ayah : "persiapan nikah itu banyak, kamu yakin bisa sendiri...?"
ryan : "aduh pah, aku bukan anak kecil lagi, aku bisa mengatasinya.."
ayah : "kamu bisa atasi..? bagaimana dengan itu..?
ryan : " itu apa..?
ayah : "lamaran pernikahan.."
ryan : "hahahaha.."
ayah : "gelang ini pemberian nenekmu, ambilah"
ryan : "hehe, nenek memang sayang padaku"
ayah : "bagaimana dengan saya"
ryan : "hei ayah, kamu juga sangat baik kepadaku..
ayah :"pergi pergi..."
ryan : "oh baik"
ayah : "ikuti tuan muda" *bicara ditelpon
~~~~~~
ryan : "zoya" *memanggil zoya
ziya : "kenapa kamu kesini...?"
ryan : "hari ini 2 tahun hari jadi kita, hadiah untukmu" *memberikan kotak & bunga
zoya : "apa ini" *memegang kotak tersebut
ryan : "itu gelang warisan dari nenekku" *menunjuk kotak tersebut
zoya : "terima kasih, aku pergi dulu, aku ada janji bertemu klien"
ryan : "aku sudah pesan meja di restoran, bagaimana kalo..." *terpotong
zoya : "lain waktu saja, hari ini ada klien penting, aku janji lain waktu bisa..."
ryan : "bunga ini.." *mengasihkan bunga ke zoya
zoya : *menolak bunga itu. "kamu bawa saja, bye-bye" *mendorong pundak ryan untuk segera pergi
ryan : *pergi*
zoya : "seno, kamu sudah datang"
ryan : *berhenti karena mendengar suara zoya dan berbalik*
seno : "ayo pergi" *berjalan*
zoya : *2in
ryan : *melihat dan langsung membuang bunga yang ditangannya begitu saja. *pergi*
~~~~~
ryan : *masuk ke dalam hotel
menejer hotel : "eh tuan chal, hari ini.." *terpotong
ryan : *berjalan begitu saja melewati menejer hotel*
disisi lain....
ibu zoya : "seno, kau sangat lucu. bisnis kita dimasa depan"
seno : "tante jangan khawatir, yang penting serahkan zoya padaku"
ibu zoya : "kalo begitu, kita tetapkan tanggal pernikahan..."
ceklek.... *suara pintu dibuka
ibu zoya, zoya & seno : *melihat siapa yang membuka pintu ruangan itu*
ibu zoya : "kenapa kau kesini..?"
ryan : "zoya, kamu..." *melihat seruangan itu
seno : "kamu siapa?" *bertanya ke ryan
ryan : "aku pacar zoya" *menunjuk dirinya
zoya : "ryan maafkan aku"
ryan : "apa maksudmu..?" *bertanya ke zoya*
zoya : "ryan, kita tidak mungkin bersama, lebih baik lupakan aku.."
ryan : "kamu jangan takut, aku akan membawa kamu.." *berjalan ke arah zoya
seno : *berdiri* "eh, kamu ini, kamu pikir pantas untuknya..?" *menghalangi ryan yang mendekati zoya*
zoya : "aku tidak mau pergi" *menolak ajakan ryan yang ingin membawanya pergi*
ibu zoya : "kamu jangan rusak acara kami, keluar kamu sekarang" *menunjuk pintu agar ryan keluar
ryan : *tidak memperdulikan ibu zoya* " zoya katakan, apa mereka memaksa mu..?
zoya : *berdiri dari duduknya* "ryan, apa kamu tidak mengerti, tidak ada yang memaksaku *bicara dengan nada tinggi dan memegang lengan seno* "seno duduklah, jangan perdulikan dia" dengan nada sangat lembut
seno : *duduk* "zoya, gadis cantik sepertimu pasti ada banyak lalat ya, aku sudah mengerti" *menggenggam tangan zoya dan menciumnya*
ryan : *mengepalkan tangannya* "zoya, bagaimana denganku.. *bertanya ke zoya
seno : "aku lebih kaya darimu" *dengan nada mengejek
ryan : "sekarang sudah jelas, kalo begitu kembalikan gelang yang kuberikan.. *mengukurkan tangan meminta gelang warisannya dikembalikan
zoya : *menyembunyikan tangannya* "gelang apa..?"
ryan : "yang kuberikan hari ini, kembalikan padaku..
zoya : "kamu sudah berikan padaku, kenapa kamu meminta lagi.."
ryan : "gelang itu warisan keluarga ku, kembalikan kepadaku kau tidak pantas memakainya..
ziya : "kamu..!!
seno : *megang gelas dan memutar²nya* "zoya, kembalikan kepadanya..
