Mashita Permata adalah seorang gadis yang kuat dan cerdas , dia didiagnosa dokter menderita spektrum autisme .
Mashita sewaktu kecil tidak secepat anak lain pada umumnya untuk dapat berbicara dia selalu sibuk dengan dunianya sendiri, kedua orang tuanya merasa cemas karena saat itu umur Mashita sudah 4 tahun tapi dia belum juga bisa berbicara ,Mashita dibawa oleh kedua orang tuanya ke psikiater untuk terapi bicara,namun tak juga membutuhkan hasil.
Hingga suatu ketika Mashita tanpa sadar mengeluarkan suara pada saat melihat tangan ayahnya terluka karena jatuh dari motor.
Secara spontan dia mengeluarkan suara dan mengobati luka di kaki ayahnya serta menjelaskan seperti layaknya seorang dokter kepada pasien
Kedua orangtuanya terkejut dan terharu dengan Mashita, ternyata dia adalah seorang anak genius. Mashita memang selalu sibuk dengan dunianya sendiri namun dia ternyata memiliki keunikan yang tak dimiliki anak lainnya ,dia sangat teliti dan senang membaca buku ilmu kedokteran padahal saat itu dia masih berumur 4 tahun.
Dia bersekolah sama dengan anak anak lainnya namun di sekolah itu tak mudah bagi Mashita beradaptasi dengan temannya.
17 tahun kemudian...
saat ini Mashita sudah berumur 21 tahun dan sudah menamatkan profesi dokternya ,dia meraih pradiket cumlaude dengan IPK tertinggi, Mashita ditawarkan bekerja di salah satu rumah sakit ternama , selama ini tak ada orang yang dapat mengerti dengan Mashita selain orang tuanya namun suatu ketika Mashita bertemu dengan dokter Bayu , yang sangat mengerti akan Mashita dan selalu menemaninya, karena dia melihat Mashita seorang gadis yang polos dan lugu .
" Assalamualaikum, perkenalkan nama saya Bayu , kamu dokter baru disini". Bayu menjabat tangannya
" Wa'alaikumussalam, A aku Mash Ita".jawabannya terbata dan selalu menunduk tidak menatap wajah Bayu.
Banyak orang yang meragukan Mashita apakah dia dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan baik, Silvia Carina orang yang iri kepada Mashita karena walaupun Mashita autisme namun dia bisa menamatkan pendidikan lebih dulu darinya .
Silvi menyukai dokter Bayu dan selalu berusaha mendekatinya , Namun Dokter Bayu selalu lebih memilih menemani Mashita daripada menerima ajakan dari Silvia .
" Mashita , kita makan bakso bareng yuk". Bayu menemui Mashita.
" Terimakasih dok , saya bawa bekal ". Mashita selalu membawa bekal acar kesukaannya.
"Hmm , kalau gitu aku nggak jadi ke warung bakso deh , makan disini aja". Bayu duduk di sebelah Mashita .
" Silahkan duduk dok". Mashita membersihkan kursi itu ,karena Mashita merupakan anak yang sangat teliti dan semuanya harus berurutan.
"Kamu suka kucing y ". tanya Bayu karena melihat seluruh barang yang dipakai Mashita memiliki gambar kucing .
" Iya , aku sangat menyukai semua jenis kucing, karena kucing dapat menghilangkan sedikit stress , dokter juga menyukai kucing"?. Tanya Mashita dengan polosnya.
" Aku juga menyukai kucing ,dekat sini ada cafe kita bisa main sama kucing kucingnya banyak ". Bayu mengajak Mashita.
" Dokter, aku senang banget , terimakasih ya telah mengajakku ke cafe ini". ucap Mashita dengan senyum lebar.
