Vina seorang penulis novel yang baru saja menempati sebuah Apartemen tempatnya untuk,berimajinasi sebuah karya novel yang baru ia tulis
Vina tidak bodoh untuk tidak menyadari setiap keanehan yang ia alami saat pertama kali menempati Apartemen ini
Tapi bukan Vina namanya jika ia takut dengan semua itu ia justru merasa tertantang dengan segala keanehan yang ia dengar di setiap tengah malam,Vina menikmati setiap Apa yang makhluk itu lakukan, mulai dari pintu kamar mandi yang terbuka tiba-tiba,dan segala peralatan dapur yang terbuang tiba tiba
Kadang Naluri Vina sedikit merasa Takut namun ia yakin semakin ia tunjukkan semua itu maka semakin pula ia akan di ganggu
jadi ia memilih diam saja dengan mulut yang komat kamit membaca ayat kursi
Andai Vina mempunyai cukup uang mungkin ia memilih pindah Apartemen saja
namun ini saja sudah cukup menguras isi Tabungannya
namun apa yang terjadi jika Makhluk tersebut menampakkan wajahnya
bukan.bukan dengan wajah Berdarah darah atau menakutkan namun justru sebaliknya memiliki wajah Bak dewa Yunani yang membuat Vina Yang menyaksikan itu tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri
sedangkan makhluk itu hanya menatap Vina dengan bingung dan kembali menghilang begitu saja tanpa dosa
Setelah beberapa menit berlalu Vina belum juga menunjukkan tanda-tanda akan bangun dari kesadarannya membuat Mahluk tampan yang sedari tadi menunggunya disofa merasa bosan karena target keusilannya belum juga membuka mata
ia pun memilih untuk berdiri dan berjalan dengan kaki yang melekat sempurna pada lantai membuat seseorang yang melihatnya tak akan percaya jika ia hanya lah mahkluk halus yang terjebak dalam Apartemen selama bertahun-tahun lamanya ia berjalan kearah wanita yang aneh menurutnya
karena sebelumnya orang orang yang ia Takuti akan kabur Dengan begitu saja,
sedangkan wanita itu tidak sama sekali
Egonya sebagai mahkluk halus tersentil sebeb kali ini ia tidak berhasil membuat wanita itu Takut
ia hanyalah mahkluk kesepian dan dengan menakut nakuti orang orang adalah cara untuk menghibur dirinya
Makhluk itu menatap wanita yang tergeletak di samping nakas
ia dapat melihat mata indah itu mengerjap ngerjap
dan detik berikutnya ia menghilangkan begitu saja
Vina mengerjab beberapa kali untuk menyesuaikan penglihatannya
ia terbangun dan memegangi kepalanya yang terasa pening
dan mengingat kembali Kejadian itu dimana dengan mata kepalanya sendiri melihat sebuah Kumpulan hitam samar dan sosok hitam itu tiba-tiba berbentuk seperti Badan Pria kekar dan dimulai dari Kaki yang mulai nampak seperti kaki manusia hingga badan kekar itu terlihat,tepat saat makhluk itu menatapnya wajah tampan itu seakan menghipnotisnya
walaupun mahkluk itu hanya mengenakan baju yang Lusuh
dan saat itu juga kesadarannya hilang
Vina tersentak dari bayangannya dan menatap setiap penjuru Apartemen
dari sudut ruangan ke arah dapur semuanya sunyi
lagi lagi Ia tersentak kaget saat dengan tiba-tiba Televisi menyala dan sebuah sinetron Kartun Spongebob terpampang membuat jantung Vina berdegup kencang
pasti makhluk itu lagi
tebak Vina
Vina memilih berdiri Dan berkacak pinggang
memasang wajah segalak mungkin
"Hee makhluk astral Lo pikir gua takut haa,Sini loo gua gorok baru tau rasa"Sedetik berikutnya Vina sadar dari ucapannya mana mungkin Ia bisa menggorok hantu yang ada ia ta akan merasa sakit
"Aku bukan hantu"Ucap seseorang membuat Vina tersentak dan menatap setiap penjuru mencari sosok yang berbicara itu
"Iyah bukan hantu,tapi mahkluk Aneh"Balas Vina Takut takut
berselang beberapa menit ia tak mendapat balasan membuat Vina merasa was-was saat merasa seseorang memperhatikannya
Televisi tiba-tiba mati
Vina bisa mendengar derap kaki yang mendekat ke arahnya membuat Vina semakin mundur dan menabrak Laci nakas dan dengan tangan yang bergetar ia Meraih Sapu yang tak jauh darinya
menodongnya kedepan
sedetik Vina tidak lagi mendengar derap langkah membuatnya semakin waspada jaga jaga bila nanti mahluk itu berada di hadapannya
"Hahahh"Tawa Renyah tiba tiba menyapuh pendengaran Vina membuatnya Mengidik ngeri
Vina tiba-tiba merinding saat seseorang meniup telinganya
dengan reflek Vina menoleh kesamping dan tak mendapati Siapa siapa
Ketegangan itu berakhir saat tiba-tiba Seseorang mengetuk pintu Apartemen miliknya membuat Vina menghelah nafas sejenak saat merasa bahwa ia tak mendapat gangguan lagi dari mahluk aneh itu
Vina berjalan kearah pintu Apartemennya
dan mendapati Sahabatnya Friska yang tersenyum pogah ia baru mengingat jika malam ini sahabatnya akan menginap disini
membuatnya sedikit merasa lega setidaknya ia mempunyai teman untuk menyaksikan Kegaduhan dari mahluk aneh itu
Friska yang memang penakut membuatnya Terkekeh geli ia ingin mengerjai sahabatnya ini
Vina mempersilahkan Friska masuk
dan mulai membereskan kekacauan ulah dari mahluk aneh itu
malam tiba Vina mengeryit saat merasa tak mendapat gangguan apapun dari mahluk itu,
Dimana mahluk itu pikir Vina
ia menatap Friska yang sudah terlelap
ia mendengus jengkel rencananya telah gagal
setelah beberapa menit tak mendapat gangguan apapun Vina memilih tidur saja hingga menit menit berikutnya ia pun terlelap
tanpa ia sadari mahluk yang tengah ia cari sedari tadi menatapnya sambil bersedekap dada di samping lemari
Sudut bibirnya terangkat ia tersenyum menawan
untuk kali ini ia absen menakuti wanita aneh itu
ia tak menyukai Kehadiran orang lain dalam Apartemen ini kecuali Wanita yang sudah ia klaim sebagai Target keusilannya itu
sekejab ia kembali menghilang dan muncul di sofa menyalakan Televisi dan kembali menyiarkan kartun kesukaannya Spongebob
tanpa menganggu tidur lelap dari dua wanita itu