Aku kemudian melihat kearah kiri dan kanan mobilku. sawah membentang, serta gunung yang tinggi menjulang.
Tapi mataku tertuju
Pada sawah-sawah itu saja saat aku masuk di wilayah desaku. Banyak sekali padi yang menguning mulai gugur tanpa satu orang pun yang memetiknya. Dan saat akan sampai di gerbang desaku aku terkejut bukan main, karena melihat desaku sudah hilang, yang ku lihat hanya sebuah danau yang sangat dalam dan airnya pun terlihat tidak jernih.
Setelah aku melihat sekeliling aku menemukan ada sebuah pulau di atas danau itu, aku melihat sebuah gubuk yang berdiri di pulau tersebut serta melihat ada seorang bapak yang mulai menaiki perahunya. Aku mulai memangil bapak tersebut berharap bapak tersebut mendengarkan ku, Untung saja tidak beberapa lama kemudian bapak tersebut melihat ku dan mulai mendayunka perahunya mendekatiku.
Setelah beberapa menit kemudian bapak tersebut pun sampai, iya pun memandang ku "nak Leon ya? " Katanya kemudian. "Iya Pak. Eh.... Pak Agus ya?" Jawab Leon. "Iya benar. Mau nyebrang ya?". Tanya Pak agus kemudian. " Iya Pak. Saya mau nyebrang tapi tidak ada perahu, makanya saya mangil Bapak". Kata Leon kemudian.
Pak Agus pun mulai menyuruhku menaiki perahunya, Aku pun mulai duduk di bagian depan perahu sedangkan pak Agus duduk dibelakang dan mulai mendayung perahu. Sesampainya di pulau tersebut Aku pun disambut keluarga ku yang memang dari dulu menantikan kedatangan ku, Ibuku pun memelukku seakan-akan aku baru pulang dari medan perang, kemudian Ibu menyuruh ku istirahat di rumah sementara Ibu memasak didapur.
Aku masuk dan melihat rumah tempat Ibu ku ini tinggal, terlihat seperti tidak layak untuk ditingali dinding yang terbuat dari bambu itu seakan mau roboh jika diterpa angin, dan hanya mengandalkan tanah sebagai lantainya. Aku pun heran kenapa semuanya berubah, rumah ku yang dulunya megah berlantaikan marmel Berdindinkan semen, kini sangat berbeda.
"Nak kamu makan dulu Ibu baru selesai masak!" Kata Ibu membuyarkan lamunanku, Aku pun bangun dari duduk ku menuju dapur, selesai makan Aku pun tidur. Saat tengah malam Aku pun terbangun mendengar banyak suara yang sepertinya sedang berdiskusi, Aku pun bangun dan mengintip di sela-sela dinding terlihat mereka seperti melakukan ritual aneh, Aku melihat mereka membunuh Ayam dan meminum darahnya.
Aku tekejut dan hampir berteriak tapi dari belakanku seseorang menutup mulut ku, Aku pun terdiam, orang tersebut adalah Evelyn teman lama ku yang juga satu sekolah denganku dulu, beberapa bulan setelah penerimaan ijasah Sma iya pulang duluan. "Evelyn kukira kamu ikut ritual aneh mereka" Kata ku kemudian. "Ssst kamu diam dulu sekarang kamu tidur dulu besok aku jelaskan apa yang terjadi di kampung kita ini! " Perintah Evelyn. Aku pun mengikuti apa yang Evelyn katakan, Evelyn pun hilang dibalik dinding Bambu.
Keesokan harinya Aku pun menemui Evelyn dan menanyakan apa yang terjadi, Evelyn mulai menceritakan semuanya dimana satu hari setelah mereka meninggalkan desa mereka, sekelompok orang mengetahui bahwa desa kita memiliki banyak Emas yang sengaja kita sembunyikan. Mereka pun mulai melakukan pengalian ilegal namun tetuah kita mengetahui hal tersebut, dan mulai menyuruh mereka untuk mengunsi keatas gunung.
saat Mereka telah sampai diatas gunung, sesuai dengan dugaan tetuah air pun keluar dari tambang tersebut dengan sangat deras dan kotor. Air tersebut pun mulai menenggelamkan desa mereka yang asri tersebut. Ternyata tetuah mereka tersebut mengetahui bahwa Tambang tersebut terhubung dengan sungai keramat yang ada didesa mereka. saat Evelyn selesai menceritakan semuanya Kepada Leon.
Tiba-tiba... Sesuatu dari arah belakang menusuk mereka dan mereka pun mulai tidak sadarkan diri. Setelah sadar mereka ternyata dibawa oleh para orang tersebut dijadikan tumbal untuk para dewa, agar air di desa mereka menghilang. Saat akan dibunuh Aku memangil ibu tapi ibu seperti tuli tidak mendengarnya. "Ritual aneh kalian ini tidak akan menyelesaikan semua masalah tapi akan menambah masalah...." Kata Evelyn.
"Aku mengutuk desa ini menjadi desa keramat dimana siapapun datang akan mati dengan cara yang sama...!" KataKu selanjutnya. Setelah mereka mengatakan hal tersebut mereka pun dieksekusi Mati dengan dipengal dan kepala mereka dibuang ke sungai. Sedangkan tubuh mereka dimasak dan dimakan.
Ternyata orang yang ada di desaku telah dibutakan oleh perjanjian dengan para iblis, hingga mereka rela melakukan apa pun untuk hidup mereka. Ternyata ritual yang mereka lakukan adalah ritual agar mereka bisa hidup abadi....
Tamat.....