👨🏻
"nabiha, kalau suatu hari nanti aku udah gak punya cewek lagi buat diajak nikah, kamu siap-siap aja yah".
👩🏻
"kamu harus tunggu sampai aku gak punya pacar juga kalo gitu".
👨🏻
"dalam kepasrahan nanti, aku bakal lamar kamu".
👩🏻
"iya bihan, mungkin kita akan menua bersama".
👩🏻👨🏻
"ahahhahahaha".
______________________________________
Begitulah mereka saling bercanda satu sama lain, di bangku taman sekolah. Nabiha yang waktu menghibur bihan yang sedang putus cinta, tampak sangat bersemangat. Bagaimana tidak, bihan yang sudah menjalin hubungan dengan kekasihnya ola selama 6 tahun harus putus tanpa alasan yang tidak diketahui bihan.
-----------------------------------------
{(2 tahun kemudian)}
______________________________________
Bihan yang setelah lulus SMA tidak melanjutkan pendidikannya sampai bangku kuliah. Ayahnya yang seorang pengusaha sukses ingin agar anaknya itu bisa langsung mewarisi dan menjalankan perusahaannya. Sementara nabiha sekarang sudah semester 4 disalah satu perguruan tinggi negeri.
-----------------------------------------
👩🏻
"Halo! lin, kita ketemu di kostnya dito yah. soalnya semalam dia minta jemput ke kampus".
👩🏽
"ya sudah, aku tunggu di sana yah. bye".
{2 jam kemudian}
👨🏻
"kapan lagi bisa menikmati waktu santai di hari senin yang selalu mengerikan ini".
(melihat keluar jendela)
"nabiha?! sedang apa anak itu di sana sendirian?". sambil berjalan keluar dari rumahnya menuju bangku taman tempat nabiha duduk.
"biha! lah, nangis? kenapa?", tanya bihan dengan sedikit panik.
👩🏻
"hiks.hiks.haaaaaahaaa. bihaaann". nabiha menangis dengan kencang.
👨🏻
"kenapa? nangis gini kenapa? kenapa gak masuk rumah? malah duduk disini".
👩🏻
"kaki aku udah gak sanggup jalan. hiks hiks". ucapnya sambil sedikit menahan tangisnya.
👨🏻
"siapa yang bikin kamu nangis gini ha? bilang sini!!". dengan nada sedikit bercanda.
👩🏻
"dito~", jawabnya memelas.
👨🏻
(pasti bertengkar lagi nih, minta saran terus baikan. apes banget gue jomblo)
"dito kenapa lagi? udah biha, pasti ada salah paham aja tuh. bentar lagi dito bakal hubungi kamu lagi, tenang", jawabnya santai.
👩🏻
"ahhaaaaaaa dito~dito, selingkuuuh". jawabnya sambil kembali menangis.
👨🏻
(bihan sedikit terkejut karena dari banyaknya masalah yang sahabatnya hadapi, baru kali ini. ada kata perselingkuhan)
"dito selingkuh? kamu tau dari mana?
👩🏻
"gini,..". sambil menceritakan kejadian beberapa waktu lalu.
{kost dito}
👩🏻
"dito, udah siap belu** hah!!! kalian!!. menjijikkan". sambil keluar membanting pintu kamar dito dan menangis sejadi-jadinya.
______________________________________
nabiha mendapati dito sedang bermesraan di atas kasur bersama dengan seorang wanita. saat itu dito masih setengah sadar, mungkin karena mabuk. bau alkohol di ruangan itu masih bisa tercium. sementara wanita yang bersamanya sepertinya benar-benar sadar dan melihat dengan jelas saat nabiha memergoki mereka.
-----------------------------------------
👩🏻
"aku bener-bener kaget, aku gak nyangka mereka sudah sampai melakukan semua itu".
👨🏻
"dan perempuan itu adalah..", tanya bihan dengan pelan.
👩🏻
dengan ekspresi kembali memelas
"ola".
👨🏻
"ola?"
perasaan bihan seperti tersayat seketika. wanita yang selama 2 tahun ini tidak bisa dilupakannya, sedang bersama dengan pacar sahabatnya sendiri. meski sudah lama putus, ola masih tetap ada di hati bihan berdampingan dengan rasa sakit yang wanita itu tinggalkan untuknya.
👨🏻
dari yang tadinya ingin menghibur sahabatnya sendiri, tampaknya saat ini butuh ditenangkan juga.
"dimana dito?? kita ke sana sekarang! ", dengan suara yang menahan emosi.
👩🏻
"kamu mau apa? mau mukul dito?", ucap nabiha sangat kaget.
👨🏻
"apa lagi? lintah seperti dia harus diberi pelajaran".
