HIBURAN RINGAN
Untuk temani malam kalian semoga bisa terhibur dengan tulisan yang berantakan ini, dan untuk kalian yang meluangkan waktu baca tulisan ini semoga Tuhan alloh rahmati kalian berada dalam ketenangan batin kebahagiaan dunia amin.
Sebut pria itu dengan nama Rangga yang berusia 28 tahun orang bandung no badung, cerita ini adalah serpihan dari perjalanan dia khususnya di tahun 2022 dengan tahun kepedihan.
Cerita bermula dengan bapaknya yang di keluarkan dalam kerjaan atau kita sebut PHK, karna dalam segi umur bapanya sudah memasuki masa sepuh alias tua, rangga tinggal berempat di rumah dinas bapaknya, Ibu,Bapak,Adik dan rangga, semula kejadian ini sudah di perediksikan oleh rangga, karena perusahaan ingin memilik jiwa muda, umur muda, tinggi prestasi, dan skil mempuni.
Prediksi rangga benar tak lama bapaknya di PHK, dan harus pindah angkat kaki dari rumah dinas, dan bapaknya di beri uang secukpunya kita sebut saja uang tunjangan, kita sekeluarga sangat bingung dengan uang yang sangat pas-pasan itu, mau di belikan rumah tak cukup, mau di jadikan modal usaha kita sekeluarga belum ada pengalaman, kalo disimpan ditabung pasti akan abis, yang jadi masalah bapak belum dapat kerja otomatis pasti akan pakai uang itu.
Lama dan pusing kita memikirkan uang itu, dengan nominal yang menggantung antara pas dan tidak pas, akhirnya kita sepakat untuk membeli tanah yang sangat murah di perdesaan, walapun jauh dari kota setidaknya untuk menabung dan langkah awal dari hidup yang sederhana..
dari pembelian tanah uang ada sisa walaupun kita masih bingung mau diapakan, untuk usaha apa, dan harus bagaimana. akhirnya bapak membuat warung kecil sebagai usaha kecil-kecilan, dan Rangga serta adiknya memilih untuk ngekos dan berpisah dari orang tua, disini rangga mempunyai ibu tiri, ibu rangga sudah meninggal 5 tahun yang lalu akibat sakit tumor..
Dari Kosan ini rangga di hantam cobaan hidup yang sangat menyedihkan dohir batin semua kesakitan, dikosan ini rangga selain dapat kesedihan, kepedihan, juga tidak bisa melihat warna dan rasa kehidupan. seperti halnya orang sakit, yang ga bisa merasakan makanan di mulut terasa hambar, seperti orang buta yang tak bisa melihat warna.. dada terasa pengap oleh permasalahan dan cobaan setiap hari, beda hari beda kepedihan, dan setiap hari dia rasakan, ketika berjalan bak orang mabuk sempoyongan tak tentu arah. ok kita catat seorang RANGGA disini.
Aktifitas rangga selain bekerja dia juga ngOjol ojek online, pagi sampai sore dia di pabrik sore sampai malam dia ngojek, walaupun pake motor bapaknya.
cape dia tak hiraukan dengan sangat bersemangat karena dalam cita-cita terdekat ini dia ingin punya motor sendiri, kasian bapak motornya selalu di pinjam dan selalu mengalah demi kebutuhan anakanya.
Pada suatu waktu rangga tidak bisa makan selama hari dua malam, karena dia sudah kehabisan makan dan bisa makan di malam ke 3, itu pun dia nemu uang di jalan, lumayan untuk makan sekaligus 3 porsi untuk mengganti 2 hari yang lalu, sulit kehidupan rangga waktu itu, dan dia juga mengalami satu minggu makan nasi, serasa dia lagi sakit hambar rasanya original dia makan tanpa lauk pauk dan minumnya air Wc, keuangan rangga sangat berantakan di tambah waktu gajian masih lama, belum lagi kebutuhan di kosan.
tapi semangat rangga tidak pernah luntur, berusaha mencari uang bekerja berlari melupakan kisah luka, waktu terus berlalu dan keuangan rangga mulai setabil namun cobaan belum berhenti di sana, dia dapatkan cobaan yang merusak batin dan rangga rasa ini lebih hebat.
