di ceritakan pada jaman dulu hidup seekor sapi betina, sapi betina tersebut kehausan karena melakukan perjalan ke dalam hutan.
ia menemukan sebuah air ajaib yang membuat nya hamil, hidup ia jalani dengan senang, sang sapi betina tersebut perut nya mulai membesar yang dimana ia sekarang sedang mengandung anak nya.
saat ia melahirkan ia kaget bukan main, ia melahirkan dua anak kecil yang sangat imut, sang ibu sapi tidak Mengmusingkan hal itu, dia memberi nama dua anak nya tersebut yaitu putri Ranti dan putri kalopa yang dimana sang ibu sapi merawat meraka dengan kasih sayang seorang ibu pada anak nya. mereka tinggal di sebuah gubuk dimana gubuk tersebut tidak bisa di masukin oleh orang lain.
saat yang ibu sapi keluar dari gubuk tersebut, dia berpesan kepada sang anak untuk tidak sembarang membuka gubuk untuk orang di luar dan apabila dia sudah datang ia akan bersenandung dengan menyebutkan nama meraka. pada saat ibu sapi mau masuk rumah dia memanggil putri Ranti dan putri kalopa.
"oo.. putri Ranti putri kalopa anaee... anam pa angan di ruma anaee" sang ibu sapi memanggil meraka dengan senandung kan nama putri dia.
bruuak...!
pintu terbuka dan sang ibu sapi langsung masuk. bertahun- tahun pun berlalu sekarang anak yang di lahirkan oleh induk sapi sudah beranjak dewasa.
pada suatu hari ada seorang pangeran yang penasaran dengan gubuk yang berada di dalam hutan, ia coba membuka nya namun selalu tidak bisa, alhasil dia kembali ke kerajaan nya, keesokan hari nya ia melihat seekor sapi betina masuk ke dalam gubuk dan bersenandung.
oo.. putri Ranti putri kalopa anaee... anam pa angan di ruma anaee"
bruakk...! pintu pun terbuka lebar untuk sapi betina tersebut.
sang pangeran melihat itu dia ingin mencoba namun dia tidak bisa pada saat ini karena ia melihat induk sapi belum keluar dari gubuk nya.
keesokan harinya dia kembali ke tempat persembunyian nya di dekat gubuk dan ia melihat sang induk sapi sudah keluar.
sang pangeran penasaran kenapa gubuk ini salalu di tutup dan apabila ia ingin membuka nya sangat sulit. dia mencoba seperti apa yang di lakukan oleh sang induk sapi ke arah pintu tersebut.
oo.. putri Ranti putri kalopa anaee... anam pa angan di ruma anaee" sang pangeran bersenandung dan tiba tiba.
bruaak...! pintu terbuka memperlihatkan dua perempuan dewasa yang cantik.
sang pangeran pun membawa ke duanya ke istana. di sisi lain sang ibu sapi sampai di gubuk dang bersenandung seperti biasa.
oo.. putri Ranti putri kalopa anaee... anam pa angan di ruma anaee" namun tidak ada respon dari anak nya, dia mencoba sekali lagi
oo.. putri Ranti putri kalopa anaee... anam pa angan di ruma anaee. sang ibu sapi merasa cemas dengan kedua anak nya langsung mendobrak pintu.
bruaak..!
sesampainya sang ibu sapi di dalam dia tidak melihat kedua anak nya, ia mencari di setia sudut gubuk nya tidak ada. pada saat dia keluar melihat jejak kaki kuda dia langsung menebak kemana kedua anak nya di bawa.
sang ibu sapi melihat monyet di atas pohon dan bertanya" monyet kamu melihat orang yang pake kuda lewat sini dan membawa dua perempuan " tanya sang ibu sapi pada monyet.
dan monyet menjawab " ia aku melihat nya dia mengarah ke sana " ucap sang monyet sambil menunjuk ke arah mana kuda nya pergi.
ibu sapi melihat itu langsung berlari dan di tengah jalan dia bertemu dengan burung Kutilang sang induk bertanya.
" tilang kamu melihat manusia membawa dua anak perempuan " ucap sang ibu sapi
dan Kutilang menyahut " iya aku melihat nya, dia menunggangi kuda, kuda tersebut mengarah ke istana dan ada dua anak perempuan bersama nya" ucap ketilang.
sang ibu sapi berlari ke istana dan ia melihat banyak sekali orang di dalam nya, dan dia melihat kedua anak nya akan menikah dengan dua pangerang kerajaan.
sang ibu pun mengeluarkan air mata bahagia sembari mendekati kedua anak nya. namun pada saat ia ingin mendekat anak nya yang bernama putri kalopa pun menghentikan nya dan tidak mau mengakui, sang ibu sapi sebagai ibu nya, namu sebaliknya putri Ranti dia menerima ibu nya karena di sudah membesarkan nya.
selesai pernikahan putri kalopa di bawa oleh sang suami ke desa karena tidak jujur kepada mereka dan sebaliknya putri Ranti hidup bahagian di istana.
TAMAT
saya mohon maaf apabila ada yang tidak sesuai dengan judul tapi saya mencoba untuk menulis sesuai dengan di ceritakan nenek saya dan mungkin ada beberapa yang saya ubah karena bahasa asli dari cerita ini adalah bahasa Bima jadi sedikit sulit untuk di terjemahan dalam bahasa indonesia , sebuah dongeng yang selalu di cerita oleh nenek saya sebelum saya tidur, dan semoga bisa mendapatkan makna dari cerita ini
saya mohon maaf bila ada salah dalam penulisan 🙏🙏