KENANGAN TERINDAH
Namaku Ellen umurku 15 tahun aku lahir di Jakarta aku sekolah di SMP negeri satu Jakarta,aku memiliki teman bernama Rayhan, Rayhan adalah Sahabat terbaikku saat aku berada di Jakarta
Aku bertemu dengannya saat aku berumur lima tahun saat itu dia sedang bermain sebuah ayunan di taman bermain,aku melihatnya memainkan ayunan dengan sangat hebat dia mengayunkan ayunan dengan sangat berani, saat aku melihatnya aku juga jadi ingin bermain ayunan tetapi saat itu aku seorang penakut meskipun aku ingin menaikinya tapi aku sangat takut,aku terus melihat dia bermain ayunan,saat itulah dia melihatku dia berjalan dengan perlahan menuju padaku,dia menjulurkan tangannya lalu mengajakku bermain ayunan.
Reyhan"Hey kamu apa yang kamu lakukan"
Sambil malu-malu aku menjawab "tidak,tidak apa-apa"
Reyhan"baiklah kalau begitu bermainlah bersamaku"
Eleen"tapi,aku tidak bisa memainkannya"
Reyhan"tidak bisa,kenapa"
Ellen"Hmmm,aku takut saat bermain"
Reyhan"hhhhahahhahh,kamu ini sangat penakut ya"
Ellen"aku tidak penakut,aku hanya takut jatuh"
Rojer"jadi apa bedanya"
Ellen tentu "saja berbeda".
Diamenarikku dan memaksaku bermain ayunan
Ellen"tunggu, tunggu dulu bagaimana jika aku akan pingsan"
Reyhan"aku akan bertanggung jawab"
Aku menaiki ayunan dan Reyhan mengayunkannya setelah diayunkan aku merasa sangat berani,sejak saat itu kami selalu bermain,bersenang senang, tersenyum bersama-sama, saat Tahun baru tiba aku dengannya membuat sebuah janji bahwa kami tidak akan berpisah dan bersama-sama selamanya.
dia adalah pria yang sangat baik, bijaksana dan ramah.dia selalu membantuku saat aku dalam kesusahan,dia selalu menghiburku saat aku sedang sedih,dia menenangkanku saat aku sedang marah,kadang kadang dia juga sangat lucusaat itu,saat aku bangun kesiangan dan gerbang sekolah akan ditutup dia menolongku dengan mengganggu pak penjaga dengan mengejeknya.
Reyhan"Ellen kamu tidak biasanya telat seperti ini"
Ellen"aku tadi bangun kesiangan"
Reyhan"kesiangan,apa kamu kemarin bergadang"
Ellen"sedikit"
Reyhan menyentil keningku sambil berkata"dasar kurangilah bergadangmu itu"
Ellen"baiklah-baiklah"
Reyhan"kamu selalu bilang begitu"
Ellen"kamu ini seperti ibuku saja, lupakan itu bagaimana mana jika kita kekantin karena buru buru aku tidak sempat makan tadi"
Reyhan"Apa kamu tadi tidak bawa bekal sebentar lagi akan masuk lo"
Ellen"sudah kubilang aku buru buru tadi,jadi gimana ini"
Reyhan"aku akan memberikan bekalku padamu nanti sebaiknya kita cepat masuk"
Ellen"Hmmm, baiklah"
Satu demi satu kenangan kenangan indah terukir di dalam diriku,aku selalu tersenyum bahagia saat berada di dekatnya,tetapi aku tidak bisa bersamanya lebih lama lagi setelah aku mengetahui jika orang tuaku akan pergi keluar kota,
orang tuaku adalah seorang yang sangat sibuk, untuk menyelesaikan pekerjaan mereka harus pergi ke luar kota, sebagai seorang anak aku harus pergi mengikuti orang tuaku.
Saat itu aku berbicara dengannya untuk mengucapkan selamat tinggal kepadanya.
Ellen"hai Reyhan"
Reyhan"hai Ellen,apa kabar kenapa kamu ingin bertemu denganku,katamu ada hal yang sangat penting,apa itu?"
Ellen"Ya,Aku memintamu datang kesini untuk mengucapkan selamat tinggal padamu,
Reyhan"selamat tinggal,apa maksudmu?"
Ellen"Minggu depan aku akan pindah sekolah ke luar kota"
Reyhan"keluar kota kenapa"
Ellen"orang tuaku harus pergi ke luar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya"
Reyhan"apakah kamu juga harus pergi"
Ellen"ya,aku sudah tidak memiliki keluarga lagi disini"
Reyhan"tetapi ini terlalu mendadak"
Ellen"Maafkan aku,aku juga baru diberitahu kemarin"
Reyhan"tidak apa-apa,kamu tidak perlu meminta maaf"
Reyhan"selamat tinggal, Reyhan"
Reyhan"selamat tinggal,aku tidak akan melupakanmu meskipun kamu jauh dariku aku tidak akan melupakanmu, karena itu kamu juga jangan melupakanku Ellen
Ellen"Ya baiklah, sampai jumpa, sampai bertemu lagi"