masalah yang paling membekas adalah percintaan saya. iya dia wanita pengkhianat yang aku cintai sampai sekarang.
ini dimulai dari aku mengenalnya, waktu itu sebenarnya saya tidak memiliki rasa sama sekali mereka.
Tetapi pada suatu hari, saya dan dia belajar pada satu tugas kelompok yang sama, benih benih cinta itu pun muncul, dan saya pun menjalin kasih denganya, saya mencintai nya karena dia memiliki sifat yang jarang dimiliki wanita jaman sekarang. sebut saja ”TIA”
Pada saat kerja klmpok itu TIA bertanya kepadaku
Tia : "kamu ngerti soal ini , aku bingung boleh minta tolong kerjain ga"
*dengan senyum kubalas pertanyaannya*
aku : ”iya aku bntu gpp lagi pula gak ada kerjaan” gumam ku padahal tugas ku lebih banyak dari dia :))
akupun pamit ke ita untuk pulang dan menyelesaikan larut malam, tak peduli akan sebanyak apa tugas nya, karena tugas akan dikumpulkan hari esok,
Dan dipersetengahnya jalan saya mengalami kecelakaan,untuk tidak parah aku melanjutkan perjalannan ku walau pun bersimbah darah sekalipun, memang agak jauh dari rumah ku tapi tak menyurutkan semangat ku untuk mengerjakan tugas kekasih tercinta , dengan basah kuyup ini akhirnya sampai juga dirumah ku ,akupun mandi dan membebani kerja cepat-cepat mengerjakan tugas sampai larut malam,
Walaupun itu berhasil sepenuhnya kelar hari demi hari akupun melewatiya, dua minggu kemudian tak ada angin tak ada hujan. dia mulai berubah, dari cara sikapnya ,ya dia memang tak merasakannya tapi aku yang merasakannya
dia sudah tak ingin lagi bertanya dengan ku, aku pun tak tahu apa kesalahanku waktu itu, yang jelas jika aku bertemu denganya dia selalu menghindar, aku mencoba memberi pesan singkat kepadanya tapi tak ada balasan,
Dan aku telah mencoba menghubunginya tapi tak ada balasan, mencoba dari mata kemata tapi seperti melihat kedua matanya buta
dan dia seolah-olah sudah ada penggantinya
Dengan mudahnya dia berkata “TERIMAKASIH SUDAH MAU MENGISI HARI HARIKU”
Sehari setelah itu ku lihat ia sedang bercakap dengan seorang pria yang kini kekasihnya, tak apa jika ia memang bahagia , karena bahagia bahagia lu pasti
“Aku memang bukan lagi kekasihmu, dan bisa memberikan sesuatu yang layaknya dia, tapi percayalah akan selalu ada nama mu disetiap sujudku”