ibu zoya : "benar, kembalikan saja, bersama seno
zoya : *menaruh gelang dimeja dan memutar mejanya*
seno : *mengambil gelang itu dan membalik² galang itu* "huh, hanya gelang murahan, kamu minta zoya kembalikan"
ryan : "berikan padaku" *mengukurkan tanganya*
seno : "kamu mau ini, ambilah *menjulurkan tangannya, sebelum diambil ryan seno menggugurkan gelang itu dan hancur deh*
ryan : "kamu..!!
seno : "maafkan aku, terlepas. bilang saja, aku bayan dua kali lilat
ryan : "30 juta
ibu zoya, zoya & seno : *saling melirik karena kaget dan tertawa deh* "hahahahaha"
seno : "30 juta...? gelang jelek begitu, apa kamu tidak bisa lihat.."
ibu zoya : "kamu sudah gila Uang" *meremehkan
ryan : "30 juta, tidak kurang satu sen pun"
semo: "huh" *mengeluarkan uang dari saku jas nya* "30 juta kan" *menghitung uang dan menaruh uangnya* "aku beri kamu 300, jangan meminta lagi.."
ryan : "kamu..!! *menahan amarah
seno : "masih kurang..? aku lihat gelang itu harganya tidak sampai 300 yuan.."
ryan : "kamu jangan keterlaluan"
zoya : "sudahlah ryan, karena kita perna bersama, aku tambahi uangnya, ambilah dan pergi sekarang" *ngegas
seno : *melihat zoya dengan ekspresi tidak suka sambil memegang gelas dan memimunnya*
ibu zoya :zoya, untuk apa kamu memberinya uang.."
zoya : *berbicara ke seno sambil memegang tangan kanan seno* "sayang, bukankah hari ini kita tunangan..? aku tidak ingin diganggu orang lain. cepat pergi kamu" *membentak ryan
ryan : "oke, aku ambil pecahan gelangku, aku pergi"
ibu zoya : "aku pikir, kamu tidak mau gelang itu, kamu hanya ingin mendekati zoya.., ini cara licik mu untuk mendapatkan uang..
ryan : *menunjuk ibu zoya* "kamu selalu saja bilang aku ini miskin, apa kamu tau kondisi rumahku..?
ibu zoya : "keluarga dengan satu orang tua, seberapa baik kondisi itu..? apa kamu tidak pernah berpikir, apa kamu pantas dengan putriku, rumah besar, pakaian mahal, makan enak setiap hari.. bagaimana dengammu..? butuh 20 tahun kamu baru bisa punya rumah.. kalian berdua, tidak berada di level yang sama, apa kamu mengerti..?"
ryan : aku berharap, kamu
ingat apa yang kamu katakan, kamu jangan menyesal.." *berlutut ingin mengambil pecahan gelang itu tapi... *
seno : *menginjak tangan ryan*
ryan : *menatap tajam seno*
seno : "kamu berani merebut wanitaku. pantasnya
kamu mendapatkan injakan kakiku..
ryan & seno : *saling menatap.
lewatlah menejer hotel...
menejer hotel : "tuan chal *berlari masuk ke dalam ruangan, membantu ryan berdiri* "apa kamu tahu siapa dia..? tuan chal, apa kamu baik baik saja..?" *membersihkan baju ryan
seno : "tuan chal, siapa tuan chal..? "
"ibu zoya & zoya saling pandang seperti memberi kode siapa tuan chal?"
menejer hotel : "tuan chal juga tamu hotel kami.."
seno : "heh *meremehkan ryan* "dia tamu"
ibu zoya : "bocah miskin itu, mana mungkin jadi tamu hotel kelas atas seperti ini. aku pikir, kamu sudah salah orang" *bicara kepada menejer hotel dengan nada remeh
menejer hotel : "tuan chal, punya kartu VIP hotel kami jadi dia juga tamu disini.. *jawab sang menejer hotel kepada ibu zoya*
"lagi-lagi zoya dan ibunya saling mengkode 'kartu VIP hotel' "
seno : "huh. cuma kartu VIP rusak *membenarkan jasnya* "kamu bilang dia punya kartu, sama saja kau menyinggung keluarga besar blutoren ku.."
menejer hotel : "keluarga blutoren..? apa kau keluarga blutoren..?" *bertanya ke seno
seno : "aku anak tunggal keluarga blutoren.. *jawab seno sombong sambil meminum minumannya*
menejer hotel : "haa.. *kaget
seno : "kamu pikir sendiri resikonya, kalo berani menyinggung keluargaku.."
menejer hotel : "astaga, saya baru ingat tuan blutoren..hahaha, keluarga blutoren makan disini sebuah kehormatan bagi kami.. saya akan singkirkan orang lain, bagaimana menurut anda..?"
seno : *mengangguk
menejer hotel : *membenarkan jasnya dan berbalik* "tuan chal, tolong kamu pergi.. *berbicara dengan nada jutek dan mata melotot*
seno : "satu detik yang lalu, kamu anggap dia tamu, satu detik kemudian kamu mengusirnya... *sombong
menejer hotel : "tuan chal memang mempunyai kartu VIP hotel kami. tapi kartu yang dia bawa, bukan atas namanya sendiri..hahaha"
seno : "oh. ternyata pakai kartu punya orang lain, pura-pura jadi orang kaya.. aku katakan padamu, kalo kamu orang kaya, kenapa aku tidak mengenal mu.."
