di sebrang jalan
Author: Dini Dinoz
hari itu dia menatapku tajam,sepasang mata yang tampak asing namun wajah nya sangat familiar di pikiranku.baru kali ini pria itu menatap ke arahku setelah hampir satu tahun aku bekerja menjaga toko seusai aku menyelesaikan sekolah sma ku.dan selama itu pula aku hampir sering melihat wajah nya di tiap minggu pagi karena kebetulan tokoku bersebrangan dengan gereja yang cukup terkenal di kota ini. perawakannya yang gagah dengan mata sipit khas tionghoa membuatnya tampak menarik di mataku."mbak belum sarapan kan? "tiba tiba saja pria itu berada di hadapanku.dengan sekantong makanan yang dia sodorkan ke arah ku.aku cukup terkejut seketika aku raba isi kantong kresek yang dia bawa untukku.
"ini apa ....?"aku kebingungan dan sedikit kikuk karna harus memanggilnya apa.
" ryan... "ucap nya sambil mengulurkan tangannya." panggil saja ryan,... " ucap nya menegaskan sambil tertawa kecil.aku segera membalas uluran tangannya.
" maya... "ucapku gugup.pdahal dia lebih pantas di panggil koko atau oppa.ucapku dalam hati.
" sarapannya di makan ya,tenang ini halal ko " ucapnya sambil menyerahkan bungkusan yang sempat ku raba tadi.aku menerimanya dengan agak ragu ragu.namun dia dengan sigap menjejalkannya ke tanganku.
" ga pake racun ko may,saya tadi hanya bingung saja cari alasan buat kenalan sama kamu.kebetulan di depan toko orang tua saya ada penjual nasi uduk... " ucapnya sambil kembali tersenyum.
"terima kasih... "ucapku sambil menatap ragu ke arahnya.karena jujur saja jantungku berdetak begitu kencangnya.
" ya sudah kamu kerja lagi ya,kalo boleh nanti saya antar kamu pulang.jam berapa biasanya kamu pulang?? "tanya nya.aku lagi terkejut.
"jam 9 malam.kebetulan kalo weekand toko rame jadi kami masuk semua... "jawabku sengena nya.
" kamu bawa libur hari apa? " tanyanya lagi.
" rabu... "balasku.dia pun mulai beranjak.
"yasudah sampai nanti malam... "ucap nya berpamitan,aku hanya mengangguk saja.diapun mulai berjalan jauh. rasanya ribuan bunga tengah bertaburan di kepalaku.hampir saja aku di buat pingsan oleh nya.bagaimana tidak aku seperti habis mendapatkan lotre di pagi hari.
Satu tahun yang lalu aku hijrah dari kampung ke kota untuk bekerja.sebenarnya orang tuaku cukup mampu untuk menghidupiku,bapa ku yang bekerja sebagai pegawai negri sipil cukup membuat kami hidup berkecukupan.apalagi aku adalah anak bungsu dari 4 bersaudara yang kebetulan semua kakak kakak ku sudah berumah tangga.sebenarnya aku ingin melanjutkankn sekolah ku dengan mendaftar di sekolah kedokteran namun bapaku lebih menuntutku untuk sekolah di jurusan lain.karena pikirnya bapa tak akan mampu menyekolahkanku di universitas yang aku mau.hingga akhirnya aku marah padanya,dan memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolahku.alih alih marah aku pergi ke luar kota mengikuti kakak perempuanku dan tinggal dengan nya.
awal nya aku hanya akan tinggal sementara sampai marahku reda.namun ketika satu minggu aku di sini dan merasakan kebosanan dengan iseng aku coba coba melamar kerja sampai akhirnya aku kerja di toko ini.hampir 3 bulan aku menumpang di rumah kakak,sampai akhir nya aku mampu mengontrak rumah sendiri,walaupun hanya satu petak.kakak sempat menahanku karna dia merasa khawatir jika adik perempuannya tinggal sendiri.tp aku berhasil meyakinkan nya,dengan alasan agar lebih dekat dengan tempat kerja.terlebih jika aku masuk sip 2 otomatis aku pulang malam.namun sebenarnya aku hanya tak enak saja dengan kakak iparku,meskipun dia baik tapi rumah kakakku yang kecil dengan 2 anak di dalamnya akan membuat nya tak leluasa.
hari pun mulai malam.seusai aku dan teman temanku menutup toko aku merapikan riasanku, takut pria tadi benar benar datang menemuiku.aku harus terlihat rapi seperti tadi pagi itu pikir ku.dan benar saja pria itu sudah berdiri menungguku tak jauh dari toko.aku bergegas berjalan ke arah nya.dia tersenyum ke arahku,sementara aku tampak malu malu membalas senyuman nya.
" dari tadi...? "tanyaku basa basi.
"enggak ko,baru aja sampai " jawab nya. dia kembali memberiku bungkusan kresek.
"mie goreng,buat makan malam... " ucap nya seolah tau aku hendak bertanya.
" lain kali ga usah bawa ginian,aku kerja di kasih makan ko.baru aja 2 jam yang lalu aku makan nasi... " jawabku sambil menerima pemberian nya.
" ya udah ga apa apa.kalo pulang kerja kan biasanya suka lapar... "ucap nya sambil tersenyum.kita pun berjalan kaki menuju kontakanku.sebenarnya naik motor akan lebih cepat sampai ke sana.hanya saja kami lebih memilih jalan kaki karna jarak toko dengan kontrakanku agak lumayan dekat hanya sekitar 500 metern.hanya saja melewati jalan jalan kecil untuk sampai kesana.meskipun jalan kecil namun tempatnya ramai sampai pagi lagi sekalipun suasana nya tetap ramai.warung2 pinggir jln nonstop buka 24 jam.belum lagi anak anak muda bahkan ibu ibu suka asik mengobrol di depan rumah atau kontrakannya jadi aku merasa aman berjalan walaupun malam sudah larut.
kami tak banyak mengobrol malam itu.karena kami terasa cepat sekali sampai ke tujuan.namun sebelum dia kembali pulang dia menyimpan no ponsel ku.dan berkata dia akan segera menelponku.aku tak berani menyuruhnya mampir,karna memang malam sudah larut aku takut tetangga kontrakanku berpikiran yang bukan bukan tentang kami.dia seorang katolik yang taat,dan aku wanita muslim.aku tau aku mengagumi paras nya,yang hampir ku pandang diam diam setiap minggu.namun untuk urusan lebih dari teman aku pun enggan.karna walau aku berdebar debar di dekat nya.tp agamaku. mempunyai batasannya.aku hanya bisa menjadi teman nya saja tak lebih dari itu ...
sejak malam itu kami menjadi dekat.tingkah tingkah kita yang kaku sudah mencair seiring berjalannya waktu.obrolan obralan kami pun sudah tak seperti awal berjumpa.dan aku pun sudah tak bergetar lagi di depannya.aku lebih menganggapnya sahabat begitu pun dia.ke kagumanku dulu seketika berubah karna aku sering di buat kesal oleh tingkahnya.namun sementara ini dia adalah teman terbaik dari teman teman yang sempat aku temui.bahkan tetangga tetanggaku pun sekarang sudah kenal dengan nya,dan mereka tampak kagum dengan persahabatanku dengan nya.
pagi itu di hari rabu jam masih menunjukan pukul 08 pagi.seperti biasa aku nyaman berleha leha di tempat tidurku ketika aku libur bekerja.tiba tiba saja suara nyaring pintu di ketuk mengejutkanku.aku tau betul siapa yang ada di luar sana.dengan kesal ku buka pintu kontrakanku.benar saja ryan sudah berdiri di hadapanku.
" ngapain sih yan pagi pagi gini kesini..."teriak ku dengan kesal.dia hanya menatapku dengan sinis.tak lama dia memegang jijik piyamaku.
"pantas saja ga ada laki yang mau jdi pacar kamu.udah siang gini masih pake yang ginian.mandi sana... "ucap nya.aku menepiskan tangannya.
"pa an sih... "ucapku kesal.aku masuk ke kontrakan di ikuti dia di belakangku.tanpa di suruh dia langsung duduk dengan santai nya.
"eh ehh ehhh... siapa yang suruh masuk,siapa juga yang nyuruh duduk.udah tau di sini yang tinggal cewe... "aku menendang kaki nya.namun dia tampak acuh saja.
"yaudah cepet mandi,antarin saya bawa barang di toko paman... "perintah ryan dengan santainya.
" males ah.palingan di suruh jdi kuli bantuin ngangkat ke pickup... " balasku sambil ikut duduk di samping ryan.
"cepet sana mandi,pkk nya entar di kasih bonus... "ryan mendorong badanku dengan tangan nya.aku kesal namun aku tak bisa menolak keinginan nya.
"alahhh palingan cuma di kasih mie goreng sama jus jeruk... "aku pun berdiri dengan kesal nya."yaudah sana,katanya suruh mandi.tau kan ni kontarakan cuma satu petak.aku tuh ngapain semua di satu ruangan ini.mau nungguin sampai ganti baju... "aku menarik tangan nya untuk bangun.dia pun segera berdiri.
"ogahhh, mending punya badan seksi... " ryan segera pergi dengan santai.
" sialannn... " umpatku sambil menutup pintu kencang2.ryan pun sabar menungguku sampai aku selesai berias
Bab 2
Dua hari sudah aku berbaring di kontrakanku,badanku masih lemas walau aku sudah beristirahat dengan baik.sekarang sedang musim hujan,aku beberapa kali terkena hujan saat berangkat ataupun pulang kerja.sampai akhir nya badanku yang ku anggap kuat ambruk juga.dokter berkata kalo aku kecapean dan harus istirahat.sebenar nya aku ingin mengunjungi rumah kakak ku untuk beristirahat di sana,tp sekali lagi pikiranku melarangnya karna takut merepotkan mereka.sementara sakitku tak seberapa dengan beristirahatpun aku akan cepat pulih kembali."tok tok tok... "suara pintu di ketuk terdengar. seketika gagang pintu ku bergerak ke bawah dan pintu pun terbuka,ryan masuk ke dalam rumah terburu buru sekali dan segera menutup pintu kembali karna di luar hujan tengah turun deras.di mengibas ngibaskan baju nya yang sedikit basah.di lepasnya jaket yang ia kenakan dan segera menggantung nya.
"kenapa kesini kalo hujan,.."ucapku dengan lemas.ryan hanya tersenyum sambil cepat mencari mangkuk yang cukup besar.dia tuang sayur yang sedari tadi ia pegang dalam bungkusan.
" apa itu yan...? "tanyaku penasaran.ryan menoleh kearahku.
"sup dengkul,katanya baik buat kesehatan.biar kamu cepat pulih... " jawabnya. dia membuka penanak nasi,tadi pagi dia memasakan nasi untuk ku dan membawa lauk nya juga.di lihat nya isi dari penanak nasi itu.
"sudah makan?? "tanya nya,aku mengangguk pelan.dia segera menutup kembali penanak nasi itu dan menyimpan sayur dengkul yang di bawa di atas meja.
"yaudah ini buat nanti aja..."dia pun duduk di sampingku.tak lama dia memegang dahi ku...
"udah baikan?? "tanya nya lagi.dia masih tampak cemas dan khawatir seperti hari kemarin.ya ryan mengurusku dan menjagaku dengan baik selama aku sakit.
" udah baikan ko,perawatnya galak.datang kesini aja sehari bisa 3x hanya untuk memastikan aku makan dan minum obat dengan baik... " jawabku sambil melirik ke arah nya.ryan tertawa,tapi seketika ia terdiam dia sandarkan tubuhnya di ke dinding kamar.dia terlihat menghela napas nya panjang,aku sedikit khawatir.
" kenapa yan??? kamu ada masalah... "aku cemas karna gelagat nya yang tak biasa. dia lama terdiam seperti enggan menjawab sampai akhirnya dia membuka suara.
"aku ingin sunat may... "perkataan nya yang tenang mengejutkanku.
" ko tiba tiba... "
"entahlahhh... "dia menatap langit langit kamar.seolah ragu...
" sunat baik ko buat kesehatan,banyak ko yang di luar agama kami melakukan sunat. "ucapku.ryan kmudian menatap tajam ke arahku.kemudian kembali memalingkan wajahnya menatap kosong pada seisi ruangan.
" aku sudah berusaha untuk tak melewati batasku.tapi aku tak bisa.sesekali aku ingin mengobrak abrik batasan itu... " ucap nya.aku menatap nya dalam seolah hampir mengerti apa yang hendak dia bicarakan.
" kenapa seperti ini??"...dia menatap kearah ku seolah enggan menjawabnya.aku memegang tangan nya.
" yakin kan dulu hatimu,baru bertidak yan.jangan terburu buru bila nanti akhirnya kamu akan menyesal... "aku mencoba menenangkan kegalauan hati nya.
"bila aku seiman dengan mu mungkinkah batasan yang kamu buat denganku akan menghilang? mungkinkah kamu bersedia aku halalkan seperti perintah agamamu?... "pertanyaannya nya menusuk jantungku,tatapan nya tajam dan dalam seperti mengiba sebuah jawaban.aku melepaskan genggaman tanganku.aku sendiri bingung dengan apa yang mau aku ucapkan.
" keputusan itu harus benar benar bulat.pikirkan lagi baik baik. kamu tidak hidup sendiri ada orang tua mu,keluarga mu,yang mungkin akan menentang itu.pikirkan baik baik.di luar sana masih banyak gadis gadis cantik yang seiman denganmu yang siap kamu halalkan... "balasku.aku menghela napas ku sejenak
" kita bisa berteman seperti biasa yan.aku akan selalu seperti ini.menjadi sahabatmu,tak peduli kita berbeda..."lanjut ku.
"aku mau nya lebih mayy... "dia menjawab singkat dan kembali menatapku.
"bila kamu mau menerimaku,aku siap mengorbankan apapun.walaupun aku harus mengorbankan keluargaku... "sambung nya lagi.
"tapi yan... "pikiran ku buntu entah apa yang mau aku ucapkan.
