Rembulan bercahaya dengan suasana sunyi dan hanya di terangi lampu taman dengan cahaya yang redup dengan angin yang berhembus menyusup rasa dingin di tubuhku.
aku duduk di bangku taman dengan bersenandung melihat bintang bintang dan bulan yang berkilauan di langit merasakan ketenangan dan kedamaian ,setelah lama aku duduk di bangku taman itu ,akupun beranjak dari sana dan kembali ke kamarku ,aku menaik kasur dan ingin segera tidur melewati malam yang dingin ini.
pagi menjelang aku membuka mata dan duduk di pinggir kasur untuk mengumpulkan nyawa lalu bergegas bangun dari tidurku dan melihat jam didinding sudah menunjukkan pukul 06.00 ,aku berjalan menuju kamar mandi dan melakukan rutinitas sebelum berangkat ke sekolah dan bergegas ke sekolah.
Di sekolah swasta bernama SMA Garuda ,awal dari kisah dia dimulai.
aku memasuki kawasan sekolah sambil berlari tergesa-gesa saat ku mendengar lonceng sekolah sudah berbunyi menandakan rutinitas senin pagi siswa akan segera di mulai, aku memasuki kelas untuk menaruh tas dan mengambil topi serta sedikit merapikan atributku. saat aku melirik keujung meja paling belakang ,Dia teman sekelasku namanya Kinara biasa di panggil Nara yang entah sejak kapan selalu melihat ke jendela yang tak pernah di lalui oleh angin. dalam benakku bertanya- tanya ,mengapa dia menjadi pendiam seperti itu ,dan sering melamun menghadap jendela itu?, apa dia ada banyak masalah? fikirku . banyak hal yg membuatku dan bahkan teman sekelasku yang lain juga merasakan hal yang berubah dari dirinya.
aku tersadar dari lamunan saat salah satu temanku menepuk pundakku dan menyuruh aku untuk segera ke lapangan
"ah bagaimana aku ini, bukannya ke lapangan malah mikirin dia." kataku .
aku pun bergegas kelapangan lalu berbaris paling belakang pikirku agar tidak terlalu panas, saat aku mengintip ke sela-sela barisan yang ada di depanku ,aku tidak melihat kinara berbaris di sana,
aku bertanya kepada teman kelasku yang baru saja berbaris di sebelahku ,
kataku " dimana kinara apa dia tidak mengikuti upacara?"
kata teman kelasku " ohh kinara ....aku tadi mendengar saat wali kelas datang dan bertanya ke dia, kenapa tidak kelapangan ,katanya sih dia sedang tidak enak badan dan ingin beristirahat di kelas saja"
" ohh begitu yah,baik lah" kataku lagi
setelah selesai upacara aku dan temanku yang lain bergegas kembali ke kelas ,dan mengistirahatkan kaki yang sangat pegal akibat pidato pak Adi guru sejarah indonesia yang sangat lama .
Sampai di kelas aku langsung menuju mejaku untuk istirahat dan melanjutkan pelajaran hari ini.
keesokan paginya ,aku datang kesekolah lebih cepat dari biasanya ,dan memasuki kelas yang baru di isi oleh 3 orang anak dan salah satu dari mereka ialah Nara yang masih sama saja selalu melihat ke jendela itu, aku sangat heran dengannya karna perubahan drastis dari dirinya itu , hampir pukul 7 pagi para siswa sudah ramai di sekolah dan tak jarang juga ada yang dihukum di lapangan karna datang terlambat.
Saat istirahat pertama di mulai,aku mengajak teman kelasku untuk makan di kantin ,tak lupa aku mengajak nara kekantin
"Nara ,ayok ikut kita ke kantin bareng" kataku
"ga ush aku di kelas aja" jawabnya singkat
"ayolah kita kekantin sekali kali,biar ngk di kelas muluu" bujukku kepadanya
"ga,aku ngk mau" katanya lagi
"yakin ga mau ikut?" bujukku lagi
Nara hanya mengangguk angguk (mengartikan mengiyakan pertanyaanku)
"yah sudah kalo begitu, aku duluan yah" jawabku kepadanya ,dan aku segera menyusul temanku yang sudah diambang pintu untuk berjalan ke kantin
Setelah kejadian aku membujuk Nara itu, beberapa hari aku tidak masuk sekolah karna sedang sakit demam, dan saat aku masuk sekolah lagi setelah pulih, aku masih melihat Nara di tempat duduknya sambil melihat ke jendela itu.
ketika lonceng berbunyi menandakan akan segera dimulainya pembelajaran pertama , 5 menit setelahnya guru masuk .
