( cuplikan - seri kesepuluh )
"Wwuusshh... "
Dari kedua telapak tangan Sembada seakan mengeluarkan udara dan membuat asap putih itu kembali ke pemiliknya.
Sosok-sosok yang berjumlah sekitar 5 orang itu bagaikan orang kesetanan. Mereka berteriak-teriak sambil memegang leher masing-masing, matanya melotot dan wajahnya membiru setelah itu mereka ambruk.
( cuplikan - seri kesebelas )
Benawa mencoba menahan cakar itu dengan tangan dan kakinya, akan tetapi, saat kaki dan tangannya beradu, cakar wanita itu berubah menjadi asap dan segera mengurung kaki dan tangan pemuda itu... pemuda itu terlambat menarik kaki dan tangannya masuk ke dalam lingkaran asap merah kehitaman itu.
Benawa tahu, asap itu bisa membakarnya sewaktu-waktu tapi, ia tidak peduli, ia sudah siap dengan resiko yang ada dan ia terkejut manakala asap-asap itu bergerak memasuki rongga hidung, telinga dan mulutnya...
Sebuah kejadian dahsyat dan mengerikan segera terjadi, tubuh pemuda itu mengeriput, daging dan kulitnya seakan bagai disedot ke dalam... jika digambarkan... ibaratnya seperti bangunan-bangunan atau gedung yang runtuh dan masuk ke dalam tanah... itulah yang terjadi pada Benawa.
Tak terdengar lagi jeritan atau teriakan histeris, tahu-tahu, tubuh Benawa berubah menjadi tengkorak, menyusul kemudian tulang belulang itu tergeletak berserakan di tanah.