"kamu tinggal bilang ya atau tidak.selebih nya biar aku yang berusaha.bila memang aku tak mampu baru menyerah... "ucap nya.dia tak melepaskan pandangan nya dari ku.aku sendiri bingung dengan perasaan yang aku rasa.meskipun sudah lama aku menganggap nya sahabat namun aku selalu tak rela bila dia melirik atau menggoda wanita lain.seolah olah aku adalah pemiliknya. dia kembali menyandarkan kepalanya ke dinding kamar.
"aku sudah berusaha mengalihkan pandangku ke arah lain,namun lagi lagi kamu yang berada di hadapanku.aku lelah membohongi diriku sendiri "ucap nya.aku menatap nya yang tengah menatap kosong ke arah lain.aku mengumpulkan keberanianku untuk berbicara dan mengungkapkan apa yang ku ingin.
" baik lah yan... "ucapku singkat,ryan dengan segera menoleh ke arahku.matanya tampak berbinar.
" benarkahh?!!kamu bersedia berjuang bersama ku?? "dia seolah tak yakin.aku hanya mengangguk kecil.tiba tiba dia mendekapku erat sekali.seraya mengucapkan terimakasih.untuk kali pertama jantungku kembali berdetak kencang oleh nya,setelah sekian lama aku membuang perasaanku jauh jauh di hadapannya.aku juga tau aku membutuhkannya.karena dia lah yang selama ini telaten menjagaku.
satu bulan sudah berlalu,aku mulai dekat dengan nya sebagai pasangan kekasih. sampai akhir nya dia menghilang.selama hampir satu minggu aku tak bertemu dengan nya.dia hanya berpamitan pada ku dan berkata akan menonaktifkan semua medsos milik nya.entah apa yang sedang dia lakukan.aku hanya mempercayainya saja.karna dia sempat berjanji padaku bahwa dia akan mengurus segala nya.aku bahkan tak mencoba mencari nya.karna semenjak aku memutuskan berhubungan dengannya aku sudah pasrah bila akhir nya tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan.karna sekali lagi masih ada pembatas yang membuat kita berbeda dan terasa sulit untuk bersatu.
tiba tiba saja aku teringat dengan nya di satu malam sebelum dia menghilang.seperti biasa dia berdiri tak jauh dari depan tokoku.badan nya terlihat lusuh,meski dia tersenyum kepadaku aku tau ada yang sedang tidak baik baik saja terjadi pada nya.aku mendekati nya berpura pura tak tahu.aku tak ingin pertanyaan dari ku semakin membuatnya gundah.malam itu kita hanya berjalan,dia menggenggam tanganku dengan erat tanpa menengok ku sama sekali.sesekali ku lirik raut wajah nya.
"kenapa...?? "aku memberanikan diri bertanya,dia menghentikan langkah nya dan malah menatap tajam ke arah ku. aku enggan bertanya kembali dan menunggu dia yang bicara.
"kita menikah... "ucap nya tiba tiba.aku agak terkejut. dan melepaskan genggaman tangannya.
"kenapa...? "tanya nya,aku memalingkan wajahku.jujur saja aku tak bahagia mendengar ini semua.mengingat kita yang akan sulit mendapat restu dari keluarga kita.
" aku tak ingin ada hal apapun yang memisahkan kita may.kita menikah saja..."ucap nya lagi.
"sudah lah yan,sekarang kita jalani saja apa yang sedang berjalan di depan kita.selebih nya kita tinggal berserah... "jawab ku.sambil kembali berjalan.
"tunggu aku 2 minggu saja.aku janji bakal menuntaskan segala urusanku... "kata katanya seolah meyakinkan ku.aku tak mampu berkata lagi,ku anggukan saja kepalaku berharap itu bisa menenangkan nya...
Bab 3
pov:ryan
malam itu seusai aku mengantarkn maya aku segera bergegas pulang.maya sebenarnya mengajakku untuk tetap tinggal karena tiba tiba saja hujan turun dengan derasnya namun aku menolaknya.ada hal yang harus aku selesai kan di rumah.malam itu dalam perjalanan pulang hati dan pikiran berperang hebat.di sisi lain aku sudah merasa mantaf untuk mengikuti agama maya,di sisi lain aku membayangkan akan seperti apa murka nya mereka mendengar keinginanku.namun bagiku,aku sudah dewasa dan sudah bisa memilih apa jalan hidupku.
sesampai nya di rumah aku mendapati ibu dan ayahku tengah asik menonton tv.aku segara membuka jaket yang menempel di badanku,hujan nya cukup deras hingga membuat nya tampak basah.segera kudekati mereka.
" ganti dulu baju nya,lihat tu basah.baru nonton tv... "ibu ucap ibu ketika melihatku duduk di samping nya.
"sedikit ko bu,ryan tutupin pake jaket... "jawabku sambil menatap wajah lembut ibu ku.
"sudah sana ganti dulu,entar sakit..."balas ayah.aku beralih memandangnya.memandang wajah ayahku yang tampak gagah dan tegas.
"sudah makan nak?? ibu masak ga ada yang makan kaya nya.adik mu malah pergi ga tau kmna... "lanjut ibu.aku hnya mengangguk lalu terdiam kembali.
"ayah,ibu,,,ada yang mau ryan bicarakan... "ayah tampak terkejut,begitu pun ibu.mereka yang tengah menonton acara kesayangan nya beralih menatap ku. ayah terlihat mematikan televisi nya.dan mulai duduk menghadapku,begitupun ibu.
"kenapa? kamu butuh uang? tampangnya serius amat... "tanya ibu sambil tertawa kecil.aku menggelengkan kepalaku.
"jangan jangan kamu hamilin anak orang?!!! " sambung ayah.membuat ibu sontak memandangku. aku segera menggeleng.dan ku lihat mereka tampak lega. aku terdiam beberapa saat. mengumpulkan semua keberanianku untuk berkata sesuai yang aku ingin.ku hela napasku panjang,aku tau akan konsekuensi terburuk dari semua keinginanku.aku siap menanggung resiko nya
"ibu ayah,bukan kah hidup itu sebuah pilihan.sesudah dewasa seperti sekarang ini.seandainya ryan memilih jalan yang berbeda dengan ayah dan ibu.apakah kalian akan tetap mendukung ku?? "ucapku sambil tertunduk.tak kuasa aku menatap wajah mereka. ibu dan ayah tampak saling pandang,mereka tampak bingung.
"nak,apapun itu.kami sebagai orang tua mu akan selalu mendukung mu.tak peduli kamu jatuh berkali kali sekalipun.kami orang tua mu akan tetap merangkul mu.kamu tak usah khawatir... "aku menatap wajah ayah yang tengah berbicara.dia menepuk pundak ku seakan berkata semua baik baik saja.aku kembali tertunduk.aku pun turun dari kursi dan duduk bersimpuh di hadapan kedua nya.mereka tampak semakin terlihat khawatir.
"ryan ingin mengucapkan 2 kalimat sahadat... "ucapku.ibu dan ayah tampak terkejut tak lama ibu tertawa seolah aku tengah becanda.
"sudah lahh nak.sana mandi.sudah malam.."ucap ibu,di sambut ayah yang juga ikut tertawa
"sudah sudah.ayah ga suka kalo kamu becanda nya kaya gini.kirain ada apa... "sambung ayah.
"ayah ibu.ryan serius.ryan sudah memikirkan nya sudah lama.ini keputusan yang berat.tapi ryan sudah sangat bulat... "aku mencoba meyakinkan mereka.
"sudah lah ryan,bila ini keinginan dari hati kamu,kamu kubur saja.kamu sudah cukup dewasa ryan.ayah tak suka kamu bicara hal yang seperti ini... "ayah mulai tampak kesal.
"ayah....apapun yang terjadi.walaupun kalian melarangnya sekalipun.ryan tetap pada pilihan ryan dan ryan.... "belum sempat aku melanjutkan remot tv yang ada di sebelah ayah mendarat di keningku.sangat kencang hingga mengejutkan ku.aku menahan sedikit rasa sakit ku.
"ayah bilang cukup ryan...!!!pergi ke kamar mu.ayah masih memaafkan mu dan menganggap kamu tak pernah bicara apa apa."!!!ayah tampak marah sekali.sementara ibu terlihat rona khawatir di raut nya.
"maaf ayah...ryan tetap pada pendirian ryan... "tiba tiba suara gelas pecah terdengar di samping kiri ku.aku terkejut.sebagian pecahan nya berhamburan ke tubuhku.tp tak melukaiku.
"sudah ryan sudah... jangan buat marah ayah mu nak... cepat masuk kamar... "ibu terlihat semakin khawatir.
"maafff ibu.... "ucap ku sambil tetap pada posisiku.ayah terlihat mengatur napas nya.
"bila memang kamu menyayangi keluarga mu,dan menghargai kami sebagai orang tua mu.kubur semua keinginan kamu itu.tapi kalau memang kamu bersikeras dengan keinginan mu.silahkan pergi dari rumah ini.itu arti nya kamu lebih memilih memutuskan semua hubungan mu dengan kami..!!!"ayah menunjukku sambil berteriak kencang.
"maaf ayah,ryan tetap pada pendirian ryan... "ungkap ku.ayah tampak naik pitam,dia berdiri lalu memegang krah baju ku.tangan nya yang kekar memaksaku berdiri. aku tak kuasa melawan tenaga nya.di sered nya aku sampai ke pintu keluar.di ikuti ibu yang tampak berlinang.ia tampak khawatir.aku pasrah...sesampai nya di depan pintu dia tampar aku berkali kali.tamparan tamparan nya berdengung hingga ke telinga ku.
"selama kamu masih bersikeras dengan keinginan mu.silahkan kamu pergi dari sini.maka kami di sini akan menganggapmu tak pernah hadir dan menjadi bagian dari keluarga ini.tapi seandainya kamu tersadar akan kesalahan mu itu.bersujud lah dan memohon maaf padaku.maka kami akan menerima mu kembali..."ungkap ayah setengah melemparku keluar.ibu tampak memegang lengan ayah meminta nya untuk tidak berlebihan.
"mulai sekarang jangan pernah menganggap kami ada.tak peduli kamu kelaparan sekalipun di jalanan.kami orang lain mulai sekarang.silahkan jalani hidupmu tanpa melibatkan kami lagi..."bentak ayah...
ibu tampak menangis.
"baiklahh ayah.mulai sekarang ryan tak akan melibatkan kalian dalam hal apapun.walaupun ryan kesulitan bahkan mati kelaparan ryan akan tetap berdiri di kaki ryan sendiri.ryan akan buktikan... "
"anakkk sialann... "!!!ayah hampir saja menyerang ku.namun tiba tiba ibu menarik tangan nya dan menyuruh nya masuk.aku menatap wajah ibu penuh harap.
"ryan,anak ku sayang.maafkan ibu tak bisa membantu mu.pergilahh nak,jalani kehidupan yang memang ingin kau pilih.seorang ibu tak akan mendoakan hal yang buruk untuk anak nya.bila seumpama nanti kamu akan kembai.kembalilah...,tangan ibu akan tetep menyambut hangat pelukan mu... "tak lama ibu menutup pintu rumah nya.dia membiarkan air mata nya jatuh.sebenarnya aku ingin memeluk nya untuk yang terakhir kali nya.namun ibu juga seperti nya enggan memeluk ku.akhir nya aku berjalan meninggalkan rumah itu setapak demi setapak.ku pandangi rumah yang sampai hari ini masih ku rasakan kehangatan nya.bayangan bayangan masa lalu yang indah bermain di kepalaku.tetang hangat nya peluk ibu,tetang riuhnya canda dan tawa setiap kami berkumpul.namun aku sudah bulat pada keputusanku.dan aku tak menyesali nya sama sekali...
Bab 4
pov:ryan
aku berjalan di bawah rintik hujan,mencari tempat untukku berteduh dan bermalam malam ini.hanya kaos oblong dan celana jeans ku yang menempel di badan.aku segera menepikan diri ku.ku rogoh kantung celana ku.di dalam dompet ada uang tunai yang isi nya masih lumayan.dan juga beberapa kartu atm yang isi nya lumayan juga.mungkim untuk sekedar hidup beberapa bulan,biaya menikah dan modal usaha akan cukup bila aku bisa mengatur nya dengan baik.sebelum aku pergi ke satu tujuan terlebih dahulu aku mengunjungi teman dekatku.meminta beberapa baju dan celana yang susah tdk dia pakai sebagai ganti.beruntunglah temanku juga termasuk orang berada,dia memberikan ku beberapa baju dan celana yang masih layak pakai. sebenarnya dia meminta ku untuk menginap karna malam yang tlah larut.namun aku menolak nya karna aku hendak pergi ke suatu tempat.aku berniat mondok beberapa minggu di satu pesantren yang sudah aku pilih,aku ingin mengucap 2 kalimat sahadat ku di sana.belajar sedikit2 tentang keyakinanku yang baru.serta ingin menunaikan keinginanku untuk bersunat...
3 minggu kemudian aku memutuskan untuk pulang.aku merasa menjadi orang baru yang terlahir kembali.akan ku lanjutkan belajarku lewat gadget karna tak mungkin aku berlama lama di sana.sementara aku harus memulai kehidupan baru'ku.sesampai nya di kota aku mencari kontrakan untuk tempat ku tinggal.tempat nya memang kecil namun nyaman untuk di tinggali.aku juga memebeli baju baju dari grosir pakaian untuk modal'ku berjualan rencananya akan aku jajakkan keliling kota.atau bila memungkin kan,aku akan menjual nya di tempat tempat yang ramai di kunjungi orang.
sore ini ku tunggu maya di depan toko nya.aku tau hari ini dia kerja sip pagi.maka setelah aku selesai membereskan kontrakan ku aku segera bergegas. setelah menunggu cukup lama aku melihat nya keluar dari toko,wajah sederhana nya tampak lusuh,rasa lelah terlihat di wajah nya.namun bagi ku dia mahluk sempurna yang tuhan ciptakan.dia benar benar tak menyadari kehadiran ku.dia melewati ku begitu saja.
aku pun segera mengikutinya dan menepuk pundak nya.