"Selamat pagi anak anak" kata Bu Syila, guru Matematika di sekolahku
"Pagi ibu" sahut teman kelasku
Pelajaran pun berlangsung , saat guru memberi pertanyaan aku tak jarang menjawab walaupun tidak sering.
Bu Syila melihat ke arah Nara yang terlihat melamun dan bertanya kepada Nara
"Nara ,apa yang kamu tau tentang logaritma?" tanya ibu kepada Nara,
Nara nasih melamun dan tidak mendengar perkataan Bu Syila
"Nara,dengar ibu" kata ibu dengan suara yang sedikit meninggi.
"ahh Iya bu, kenapa?" kata Nara yang kaget dengan perkataan ibu Syila.
"Kamu ini ,ibu perhatikan hanya melamun saja,tidak memperhatikan ibu menjelaskan." kata ibu Syila yang berusaha menahan emosinya
""tidak biasanya kamu seperti ini Nara" kata ibu Syila lagi ,yang merasakan sikap Nara yang berubah
"Maaf bu" jawab Nara yang tidak enak dengan Bu Syila.
Tiba-tiba lonceng istirahat pertama berbunyi.
"Baiklah pelajaran saya akhiri sampai disini" kata ibu Syila
"baik bu,Terimakasih" jawab kami
Saat kami sedang asik makan di kelas dan sebagian ada yang tidur, tiba-tiba guru BK masuk di kelas dan memanggil Nara.
"Selamat siang" kata ibu BK memasuki kelas
"siang ibu" jawab kami
"ada yang namanya Kinara Asesya di kelas ini? tanya ibu
"Ada bu,itu dia disana" sahut teman kelasku sambil menunjuk Nara ,Nara pun menoleh saat mendengar namanya disebut
"Nara,Nanti Pulang sekolah jangan pulang dulu yah, temui ibu di ruang BK!" kata ibunya lagi
"oh iya,baik bu" sahut Nara
"baiklah,ibu duluan yah anak2" kata ibu BK sambil berjalan menyusuri koridor sekolah
aku dan teman kelasku yang lain,bingung mengapa Nara di panggil ke ruang BK
"hum entah lah" dibenakku menjawab
Pelajaran hari ini pun berakhir,dan aku bergegas merapikan buku2ku,lalu segera berjalan menusuri koridor untuk keparkiran
Saat aku berjalan di koridor aku merasa ada yang memanggilku , aku melihat ibu Siti sedang membawa sejumlah buku tugas anak kelas sebelah
"Bulan" panggil ibu siti kepadaku
"iyaa bu,ada apa?" tanyaku sambil berbalik mengarah ke ibu siti
"tolong bantu ibu membawa buku2 ini ke ruang guru di meja ibu" katanya kepadaku
"baik bu,sini saya bantu" jawabku
Setelah sampai di ruang guru aku melihat Nara yang sedang berbicara dengan guru Bk, aku penasaran apa yang sedang mereka bicarakan,
aku berjalan pelan menuju meja Bu Siti,
percakapan Guru BK dan Nara
"Nara,kenapa kamu nunggak uang spp sampai 6 bulan begini?,tidak biasanya kamu begini,apa ada masalah?" tanya ibu bk
"maaf bu, saya cuma sedang tidak punya uang,untuk membayar uang spp saya" jawab Nara dengan raut wajah sedih
"baiklah kalo begitu kamu bisa pulang,apa kamu di
jemput orang tua?" tanya guru bk lagi
"iya bu, saya di jemput orang tua saya, kalo begitu saya permisi ibu,Terimakasih atas pengertiannya" jawab Nara,lalu meninggalkan ruang guru.
