anjani oktaviani..
anjani gadis cantik,Bermata biru laut, rambut panjang bergelombang. dengan poni menyamping dan lesung pipi di kedua sudut bibir nyaembah kecantikan nya..
anjani lahir dari keluarga sederhana dari sepasang suami istri bernama roni dan ayu..
anjani sering menjadi juara satu di kelas, dan sering menang dalam berbagai macam perlumbaan..
suatu hari anjani dan keluarga harus pindah ke tempat lain karena ayah nya di pindah kerjakan di kota itu. kota Dumai..
dengan berat anjani pun ikut bersama. keluarga nya pindah di sana.. otomatis ia akan berpisah ari sahabat-sahabat nya, rumah nya dan sekolahan nya..
hari itu terjadi,..
pagi itu anjani pergi dengan mengunakan mobil..
mobil berjalan meninggalkan kota pekan baru menuju kota Dumai..
berat sungguh hati ini tapi ia tidak bisa menolak untuk ikut..
perjalanan menuju kota suka memakan waktu sekitar 6 jam. itu pun kalau kita mampir sebentar untuk makan dan lain nya..dengam perjalannya yang memakan waktu ini anjani merasa letih dan memilih beristirahat di saja..
anjani tidur dengan pulas..
sanking pulang nya ia tertidur tak terasa akhirnya mereka sampai di kota Dumai. di sebuah komplek perumahan di kota dumai..
anjani di bangun kn oleh ibu nya ayu.
ibu: " sayang" panggil nya lembut sambil sedikit menggoyangkan tubuh anjani.
anjani sedikit membuka mata nya, sesekali menggosok mata nya sebelum akhirnya bangun..
ibu mengajak anjani turun dari mobil..
setelah turun kami langsung masuk ke dalam rumah yang ayah kontrak untuk kami tinggalli..
rumah nya sedikit besar dari rumah kami dulu..
rumah sekarang mempunyai 2 buah kamar, dan setiap kamar mempunyai kamar mandi nya sendiri..
aku memilih kamar di depan,.
setelah memilih kamar, kami segera melanjutkan untuk membereskan rumah
ketika kami sedang beberes, Tiba-tiba datang lah lelaki seumuran dengan ayah.
: " assalamualaikum "
ayah: " Walaikum salam"
: " apakah kalian kalian pemilik kontrakan yang baru? "
ayah: " iya Pak, saya kepala keluarga nya"
: " maaf saya mengganggu sebentar, saya ketua RT di sini, ingin mengambil data kalian sebagai warga pendatang"
ayah:" oh, iya Pak. sebentar"
ayah langsung berbicara kepada bapak RT itu, bertanya serta meminta beberapa lembar fotokopi kartu keluarga dan KTP. serta tak lupa mengenal kan anjani dan ibu nya kepada Pak RT..
setelah beberapa waktu akhirnya pun perbincangan ayah dan Pak RT selesai.
Pak RT pulang dan ayah segera melanjutkan perkerjaan nya membantu kami membersihkan kan rumah..
..
beberapa hari berlalu..
anjani hanya duduk di dalam rumah, mengurung diri. tidak n tau harus kemana dan dengan siapa..
sedangkan ayah dan Ibu sudah mengenal beberapa warna di sana..
ketika kamu sedang makan malam di meja makan, terdengar suara ketukan pintu dari arah luar. ayah meminta anjani untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang..
anjani pun pergi dengan malas nya menuju pintu dan membuka kan pintu nya.
ketika pintu di buka, terihat tiga pemuda sedang berdiri di sana sambil membelakangi nya..
anjani lalu bertanya dengan dua pemuda itu..
anjani: " siapa ya? " tanya nya lembut
mendengar suara lembut dari seorang gadis dua pemuda itu langsung memutar kan tubuh nya menghadap anjani yang telah berdiri di depan pintu
rumah yang baru terbuka itu.
kedua pemuda terlihat tercengang mendapati seorang gadis cantik sedang berdiri di depan nya
" cantik nya"
" ada bidadari turun ke bumi ternyata"
batin mereka berkata
anjani: " cari siapa ya? "anjani lalu bertanya lagi
pemuda pertama: " oh Hai, kenalkan nama ku rafi, nama kamu siapa? "sambil menyodorkan tangan nya itu ingin bersalaman dengan anjani.
tapi anjani tidak mau, dan diam saja..
melihat anjani tidak mau mengulurkan tanganya untuk berjabat tangan pemuda yang bernama rafi ini kembali menarik tangan nya dan bertanya:" maaf ya mengganggu, ini teman saya namanya furqon dan yang ini aditia " menunjuk kepada kedua tan nya.
