Hari-hari berjalan normal seperti biasa, seorang pria yang tengah jatuh cinta bermain dengan seorang perempuan yang dia sukai, Hingga suatu hari, dia memberanikan diri mengakui perasaannya.
"Ngomong-ngomong, aku... suka dengan mu...." Ucap sang pria. Dengan sedikit gugup disaksikan 2 teman lainnya, dia meneguhkan pandangannya dan menatap sang perempuan dengan teguh.
Dengan jantung yang berdegup kencang, dia menelan ludahnya. Perlahan sang perempuan berkata, "Hah? padahal aku sendiri benci dengan diriku... Emang kenapa bisa suka...?"
Sang pria yang mendengarnya sedikit mundur, dan kemudian dia menarik nafasnya panjang-panjang. Kemudian dia mulai melanjutkan kata-katanya, "Haha, mungkin aku sedikit aneh, dan mungkin bagimu, dirimu itu sangat menjengkelkan..."
*Bzzzt! *Bzzt!!
Ketika sang pria hendak melanjutkannya, tiba tiba smartphone miliknya bergetar.
"Ah, maaf aku lanjutkan nanti."
Sambil meraba saku yang ada di celananya, dia mengangkat telepon itu. Yang kemudian ketika selesai dia berkata, "Aku pulang duluan ya! Aku ada acara mendadak..."
Sambil tersenyum dengan sedikit paksaan dia kemudian berpamitan kepada teman temannya yang lain, juga kepada si perempuan.
"Mungkin akan kulanjutkan nanti di chat... Aku langsung pulang ya!" Ucap si pria kepada semua temannya, lalu melambaikan tangannya sembari menjauh. Mengambil kuncinya di saku celana jeans nya dan mulai menyalakan mesin motornya. Memakai helm full face, lalu dengan perlahan menarik pedal gas nya sembari mengganti gigi motornya menjadi gigi satu.
Sang perempuan yang masih penasaran dengan alasan itu pun dengan cepat membuka smartphone nya lalu dia mengetik sebuah pesan kepada pria tadi yang bertuliskan, "Bisakah aku tahu alasannya?" Yang kemudian dia menutupnya kembali.
Di sisi lain, sang pria yang sedikit kecewa dengan perasaan itu menarik pedal gas nya dengan sedikit lebih kencang. Hingga dia kemudian sadar bahwa dia berkemudi dnegan kecepatan 67 KM/Jam.
Dalam hatinya dia sedih, namun juga marah. Rasa frustasi membuatnya sedikit lengah dan hilang fokus. Saat itu jalan menurun dan berbelok, ketika dia kehilangan kefokusannya, motor dengan kecepatan 67 KM/Jam itu kemudian segera menabrak pembatas jalan yang menyebabkan si pria terhempas jauh dari motornya. Beruntungnya, jalanan sedang sepi. Dengan perasaan yang sedikit bercampur, dia terdiam sambil telentang di tengah jalan tanpa ada orang yang menolongnya.
"Sial!!!!!!" Teriaknya sambil merasakan beberapa rasa sakit akibat terlempar jauh. Dia kemudian bangun dengan perlahan, lalu berjalan dengan kesakitan. Kaki kiri nya terluka, banyak goresan terdapat pada punggungnya. Beberapa saat kemudian dia kembali menaiki motornya dan mengembalikannya kegigi 1 dan berjalan dengan perlahan. Air mata yang tadinya menetes, kini telah hilang berganti dengan tatapan kosong.
Sesampainya dirumah, dia melihat smartphone nya yang terdapat notif dari si perempuan. Sambil dengan berat hati membuka smartphonen nya, dia membaca pesannya. Ketika membacanya, dia kemudian membalasnya, "Maaf, agak lama... Aku jatuh tadi :D." Ketiknya yang kemudian dia mematikannya.
Dia kemudian melihat ke sebuah cermin dan mengobati luka-lukanya sambil meringis kesakitan. Singkat cerita, dia selesai dengan semua itu dan kemudian dia kembali ke ruang tengah untuk dusuk di sofanya yang nyaman. Namun ketika dia ingin duduk, dia melihat sang perempuan yang sudah memberi jawabannya. Dia segera membukanya dan menbacanya.
"Kamu baik-baik saja kan!? Ada yang terluka?" Adalah apa yang tertulis di pesan itu. Sang pria hanya tersenyum dan berkata.
"Haha, mungkin hanya sekedar pesan.." Yang Dia kemudian segera mengambilnya dan membawanya ke kamar. Lalu dia merebahkan tubuhnya yang penuh luka lecet dan memar karena jatuh dengan perlahan.
Smartphone yang sebelumnya mati kemudian hidup karena pesan yang masuk. Dia kemudian membukannya. "Aku tidak apa-apa." Ketik si pria itu dan kemudian mengirimnya.
Dia kemudian merentangkan tangannya sambil menghela nafasnya. Perlahan dia mulai merenung dengan banyaknya pikiran hingga akhirnya menjadi overthinking. Dia mulai cemas dengan segalanya, dia merasa dirinya tak berguna.
"Mungkin kah ku usaikan semuanya?" Ucapnya pada dirinya sendiri. Dia kemudian menatap ke jam dinding yang masih menunjukkan pukul 8 malam.
Dengan notifikasi yang terus masuk dari sang perempuan, si pria pun dengan cepat membalasnya. "Sebenarnya aku suka denganmu, gaya rambutmu, kaca matamu, gaya bicaramu, cara jalanmu, hobi mu, alergimu yang aneh, hingga semua penyakitmu. Semua ini kurasakan bukan karena aku kasihan, jika kamu memang benci dirimu, lantas mengapa aku bisa mencintai mu?" Ketik sang pria yang kemudian mengirimnya.
"Ha...." Si pria kembali menghela nafasnya panjang. berharap pernyataan cintanya diterima dan mereka mulai memiliki hubungan. Walau akhir pun akan berkata lain....
Tamat.