👩🏻
"bihan gak usah, aku udah tau dia yang sebenarnya. itu udah cukup! mungkin aku sedikit beruntung mengetahui ini lebih awal. rasa sedih yang aku rasa sekarang akan hilang dengan sendirinya, mungkin aku memang masih belum pantas di matanya".
👨🏻
"nabiha!! ". ucapnya tak bisa lagi menahan amarah.
"dia itu selingkuh, dan kamu bilang gak usah? kamu kasihan sama dia? setelah apa yang kamu lakukan untuknya? setelah kamu mencurahkan tenaga, waktu dan materi untuk lintah seperti dia? dan apa katamu? kamu belum pantas?". bihan benar-benar akan meledak.
"lelaki lintah sepertinya tidak pantas mendapat belas kasih, dia taunya hanya menghisap darah sampai kenyang lalu melepaskan diri".
👩🏻
"sudah, aku juga punya otak. aku cuma gak mau ada keributan".
👨🏻
"yang mau aku lakuin ini untuk melindungi kamu dari orang seperti dia, seharusnya sudah dari dulu aku menjauhkan orang seperti itu darimu. Tidak ada yang akan sakit lagi, tidak kamu, tidak juga ola", tegasnya.
👩🏻
(ola? apa jangan-jangan dia tidak menyalahkan ola?)
"ya sudah, kamu boleh pergi melindungi ola, tapi jangan bawa-bawa namaku. aku udah cukup malu, hari ini mungkin cuma kamu yang tahu. tapi besok dan seterusnya, mungkin semua orang akan menertawakan aku. Please! ", dengan wajah yang sudah sangat lelah.
👨🏻
"hmm, aku antar kamu pulang", sambil merangkul bahu sahabatnya itu.
______________________________________
{(setelah beristirahat di kamar)}
(kring kring)
👩🏻
"halo lin, aku gaa**".
👩🏽
"kamu gak apa-apa?".
👩🏻
"kamu lihat semuanya?".
👩🏽
"kamu lari kencang sambil menangis, sampai tak melihatku berdiri di ujung lorong. aku lihat, ola keluar dari kamar melihatmu pergi dengan hanya berbalut selimut".
👩🏻
"hiks. lin, tolong rahasiakan ini. aku cuma pengen ini berakhir dengan tenang", pintanya sambil menahan air matanya.
👩🏽
"bihan sudah tau?".
👩🏻
"sudah, mungkin sekarang dia sudah bersama ola", jawabnya dengan lemas.
👩🏽
"apa? apa dia buta? ada apa dengannya?", tanya linda dengan sangat heran.
👩🏻
"aku tahu, bihan selama ini masih sangat mencintai ola, aku sadar dengan kejadian hari ini. Seolah-olah ola dijebak oleh dito".
"jadi lin, tolong. rahasia yang kau dan aku simpan 2 tahun terakhir ini, jangan sampai diketahui bihan".
👩🏽
"berapa murni dan suci hati sahabatmu itu. sampai tidak tahu berapa bodohnya dirinya dibutakan oleh cinta.
👩🏻
"aku bisa mengerti perasaannya, waktu 6 tahun itu tidaklah sebentar. tolong yah lin, ng?".
👩🏽
"iya, kamu tenang saja. sampai jumpa di kampus besok yah biha, istirahat. bye".
______________________________________
{(sementara itu di kost dito)}
tampak ola berjalan keluar pagar dari kost dito dengan tampilan yang sedikit lusuh.
👨🏻
"ola!! kamu gak apa-apa kan? apa yang udah dito lakuin ke kamu?", bihan sedikit gusar.
👩🏼
"bihan? kenapa kamu ke sini?", tanya ola heran.
👨🏻
"aku udah dengar semua dari nabiha".
👩🏼
(bukankah seharusnya bihan marah? kenapa malah mengkhawatirkan ku. apa jangan-jangan dia belum tahu?)
"aku tidak ingin membahasnya, aku hanya ingin pulang", jawab ola dengan lemas.
👨🏻
"kalau begitu biar aku mengantarmu pulang".
______________________________________
{(keesokan harinya)}
👨🏻
"aku merasa bersalah pada nabiha. sahabat macam apa aku ini, aku akan menjemputnya di kampus dan mengajaknya makan siang".
{(sementara itu di kampus)}
(lihat, lihat, ada ribut-ribut)
👩🏼
"dasar jalang, hubunganmu dengan dito sudah berakhir tapi kamu masih merayunya?", tanya ola sambil memegangi lengan nabiha.
👩🏻
"kamu benar kalau aku dan dito sudah putus, tapi kalau bilang aku merayunya lagi maka itu salah besar".
👩🏼
"lalu kenapa kalian masih berhubungan lewat telepon semalam ha? apa kamu tidak malu?".
👩🏻
"aku tidak mau ada keributan karena masalah pribadi di kampus ini, jadi tolong jangan paksa aku untuk membongkar kejadian kemarin di depan umum", ujar nabiha sambil sedikit berbisik.
