Saat itu aku berada di kelas 3 SMA, setiap hari kujalani bersama dengan ketiga sahabatku yaitu Maya, Baga, dan Aisyah. Kita berempat sudah bersahabat sejak kecil.
Suatu saat kami membuat perjanjian persahabatan, yang mana janji itu berkaitan dengan saat dimana kami sebentar lagi akan menerima hasil ujian.
Hari yang kami berempat tunggu akhirnya tiba, kami pun menerima hasil ujian dan hasilnya kita semua berhasil lulus.
Kami serentak langsung pergi berlari dan saling memberi selamat atas kelulusan kita semua.
Kemudian, kami berempat berbincang bahwa pernah berjanji waktu itu. yang mana saat itu di sepakati bahwa “Kita berjanji akan selalu bersama untuk selamanya.”
Keesokan hari, aku berencana untuk merayakan kelulusan kami berempat. Malamnya kami berempat pergi bersama ke suatu tempat dan di situlah saat-saat yang tidak bisa aku lupakan karena aku berencana untuk menyatakan perasaanku kepada maya, akhirnya aku dan maya berpacaran.
Begitu juga dengan Baga, dia pun berpacaran dengan Aisyah. Malam itu sungguh malam yang istimewa untuk kami berempat. Kami pun bergegas untuk pulang.
Ketika perjalanan pulang, entah mengapa perasaanku seperti ada yang tidak enak.
“Kenapa perasaanku ngga enak banget ya?” Ucapku penuh cemas.
“Udahlah jef, santai aja, kita ngga bakalan kenapa-kenapa” jawab Baga dengan santai.
Tidak lama setelah itu, hal yang ku khawatirkan terjadi.
“Mayaaa awasss! di depan ada juang!” Teriak jefri.
“Aaaaaaaaaa!!!”
Bruuukkk. Mobil yang kami kendarai masuk ke dalam jurang. Aku tak kuasa menahan air mata yang terus mengalir sampai aku tidak sadarkan diri.
Perlahan aku buka mataku sedikit demi sedikit dan aku melihat ibu berada di sampingku.
“Jefri.. kamu sudah sadar, Nak?” Tanya ibuku.
“Ibu.. aku di mana? Di mana Maya, Baga, dan Aisyah?” tanyaku.
"Kamu di rumah sakit Nak, kamu yang sabar ya, Mata dan Baga tidak tertolong di lokasi kecelakaan” Jawab ibu sambil menitikkan air mata.
Aku terdiam mendengar ucapan ibu dan air mataku menetes, tangisku tiada henti mendengar pernyataan ibu.
“Maya, mengapa kamu tinggalkan aku, padahal aku sayang banget ke kamu, aku cinta kamu, tapi kamu ninggalin aku begitu cepat, semua pergi ninggalin aku.” batinku berkata.
Lantas, 2 hari berlalu dan aku berkunjung ke makam mereka, aku berharap kami bisa menghabiskan waktu bersama sampai tua. tetapi sekarang semua itu hanya angan-angan. aku berjanji akan selalu mengenang kalian.