"hei... "ucap ku.seperti perkiraanku dia tampak terkejut.namun setelah menoleh kulihat rona wajah nya yang tampak bahagia.segera ku genggam tangan nya sambil berjalan.
"kamu benar benar mengejutkan ku... "ucap nya sambil terlihat sesekali melirik ku.
"aku rindu... "ucapku.dia malah tertawa kecil.tanpa menjawab apapun
"kamu ga rindu... "???tanyaku. dia kembali tertawa.
" kamu tampak berbeda dari biasa nya?? "tanya nya.aku mengusap rambutku.
"lebih tampan ya,aku memotong rambutku... "ucap ku.dia tampak memandangi rambutku lalu ikut mengelusnya.
"aku baru sadar kamu potong rambut... kamu tampak lebih segar tak seperti waktu terakhir ketemu... "ucapnya membuatku ingin mencubit kedua pipi nya.
"saking rindu nya tadi hampir saja aku memeluk mu.tp aku tahan.nanti saja di kontrakan... "dia tampak mencubit perutku.
"iihhh... "ucap nya sambil berjalan meninggalkanku.aku segera mengikutinya.
"jangan dulu pulang,kita makan dulu.ada banyak yang ingin aku bicarakan... "ucapku.
"oh ya ada kedai yang baru buka.katanya makanan nya enak enak.masih promo...kita kesana aja ya... "ucap nya tampak bersemangat."terserah kamu saja cantik.."aku mencubit hidung nya gemas.pipi nya tampak merona.kembali ku genggam tangan nya.sambil kembali berjalan menuju ke kedai...
lama aku bercerita dengan nya sambil menunggu pesanan kami datang.dari awal mula aku meminta izin pada orang tua ku.sampai akhir nya aku di usir dan tak di anggap anak lagi.sampai akhir nya aku pergi mondok hingga aku jadi mualaf. dia sempat menangis dan meminta maaf padaku karna dia merasa semua yang terjadi padaku adalah karna kehadiran nya.namun sekali lagi aku ucapkan padanya aku memilih keputusan ini sudah bulat dan keinginan dari hatiku.terlebih ada atau tidak adanya dia aku tetap pada keputusanku. seketika dia tertawa terbahak bahak ktika aku ceritakan pengalaman ku sunat.tentang bagaimana rasa nya,sampai aku goda dia apakah mau melihat nya.aku sengaja menceritakan kejadian itu agar dia tidak begitu berlarut larut dalam rasa bersalah nya.
seusai santapan kita habis,aku segera mengajak nya ke kontrakan ku.tak lupa kami membeli sedikit barang kebutuhan ku.kontrakan nya memang belum terisi.hnya ada kasur dan lemari yang sengaja di sediakan si pemilik.kata si pemilik kasur dan lemari itu bekas pengontrak terdahulu dan tak pernah di bawa lagi.walaupun tampak sudah lusuh tapi lumayan untukku yang sekarang hidup seadanya.aku harus benar benar mengirit keuanganku.
saat pintu kontrakan tertutup aku segera memeluk maya dari belakang.rasanya rindu sekali pada nya.ku hirup dalam dalam aroma farfum nya yang tetap terasa wangi walau sudah bercampur keringat.
" aku kangen banget mayy... "ucapku.tak ingin melepaskan pelukanku.maya segera melepaskan pelukan ku dia segera berbalik menghadapku lalu membalas memeluk tubuhku.
"terimakasih yan,terimakasih karna sudah sangat mencintai ku..."balas maya lirih.aku segera mengecup kening nya.ku tatap dalam dalam matanya lalu kubenamkan lagi tubuh mungilnya itu dalam pelukanku.
"aku tak menyangka bisa sampai sejauh ini.ternyata mencintai seseorang itu seperti ini....kapan harus ku temui bapak mu.aku ingin segera menyuntingmu... "ucap ku sambil tetap ku peluk hangat tubuh nya.
"biar nanti aku bicara dulu sama bapa.kalo seandainya bapa mengijinkan kita menikah di rumah ka anin saja.soalnya ktp ku sudah berdomisili di sana... "jawabnya.
"kita sederhana saja nikahnya yang penting halal.kamu mau kan?? "maya tampak menganggukkan kepalanya.aku melepaskan pelukanku kedua tanganku memegang pipi nya yang lembut perlahan lahan mulai ku cium bibir manis nya.baru sebentar bibir kami bertemu dia tampak berontak lalu melepaskan segera ciuman ku.
"ga boleh ryannn... "ucap nya.sambil mengusap bibirnya yang basah dengan air liur ku.
"kenapa??? "ucapku mencoba meraihnya kembali namun cepat cepat ia menghindar.
"kamu itu ibarat buku kosong yang belum di isi.jangan sampai tinta merah menjadi tulisan pertama yang mengisi buku itu.mengertikan..."ucap maya.aku sebenarnya mengerti akan maksud nya.
"tp kita dulu sering ngelakuin itu.malahan kamu juga menikmati... "rengek ku,seolah meminta mentolelir hal yang satu ini.maya malah mencubitku dengan keras.
"di bilangin..."balas nya tampak gemas.dia tampak segera menjauhiku.lalu membereskan semua barang bawaan bawaan kami.kami sengaja tak membeli penanak nasi.karna aku pikir aku akan tinggal sementara di sini.setelah menikah kami memutuskan untuk menempati kontrakan maya.karna di sana suasana nya tampak lebih ramai,kontrakan nya lebih luas dan juga lebih dekat ke tempat kerja maya.maya meminta dia tak akan berhenti bekerja sampai dia memiliki anak.karna menurutnya akan terasa membosankan bila dia hanya duduk menunggu suami nya pulang kerja
Bab 5
pov: maya...
hari ini sengaja aku izin dari tempat kerjaku.orang tua ku sudah dari semalam sudah berada di rumah ka anin.malam sebelum nya aku berbicara dengan bapa di telpon cukup panjang lebar,menceritakan keinginan kami untuk segera menikah.aku juga menceritakan semua hal tentang ryan tak ada yang ku sembunyikan satu hal pun dari nya.awal nya aku ragu bapa akan menerima ryan karna keadaan nya sekarang yang sebatang kara dan tak punya apa apa.malahan bila seandainya terjadi ijab kobul sekalipun dia akan sendirian karna dia benar benar sudah menutup diri dari masa lalu nya.namun ternyata bapa malah merasa bangga,dia begitu yakin ryan adalah orang yang bertanggung jawab dan sangat layak untuk menjadi menantu nya.bapak memutuskan untuk segera menikahkan ku dan datang ke kota ini dengan ibu.bila seandainya aku bisa cepat cepat di nikahkan,kakak laki laki ku akan segera menyusul orang tuaku di sini.
aku dan ryan akhir nya sampai di rumah kak anin.segera ku perkenalkan ryan kepada keluargaku.tampak arman suami dari ka anin bersama mereka.aku dan ryan segera duduk berkumpul diantaranya.ryan tampak malu malu untuk bicara,mungkin dia tegang karna ini kali pertama dia bertemu bapaku. kami semua menunggu nya untuk berbicara...
"begini,pa,ibu,ka arman,ka anin... "ucap ryan tampak tegang.sambil memandang satu persatu keluargaku.mereka hanya tersenyum menunggu ryan melanjutkan ucapan nya.
"bila kalian berkenan,saya minta izin untuk saya melamar putri bapa dan ibu,maya... "ryan menatapku sejenak.
"saya mohon maaf sekali,seharus nya saya datang kesini meminta maya dengan ke dua orang tua saya.namun maya sendiri tahu kalau memang saya sebatang kara.tak ada orang tua atau kerabat..."ryan tampak menelan ludah nya.ia seolah sedang berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.
"dan saya juga tak bisa menjanjikan banyak. saya bekerja serabutan dan alakadarnya.tapi saya janji,saya akan menjaga putri ayah dengan baik,melindungi nya,masalah keuangan saya akan berusaha dengan giat untuk mencukupi kebutuhan nya...izinkan saya mengambil alih tugas bapa dan ibu dengan menjadi imam nya... "ryan menatap ayah dalam dan penuh arti.bapak tampak diam sejenak.dia tampak kagum akan keberanian ryan yang dengan lantang mengucapkan keinginan nya.
" maya sudah banyak bercerita tentang ryan sama bapa.dan bapa kagum karna maya mengenal laki laki seperti nak ryan. tentu bapa akan izinkan kalian menikah.bapa merasa bersyukur karna maya memilih kamu yang menurut bapa akan mampu mengambil alih tugas bapa untuk menjaga dan membimbing nya.segera persiapkan dan daftarkan surat surat persyaratan menikah kalian. bapa akan lega jika kalian cepat cepat halal.ya kan bu...?? " bapa menatap ke arah ibu.
" iya nak,bila perlu sekarang kalian siapkn semuanya.tak perlu nikah mewah mewah.yang penting halal.kita sekeluarga saja langsung ke kantor urusan agama... "balas ibu.
"iya may,mnding kalian urus cepat cepat.kalo bisa minggu ini kalian sudah menikah.biar ka arman yang bantu kalian..." ucap ka anin.ka arman segera mengiyakan.kami pun mengangguk menuruti apa kata mereka.segera kami urus syarat syarat kami untuk menikah di bantu oleh ka arman yang siap mengantar kami.semua cukup mudah untuk ku karna aku memang berdomisi di tempat kak anin di ktp ku. seminggu kemudian aku resmi jdi istrinya ryan.setelah mengadakan pernikahan sederhana di KUA terdekat.
seperti terburu buru memang namun itu adalah jalan yang lebih baik untuk kami.kami menganggap perjalanan kehidupan kami di mulai hari ini.
aku dan ryan segera kembali ke kontrakan setelah ibu dan bapa serta kakak kakak ku pulang kembali ke kampung halaman.ryan segera mengurus barang barang nya dan pindah ke kontrakanku.tak lama kami membereskan barang barang milik ryan kami pun segera berpamitan pada pemilik kontrakan.sesampai nya di kontrakan ku ryan yang tampak lelah berbaring di tempat tidur.sementara aku segera merapikan baju baju milik ryan.
"sudahlahh may,nanti aja.kamu kan masih ada libur 3 hari lagi..."panggil ryan.aku hanya menoleh sambil tetap ku bereskan barang barang nya.
" mulai sekarang kita belajar jangan manggil nama ya.kan udah nikah.pamali kalo kata bapa,ga sopan...!!! "ucap ku.ryan hanya tersenyum.dia malah menarik tanganku dan menjatuhkan tubuhku di tubuhnya.
"iya sayang, kita sama sama belajar ya. kamu pasti akan sangat sulit... "ucap nya sambil mendekapku erat.
"iya abi sayang... "ucapku menggoda nya.tiba tiba saja ryan menggulingkan tubuhku hingga tubuh kekar nya kini berada di atas tubuhku.dia menatapku dalam.aku berusaha berpaling karna malu.
"kalo di pikir pikir,kita ga ngapa ngapain ya di rumah kak anin.padahal kita sudah halal dari hari kemarin... "ryan terlihat menggodaku. aku menatap nya.sambil tertawa kecil.
"iiihh apa... "ucapku.tiba tiba saja tangan ryan membuka kancing baju bagian atasku.yang kebetulan hari itu aku mengenakan atasan kemeja.aku berontak berusaha menyingkirkan tangan nya dan tubuh nya.
"iihh engga,kita baru sampe.baju aja belum kita ganti.yang ada cuci tangan,mandii..."aku mencoba menghentikan ryan.
"ini kan abi lagi ganti baju kamu.kalo mandi entar saja ya sayang.habis ini. kamu wangi ko... "ucap nya lembut.sambil menghisap tengkuk leherku.aku rasakan darahku berdesir seperti ada sesuatu yang membuat sekujur tubuhku merinding.sampai ia berhasil membuka seluruh kancing baju ku. hingga tampak setengah telanjang tubuh bagian atasku.hanya bra saja yang melindungi nya.dia memaksa membuka baju atasan ku sampai ia lempar sengena nya.tangan nya lembut meraba tubuhku.hingga aku terbuai dan terbawa.hingga akhir nya aku pasrah dan menikmati nya.
"sayanggg... "ucap nya lembut semakin membuat aku bergidik merinding.dia melumat bibir ku,lembut dan penuh gairah.sesekali dia mengerang sesekali juga aku mendesah.sampai akhir nya tak ada lagi satu helai pun benang menutupi kita.aku di buat nya melayang siang itu.dia cumbui seluruh tubuh ku sejengkal demi sejengkal.seolah olah dia adalah kumbang yang sedang menghisap habis sari sari bunga.tak habis aku di buay oleh sentuhan sentuhan lembut nya. sampai akhir nya aku mendesah panjang karna tak kuasa menahan sesuatu yang begitu nikmat ku rasakan,di ikuti erangan yang panjang darinya.dia seperti mendapatkan kelegaan yang tiada tara.kita mengatur napas kita panjang.seolah olah kita sedang berlari maraton dan sekarang sudah sampai garis akhir.dalam peluh nya dia mengecup kening ku.
"sayangg,entar lagi ya... "ucap nya,membuat aku tertawa geli.aku segera menutupi tubuh ku dengan kain seadanya setelah dia beranjak dari tubuhku.
"masih cape ga...? "tanya nya sambil menoleh ke arah ku.
"kenapa...?? "tanya ku.dia segera memaksa tubuhku untuk segera berdiri.
"kita lanjut sambil mandi sayang..."dengan cepat dia meraih tubuhku dan menggendong nya.
"abi engga.aku mandi sendiri... "teriak ku.mencoba memberontak.
"udah diam.abi yang mandiin ya... "entah apa yang merasuki ryan siang itu.dia benar benar melakukan nya lagi di kamar mandi.dan lagi lagi aku menikmati nya.