👩🏼
"kamu mengancam ku? kamu itu cuma gadis tolol bahkan dari dulu. bukan hanya itu, aku tau betapa sok polosnya dirimu".
👩🏻
"bicara apa kau sebenarnya?", sambil meringis kesakitan.
👩🏼
"kamu tau hubunganku dengan dito sejak 2 tahun lalu kan? kenapa diam saja? tidak mau melepaskan dito? itu membuktikan betapa menjijikkannya dirimu. lalu bihan, kau sahabatnya tapi dia selalu saja mendahulukan kepentingan mu daripada aku".
👩🏻
"cukup, kau tidak malu? semua orang mendengar", ucap nabiha mengingatkan.
👩🏼
"kenapa? kau malu orang-orang akan tahu betapa bodoh dan naifnya dirimu selama ini?.
Asal kau tahu, aku memang sengaja mendekati dito, kami saling jatuh cinta. kau tahu hal itu tapi tetap diam dan mempertahankan hubunganmu dengannya. apa kau tak tahu betapa sulitnya aku mempertahankannya di sisiku?. pada akhirnya kami bisa bersama walaupun secara sembunyi-sembunyi darimu, dan setelah memutuskan hubungan kau masih saja menggodanya?".
👩🏻
"cukup, hari dimana saat aku memergoki kalian berdua, saat itu juga perasaanku pada dito berakhir. jadi jika kau mengira aku menerima telepon dari dito itu untuk menggodanya, maka kamu salah besar". dia menelfon untuk meminta maaf padaku. tentu saja memintaku untuk kembali padanya, tapi aku tak sudi lagi. ambil saja lintah itu, sepertinya sangat cocok dengan tubuh kotor sepertimu".
👩🏼
"jaga mulutmu jalang", sambil mengayunkan tamparan.
prak!!
nabiha tersungkur di lantai.
👨🏻
"cukup, aku sudah cukup mendengar semuanya". sambil membantu nabiha berdiri.
"aku kira kau gadis baik-baik. aku kira semua yang kau katakan kemarin agar kembali bersama denganku itu serius. bodohnya aku dibutakan olehmu. bahkan setelah perzinahan yang telah kalian lakukan, aku membenci diriku karena membelamu".
"tapi tidak lagi, semua perasaan yang ku punya untukmu tidak ada lagi".
(merangkul nabiha dan membawanya pergi)
👩🏼
(sangat terkejut melihat bihan)
"bihan, tunggu. aku bisa jelaskan. bihaaaannnnn!!!".
{apa, kayanya dia berzinah dengan dito.wah tidak di sangka}{iya berzinah katanya}{tidak tahu malu sekali} bisik orang-orang yang menonton.
______________________________________
ola pergi dengan rasa kesal dan sangat malu, sementara bihan dan nabiha berdua di mobil bihan
-----------------------------------------
👨🏻
"astaga lihat semua memar di tangan dan pipimu ini. apa masih sakit?", ujarnya dengan wajah khawatir.
👩🏻
"oww, jangan di pegang". sambil meringis kesakitan.
👨🏻
"oh tidak sengaja". merasa bersalah.
"biha, sejak kapan kamu tau kalau pacarmu dulu berselingkuh dengan ola?", bertanya dengan wajah serius.
👩🏻
(ragu-ragu)
"hmm, beberapa hari sebelum dia memutuskan mu", sambil menunduk.
👨🏻
"kenapa merahasiakannya dariku?", tanya bihan dengan sangat pelan.
👩🏻
"aku tau, kalau kau sangat mencintai ola. begitu juga aku, aku tidak mau kehilangan dito. aku tidak ingin ada kerenggangan diantara kita karena masalah ini".
👨🏻
"apa hanya itu? aku harap kamu tidak menyembunyikan apa-apa lagi dariku", kata bihan dengan raut wajah yang tak bisa ditebak.
👩🏻
"selama ini aku memergokinya beberapa kali. mereka bertukar pesan, dan puncaknya adalah kemarin", jawab nabiha sambil menunduk.
👨🏻
(ya ampun, seberapa banyak anak ini menderita? dia memikirkan perasaanku dan betapa tidak perhatiannya aku padanya)
"kau masih menyukai dito?", tanya bihan dengan sungguh-sungguh.
👩🏻
(menggeleng)
"tidak ada lagi yang tersisa untuknya".
👨🏻
(tersenyum).
______________________________________
BAGAIMANA KELANJUTAN KISAH MEREKA? NANTIKAN NABIHAN SEASON 2!!! ;):)
👨🏻
"kau ingat yang pernah kita bicarakan di bangku taman sekolah?".
👩🏻
(berusaha mengingat)
"ah, maksudmu... waktu itu?".
______________________________________
SEE U