Dia mempunyai teman wanita sebut saja dengan nama mona, mona wanita usil,jail tapi dia baik, keakraban mulai terasa dan mencolok sampai-samapi orang anggap mereka pacaran, karna kemana-mana selalu berdua, jam istrahat sering mona ajak makan rangga begitupun sebaliknya, dan di waktu jam sholatpun rangga sering bebarangan pergi ke mushola bareng, mona yang jail sesekali dia ciprat-ciprat rangga dengan air wudu dan mona juga suka menyentuh rangga yang sudah wudhu, rangga yang tadinya marah melihat mata mona yang so manja maka hilang lah marahnya, "kamu ih jauh-jauh sana aku mau sholat" ucap rangga dengan intonasi aga tinggi, mona pun mengeluarkan lidah seraya meledek rangga 🤪, hari demi hari mereka semakin akrab dan kompak kalo kata bahasa IPA simbiosismutualisme saling membutuhkan satu sama lain.
tiba saat di mana mona tidak masuk kerja selama dua hari, rangga mulai merasa kehilangan dan tetap berperasangka baik "ah mungkin dia sedang interview ada panggilan baru".
setiba jam pulang rangga telfon mona
ranga: assalamualaikum mon kamu kamana dua hari ini?
mona: ciyee ciyee kamu kangen iya a? sambil ketawa tipis
Rangga: ih ditanya malah kePDan.
Mona: aku sakit a, lambungku kambuh
rangga pun tutup telfon di akhiri dengan kalimat "ok otw assalamualaikm"
setiba di rumah, rangga melihat mona yang berbaring di tempat tidur, ibu mona pun ikut mengantarnya, rangga menanyakan kabar, dan apa yang di rasa, mau makan apa? iyaa pertanyan-pertanyan menjenguk orang.
lalu sembilan hari mona ga masuk dan dari tujuh diantara sembilan hari rangga tiap hari jenguk mona dan ibu mona pun terkagum dan heran, "ini anak ko tiap hari jenguk mona, jangan-jangan dia suka ke mona" dengan tersenyum ibu mona bilang di hati.
mona pun sudah sembuh dia sudah bekerja beraktivitas lagi, dan mereka bersama, rangga merasakan keanehan dalam hatinya ketika bareng mona, serasa tidak ingin pisan dan selalu bergembira, iya rangga merasakan adanya cinta di hati pada mona, rangga langsung mengungkapkan hati dengan niat ingin melamar mona
rangga: ada keanehan di hati, yang membuat aku ga nyaman bila tidak mengungkapkan padamu.
mona: apa itu a?
rangga: jujur aku ga mau kita berpisah, aku mau kita hidup bareng selamanya, kamu mau jadi istri aku
mona pun memegang tanggan rangga, dan berbicara lemah lembut serta menatap mata rangga yang lagi ga karuan
mona: aku sudah tau perasaan kamu a, akupun sebaliknya namun sayang kita tidak bisa bersatu, kamu liat jari manis aku? sebelum aku kenal kamu aku lebih dulu di lamar orang maafkan aku a.
Rangga pun pulang dengan kaki yang lemas pikiran berantakan hati yang sakit, air mata rangga menetes ketanah di iringi rintik hujan pada sore itu, seakan tuhan menghapus kesedihan nya dengan hujan, tiba malam hari yang sunyi di iringi suara jangkrik seolah-olah bernyanyi dalam kesedihan, "apa yang harus kulakukan habiskan waktu dalam kesendirian dalam kenyataan, baru saja kurasakan cinta istrahat dari kehidupan yang penuh derita, hilang derita lalu datang luka...
rangga pria sholeh kuat dan tabah, banyak orang sakit hati prustasi lalu memakan extasi tapi berbeda dengan rangga, setitik cahaya dalam hati menggerakan untuk dia beribadah berdoa dalan sunyi bercerita di atas sajadah..
Mohon maaf tulisanku berantakan, ini cerita sampah yang ga berharga, aku tulis cerita ini sampai 3x karna lupa save di draf, waktu 01:03 saya tulis seadaanya, bagi pembaca saya doakan banyak keberuntungan nya dan di luaskan rizkinya amin
IG: sopian_rangga
BANDUNG
SOPIAN RAMDAN