Bab 6
pov: maya...
hari ini sengaja aku izin dari tempat kerjaku.orang tua ku sudah dari semalam sudah berada di rumah ka anin.malam sebelum nya aku berbicara dengan bapa di telpon cukup panjang lebar,menceritakan keinginan kami untuk segera menikah.aku juga menceritakan semua hal tentang ryan tak ada yang ku sembunyikan satu hal pun dari nya.awal nya aku ragu bapa akan menerima ryan karna keadaan nya sekarang yang sebatang kara dan tak punya apa apa.malahan bila seandainya terjadi ijab kobul sekalipun dia akan sendirian karna dia benar benar sudah menutup diri dari masa lalu nya.namun ternyata bapa malah merasa bangga,dia begitu yakin ryan adalah orang yang bertanggung jawab dan sangat layak untuk menjadi menantu nya.bapak memutuskan untuk segera menikahkan ku dan datang ke kota ini dengan ibu.bila seandainya aku bisa cepat cepat di nikahkan,kakak laki laki ku akan segera menyusul orang tuaku di sini.
aku dan ryan akhir nya sampai di rumah kak anin.segera ku perkenalkan ryan kepada keluargaku.tampak arman suami dari ka anin bersama mereka.aku dan ryan segera duduk berkumpul diantaranya.ryan tampak malu malu untuk bicara,mungkin dia tegang karna ini kali pertama dia bertemu bapaku. kami semua menunggu nya untuk berbicara...
"begini,pa,ibu,ka arman,ka anin... "ucap ryan tampak tegang.sambil memandang satu persatu keluargaku.mereka hanya tersenyum menunggu ryan melanjutkan ucapan nya.
"bila kalian berkenan,saya minta izin untuk saya melamar putri bapa dan ibu,maya... "ryan menatapku sejenak.
"saya mohon maaf sekali,seharus nya saya datang kesini meminta maya dengan ke dua orang tua saya.namun maya sendiri tahu kalau memang saya sebatang kara.tak ada orang tua atau kerabat..."ryan tampak menelan ludah nya.ia seolah sedang berusaha untuk tidak mengeluarkan air matanya.
"dan saya juga tak bisa menjanjikan banyak. saya bekerja serabutan dan alakadarnya.tapi saya janji,saya akan menjaga putri ayah dengan baik,melindungi nya,masalah keuangan saya akan berusaha dengan giat untuk mencukupi kebutuhan nya...izinkan saya mengambil alih tugas bapa dan ibu dengan menjadi imam nya... "ryan menatap ayah dalam dan penuh arti.bapak tampak diam sejenak.dia tampak kagum akan keberanian ryan yang dengan lantang mengucapkan keinginan nya.
" maya sudah banyak bercerita tentang ryan sama bapa.dan bapa kagum karna maya mengenal laki laki seperti nak ryan. tentu bapa akan izinkan kalian menikah.bapa merasa bersyukur karna maya memilih kamu yang menurut bapa akan mampu mengambil alih tugas bapa untuk menjaga dan membimbing nya.segera persiapkan dan daftarkan surat surat persyaratan menikah kalian. bapa akan lega jika kalian cepat cepat halal.ya kan bu...?? " bapa menatap ke arah ibu.
" iya nak,bila perlu sekarang kalian siapkn semuanya.tak perlu nikah mewah mewah.yang penting halal.kita sekeluarga saja langsung ke kantor urusan agama... "balas ibu.
"iya may,mnding kalian urus cepat cepat.kalo bisa minggu ini kalian sudah menikah.biar ka arman yang bantu kalian..." ucap ka anin.ka arman segera mengiyakan.kami pun mengangguk menuruti apa kata mereka.segera kami urus syarat syarat kami untuk menikah di bantu oleh ka arman yang siap mengantar kami.semua cukup mudah untuk ku karna aku memang berdomisi di tempat kak anin di ktp ku. seminggu kemudian aku resmi jdi istrinya ryan.setelah mengadakan pernikahan sederhana di KUA terdekat.
seperti terburu buru memang namun itu adalah jalan yang lebih baik untuk kami.kami menganggap perjalanan kehidupan kami di mulai hari ini.
aku dan ryan segera kembali ke kontrakan setelah ibu dan bapa serta kakak kakak ku pulang kembali ke kampung halaman.ryan segera mengurus barang barang nya dan pindah ke kontrakanku.tak lama kami membereskan barang barang milik ryan kami pun segera berpamitan pada pemilik kontrakan.sesampai nya di kontrakan ku ryan yang tampak lelah berbaring di tempat tidur.sementara aku segera merapikan baju baju milik ryan.
"sudahlahh may,nanti aja.kamu kan masih ada libur 3 hari lagi..."panggil ryan.aku hanya menoleh sambil tetap ku bereskan barang barang nya.
" mulai sekarang kita belajar jangan manggil nama ya.kan udah nikah.pamali kalo kata bapa,ga sopan...!!! "ucap ku.ryan hanya tersenyum.dia malah menarik tanganku dan menjatuhkan tubuhku di tubuhnya.
"iya sayang, kita sama sama belajar ya. kamu pasti akan sangat sulit... "ucap nya sambil mendekapku erat.
"iya abi sayang... "ucapku menggoda nya.tiba tiba saja ryan menggulingkan tubuhku hingga tubuh kekar nya kini berada di atas tubuhku.dia menatapku dalam.aku berusaha berpaling karna malu.
"kalo di pikir pikir,kita ga ngapa ngapain ya di rumah kak anin.padahal kita sudah halal dari hari kemarin... "ryan terlihat menggodaku. aku menatap nya.sambil tertawa kecil.
"iiihh apa... "ucapku.tiba tiba saja tangan ryan membuka kancing baju bagian atasku.yang kebetulan hari itu aku mengenakan atasan kemeja.aku berontak berusaha menyingkirkan tangan nya dan tubuh nya.
"iihh engga,kita baru sampe.baju aja belum kita ganti.yang ada cuci tangan,mandii..."aku mencoba menghentikan ryan.
"ini kan abi lagi ganti baju kamu.kalo mandi entar saja ya sayang.habis ini. kamu wangi ko... "ucap nya lembut.sambil menghisap tengkuk leherku.aku rasakan darahku berdesir seperti ada sesuatu yang membuat sekujur tubuhku merinding.sampai ia berhasil membuka seluruh kancing baju ku. hingga tampak setengah telanjang tubuh bagian atasku.hanya bra saja yang melindungi nya.dia memaksa membuka baju atasan ku sampai ia lempar sengena nya.tangan nya lembut meraba tubuhku.hingga aku terbuai dan terbawa.hingga akhir nya aku pasrah dan menikmati nya.
"sayanggg... "ucap nya lembut semakin membuat aku bergidik merinding.dia melumat bibir ku,lembut dan penuh gairah.sesekali dia mengerang sesekali juga aku mendesah.sampai akhir nya tak ada lagi satu helai pun benang menutupi kita.aku di buat nya melayang siang itu.dia cumbui seluruh tubuh ku sejengkal demi sejengkal.seolah olah dia adalah kumbang yang sedang menghisap habis sari sari bunga.tak habis aku di buay oleh sentuhan sentuhan lembut nya. sampai akhir nya aku mendesah panjang karna tak kuasa menahan sesuatu yang begitu nikmat ku rasakan,di ikuti erangan yang panjang darinya.dia seperti mendapatkan kelegaan yang tiada tara.kita mengatur napas kita panjang.seolah olah kita sedang berlari maraton dan sekarang sudah sampai garis akhir.dalam peluh nya dia mengecup kening ku.
"sayangg,entar lagi ya... "ucap nya,membuat aku tertawa geli.aku segera menutupi tubuh ku dengan kain seadanya setelah dia beranjak dari tubuhku.
"masih cape ga...? "tanya nya sambil menoleh ke arah ku.
"kenapa...?? "tanya ku.dia segera memaksa tubuhku untuk segera berdiri.
"kita lanjut sambil mandi sayang..."dengan cepat dia meraih tubuhku dan menggendong nya.
"abi engga.aku mandi sendiri... "teriak ku.mencoba memberontak.
"udah diam.abi yang mandiin ya... "entah apa yang merasuki ryan siang itu.dia benar benar melakukan nya lagi di kamar mandi.dan lagi lagi aku menikmati nya.
Bab 7
pov:maya.
siang itu bapa menelpon ryan di kota karna aku yang sudah merasakan kontraksi dan sudah di rujuk ke rumah bersalin terdekat.tak lupa bapa menyuruh ryan untuk segera bergegas.karna takut ryan takan sempat menungguiku melahirkan seperti keinginan nya.kelahiran nya lebih cepat 2 minggu dari prediksi bidan,tadinya ryan berencana untuk pulang minggu ini.benar saja seperti perkiraan bapak,setelah aku berjuang selama 4 jam,buah hati kami lahir.bayi laki laki yang sehat dan sempurna.begitu tampan seperti ayah nya.aku merasakan kebahagian tiada terhingga,hingga aku melupakan kesakitan kesakitan ku selama berjuang melahirkan nya tadi.satu jam kemudian ryan tiba setelah 5 jam dalam perjalanan.wajah nya yang begitu cemas menghilang seketika ketika dia mendapati di sebelahku ada bayi kecil yang tengah tertidur lelap. aku tersenyum menatap nya segera ia raih tubuh mungil itu dan mencium kening nya.air mata nya menetes sekali lagi ia pandang takjub buah hati nya.
"terima kasih tuhan... "ucap nya,tak lama ia memandang ku segera ia cium keningku.
"terima kasih sayang.maaff sudah berjuang sendiri... "ucap nya,aku tersenyum dan mengelus pundak nya.kembali ia pandang wajah buah hatinya.
"kim bayu arkaina... "dia kemudian memandangku dalam.aku mengangguk mengiyakan.karna nama itu telah dia persiapkan sejak jauh hari.ia tersenyum kmbali sambil menimang buah hati nya...
Dua bulan kemudian,karna keciantaan nya kepada buah hatinya.akhir nya dia memutuskan untuk menetap di kampung.keputusan yang sulit untuk nya karna mengingat dia sendiri bingung hendak bermata pencaharian sebagai apa sekarang.sementara dia cukup lelah bila harus sering bolak balik tiap minggu menjenguk keluarga kecil nya.ryan sebenarnya orang yang sangat bertanggung jawab,dia rela kerja apa saja walaupun hasil nya sedikit.yang penting dia bisa memberi penghasilan kepada anak istri nya.kadang ada tetangga yang menyuruhnya kerja di kebun,kadang juga kalo ada proyek di jalan atau apapun dia juga ikut.bila malam datang dia juga dengan kadang ngojeg di perapatan di jalan depan.rumah tangga kami pun tak lagi seharmonis seperti dulu kadang pertengkaran pertengkaran kecil hingga besar menjadi bumbu rumah tangga kami sehari hari.
di usia kim yang ke 3 tahun akhir nya kami bisa mempunyai rumah kecil,rumah yang di buatkan bapaku di sebelah rumahnya.sengaja agar kami bisa tinggal dengan nyaman dan bisa mandiri.walaupun begitu karna hidup kami yang kesusahan keluarga kecil kami masih merepotkan dan kadang numpang makan.tak jarang kim juga jajan dari nenek dan kakek nya.
"tok tok tok... "suara pintu terdengar berkali kali,di antara ngantuk ku ku ambil hp di atas meja kamarku.jam menunjukan pukul 11 malam.aku tau siapa yang berada di luar.tumben suamiku pulang jam segini.biasa nya kalau ngojeg dia pulang pukul 3 pagi,pikirku.karna sekarang sedang tidak ada pekerjaan pada siang harinya biasanya dia pulang menjelang pagi.aku segera bagun dan membuka pintu.diapun segera masuk...
"tumben sudah pulang... "tanyaku sedikit judes.karna mengingat di rumah sudah tak ada lagi uang di dompet.
"sepi bu,aku pulang aja... "jawab nya sambil menggantungkan jaketnya.
"ya di tunggu bi,namanya juga berusaha.."aku sedikit kesal.
"malah ngantuk bu,di perapatan cuma ada mang somad.itu pun dia pulang juga..."elak nya...
"ya bagus dong,jadi ga ada saingan... "dia tampak memandangku tajam.
"berangkat habis isya,baru naikin penumpang jm 9 bu... "dia menyerahkan uang 15 ribu rupiah.aku geram setelah melihat nominal nya.dan segera melemparnya.
"mending ga usah kasih deh,segini pagi pagi di pake buat kamu ngopi sama ngerokok juga habis!!! "ucapku dengan kesal,tampak raut wajah dia sedikit masam. "bersyukur dong bu, kali saja besok ada rizki nya... "dia tampak berusaha tersenyum."bersyukur aja. kalo ga sambil usaha ga bakalan ada...!!! "bentak ku,
"udah lahh,aku juga cape.berusaha juga udah. kalau hasil nya segini ya mengertilah sedikit... "ucap nya tampak kesal lalu masuk ke kamar dan merebahkan badannya di sebelah kim tanpa menolehku.
"itu sih bukan berusaha,baru di kasih sepi saja sudah nyerah.gimana besok buat kebutuhan di rumah... "namun ryan sama sekali tak menjawab.malah tak lama ku dengar suara dengkuran nya membuatku tampak semakin kesal...
di pagi harinya sekitar jm 8 pagi aku berdandan rapi seusai aku memandikan kim anak ku.segera ku cari abi nya yang tampak sedang asik bermain hp dengan segelas kopi di samping nya.sebenarnya aku masih kesal dengan kejadian semalam.
"bi nitip kim... "ucap ku masih sedikit jutek.ryan menatap ku keheranan.mungkin karna tumben aku sudah berdandan rapi sepagi ini.
"mau kemana??? "tanya nya sambil meletakkan hp nya.dan mendudukan kim di pangkuan nya.
"temenku nawarin kerjaan di tempatnya.ngepakin kue kue homemade buatan paman nya buat di kirim ke kota.ada juga yang bagian bikinnya.pekerjanya sudah lumayan banyak.memang sih bayaran nya ga seberapa.lumayan bisa buat bantu bantu kebutuhan di rumah.kim juga udah beranjak gede.kasian..."ucapku sambil ku elus rambut anak gantengku.ryan tampak memandangku.tak lama dia menggenggam tanganku yang tengah mengusap rambut buah hatiku.
"maafin aku ya bu.belum bisa buat kalian bahagia..."pandangan mata kami pun bertemu.segera kucium tangan suamiku yang sedang menggenggam tanganku.
