Di kisahkan disebuah desa hiduplah seorang nenek yang hidup sebatangkara. Suatu hari saat siang hari si nenek pergi ke hutan untuk mengumpulkan kayu bakar, Si nenek bertemu dengan seorang bayi laki laki.Kemudian si nenek merasa kasihan dengan bayi laki laki tersebut, lalu si nenek mengambil bayi tersebut dan membawanya pulang kerumahnya.
Sesampainya di rumah si nenek memandikan bayi laki laki tersebut dan memberinya makanan kemudian si nenek memberi nama bayi tersebut Si Hitam,karena warna dari kulit bayi laki laki itu berwarna hitam.Si nenek merawat dan memanjakan Si Hitam dengan sepenuh hati seperti merawat dan memanjakan anaknya sendiri.
Hari demi hari si nenek bekerja sebagai pencuci baju dan pergi kehutan untuk mengumpulkan kayu bakar dan kemudian dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.20 tahun pun berlalu Si nenek bertambah tua dan Si hitam sudah besar.Si hitam melihat sang nenek dengan penuh rasa kasihan.Pada saat malam harinya Si hitam berbicara dengan Si nenek.Si hitam mengatakan ia ingin pergi ke kota untuk menjadi buruh angkut barang kerena dia merasa akan sukses saat berada di kota.
Pada awalnya si nenek tidak setuju kerena merasa kehidupan di kota sangat berat tapi si hitam terus memaksa si nenek.Si nenek dengan berat hati mengizinkan si hitam untuk pergi ke kota.Keesokan harinya si hitam pergi ke kota dengan menumpang di angkutan umum yang menuju ke kota.Kemudian si hitam sampai di kota pada malam hari.
Saat dia sampai di kota ia mencari penginapan di sekitar sana akan tetapi dia tidak kunjung menemukannya.Kemudian si hitam mulai pasrah dan merenungi kata kata si nenek,karena kata kata tersebut membuat si hitam merasa semangat.Tidak lama setelah itu si hitam ditabrak sebuah mobil BMW.
Setelah Si Hitam bangun dia sudah berada di rumah sakit,dia melihat ada seorang wanita yang sedang menunggu nya bangun sehingga wanita itu tertidur lelap rupanya wanita itulah yang menabraknya.Setelah itu Si Hitam pergi dari rumah sakit tersebut dan meninggalkan sepucuk surat kepada wanita itu.Si Hitam pergi ke berbagai perusahaan untuk melamar kerja akan tetapi semua lamarannya di tolak.Kemudian Si Hitam di sapa seorang wanita rupanya wanita itu adalah orang yang menunggunya di rumah sakit wanita itu bernama siti.
Setelah berkenalan Siti mengajak Si Hitam untuk bekerja di perusahaannya, kemudian Si Hitam menerima tawaran dari Siti.Setelah bekerja selama 5 tahun Si Hitam menjadi orang terkaya di kota tersebut dan kemudian Si Hitam menikahi Si Siti,dan Si Hitam memiliki 2 orang anak 1putra dan 1putri.Putra dari Si Hitam bernama Arya yang berusia 10 tahun sedangkan putrinya bernama Dayu yang berusia 7 tahun.
Pada suatu hari Si Hitam mendapat kabar dari tetangganya di kampung bahwa Si Nenek sedang sakit.Kemudian Si Hitam bersama keluarganya pergi untuk mengunjungi Si Nenek yang sedang sakit.Di tengah perjalanan Si Hitam membeli oleh-oleh untuk Si Nenek,sesampainya di kampung Si Hitam disambut oleh warga desa.
Sesampainya di rumah Si Hitam di sambut oleh Si Nenek kemudian Si hitam memeluk Si Nenek untuk melepas rasa rindu dari Si Hitam. Kemudian Si Hitam bersama keluarganya membawa Si Nenek pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan.Setelah melakukan pemeriksaan Si Hitam mengajak Si Nenek pergi ke kota untuk tinggal bersama keluarganya,Si Nenek menerimanya dengan senyuman bahagia di wajahnya.Kemudian Si Hitam tinggal dengan bahagia bersama Si Nenek dan keluarganya.
Pesan Moral:
MARILAH KITA SELALU BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA KITA KARENA SUDAH MELAHIRKAN KITA DAN MERAWAT KITA DAN SELALULAH MENGINGAT JASA DARI KEDUA ORANG TUA KITA KARENA TANPA MEREKA KITA TIDAK AKAN BISA MENJADI SEPERTI SEKARANG INI