Kim Lee Park menatap rembulan yang bersinar dan berpendar dengan indah. Malam ini bulan penuh, purnama yang sempurna.
Cowok tampan itu terlihat semakin mempesona di bawah terang cahaya purnama.
Matanya yang tajam dan indah selalu mampu membuat siapapun yang menatapnya terpesona dan rela melakukan apa saja yang dia minta.
Banyak gadis yang ingin menjadi kekasihnya. Tetapi Kim hanya menaruh hati pada Chang Mi.
Seperti namanya, Chang Mi memang secantik bunga mawar.
Laksana menggenggam setangkai bunga mawar, jika tidak hati-hati maka jari akan tertusuk duri.
Begitulah yang kini dirasakan oleh Kim. Chang Mi telah memberi luka di hatinya. Kekasihnya itu telah mengkhianatinya dengan begitu tega.
Kim Lee Park sudah menjalin hubungan serius dengan Chang Mi. Dia berencana meminang gadis cantik itu bulan depan.
Namun tanpa angin tanpa hujan, tiba-tiba Kim mendapat kabar bahwa Chang Mi telah dilamar seorang pemuda dari kota. Mereka akan melangsungkan pesta pernikahan dalam waktu dekat. Kim merasa dirinya seperti disambar petir di siang hari.
"Apa maksudmu dengan ini semua?" Kim bertanya tanpa basa-basi ketika esoknya dia berhasil menemui Chang Mi.
"Maafkan aku, Kim. Ini keputusan orang tuaku. Aku tidak bisa membantah..." Jawab Chang Mi.
"Ah... Tapi orang tuamu tahu hubungan kita! Mengapa mereka tidak memberi tahu aku tentang hal ini?" Kim terus menyudutkan Chang Mi.
"Lupakan semua tentang kita... Kau akan menemukan gadis yang lebih baik dariku." Ujar Chang Mi sebelum pergi meninggalkan Kim yang terbengong-bengong sendiri.
"Chang Mi! Dengarkan aku... Heiiii...!!!" Kim berteriak memanggil gadis yang dicintainya itu.
Tetapi Chang Mi tidak menggubris panggilan Kim. Dia malah mempercepat langkahnya agar semakin menjauh dari Kim. Kim ingin mengejarnya, tetapi batinnya mengatakan untuk membiarkan gadis itu berlalu.
"Dia tidak benar-benar mencintaimu, Kim..." Sebuah suara berbisik di hatinya.
Sejak kejadian itu relung hati Kim terasa kosong. Hidupnya terasa hampa. Dia begitu nelangsa.
Cinta tinggallah cinta. Cinta tulus Kim telah tergantikan oleh cinta yang bergelimangan harta dari seorang pria kaya di kota.
Kim lalu pergi merantau jauh. Dia tidak sanggup menerima kenyataan kekasih yang sangat dicintainya dipersunting oleh pria lain.
Seiring berjalannya waktu, Kim Lee Park tumbuh menjadi pria yang sukses dan mapan di perantauan. Dia semakin digandrungi oleh banyak wanita. Tampan dan kaya raya menjadi modal utama Kim untuk diperebutkan oleh semua wanita yang mengenalinya.
Tetapi hati Kim masih juga hampa. Dia tidak ingin hatinya tersakiti lagi oleh wanita. Tidak ada wanita yang benar-benar setia di dunia ini selain ibunya. Begitu kesimpulan Kim di dalam hatinya.
***
Dua tahun berlalu, Kim pulang liburan ke desanya. Dia menjenguk keluarganya dan membuat gempar semua warga desa.
Para gadis berhias secantik dan semenarik mungkin. Mereka ingin mengambil hati sang pemuda idola tersebut. Ya, Kim kini telah menjadi lebih terkenal. Jauh lebih terkenal daripada dua tahun sebelumnya.
"Kim... Ini aku..." Suara yang sendu itu memecah konsentrasi Kim pada suatu hari.
Tentu saja Kim sangat terkejut melihat Chang Mi tiba-tiba menemuinya di rumah. Dia masih secantik dulu tetapi sudah tidak berarti lagi di hati Kim.
"Aku... Aku salah! Maafkan aku... Hikssss..." Chang Mi menangis terisak di hadapan Kim dan keluarganya.
Dia menceritakan kisah hidupnya yang menyedihkan kepada Kim. Dia menyesali kekeliruannya meninggalkan Kim yang tulus mencintainya dan memilih laki-laki hidung belang yang tidak setia.
Kini dia menjadi istri yang tidak berguna. Suaminya yang kaya telah kembali ke kota bersama wanita lain yang lebih muda darinya.
"Ya, aku sudah memaafkan kesalahanmu. Itu mungkin sudah takdir..." Ucap Kim bijak.
"Tapi... Aku bukan takdirmu." Suara Kim terdengar tegas sekali.
"Kim..." Desis Chang Mi. Dia terlihat terkejut dengan kata-kata Kim.
Kim lalu beranjak pergi meninggalkan Chang Mi yang terduduk lesu. Hati Kim sudah lama membeku. Rasa untuk Chang Mi telah lama mati.
Chang Mi menangis sejadi-jadinya. Keluarga Kim berusaha menenangkan Chang Mi. Akhirnya Chang Mi pulang dengan kekecewaan di hati.
"Aku tidak ditakdirkan untuk wanita pengkhianat..." Kim membatin.
Kim berjalan sendirian berkeliling desa untuk menenangkan hatinya yang sedang diliputi kemarahan dan kekecewaan.
"Aduhhh..." Terdengar jeritan seorang wanita.
Kim melihat seorang wanita terjatuh dan tersungkur di bawah sebuah pohon besar dengan akar menjulur ke atas tanah. Sepertinya wanita itu tersandung akar pohon itu.
Kim bergegas mendekati wanita itu, yang sedang meringis kesakitan dan meraba-raba sesuatu di tanah.
***BERSAMBUNG***