Aku mendengar perkataan sekilas yang mereka bicarakan
Setelah menaruh buku2 itu di meja ibu Siti ,aku pun bergegas keluar dari ruang guru , saat aku menggenggam ganggang pintu ,guru BK memanggilku,
"heii kamu" kata guru bk kepadaku
"hahh.. saya bu" aku menunjuk diriku
"iya kamu,kemari sebentar" jawabnya kepadaku
"iya ibu ada apa" tanyaku,sambil berjalan ke arah ibu
"kamu teman sekelas Kinara bukan?" tanyanya kepadaku
"iya bu,saya teman sekelas Kinara, kenapa emangnya bu?" kataku lagi
"Nama mu siapa nak?" tanya ibu
"Saya Bulan bu" jawabku
"oh Bulan" kata ibu bk
"apa kamu sering melihat Nara melamun di kelas?" timpah ibu padaku
"iya bu,saya sering melihat Nara melamun dan akhir2 ini nilai Nara menurun ibu, bahkan dia sering menyendiri di kelas sambil melihat jendela yang tak pernah iya buka itu" jawabku panjang
"apa kamu tau ,apa yang menyebabkan Nara menjadi seperti itu? tanya ibu padaku
"kalo soal itu,saya kurang tau bu" kataku
"apa boleh ibu minta bantuan kepadamu Bulan?"tanyanya
"bantu apa bu?"tanyaku
"kamu kan teman sekelas Kinara, boleh ibu minta bantuan kamu untuk menyelidiki apa yang terjadi dengan Kinara?" tanya ibunya kepadaku
"wahh, kenapa harus saya bu,kan banyak yang lain" aku kaget dan tak terima
"sudah lah kamu saja ibu suruh yah" jawab ibu dengan cepat
"yahhh ibu" kataku memelas
"emang menyalidiki bagaimana bu?" tanyaku lagi
"ahh gampang saja, kamu perhatikan dia di sekolah kayak gimana dan kalo ketemu di jalan juga bagaimana lapor ke ibu, oke" kata ibu kepadaku
"baiklahh,akan saya usahakan bu" jawabku
"ouh iya bu, saya pulang dulu yah bu" kataku saat tersadar waktu berlalu
"baiklah,hati hati di jalan nak" kata ibunya lagi
lalu akupun bergegas keluar dari ruang guru dan menuju ke halte menunggu ayahku untuk menjemputku
Saat aku melihat kekanan kiri jalan , banyak kenderaan yang berlalu lalang untuk menjempit para siswa, saat aku melihat sosok yang aku sepertinya kenal sedang menyeberang dan masuk ke gang sempit yang membuatku penasaran ,
"itu sepertinya Nara deh, kok dia masuk ke gang sempit itu?" fikirku
"apa aku ikuti saja dia" mengingat perkataan guru BK tadi kepadaku,lalu aku pun bergegas menyebrang dan mengikuti Nara ,yang masuk gang yang lebih sempit lagi, sekian lama aku mengikutinya dan sampailah dia di sebuah rumah yang tampak sangat asing bagiku.
saat dia masuk ke rumah itu ,ada seorang ibu2 yang memakinya
"kamu ini lama sekali,kemana aja sih,sekolah atau apa sih kamu inii HAH" Teriaknya kepada Nara dan Nara hanya diam saja di caci maki begitu,aku yang melihatnya saja sangat geram dengan perlakuan ibu itu ke pada Nara, saat ku melihat Hpku bergetar aku segera mengangkatnya ,rupanya ayahku sudah sampai di gerbang sekolah , dan aku menyuruh ayahku menjemputku di depan gang sempit tadi ,aku pun bergegas dari sana.