"aku yang minta maaf bi,aku terlalu banyak nuntut.kita kerja sama sama saja.di siang hari kamu jaga kim biar aku yang kerja.di malam hari kamu yang kerja aku yang jaga kim... "ucapku, dia mengangguk dan tersenyum.segera ku alihkan pandanganku ke arah kim.
"sayang ibu tinggal ya.jangan nakal,kalo ibu ga cepet cepet pulang berarti ibu langsung kerja.kalo bosan. ke nene saja ya..."segera kucium kening Kim.kim tampak mengangguk sambil tertawa.
"nanti bawa es krim bu... "jawab nya.
"iya sayang... "lalu aku pun beranjak meninggalkan mereka...
"hati hati bu... "ucap ryan.aku tersenyum sejenak lalu berlalu,sebelum nya tak lupa ku titipkan kim kepada nenek nya.sambil meminta ijin untuk bekerja.
Benar saja seperti perkiraanku,aku langsung di terima dan langsung bekerja di sana.tempat nya lumayan besar.ada 5 pegawai di sana yg tugas nya mengepak barang.beberapa lagi ada di ruangan lain nya tengah mencetak,ada juga yang bertugas menggoreng atau mengopen di ruangan lain nya.dalam beberapa hari saja aku dengan cepat bisa langsung akrab dengan pegawai di sana.apalagi dengan ramadhan,sinta dan dewi.sebenar nya dengan yang lainnya pun aku akrab hanya saja aku lebih dekat dengan mereka...
Bab 8
aku mulai merasakan keganjilan pada ryan suami ku,semenjak aku tinggal kerja dan jarang berbincang lama aku merasakn perubahan padanya.dia tampak lebih asik dengan layar hp nya.sering juga aku dengar gurauan dari teman teman ngojeg nya.kalo dia sering menerima panggilan sambil menunggu penumpang.bahkan tiap malam dengan durasi yang lama.
aku pulang hampir menjelang isya malam ini.biasa nya jam 4 sore aku sudah berada di rumah.kebetulan salah satu pegawai di tempatku kerja di rawat di rumah sakit dan kami semua menengok nya seusai pulang dari tempat kerja.krna jarak dari tempat kerja ke rumah sakit cukup jauh hingga lumayan memakan waktu banyak untuk pulang pergi,membuatku pulang terlambat.sesampai nya di rumah ryan tampak sudah mengenakan jaket nya,wajahnya tampak muram.
"lho bi,udah mau ngojek ??belum isya lho... "ucapku sambil meletakkan tasku.ku tengok ke arah kamar kim,dia tampak sudah terlelap.ryan tampak bergegas merapihkan charge hp dan memasukan nya ke saku kantong jaketnya.aku tampak keheranan.
"bawa cas'an bi...? "tanyaku,dia memandang ke arahku yang tengah memandang saku jaketnya.tak lama dia ikut memandang saku jaketnya juga.
"oh iniii... batre hp ku lowbet bu.suka bosan aja kalo lagi di pangkalan..."ucap nya...tak lama dia memegang perut nya.
"sial malah mulesss... "ucap nya mengutuk dengan pelan.sambil bergegas membuka jaket nya.
"kenapa lagi bi??? "tanyaku.dia malah setengah berlari sambil melemparkan jaket sengenanya.
"mulesss bu... "dia pun segera berlalu. tak lama aku mendengar suara hp nya bergetar di meja.segera ku lirik layar hp nya.satu no tak di kenal memanggil nya.aku sedikit bertanya tanya sejak kapan ia tak membunyikan nada dering di hp nya.baru saja hendak aku angkat tiba tiba hp itu berhenti bergetar.tak lama suara getar berbunyi sekali.sekilas aku melihat notifikasi di layar atas hp nya.'sudah berangkat aa'... aku melihat tulisan itu dengan jelas sebelum akhir nya menghilang.dan berubah menjadi 1 panggilan tak terjawab dan 1 pesan belum di baca.aku tak berani membuka hp nya.karna selama ini memang kita sama sama tak saling mengganggu hp masing masing.aku termenung agak lama bertanya tanya siapa yang memanggil suamiku dan memanggilnya dengan sebutan seperti seorang kekasih.
"akhir nya,lega juga... "tiba tiba suara ryan mengejutkan ku.aku terdiam sejenak.
"aku tadi dengar suara getaran hp.belum aja aku deketin udah mati duluan... "ucapku,dia tampak bergegas mengambil hp nya.dan melihat nya.
"oh ini anak anak ngajakin maen kartu di pangkalan... "ucapnya tampak menutupi sesuatu sambil memasukan hp nya ke kantong celana nya.segera ia kenakan jaketnya kembali.
" hp nya pake getar sih.aku hampir aja ga tau kalau ada panggilan masuk.dari tadi nyari nyari apa yang bunyi "...aku mencoba memancingnya.namun ia tampak terlihat tenang.
"kasian kim kalo lagi tidur suka ke ganggu sama bunyi hp.anak anak pangkalam kan kalo lagi pada ngoceh di grup suka kalap.bisa nyampe ratusan notifikasi masuk...yaudah,berangkat dulu ya.doa in banyak penumpang... "dia segera mengulurkan tangan nya.aku segera mencium nya.
"iya,hati hati kalo bawa motor.apalagi bawa penumpang jauh... "ucapku.
"iya sayanggg... "dia tersenyum sambil bergegas keluar.aku hanya memandang nya sampai pintu rumah tertutup.
malam itu aku benar benar tak bisa tidur. hatiku bertanya tanya siapa yang memanggil nya dan mengirimi nya pesan.namun tak dapat ku pungkiri aku memang sudah curiga sejak lama.mengingat perubahan perubahan yang selama ini aku rasakan akan sikapnya.dia yang lebih senang di luar.blm lagi aku sudah jarang melihat hp nya bergeletak di meja.dia juga lebih terlihat rapi padahal hanya ke pangkalan ojek.aku tepis semua pikiran pikiran buruk ku dan mencoba memejakan mataku...
keesokan harinya aku benar benar bangun kesiangan.bahkan aku tak tau kapan ryan pulang dan sudah ku dapati dia tidur di kursi depan.akhir akhir ini memang ryan sering membawa kunci cadangan,alasan nya karna dia tak mau mengganggu waktu istirahatku.setelah aku bersiap,segera ku bangunkan dia.
"bi,aku berangkat kerja dulu.kim belum bangun.maaf ya aku ga sempat bangunkn dia.ga sempat masak juga..."ryan tampak menggerakn tubuh nya.dia menatapku dengan mata nya yang masih tampak ngantuk.
"iya sayanggg.nanti aku mandiin.ada telor di dapur.nanti aku goreng.kamu ga usah khawatir... "dia membelai rambutku.
"ya sudah,aku berangkat ya... "aku segera mencium punggung tangan nya lalu segera bergegas.
sesampai nya di depan aku menunggu angkot cukup lama,karna aku yang tinggal di perkampungan angkutan umum masih jarang lewat di kampungku.jadwal nya seperti sudah teratur...
"may,naik ojeg aja.angkot nya udah berangkat tadi... "tiba tiba suara ridwan teman semasa SD ku dulu dan juga teman ngojek ryan mengejutkanku.dia berteriak keras sekali di pangkalan.aku lihat jam di layar hp ku.benar juga pikir ku.karna aku tak mungkin menunggu angkutan berikutnya.aku segera melambaykan tanganku.ridwan dengan segera bergegas dengan motor nya dan menghapiriku.dia memberikan helm cadangan yang dia simpan di depan jok motor nya.
" ko sekarang ga ngojek malem rid?? "tanyaku sambil ku pakai helm yang ridwan berikan.segera aku menaiki motor nya.
"kali kali may,paling seminggu 2 atw 3 kali.kasian istri sama anak ga ada temen nya..."ucap nya sambil melajukan motor nya segera.selama di perjalanan aku banyak berpikir haruskah aku bertanya pada ridwan tentang kelakuan ryan yang mencurigakan.tp setelah ku pikir lagi aku takut ini hanya kecurigaanku semata.tp aku harus benar benar memastikan nya.aku tak mau di curangi atau di bodohi.aku menepuk pundak ridwan dan meminta nya berhenti di warung nasi,dengan alasan aku lupa membawa bekal makan ku.kita pun berhenti di warung nasi,ridwan tampak menunggu di kursi depan warung nasi tersebut.dan setelah ku dapat apa yang ku mau aku hampiri ridwan kembali.
"udah may,ayoo..."ajak nya mulai berdiri bergegas...
"sebenarnya ada yang mau aku tanyakan rid...!! "ucapku sedikit ragu.ridwan tampak terkejut.
"ada apa nih,ko aku takut... "jawabnya,dia tampak duduk kembali di ikuti olehku.aku merenung cukup lama sebelum kuberanikan diri berbicara.aku sudah tak peduli lagi dengan pekerjaanku.
"aku sering dengar ryan bercakap cakap dengan seorang wanita.kira kira kamu kenal ga dengan wanita itu... " tanyaku mengada ngada,berharap ridwan bisa jujur.mengingat dia teman sekolahku dulu.
"cewe mana ya... ??aku ga tau may... "jawab ridwan,persis seperti dugaanku.
"cewe yang sama yang sering tlponan tiap malam di pangkalan... "pancingku.ridwan menggaruk kepala nya.
"ga tau may,seriusss..."tegas ridwan. aku sedikit kecewa lalu mulai berdiri.
"ya sudah rid ga apa apa kalo kamu ga mau terlibat.tadi nya aku hanya ingin mempertahankan rumah tanggaku.aku ga mau rumah tanggaku hancur begitu saja.barangkali saja belum terlambat dan bisa ku selamatkan..."aku mulai berjalan membelakangi nya.
"may mayy... tunggu.... "panggil ridwan kembali,menghentikan langkahku.aku segera menoleh nya.dia menepuk kursi bekas duduk ku tadi,seolah olah menyuruhku duduk.aku mengikuti keinginannya dan kembali duduk.ridwan tampak menelan ludah dan menarik napas nya panjang.
"namanya mirna.dia bekerja di rumah makan padang di pasar.dulu dia suka di antar jemput oleh mang atang.tapi semenjak mang atang berhenti ngojek.ya laki mu itu yang suka nganter...."ungkap nya.aku semakin penasaran.
"memang dia ga ada suami?? pulang nya emang jam berapa?"tanyaku lagi.
"biasa nya jm 9 malamn may.kalo nganter nya jam 9 pagian.dia janda anak 1.usia nya kaya nya lebih tua dia dari kita... "lanjut ridwan.
"kamu yakin itu cewe nya rid ??"kan katanya tiap malem telponan terus di pangkalan...? "aku mencoba terus memancing nya.
"ya kan emang laki mu deket nya sama dia.kalo pulang udah nempel nempel aja may.kita juga suka ingetin takut si ryan kebablasan.ya mau gimana lagi.dia belum kena batu nya... "aku mengernyitkan keningku.ada rasa yang bergejolak di dadaku.aku mencoba untuk tenang.
"orang mana sih rid ?"tanyaku di tengah kegundahanku...
"lumayan jauh dari pangkalan.paling 20 menitan kalo pake motor.kalo kamu penasaran tungguin saja dia lewat jm setengah sepuluh malaman di pangkalan... "aku menghela napasku panjang.
"bantuin aku ya rid,aku cuma ingin tahu saja.kita ikuti dia malam ini.. "aku setengah memohon pada ridwan.awal nya dia tampak ragu.dia seolah lama untuk berpikir.
"ya sudah,nanti malam aku bantu.hanya saja tak mungkin juga aku ngikutin dia pake motor ini.dia pasti mengenali nya.kalo mau ada mobil rental punya mang kosim.si bule anak nya teman kita kan.pasti dia bantu.nanti aku coba bicara sama dia.karna aku ga bisa nyetir may... "ucap nya.aku pun mengiyakan saja.demi untuk rumah tanggaku tak apalah.aku bisa kasbon sama majikanku nanti sore.aku pun segera mengajak ridwan segera bergegas untuk mengantarku ke tempat kerja.tak lupa berterimakasih dan meyakinkan nya bahwa dia tak akan pernah aku libatkan...
Bab 9
jam 9 malam aku sudah berada tak jauh dari pangkalan dalam sebuah mobil bersama bule dan ridwan di dalam nya.tak ada yang mengetahui keberadaan kami.namun kami bisa melihat dengan jelas kondisi di pangkalan.dan benar saja ryan tak terlihat berada di antara mereka. sebelum nya aku sudah menitipkan kim kepada ibu,dengan alasan akan pergi bersama ryan menemani temanku yang sedang lahiran.
setelah menunggu tak lama benar saja,sekitar jam setengah 10 malam ryan lewat dengan penumpang wanita di belakangnya.cukup dekat kelihatan nya,melihat dari cara duduk nya yang begitu rapat meskipun si wanita tak terlihat memeluknya.mungkin mereka malu ketika melewati pangkalan,itu pikirku. kami pun segera mengikutinya seusai pasangan itu berlalu dan benar saja ketika motor yang melaju itu agak jauh melewati pangkalan aku melihat wanita itu memeluk pinggang suamiku,kepalanya tampak bersanadar nyaman di bahunya.rasa nya gejolak di dadaku semakin membara terlebih ketika melihat ryan begitu hangat menyambut nya.senyuman senyuman tampak jelas terukir di bibir nya.tak lama kami mengikutinya sampai kami berhenti di sebuah tempat.ryan tampak berhenti dan masuk ke satu rumah.tampak sepi bagiku karna rumah itu agak berjauhan dengan rumah yang lainnya.hingga tak banyak warga yang berlalu lalang di sana.aku menunggu cukup lama di dalam mobil.berharap ryan segera keluar namun kenyataannya ryan tak kunjung keluar dari rumah itu,membuat emosiku semakin meletup letup di dadaku.