anjani:" nggak nanya"
Rafi:" maaf kalau gitu,em apa benar ini rumah Pak roni? "
anjani: " ya kenapa? "
belum sempat menjawab, tiba-tiba ayah memanggil dari dalam rumah.
ayah: " siapa sayang? "
anjani: " nggak tau yah"
tak lama setelah anjani menjawab, ayah tiba-tiba datang dan berdiri di belakang.
ayah: " oh,"
ayah yang tiba-tiba berdiri di belakang dan meminta kedua pemuda ini masuk membuat anjani kaget.
anjani: " ayah, kaget tau "
ayah: " maaf sayang, yuk nak masuk"
rafi: " nggak usah om, di sini aja"
ayah: " ayo lah masuk sebentar, nggak enak ngobrol nya di luar"
rafi: " baik om"
ayah: " anjani sayang, tolong ambil minum untuk mereka ya"
furqon: " ternyata nama nya anjani fi"
Rafi: "usss,diam"
Rafi:"ngak usah om, kita cuma sebenta.nggak usah repot-repotr"
ayah: " em, kenapa emang mya dengan anjani? "binggung
Rafi: " oh nggak ada apa-apa om"
ayah:"kenapa? "menatap furqon
furqon: " hmm nggak ada om, kita tadi ngajak kenalan tapi dia nya nggak mau"
ayah: " loh, kok anjani gitu sih, kenapa? "menatap Anjani
anjani" ngak ada yah"
ayah: " ayo, kenalan. itu nanya sifat sombong.. sombong itu nggak baik loh sayang"
anjani: " iy ayah, maaf"
ayah: " ayo salaman"
.
dengan malas anjani lalu mengulurkan tangan nya dan lalu di sambut oleh furqo dan Rafi..
pemuda yang bernama aditia itu hanya tersenyum melihat kedua sahabat nya berebutan untuk bisa berkenalan dengan anjani..
ayah: " kamu anak Pak RT kan? " menatap aditia
Aditya: " iya om"
ayah: " ada apa kalian datang ke sini? "
Aditya: " gini om, besok senin kan ada acara nikah"
ayah: " pernikahan siapa? "
Aditya: " di rumah pak samsul rumah nya di depan musolah cuma sekitar 6 rumah dari sini lah om"
ayah: " ohh iya iya, ada semalam om dapat undangan nya"
Aditya: " iya yang itu om, kemarin kebetulan saya yang antar undangan nya ke sini, saya antar sama tante"
ayah: " iya, om tau,. terus kenapa?? "
Aditya: " malam ini rencananya pak samsul mau membentuk panitia untuk acara besok "
ayah: " terus terus"
rafi: " kita di suruh ke rumah ini om"
ayah: " sama siapa? "
furqon: " sama pak RT "
ayah: " terus terus... "
Aditya: " kami di su.. "
perkataan nya terputus oleh ibu ayu yang datang dari arah dapur bersama anjani dengan nampan di tangan mereka. mereka mbawa minuman dan snack ringan
ibu ayu: " sudah yang, jangan terus menerus. gimana mau selsai bicaranya kalau ayah memotong omongan nya terus "
ayah: " eh iya ya, maaf ya anak- anak hehe"semua ketawa
ibu: " di minum anak-anak "sambil menyodorkan cangkir teh
ayah: " oya iya ayo minum"
Aditya: " maaf ya tante, kami merepotkan"
ibu ayu: " nggak apa- "
ketiga pemuda meminum air teh yang telah di sediakan oleh ibu ayu.
anjani: " anjani kedalam ya yah"
ayah: " tunggu sebentar, nggak sopan namanya sayang jika ada tamu yang datang kita di dalam kamar"
ibu: " maaf anjani ya, dia anak nya emang gini"
Aditya: " nggak apa tante, em langsung aja ya tante "
Aditya: "maksud kami ke sini untuk menyampaikan surat undangan panitia di rumah pak samsul jam 7 nanti"
ayah: " ohh, untuk siapa, untuk om? "
Aditya: " untuk anjani om"
ayah: " Ohh gitu ya, bagus, anjani kamu siap-siap ya sekarang. pergi bareng mereka aja, kamu kan nggak tau rumah nya di mana "
anjani: " nggak ah yah, anjani nggak mau keluar"
ayah: " anjani sayang, ayo siap-siap, dan pergi sekarang"
anjani: " iya, anjani pergi"
anjani pun pergi masuk ke dalam kamar u tuk bersiap--siap. semetara anjani bersiap-siap ayah dan semua nya sedang mengobrol dengan asik nya.
tak lama setelah itu anjani pun keluar dari kamar nya..
anjani terlihat cantik sekali malam itu.
anjani mengikuti ketiga lelaki itu, Rafi, furqon dan Aditya.