keesokan paginya aku sudah memikirkan sejak kejadian hari itu aku bertekan untuk menjadi teman cerita Nara dan mendekati Nara
Saat jam Istirahat di mulai,aku berusaha mengajak Nara berbincang bincang
(yahh pikirku agar cepat akrab hehe)
Semakin hari aku dan Nara semakin dekat bahkan dia menganggapku sebagai sahabatnya ,begitupun aku dan dia sudah menceritakan padaku tentang apa yang terjadi pada dirinya saat ini
flashback
saat itu aku dan Nara sedang bermain di taman dekat rumahku,tiba tiba Nara memanggiku
"Bulan.. aku ingin menceritakan tentang ini sejak lama kepadamu,tapi saat itu aku belum siap,dan sekarang aku sudah siap menceritakan ini padamu" kata Nara dengan raut yang berusaha untuk tidak sedih
"Kamu ingin menceritakan tentang apa padaku?" tanyaku dengan raut bingung
"Sebenarnya aku yang telah membunuh kedua orang tuaku" katanya dengan mata berkaca kaca
"hahh ,kok bisa?" tanyaku padanya dengan kaget
"Hufhh.. saat malam itu aku sedang berjalan jalan menaiki mobil bersama keluargaku ,aku yang saat itu belum punya SIM dan belum mahir berkendara ,ingin mencoba untuk mengendarai mobil itu, dan di bolehkan oleh orang tuaku,kami pun mengelilingi kota dengan aku yang mengendarai mobil tersebut, sampai saat ku ingin membelokkan mobil itu ke kiri tanpa melihat kaca spion yang rupanya ada kendaraan yang sedang melaju kencang menuju arah mobil yang aku kendarai itu,aku sangat kaget dan membanting stir kearah berlawanan dan sialnya lagi di samping itu ada jurang yang tidak terlalu dalam ,mengakibatkan mobil yang ku kendarai jatuh kedalam jurang itu ,aku terlempar keluar karna jendela di sampingku terbuka lebar dan aku tidak memakai sabuk pengaman " sangat bodoh bukan kata Nara sambil menangis terseduh seduh
"dan cuma aku yang selamat karna mobil yang terjatuh itu terbakar dan membakar kedua orang tuaku yang ada di dalam mobil itu" Nara menangis sampai suaranya tidak terdengar sangat sakit yang dia rasakan saat ini dan Akupun merasakan itu dan ikut menangis
"kenapa aku gak ikut orang tuaku saja hah... kenapaa" Nara berteriak sambil menangis
"sabar Narr ini semua sudah takdir" aku menenangkan Nara dan berusaha untuk tidak menangis lagi
"dan sekarang aku tinggal bersama tanteku yakni kembaran dari ibuku,dan dia selalu menyalahkan ku atas kejadian ituu ,aku ngak kuat tinggal bersama dia Lann.." sambungnya lagi
"Sudah Narr tenangkan dirimu dulu ,jangan seperti inii, ini semua sudah takdir Tuhan,dan kita harus ikhlas atas semua ituu Nar " Aku yang berusaha menenangkan Nara lagi
"Aku ingin tenang Lan.." katanya lagi
"Baiklah,mari kita pulang dan tenangkan dirimu dulu yah,jangan mikirin yang aneh2 okey,senyum dulu dong" aku yang berusaha menghibur Nara
Dan kita pun pulang ,dengan aku yang memapanya untuk bangun, dan bergegas mengantar Nara pulang menggunakan motorku.
Keesokan paginya, aku sampai di sekolah agak terlambat dari biasanya, dan tak lama setelah itu ,lonceng berbunyi ,tapi aku tidak melihat Nara di bangkunya , "ga biasanya Nara ngak datang cepat,apa dia terlambat?" fikirku
memasuki istirahat pertama Nara tak kunjung datang ,aku khawatir tentangnya apalagi cerita yang dia ceritakan padaku kemarin.
"aduhh bagaimana inii" khawatirku terhadapnya
Saat lonceng pulangan berbunyi ,aku bergegas menuju rumah Nara dan bertemu dengan tante Nara
"Selamat sore" aku mengetuk pintu
"iya sebentar" teriak dari dalam rumah itu
"iya,ada apa kesini?" tanya tante Nara kepadaku
"Naranya ada?" tanyaku kembali
"ga tau tuh sih Nara,dari tadi malam ga keluar dari kamarnya" jawab tante Nara acuh
"masuk sendiri sana ke kamarnya kali aja keluar tuh anak pembunuh" jawab tante Nara dengan semena mena
Akupun langsung masuk ,dan menuju kamar Nara, dan mengetok2 pintu kamarnya tapi tak kunjung di bukakan, aku semakin khawatir padanya ,
"apa aku dobrak saja pintunya kali aja kebuka,toh pintunya tidak terlalu keras" kataku
aku berhitung terlebih dahulu sebelum mendobrak pintu itu 1,2,3 ,tapi tidak terbuka aku mencobanya sekali lagi 1,2,3 "huft akhirny terbuka juga" kataku.
pintunya masi terbuka setengah,dan saat kubuka lebar pintu itu aku sangat kaget dan berteriak
"arghhhhh NARAA.." dengan tangan yang berada di mulutku dan air mata yang ingin segera jatuh.tante Nara segera datang kaget melihat Nara yang tergantung dengan tali di lehernya dan darah yang bercucuran dari tangannya.
inilah Kisah Dari Kinara...
JULANDA
XI IPA 3