Dokter Bayu berusaha untuk selalu di dekat Mashita untuk menjaganya,karena Bayu ditipkan amanat oleh ayah Mashita untuk menjaganya karena ayah Mashita ingin ada sosok laki laki yang mampu melindungi Mashita saat dirinya tidak ada nanti , dia adalah Bayu Prasetyo anak dari teman Ayah Mashita yang sudah dijodohkan dengannya sejak kecil.
" Mashita mau makan ice cream nggak"? tanya dokter Bayu.
Mashita menangis histeris karena mengingat bahwa ibunya meninggal karena hendak membelikannya ice cream saat berusia 8 tahun .
" Mashita, kamu kenapa , kalau nggak mau makan ice cream juga gapapa.
" Ibu , ibu ". Mashita selalu memanggil nama ibunya.
Sesampainya di rumah Bayu bertanya kepada ayah Mashita mengapa dia bisa se histeris itu mendengar kata ice cream.
" Bayu, maaf ya kamu jadi repot karena Mashita, sewaktu usianya 8 tahun ibunya meninggal karena hendak membelikan ice cream untuknya, sejak saat itu Mashita sangat takut mendengar kata ice cream dia selalu teringat kejadian itu ". Ayah Mashita menjelaskan semuanya.
"jadi itu yang membuat Mashita sehisteris itu".
Tanpa disadari Mashita juga menyukai Bayu,dia tak dapat mengontrol jantungnya berdegup kencang didekat Bayu .
" Dokter Bayu, bisa bergeser 1 meter jauh dariku". Mashita selalu memegang jantungnya.
" Ada apa Shita"?.tanya Bayu
, jantungku berdegup kencang saat kau di dekatku ,jadi tolong jauh dariku dulu". ujar Mashita yang membuat Bayu tertawa kecil.
" Itu berarti kamu menyukai saya , kamu jatuh cinta ya sama saya". Bayu menatap mata Mashita.
Mashita menutup matanya dengan kedua tangan.
sudah 3 tahun lamanya mereka dekat , namun hati Mashita sangat hancur ketika mendengar kabar bahwa dokter Bayu akan menikah dengan Silvia , ternyata selama ini Bayu hanya kasihan terhadap Mashita bukan karena cinta terhadapnya.
"Aku memang hanya seorang gadis yang di diagnosa spektrum autisme, memiliki emosi yang labil dan tak bisa dikontrol, tapi aku juga ingin dicintai oleh seseorang dengan tulus , aku berpikir dokter Bayu sangat baik dan orang yang dapat mengerti ku setelah ayah ". Mashita menangis histeris di kamarnya.
" Ayah mengerti bagaimana perasaanmu sekarang, Ayah minta maaf karena telah menjodohkan kamu dengan Bayu yang tidak menyukaimu". Dia memeluk anaknya dengan erat .
2 tahun berlalu Mashita melanjutkan kariernya dan memutuskan untuk pindah ke salah satu rumah sakit ternama di luar negeri. Mashita tak lagi menjadi gadis yang polos dan lugu dia rutin melakukan terapi untuk mengontrol emosinya dan sudah bisa berkomunikasi dengan lancar.
Mashita selalu yakin dia akan dipertemukan dengan seorang yang benar benar mencintai dan menyayangi dirinya dengan tulus tanpa memandang kekurangan di dirinya .
berkat doa dan keyakinannya akhirnya Mashita dipertemukan dengan Fathur seorang pemilik rumah sakit ternama di luar negeri yang tak lain adalah temannya saat kuliah dulu , sejak dulu Fathur sudah menyukai Mashita namun tak berani mengungkapkannya , dan akhirnya tibalah waktunya dia memberanikan diri untuk meminta izin kepada Ayahnya untuk menikah dengan Mashita dan menjaganya.
Ternyata seseorang yang kita pikir itu jodoh kita belum tentu berjodoh dengan kita , karena Allah akan mendatangkan jodoh kita diwaktu yang tepat dengan seseorang yang mau menerima apa adanya kekurangan kita .
TAMAT
Bantu like , comment and vote,
tulis di kolom komentar 😁👇