"kalian tunggu di sini saja,kalo perlu parkir dulu agar kita tak perlu memutar kembali bila pulang nanti... "ucapku,bule dan ridwan meniyakan semua instruksi ku.
aku berdiri tegap di depan pintu dengan emosiku yang bergejolak.ingin ku jambak dan ku maki maki kedua nya,ingin juga ku hajar mereka habis habisan.aku menarik napasku panjang,bagaimanapun aku tetaplah seorang wanita,yang dalam emosi nya ada air mata yang seolah olah siap meluncur bebas kapan saja. segera ku ketuk pintu rumah itu sambil ku goyangkan dengan paksa gagang pintu nya.namun tampak nya pintu terkunci dari dalam tak lama pintu terbuka sedikit, wanita muda yang usia nya mungkin tak jauh dari ku tampak berdiri di depanku dengan atasan tengtop minim yang tak layak di pakai di depan laki laki apalagi suami orang lain.dia tampak kesal,mungkin karna aku mengetuk pintu nya dengan kasar.
"ada apa mbak...mbak siapa...? "tanya nya.sambil mengikat rambutnya yang tampak acak acakan.aku tak menghiraukan nya ku buka pintu rumah itu dan "brakkk... "pintu terbuka hingga terlihat semua isi dalam nya.tampak ryan mata nya terbelalak,rambut nya tampak kusut seperti wanita tadi,ia terkejut setengah mati.dia tak sadar beranjak dari duduk nya.jaketnya tampak tergeletak di lantai...
"hai mbak yang sopan kalo masuk ke rumah orang!!!"bentaknya,aku tak memperdulikan nya.mataku yang penuh amarah tertuju pada ryan suamiku yang kini sedang berdiri mematung.ku dorong tubuh wanita itu hingga badan nya terdorong ke pintu.aku tak begitu antusias menghakimi nya,yang ku tuju adalah suami ku sendiri yang selama 4 tahun ini hidup bersamaku. aku berjalan ke arahnya.segera ku layangkan tanganku hingga mendarat di pipinya berkali kali.tampak keras dan berharap bisa memuaskan ke kesalanku.namun ryan hanya mematung seolah dia menerima perlakuanku padanya.aku mencoba menahan air mataku.aku tak mau terlihat lemah di hadapan wanita itu segera aku bergegas keluar setengah berlari.ryan tampak terburu2 menyambar jaket nya.dia berlari mengejarku hingga berhasil menggenggam tanganku.
"tunggu bu,tunggu...biar aku jelasin.ini ga seperti yang kamu bayangin.aku tau aku salah.cuma kami ga ngapa ngapain... "bela nya,sambil tetap menggenggam erat tanganku.
"pantas bagimu di dalam satu ruangan dengan wanita berpakaian seperti itu...!!! "aku menunjuk wanita yang tengah berdiri di depan pintu dengan wajah nya yang sedikit meringis menahan sakit. "lalu aku harus menganggapmu tak melakukan apa apa !!!gila kamuuu... "!!!bentak ku,
"coba aku masuk setengah jam lebih dari ini,aku sudah bisa bayangkan kamu sedang apa... "lanjutku sambil melepaskan pegangan tangan nya.
"aku ga sehina itu sayanggg,percaya..."ryan tampak memohon,mata nya tampak berkaca kaca dan menunjukan penyesalan...
"percaya....??? kepercayaanku sudah kamu hancurkan malam ini.berapa lama kamu mengenal nya? siapa yang tau tiap malam kamu kesini dan bermalam disini... "ucapku setengah menyindir.
"bermalamlah disini!!!,bersama kekasihmu itu!!!,kamu mau kembali atau tidak.aku benar benar tak peduli... "aku mulai melangkah,dan ryan tampak ingin mengejarku kembali.segera ku hentikan langkah nya.
"cukup!!!! jangan kejar aku. biarkan aku sendiri,biarkan aku sendiri... "teriakku.air mata mataku akhirnya jatuh tak terbendung.aku segera berlari ke mobil dan memintanya segera pergi.aku menangis sejadi jadi nya.bule dan ridwan tampak khawatir namun mereka membiarkan ku menangis dan hanya menepuk pundak ku.
sampai tengah malam aku masih menangis sendiri di kamar.ku biarkan kim tidur di rumah nenek nya.sementara ryan,motor nya tampak sudah terparkir di luar sejak jam 11 malam.namun ia seolah enggan untuk masuk.dan memilih membiarkan emosiku mereda terlebih dahulu sambil merenung sendiri di teras rumah.sekitar pukul satu dini hari suara pintu terdengar seoalah olah ada yang masuk ke dalam.dan aku tau itu ryan.aku berdiri ingin memastikannya namun tiba tiba dia berlari ke arahku dan bersimpuh sambil memegang kedua kakiku.air mata penyesalan tampak berderai di matanya yang kecil.
"maafkan aku sayanggg.maaaafff...aku menyesal.benar benar menyesal.aku khilaff.maaafff...!!!"dia tertunduk.air matanya jatuh ke antara sela sela jari kakiku.
"aku ga punya siapa siapa.cuma kamu dan kim keluarga ku.jangan biarkan aku sendirian.cuma kamu kamu bu.kamu dan kim... "rengek nya.membuat hatiku sedikit luluh.aku sadari dia memang tlah berkorban sangat banyak untuk ku.dan sekarang hanya aku keluarga nya.namun aku juga tak bisa memaafkan nya dengan begitu mudah.terlintas kembali di kepalaku dia dengan wanita itu dalam satu ruangan dengan rambut yang sama sama kusut.seolah olah sudah terjadi pergulatan di antara kedua nya.
"berapa kali kamu menidurinya...? "sindirku dengan keras.ryan tampak terkejut.kepalanya yang tertuduk segera menengadah memandangku yang tengah melihat nya.
"sumpah bu.sumpah...demi kim,aku belum pernah melakukan nya dengan orang lain... "bela nya... ada ketulusan di matanya.namun tetap saja aku ragu.
"tak mungkin... "aku tertawa dengan sinis.
"sumpah bu,aku ga ngapa ngapain... "tegas nya.
"lalu siapa yang membuat rambut kalian sama sama kusut tadi... ??"desak ku.ryan tampak semakin dalam memandangku.dia bahkan tak bisa membela diri nya sendiri dia membiarkan ku meluapkan amarah ku dengan sindiran sindiran ku.
Bab 10
pov:ryan
aku terduduk sendiri di teras rumahku.pikiranku berkecamuk,memang tak pantas bagiku mengungkapkan penyesalanku,di saat semuanya sudah terlanjur terbuka.berkali kali aku mencoba masuk ke dalam rumah tatkala ku dengar isak tangis nya dari luar semua ku urungkan kembali.rasa nya seluruh hati hancur berkeping keping.mungkinkah semua bisa kuperbaiki??
jam satu dini hari keadaan di luar sudah samakin sepi,hnya angin malam yang sesekali menyapa tubuhku.aku memberanikan diriku untuk masuk ke rumah,isak tangis nya mulai tak terdengar lagi.aku terkejut ketika dia berdiri di pintu kamar nya,mata nya tampak sembab seolah menunjukan kesakitannya yang tiada tara.segera ku tutup pintu perlahan dan setengah berlari ku jatuhkan tubuh ku di kaki nya.ku genggam erat.memohon permintaan maaf dari nya.ribuan penyesalan ku ungkapkan padanya.namun lagi lagi aku tak bisa meluluhkan amarah nya.
"aku ga ngapa ngapain di sana bu.tolong percaya...!!! "begitu ungkapku karna kenyataan nya,aku belum sampai kebablasan berhubungan dengan wanita itu.namun berkali kali aku jelaskan dia tetap tak terima,aku tak menyalahkan atas ketidakpercayaan nya.karna siapapun tak akan percaya bila memang kenyataannya aku dan wanita itu berada dalam satu ruangan.
"dia memintaku untuk tinggal sebentar,dia siapkan kopi untuk ku... "jelasku.
"lalu.... "desak maya seolah meminta jawaban lebih dariku.
"dia duduk di sebelahku,dia ...,dia menciumku sekali... "ungkapku walau agak ragu.
"ya sekali!!! tapi lama!!! dapat di lihat dari rambut kalian yang sama sama berantakan... "bentak maya.aku tak bisa menjawab nya,karna memang seperti itu lah yang terjadi sampai akhirnya terhenti oleh kedatangan maya.
"malam ini bisa tak terjadi apa apa karna kedatanganku,lalu malam malam sebelum nya,sebelumnya lagi.tak ada yang tahu!!"
"sumpah bu,sumpahhhh!!!baru malam ini aku duduk disana.biasanya aku langsung pulang.sumpahhh!!!"potong ku karna memang aku tak pernah melakukan apapun dengan wanita itu kecuali malam ini.
"awal nya aku hanya ngojek biasa bu,dia ngasih aku ongkos lumayan besar.biasa yang lain cuma 10 ribu dia bisa ngasih 25.awal nya dia cuma langganan tetap saja bu.sumpahhh aku ga tau bisa sampai sejauh ini.tolong maa
fkan aku.cuma kalian yang aku punya sekarang..."ungkapku,air mataku menetes menyesali semua yang terjadi.aku bangkit dan memeluk nya erat.
"tolong maafkan aku,aku janji ini terakhir aku bertemu dengannya.walaupun tak sengaja bertemu aku sama sekali tak akan menoleh nya..."namun maya malah melepaskan pelukan ku.
"meskipun mampu ku maafkan dirimu,namun kamu sudah membuat kepercayaanku padamu hilang.maaff aku sudah tidak bisa sepenuh nya mempercayaimu lagi..."ucap maya.aku menatapnya dalam lalu ke genggam tangan nya."aku janji,akan mengembalikan kepercayaan yang sudah aku rusak.aku janjiii... "ucapku...
"buktikan saja,jangan hanya berjanji... "aku pun mengangguk.dia segera melepaskan genggaman tanganku.
"jangan marah lagi bu.aku sedih.bahkan ibu enggan memanggilku seperti biasa nya.kita sperti orang lain... "ungkapku,karna maya sudah jadi kebiasaan kalo marah kadang sampai berani hanya memanggil namaku.namun itu bukan lah suatu kesalahan.itu hanya ungkapan nya ketika marah...
"apa ibu blum memaafkan aku?? "aku mengharapkan jawaban darinya yang tampak masih cuek dan kesal.
"memang semudah itu memaafkan?? beri aku waktu buat sendirian.biarkan waktu yang menyembuhkan sakitku malam ini... "jawab maya.ia pun naik ke tempat tidur lalu membaringkan badannya.aku ikut berbaring di samping nya.kita sama sekali tak bicara,dia membelakangi dan tak menghiraukan keberadaanku.aku sengaja tidur di samping nya walaupun tak ngantuk sama sekali.aku ingin kepercayaan nya kembali lagi,dia tlah melalui malam yang berat dan panjang. aku ingin dia beristirahat,seumpama aku menjauhi nya dan lebih memilih tidur di luar dia akan terus curiga denganku,dan membayangkan aku tengah bertukar chat dengan wanita itu...
pagi pagi sekali sudah ku kerjakan semua pekerjaan maya.aku berharap ketika dia bangun nanti hatinya akan lebih baik dari pada semalam.sementara kim,dia masih di rumah nenek nya.karna semalam maya menitipkan nya.maya tampak tidak menyadari keadaan rumah yang tampak sudah rapi.dia bergegas merapikan dirinya dan bersiap siap berangkat.
"bu,sarapan dulu..."panggil ku.namun maya tampak cuek seolah enggan menyaut.dia segera keluar dan masuk ke dapur.maya tampak sedikit keheranan karna di atas meja sudah ada nasi goreng dengan segelas teh manis hangat.dia tatap seluruh ruangan.
"kamu semua yang kerjakan bi...?"tanya nya,masih tampak sinis.
"iya bu..."aku tersenyum berharap mendapat pujian dari nya.
"coba kalo tiap hari kaya gini..."maya menyantap makanan nya.wajah nya tampak cuek seolah dia tak menganggap aku ada.
"aku antar kamu kerja ya..."ucapku,maya tampak menghentikan makan nya,dia seolah terkejut dengan ucapan ku.
"ga salahhh..."jawab nya sambil tertawa sinis.
"emang salah ya bu kalo aku mau antar kamu kerja...?"tanyaku.
"salah sih engga cuma untuk apa??sudahlah bi tak usah memaksakan diri.seperti apa adanya saja..."ungkap nya sambil segera menghabiskan makan nya dan meneguk air teh yang aku persiapkan tadi.
"aku bawa jaket dulu tunggu sebentar,lagian kim masih tidur pas tadi aku lihat di rumah bapa..."tanpa menunggu jawaban dari maya segera aku bergegas ke kamar untuk mengambil jaket dan kunci motor.
"ayo bu..."ajak ku.maya tampak heran menatapku.dan mengabaikan ucapanku.
"ayooolahhh bu..."pintaku lagi seolah sudah habis cara untuk aku meluluhkannya.
"tak usah,aku berangkat sendiri saja..."jawabnya dengan sinis.maya tampak beranjak dari duduk nya dan terlihat ingin berlalu meninggalkanku.aku segera menarik tangan nya dan membuat tubuh nya berada di pelukanku.dia tampak berontak namun aku cengkram erat pinggang nya.hingga tubuh nya mulai menempel di tubuhku.
"apa apaan sih,lepas...aku kesiangan...!!!lepaskan tang...."tanpa berpikir panjang lagi segera ku cium bibir nya."mmmmhhh lepasss...!!!"sekali hentakan dia bisa melepaskankn bibir nya dariku namun aku tak mau kalah ku raih kembali bibir nya dengan bibir ku.dalam berontaknya aku tak melepaskan pagutanku tubuh nya makin erat ku genggam.aku terus membuai nya dengan ciuman kasar dariku.lama bibir kita saling terpagut,semakin besar penolakannya semakin brutal aku melahap bibirnya,berharap hati nya tergugah dan memaafkanku. aku merasakan tolakannya mulai terhenti,tangannya yang tadi meronta dengan buas kini tampak mencengkram punggungku,dia tampak pasrah dan menikmati nya segera ku lepaskan bibir ku dari bibir nya,matanya tampak terpejam.segera aku jatuhkan kepalanya di dadaku ku peluk erat dia seakan tak ingin kulepaskan.tak lama ku dengar dia terisak,ku angkat wajah nya yang tadi menyusup di dadaku.air mata nya terurai,aku menatapnya dalam dalam.pandangan kami pun bertemu.