ibu zoya : "benar, kartu VIP itu, pasti dia mencurinya.. kamu harus lebih teliti siapa saja tamu hotel, jangan sampai si miskin itu merusuh..
seno : "oke, karena kartu VIP bukan namanya, kamu tahan kartu yang di bawa dia.. jangan sampai reputasi baik hotel mu hancur karenanya.." *bicara sombong
menejer hotel : "hehehe, baik baik baik.. *berbalik menghadap ryan* "tuan chal, berikan kartunya.. *mengulurkan tangan* "kalo tidak berikan, keluar dari sini.." *mengkunci pergerakan ryan
ryan : *berontak* "lepaskan aku"
seno : *berdiri*
ryan : *menatap tajam seno*
seno : *mendekat ke ryan*
ryan : *membenturkan kepalanya ke hidung seno*
seno : * terjatuh, memegang hidungnya
"ibu zoya & zoya pun langsung berdiri dan menghampiri seno yang teduduk dilantai"
zoya : "oh sayangku, apa kamu baik-baik saja..?" *khawatir
ibi zoya : "dasar baji**an kecil, kemu berani melukai calon mantuku.." *marah, berjalan ke arah ryan & ingin menampar tapi...
someone : "berhenti kamu..!!, lepaskan dia" *bicara ke menejer hotel
bodyguart : "lepaskan dia" *menunjuk menejer hotel
menejer hotel : *melepaskan ryan
seno : *melihat someone, langsung berdiri dan menghampiri someone* "hehe, ketua grub Chalvesen angin apa yang membawamu kesini..?
someone : "kamu siapa..?" *datar
seno : *jleb* "sa_saya, anak dari keluarga blutoren, saat kerja sama minggu lalu saya juga ikut hadir.. saya duduk dibelakang, anda tanda tangan kontrak.." *dengan badan yang sedikit menunduk
someone : "oh, aku baru ingat. baiklah, apa kamu juga sama..?" *menunjuk ke ibu zoya
ibu zoya : "aduh, anda juga mengingat saya, kita juga kerja sama kami supplier grub chalvesen" *menunjuk dirinya
someone : "seingatku, aku tidak mengirim undangan padamu bagaimana kamu bisa masuk..?" *datar
ibu zoya : *gugup
someone : "oh, jadi apa yang kalian berdua lakukan di tempat ini..? *menunjuk ibu zoya dan seno
ibu zoya : "aduh, ketua grub chalvesen, kami disini bahas soal pernikahan.."
someone : "benarkah..?" *bicara ke ryan
ryan : "sudahlah ayah, jangan ganggu aku.." *kesal
ibu zoya, zoya & seno : "apa... ayah..!!" *terkejut
ryan : "aku bisa selesaikan sendiri, kenapa kamu kesini.." *dengan nada malas
someone ~ ayah ryan : "kenapa aku kesini..? meskipun aku tidak kesini, tapi aku tau ada orang luar yang sudah berani gertak anaku.. *menunjuk ibu zoya, zoya & seno*
ibu zoya, zoya & seno : *menunduk & takut
ayah ryan : aku pikir, kalian juga dari keluarga berada ternyata, keluarga bawahan mengaku supplier grub chalvesen tapi, tidak bisa sebut namanya.. lihat diri kalian, seperti tikus kecil yang hanya mencari keuntungan saja.. *menunjuk mereka bertiga* "bawa sepatu anaku saja kalian tidak pantas..mulai hari ini, nama perusahaan mu aku coret dari grub chalvesen.." *memperhatika ruangan
ibu zoya : *terkejut, badannya langsung mundur dan melemah*
zoya : "eh maa.." *menahan badan ibu
ayah ryan : "aku ingat, 90% pemegang saham hotel ini adalah grub chalvesen " *melihat sekeliling & berbicara ke menejer hotel
menejer hotel : "be_benar" *gugup
ayah ryan : "mulai besok, hotel ini, sudah tidak ada lagi.. *sambil menunjuk menejer hotel
menejer hotel : *terkejut & langsung tersandar di dinding ruangan
ayah ryan : "anakku, ayo pergi.. *pergi
seno : "kejar dia" *bicara ke zoya
zoya : *menghampiri ryan* "ryan, kamu masih mencintaiku kan..? aku tidak tau kalo kamu tuan muda grub chalvesen maafkan aku kali ini, bisa kan..? *memelas
ryan : *berbalik menghadap zoya* "tidak bisa, karena, levelku tinggi.. tidak pantas, dengan level rendahmu.." *tersenyum tipis
END...
minggu, 20 November 2022
15.15