalah kuntilanak yang selalu menjuntaikan rambutnya tiap kali aku berada di dapur, dari ujung mata aku selalu menangkap juntaian rambutnya dari atas tangga teratas tepat di lorong arah kamar. Selain itu, sosok lain berupa bayang pria tinggi besar juga muncul jika aku pulang malam, kuduk merinding menyapa kala aku melewati depan gudang dekat tangga.
dan juga dari kamar mandi, entah sosok apa itu, tapi ia akan ikut tiap kali aku masuk ke dalam. setan mesum kali. Tapi, aku merasa terintimidasi oleh sosok yang aku rasakan ada di bawah tangga, seperti orang duduk diam.
Seringnya diganggu, membuat sisi takutnya perlahan terkikis, menjadikanku sosok pemberani. bosan dan jengah mungkin, hhihihi.
seperti halnya tiap malam kalau hujan dan mati lampu, sudah bisa dipastikan akan bergema suara tangisan di luar jendela kamar. Dulu awal-awal aku pasi mengambil hedset dan tidur sambil bibir komat-kamit berdoa, tapi tidak setelah terbiasa. Aku akan mengambil teko berisi air dan menyiram keras keluar jendela hingga tangis itu hilang, tapi jangan kira selesai ya, karena setelah tangis hilang akan berganti dengan tawa kikik menyeramkan. Dan aku tinggal membuang sisa air dalam panci yang aku beri doa, lalu diam lah mereka. hehehhe, memangnya aku takut sama kalian? gak lagi ya...
Hingga....
Kosan yang hampir setiap pukul 00.30 wib selalu muncul sosok perempuan yang masuk hanya ke dalam kamar kosanku, rupanya menjadi tanda tanya besar bagiku yang penasaran akan sosok itu.
Dari info teman kamar sebelah, Yosi "Dulu pemilik rumah ini katanya ditemukan meninggal dunia, tepat di bawah tangga itu." Tunjuknya pada sisi Bawah tangga tepat di sisi kanan anak tangga tempatku duduk.
"Sakit?" Tanyaku.
"Gak tau mbak, kata anak-anaknya diguna-guna orang."
"Terus anaknya pada kemana?"
"Mereka dah jadi sukses dan ninggalin bapaknya sendirian di sini."
Aku cuma ber'o' aja nanggapin kisah tragis itu.
Tapi, tak mengurungkan niat aku untuk tahu, karena sepanjang kos, banyak yang dirasuki di sini, tentunya oleh perempuan itu.
Hingga aku menantang sosok hantu itu agar datang dalam mimpi..
"DATANG KE MIMPI AKU. HAYOOK ATUH KITA NGOBROL." Ucapku sebelum tidur.
Begitu terlelap, benar. Saja, datang 2 sosok yang aku duga adalah perempuan itu dan pria satu lagi, apa itu si pemilik rumah ini?
"Tolong" rintih mereka berdua
"Apa yang bisa aku bantu?"
"Bebaskan kami dari pesugihan ini" ratap mereka berdua dengan tangan terpasung.
"Pesugihan. Siapa yang melakukan?"
"Saudara tiriku" jawab perempuan itu.
"Mereka anak dari isteri keduaku, kami ditumbalkan mereka hingga tersiksa seperti ini." Ujar si bapak.
Ok jadi ini faktanya. Jadi aku meminta bantuan ustad agar mendoakan mereka. Dan setelah itu, hilang sosok perempuan itu dari kebiasaan tengah malam yang datang mengunjungi kamarku.
Besok niat pindah terlontar, "Aku bakalan pindah. Jadi kalian tak bisa ganggu lagim" ucapku lalu berdiri dari anak tangga tempatku duduk, namun naas, aku tersungkur hingga dagu berdarah. Dan mengejutkan, dari depan, sosok rambut panjang yang kerap muncul dari atas tangga menyeringai "kau tidak akan ke mana-mana" deliknya tajam, pun aku merasa ada sosok tinggi besar ikut membayangiku dari belakang.
Kosan penuh misteri ini, berisi banyak makhluk astral seperti kuntilanak di atas tangga, genderuwo di bawah tangga, dan di dalam kamar mandi, tapi hanya bagi mereka yang bisa merasakan saja. Seperti layaknya aku.