"ibu maafin aku kan..."??tanyaku sambil ku sentuh pipinya dengan lembut.dia hanya mengangguk kecil.segera ku kecup kening nya.lalu memeluk nya kembali.dia membalas pelukanku lebih erat lagi.dan memintaku untuk berjanji tak mengulanginya lagi..
Bab 11
pov:maya
6 tahun sudah sejak kejadian itu terjadi.sekarang kim sudah berusia 9 tahun,dia sudah cukup dewasa dan mandiri dalam usia nya yang masih terbilang anak anak.mungkin karna dia terbiasa di tinggal ibu nya bekerja.
ternyata tak ada yang berubah menjadi baik setelah hari itu.awal nya mungkin aku berpikir akhir nya semua kembali menuju alur nya lagi,namun nyata nya alurnya memang sudah rusak hingga aku merasa samar akan sebuah akhir yang baik.pertengkaran pertengkaran menjadi lebih sering terjadi.aku lebih senang menghabiskan waktuku di luar bergaul dengan teman teman kerjaku,walau terkadang kesalahpahaman selalu terjadi,ryan selalu menganggapku berselingkuh di belakangnya karna ingin membalas sakit hati ku pada nya dulu,itu yang selalu berada di pikirannya.namun nyata nya aku masih berteman dengan batas yang wajar.meskipun aku akui kadang ada laki laki lain yang tiba tiba memberi perhatian lebih padaku.tak jarang ryan bersikap kasar bahkan tak segan menampar atau mendorong ku tak kala ada telpon atau pesan masuk di ponsel ku.itu yang selalu membuatku merasa muak padanya.
akhir akhir ini ryan mengeluh selalu merasa pusing padaku.bahkan sudah hmpir 1 minggu dia tidak mencari uang.hari itu seseorang di kampung sedang membangun sebuah rumah dan meminta ryan untuk bekerja membantu nya.namun ryan menolak nya dengan alasan dia tengah sakit.setelah kepergian tetangga itu aku yang tadi mendengar percakapan mereka segera menghampirinya.
"bi kenapa kamu tolak tawaran nya?sebentar lagi kim naik ke kelas 4.harus banyak persiapan.belum buku bukunya,seragam dan sepatu juga sudah harus di ganti.kasian..."ungkapku.aku merasa sedikit kesal.karna di pikir pikir kebutuhan rumah tangga saja aku yang penuhi.sementara ryan hanya sesekali menambahi itupun sedikit.
"aku sakit bu.pusinggg... !!!"jawab nya enteng.
"badan kamu saja kelihatan sehat.bisa kesana kemari.ya kalau pusing di obat dong.pergi ke doker atau ke puskesmas..."saranku,namun dia seolah menghindari ku.
"aku sudah lelah bu kerja berat berat kaya gitu.napasku sudah ngos ngosan..."elak nya lagi dengan beribu alasan.
"kerja berat lelah,ngojek malem ngantuk.giliran di suruh bantuin istri minimal nyuci ga mau.kerjanya apa..."gerutuku dengan judes sambil meninggalkan nya.
"ya kalau sudah sehat bisa ko ngojeg lagi.laki sedang sakit bukan nya di obatin malah di suruh kerja.istri macam apa bukan nya ngurus suami malah hobinya maen trus keluyuran.apa kata orang..."pancing nya.membuat langkahku terhenti dan berbalik memandangnya.
"maksud kamu aku keluyuran gitu.kalau aku ga keluyuran di rumah ada nasi ga?...keperluan kim di penuhi ga?...aku itu keluyuran ya cari uang.bila aku keluyuran di luar jam kerjaku.itu tanda nya aku sudah muak berada di rumah..."aku kembali melangkahkan kaki ku meninggalkan nya.ku dengar berkali kali dia mengoceh tanpa henti.aku mencoba tak melawan nya,walau rasa nya ingin sekali aku menyangkal semua tudingan tudingan nya padaku...
minggu ke minggu aku merasakan perubahan pada pisik suamiku.badannya yang gagah dan tegap lambat laun mulai menghilang.tubuh nya mulai kurus dan tampak menua.sesekali aku sering merasa bersalah karna mungkin perubahannya itu karna aku yang mulai cuek padanya namun ketika ku ungkapkan rasa bersalahku dia hanya akan berkata kalau dia sudah beranjak tua.sesekali dia juga ngojeg ke pangkalan walau sekarang durasi nya di kurangi kadang hanya seminggu 3x itu pun dia sudah tidak ngojok lagi malam malam.aku pun sudah mulai ikhlas bekerja untuk keluargaku walaupun tak ku pungkiri aku sering merasa kesal padanya bila mana datang rasa iri ku akan wanita wanita lain yang di nafkahi suaminya.namun watak ryan tetap tidak berubah dia tetap selalu menuduhku bermain curang di belakangnya.
"may,baru pulang kerja...?"tiba tiba suara tetanggaku yang biasa ku panggil teh tita mengejutkan lamunanku tatkala kami berpapasan di jalan menuju pulang ke rumah.
"iya teh,mau kemana???"tanyaku basa basi.
"ke warung.oh iya ayahnya kim kaki nya udah keliatan bengkak lagi ??sakit apa ya..?perasaan kaya sering terjadi..."tanya nya.
"iya,jarang ko teh.ga tau tuh sakit apa.mungkin karna cuaca,nanti juga kempes lagi teh"...jawabku sambil tersenyum.
"di periksa ke dokter biar ketahuan sakitnya apa..."saran nya.
"udah ke puskesmas,katanya sih mungkin karna keseringan ngojek malem..."jawabku lalu aku segera berpamitan,karna memang aku sudah merasa lelah.
"duluan teh,sudah sore.kim nungguin di rumah..."ucapku sambil berjalan meninggalkan nya.teh tita tersenyum sambil kembali berjalan ke warung.
seaampai nya di rumah ku dapati ryan tengah duduk santai sambil menonton tv,setelah ku ucapkan salam ku dekati dia dan ku pegang kakinya yang memang terlihat bengkak.
"sakit ga bi...?"tanyaku.ryan sedikit terkejut.mungkin karna aku yang tiba tiba menyentuhnya.
"engga ko,besok juga kempis dengan sendirinya.o ya bu,tdi nitip beliin obat gatel ga lupa kan...??"tanya nya.aku segera mengeluarkan obat dari kantong kerjaku
"ya engga lah bi,aku ga lupa..."aku memberikan obat itu padanya.lalu bergegas membersihkan diriku...
malam itu ketika aku tengah terlelap tiba tiba aku di kejutkan oleh suara rintihan ryan dari luar.ku lihat jam dinding menunjukan pukul 11 malam.aku segera keluar dan mendapati ryan tengah kesakitan.napas nya seperti tidak teratur dan dia mengeluh di pinggang nya sakit sekali.
"bu...susah napas.sesek bu..."ucap nya terlihat mengatur napas nya.namun tampak kesulitan.aku merasa panik dan segera berlari ke rumah ibu untuk meminta bantuan.bapa dan ibu segera berlari membantuku.
"air hangat may,bawa air hangat..."ucap bapa ketika melihat keadaan ryan secara langsung.aku bergegas mengambilkan nya air dan meminumkan nya.namun keadaan nya sama sekali tak berubah.ryan malah tampak terlihat lemas.
"bapa ini gimana ini...???"ucapku sambil tak henti menangis.sementara ryan seolah tak sadar,karna berkali kali ku panggilpun dia tak menjawab.meskipun dia tampak sadar.
"kita bawa ke rumah sakit.kamu tlpn si bule cepat.biar sekalian dia supirin..."aku segera mengambil ponselku dan memanggil si bule.sambil menunggu kedatangan bule aku kemas barang kami seadanya.karna keadaan yang sudah malam takut bila memang harus di rawat inap.tak lama bule datang dengan ridwan dan istri nya.kebetulan lina istri ridwan adalah teman kerjaku,yang sengaja aku ajak 3 tahun yang lalu.ryan segera kami naikan ke mobil.
"ibu di rumah saja jaga kim.kasian dia.biar nanti setelah ryan mendapatkan ruangan bapa aku suruh pulang sama bule.ada ridwan dan lina yang akan menemaniku di sana..."pintaku pada ibu yang tampak terlihat cemas.
"kabari ibu segera may..."ucap nya.aku segera mengangguk
Bab 12
pagi itu bagai petir menyambar tubuhku ketika hasil lab ryan di sampai kan dokter.mau tidak mau aku harus menerima kenyataan nya.berulang kali aku memastikan siapa tau pendengaranku salah namun sekali lagi yang ku dengar adalah pernyataan yang sama.aku berjalan menuju ke ruangan tempat ryan di rawat dengan lemas.entah dimana pikiranku dan jiwaku berada yang aku sadari aku seperti berjalan tak menapak.aku berharap ini hanya mimpi dan sebentar lagi aku akan segera terbangun.tapi kenapa ini terlalu lama,tak adakah yang membangunkan ku dari mimpi buruk ini.sesampai nya di ruangan segera ku hampiri ryan dengan ribuan sesak di dadaku.dia tengah tengah tertidur lelap karna mungkin dia kelelahan karna semalaman hampir tak tidur.ku pandang wajah nya yang tampak kurus dan keriput.kulit putih dan ketampanan nya seakan sirna.raut na tak lagi seperti dulu kulit nya tampak menggelap dan kurus.dan aku baru sadari itu mungkin karna sudah terlalu lama aku berhenti memuja nya.
"bagaimana may hasil nya??tiba tiba suara lina mengejutkanku dari belakang.aku menghela napasku dan mencoba bersikap tegar.rupa nya suara lina juga mengejutkan ryan yang tengah tertidur.ryan segera terduduk.
"sudah kembali bu??bagaimana hasil nya? kapan bisa pulang??..."sambung ryan.aku menoleh ke arah ryan.tak kuasa rasa nya untuk memberitahunya.namun bagaimanapun ryan memang di wajibkan tahu karna dia harus segera di tindak siang nanti...
sekali lagi aku tarik napasku.aku ambil bangku dan duduk di samping ranjang nya.sementara lina mematung di belakangku berharap aku segera mengucapkan sesuatu.aku pegang tangan ryan dengan ke dua tanganku.
"kamu kena gagal ginjal kronik bi,dan siang ini kamu harus segera cuci darah...."ucap ku sambil ku tundukan wajahku.aku takut melihat raut wajah nya.lama aku tak mendengar apa apa,hanya ucapan istigfar yang pelan dari mulut lina itu pun dengan pelan mungkin karna lina pun terkejut mendengar nya.
"apa aku harus cuci darah bu..."tanyanya tampak tenang.aku hanya menganggukan kepalaku dan tak kuasa mengangkat wajahku.tiba tiba tangan ryan yang lain memegang tanganku.
"kamu takut bu...?"tanya nya.aku kembali mengangguk.air mataku menetes.namun berusaha aku sembunyikan.
"maafkan aku..."ucap nya lagi.membuat aku semakin sakit.aku mengangkat wajahku dan memandang wajah nya.ku lepaskan genggaman tangan nya.ku sentuh lembut pipinya yang tirus.
"aku akan berusaha semampu ku bi,walaupun aku takut tapi kamu bisa pastikan aku pasti kuat.kamu sembuh lagi bi,sehat lagi..."ucapku mencoba terlihat tegar.ryan hanya tersenyum.wajah nya tampak tak memperlihatkan keterkejutan sama sekali.
"bila memang kamu takut,pejamkan matamu bila aku terlihat kesakitan,tutup telingamu jika aku terdengar merintih menahan nyeri.tp tetap di sampingku jangan lepaskn tanganmu tak peduli apapun yang terjadi.tetaplah berdiri di sampingku.aku berjanji akan perbaiki sikapku padamu.maafkan aku bu..."ucap nya,meluluh lantakan semua puing di hatiku.
"maafkan aku membebanimu bu.aku tak perlu kamu obati,bisa hidup dan mati bersama kamu di sampingku.itu sudah cukup.jangan terbebani olehku..."ryan tampak menunduk aku tau kedukaan yang sedang dia rasakan.
"kita berjuang bersama bi,biar aku yang berjuang mati matian untuk mengobatimu,dan kamu hanya harus berjuang bertahan hidup untuk kami,untuk kim.berjanjilah kamu tak akan lelah dan berputus asa walau seberapa menyakitkan nya kamu harus cuci darah dan pengobatan lain nya seumur hidup mu.berjanjilahh ...."pintaku pada ryan,namun sekarang gantian ryan yang hanya menunduk tak menjawab.
"kamu tak usah khawatir akan biaya,sekarang ada bpjs.biaya di tanggung pemerintah tinggal kita kumpulkan uang buat bekal nya saja.itu ringan bi...kamu hanya harus ikuti prosedur dan saran dokter.banyak ko yang bisa hidup dengan normal kembali bi.kamu bisa janji kan!!!..."ryan mengangkat kepalanya lalu tersenyum.
"aku janji bu,aku akan berusaha sembuh dan sehat kembali.akan ku pastikan aku dan kamu menua bersama.kamu tak usah khwatir.kalian sama sekali tak akan aku tinggalkan..."ucap nya.dia berusaha tertawa walaupun terlihat di paksakan.
"nanti siang kamu cuci darah bi.kita sekalian konsultasi sama dokter.karna aku sendiri masih awam dan tak tahu apa apa tentang penyakit ini..."ryan mengangguk pelan.
4 hari lama nya ryan di rawat di sini.hari ini dokter sudah mempersilahkan dia untuk pulang.namun 3 hri kemudian kami sudah harus kesini lagi karna ryan harus kembali cuci darah.mulai sekarang ini jadi rutinitas ryan yang harus dia jalani seumur hidup nya.
setibanya di rumah ryan langsung beristirahat sementara aku segera menemui ibu yang sengaja memanggilku ke dapur.
"ada apa bu...?"tanyaku aku tau tersirat ke khawatiran di raut wajah nya.
"ini nak,ambilah buat pegangan.kamu jual ya..."ucap ibu sambil menyerahkan 2 gelang beserta surat nya.aku ingin sekali menolak nya,namun aku sadari buat saat ini aku sangat membutuhkan nya.
"maaf bu..."aku mengambil apa yang ibu berikan.ibu memeluk ku hangat.
"jangan nangis,kamu kuat nak..."berkali kali ibu menepuk pundakku dia antara peluk nya.air mataku malah semakin tak terbendung.
"aku janji akan segera menggantinya bu..."
"sudahlahh nak.pake saja.kamu lebih butuh ini sekarang "ucap ibu menenangkanku.
"aku bingung bu,aku sudah bertekad untuk maju.tak peduli seperti apapun rintangan di depanku,akan ku perjuangan kesehatan nya.akan ku pertahankan.tapi bagaimana ??dari mana aku mampu menanggung biaya nya?"...ungkapku.
"sudah sudah.nanti kedengaran ryan.kasiaan ...jangan sampai dia merasa dia beban untuk mu..."ucap ibu menghiburku.aku mengusap air mataku.
"terimakasih bu.aku janji akan mengganti nya suatu hari nanti.aku minta maaf bila aku lebih merepotkanmu akhir akhir ini.jaga kim untuk ku bu.aku akan bekerja keras untuk mereka..."ibu kembali mengusap lenganku.
"jangan pedulikan kim.biar saja semua kebutuhan nya ibu sama bapa yang tanggung.kamu fokus saja sama kesehatan suami mu.ikhlas nakk,,,semoga ujian ini menjadi ladang pahala untukmu..."aku menganggukannya.ibu segera pergi meninggalkan ku setelah mendengar suara teman teman nya yang hendak menjenguk ryan mengucap salam.dia memintaku untuk beristirahat saja,biar semua tamu yang berkunjung dia yang layani.aku tertegun sendirian di dapur setelah ibu pergi,rasa sesak di dadaku masih seperti kemarin.aku membayangkan hal hal buruk yang berkemungkinan akan terjadi kedepan nya.aku termenung ketika mengingat betapa akhir akhir ini aku mengabaikan nya dan menyepelekan sakit yang dia keluhkan,ku pukul dadaku berkali kali,aku segera menepis nya,ku pupuk semangat di hatiku untuk semakin bekerja keras.aku ikhlas dengan apa yang akan terjadi kedepan nya.yang aku tau aku hanya akan berusaha dan terus berusaha....
Bab 13
kondisi ryan semakin hari semakin terlihat lemah.tapi dia tak tampak menunjukan nya.dia masih sering membantuku di rumah,menyapu ataupun mencuci piring bekas makan nya.aku sudah melarang nya namun dia berkata dia akan bosan bila diam saja di rumah.seminggu sekali kita rutin kontrol dan cuci darah.ryan tak lagi kasar dan tak lagi menyudutkanku bila aku seharian di luar.karna dia tahu sekarang aku bekerja hanya untuk nya.sementra untuk urusan kim dan makan bapa menanggung nya.namun ryan menjadi lebih pendiam,dia mulai jarang bicara dan sering bengong sendirian.
sore itu aku melihat nya tampak asyik menatap langit di jendela kamar.aku tak tau apa yang dia bayangkan.lama aku memandanginya namun dia sama sekali tak mengalihkan pandangannya kemana pun.
"apa yang sedang kamu pikirkan bi...?"tanya ku mengejutkan semua lamunannya.dia hanya tersenyum.seolah olah ada yang dia pikirkan.
"apa kabar ibu dan ayahku ya bu...?"tanya nya,membuatku tersentak.karna selama aku mengenal nya baru kali ini dia memikirkan orang tua nya yang sudah dia kubur dalam dalam di hatinya...
"kamu merindukan nya...?"tanyaku.ryan hanya menggeleng dan tersenyum.namun matanya tampak berkaca kaca.aku tahu dia sangat merindukan mereka.dia tampak menarik napas nya sebelum berbicara...
"aku ingin meminta maaf dan berterimakasih kepada mereka.karna mereka aku ada di dunia ini dan menjalani hidup istimewaku seperti ini.aku hanya akan meminta maaf. aku bersyukur dan tak pernah menyesal dengan pilihan yang aku pilih.aku ingin bertemu mereka sekali saja sebelum aku merasa teramat lelah dan ingin kembali ke pencipta ku..."aku mengusap air mataku yang hampir menetes.aku tak ingin ryan melihatku bersedih dengan keadaan nya.
"jangan ngomong ngawur bi,aku ga akan biarkan kamu lelah.aku adalah vitamin untuk mu.selama kamu melihatku kuat dan tersenyum itu obat untuk rasa lelah mu..."ryan menatap ku dalam.senyum nya terasa hangat dan lembut.
"iya bu,kamu vitamin untuk ku.selama kamu bersemangat itu akan jadi motivasi untuk ku.bila kamu sudah lelah mari kita menyerah bersama..."ryan menggenggam tanganku.
"siapa yang akan menyerah..? lihat saja nanti siapa yang akan lebih bersemangat..."aku membalasnya dengan tertawa kecil.membuat senyum nya semakin lebar.
"aku akan kekota, sehabis kamu cuci darah minggu ini.ka anin menawarkan bantuan untuk ku.ada yang harus aku bawa di sana.karna ka anin tak bisa kesini.kamu tak apa apa kan bila aku tinggal semalam...?"tanyaku...
"kamu pinjam uang bu...?"ryan malah balik bertanya.
"aku kan pernah tinggal disana.ibu ibu majelis ta'lim memberi ka anin uang sumbangan untuk di sampaikan kepada kita..."jelas ku,mencari alasan yang masuk akal.karna sebenar nya aku memang yang sengaja meminjam uang pada kak anin.
"kenapa ga tranfer saja.kamu cape nanti..."ucapnya membuatku kesulitan menjawab.
"aku hanya ingin berterima kasih secara langsung.sekalian ngambil obat herbal yang di tawarkan temanku di sana.ya kali saja ada keajaiban bi..."
"baik lah,tapi kamu jangan sampai kecapean ya.aku ga mau kamu juga ikut sakit "aku mengacungkan jempol ku dan tersenyum pada nya."siapppp...!!!"ucapku...
setelah kontrol ryan minggu ini aku segera berangkat ke kota,ku titipkan ryan pada kim dan ibu.sebenarnya tujuanku hanya ingin menemui kedua orang tua ryan.aku tak peduli bila nanti akhir nya aku akan di caci oleh mereka.aku ingin menyampaikan keinginan ryan agar aku tak menyesal seumur hidupku.segera aku datangi teman dekat ryan dulu yang kini sudah memiliki toko elektronik.agak sulit aku menemukan nya karna mungkin suasana juga sudah berbeda dari sejak aku tinggalkan kota ini yang hampir 10 tahun lalu.dari nya aku dapati alamat rumah ryan yang kini hanya di tinggali oleh adik dan anak istrinya.aku berharap bila aku berkunjung kesana aku akan mendapatkan alamat rumah orang tua ryan.
dengan berbekal alamat yang di beri teman dekat ryan aku memberanikan diri mengunjungi nya.setelah memencet bel berkali kali seorang wanita cantik membuka kan pintu untuk ku.
"mau cari siapa mbak...?"tanyanya tampak sopan.
"saya mau cari andre,benar ini rumah nya...?"tanyaku...
"iya benar mbak.mbak siapa ya...?"dia tampak keheranan.aku segera mengulurkan tanganku.
"maya...saya maya istrinya ryan..."dia membalas menjabat tanganku walau tampak masih kebingungan.
"mayaaa....???"dia seolah berpikir.
"siapa sayang ???"tiba tiba terdengar suara dari dalam.seorang pria dengan perawakan mirip ryan dulu menghampiriku.dia memandangku dengan keheranan.
"katanya maya istrinya ryan...."balas wanita itu.aku tersenyum dan mengulurkan tanganku andre membalasnya dengan mata berbinar dan berkaca kaca.
"mana kakak mbak,syukurlah akhir nya kalian kesini.apakah dia bersembunyi untuk mengejutkanku..."andre tampak antusias,mata nya seolah mencari sesuatu berharap dia dapat menemukan kakak nya di belakang nya.
"aku datang sendiri,dan ada yang mau aku bicarakan "ucapku dengan tenang.andre tampak terlihat keheranan dia segera menyuruhku masuk dan meminta monik istrinya untuk memberiku air dan beberapa cemilan untuk ku.segera setelah memberiku minuman monik meminta izin untuk meninggalkan kami berdua.karna dia hendak menjemput anak nya yang masih bersekolah di tk.dia seolah memberi kami ruang untuk berbicara.
"aku sempat mencari kalian,setahun setelah aku dengar kalian menikah.namun aku sama sekali tak menemukan kalian.ayah jatuh sakit mungkin karna merindukan ryan waktu itu..."ungkap andre...
"sebenar nya aku kesini ingin bertemu ayah dan ibu.namun kata orang sekarang ibu dan ayah sudah tidak tinggal di sini..."ucap ku...
"ibu dan ayah sudah pindah hampir 6 tahun lalu semenjak aku menikah.mereka sekarang tinggal di batam,mengurus toko kami di sana.apakah ada yang terjadi pada ryan..."tanya nya.
"ryan sakit.ginjal nya sudah rusak dan tiap minggu dia cuci darah..."andre tampak terkejut.
"bagaimana keadaannya sekarang mbak..."tanya nya dengan terkaget kaget.
"keadaan nya baik.hanya saja aku merasa dia sudah berputus asa dengan keadaan nya walaupun dia tak menunjukannya di depanku.pernah satu malam dia mengigau dan memanggil ibu nya.dan beberapa hari yang lalu dia mengungkapkan kerinduannya..."mata andre tampak berlinang begitupun denganku.
"ya tuhan kakak..."andre menundukan wajah nya.
aku menyodorkan kertas berisi no hp milik ryan.
"tolong berikan ini untuk ayah dan ibu.semoga ayah dan ibu bisa menghubungi ryan segera.bisa saja aku meminta no nya pada mu.tapi aku bingung bagai mana memberikan nya pada ryan.dia akan merasa enggan menelpon nya karna merasa sudah di buang..."andre menerima kertas itu.
"aku pamit andre,atas nama ryan aku meminta maaf pada kalian,maafkan aku juga.terimakasih..."ucapku sambil beranjak dari duduk ku.
"tunggu mbak tunggu..."andre tampak masuk ke ruangan lain.sementara aku menunggu nya di luar.tak lama ia kembali dengan 3 gepok uang 50 ribuan.dia memberikan nya pada ku.
"ini mbak,siapa tau bisa membantu,bila mbak merasa kekurangan datanglah kesini mbak..."aku menolak nya dan menyerahkan nya kembali.
"tidak andre,aku kesini bukan untuk mengiba mengharap bantuan darimu.ambillah kembali.aku tak ada niat untuk membebani siapa siapa..."tolakku.sekali lagi andre memaksaku untuk menerima nya...
"ini hak dia,hak kakakku.aku hanya mengembalikan nya sedikit saja.tolong mbak terima.jangan bilang ini dari saya mbak.mbak simpan saja buat keperluan nya..."pinta andre.
"tp andre...."
"sudah mbak terima,saya mohon mbak..."pinta andre.aku pun menerima uang pemberian andre dengan tak enak hati.segera aku berpamitan pulang pada nya...
Bab 14
pov:ryan
sore itu hp ku berbunyi beberapa kali.setelah ku lihat no tak di kenal tercantum disana,aku enggan mengangkatnya.rasanya malas saja melayani orang orang iseng yang tak ada kerjaan.
"bi,hp kamu bunyi trus knapa ga di angkat..."tanya maya,mengejutkan ku.aku melihat nya melirik layar hpku.
"no nya ga di kenal bu,malas ngobrol.paling orang kurang kerjaan..."jawab ku sambil trus menonton tv.
"angkat aja dulu,siapa tau penting.kalo ujung ujung nya ngomong nya ngawur kesana kemari tinggal tutup aja..."aku mengernyitkan kening ku.segera ku sambar hp yang sedari tadi tak henti berbunyi.aku kecilkan volume layar tv.tampak maya berlalu meninggalkan ku...
"hallo...."tanyaku.seseorang di ujung telpon sana tampak diam.
"halloooo..."panggilku lagi.untuk memastikan,dan akan segera menutup tlp nya.namun belum sempat aku tutup suara seseorang bergema mengejutkan ingatanku.
"hallo kak..."suara itu tampak tak asing di telingaku.seolah aku mendengar kembali tawa dan suara adik ku yang dulu selalu bermain denganku.namun aku menepis nya.karna tak mungkin yang ku dengar suaranya.
"mau cari siapa??"tanyaku...
"kak ryan ini aku andre..."aku terdiam tak berani bicara.aku serasa sedang bermimpi.jantungku berdetak begitu kencang.benarkah ini andre adik ku?itu yang sedang aku pikirkan.
"kak ryannnn..."panggil nya lagi,ahh benar benar bibirku kelu.aku bingung apa yang akan aku ucapkan.
"kak ada yang ingin bicara..."belum sempat aku menjawab tiba tiba suara seseorang yang tak asing terdengar kembali.air mataku jatuh begitu saja tampa sempat mendengar perintahku.
"ryan nakkk...sayangg..."wanita itu tampak terisak.aku berusaha mengendalikan emosiku dan bersikap tenang.namun lagi lagi air mataku jatuh begitu saja.
"ibuuu...."sekali lagi akhir nya setelah 10 tahun aku memanggil nya kembali.
"ibuuuu...."tangisku pecah seketika,seumpama dia berada di depanku saat ini.aku ingin memeluk nya dan bersujud di kakinya.
"iya nak ini ibu.apa kabarmu nak...?"tanya nya.
"baik bu,ryan sehat.ibu bagaimana?ayah bagaimana??andre??"tanyaku antusias.
"ibu baik baik saja nak,ayah juga baik baik saja.andre sudah menikah dan mempunyai seorang putra.kamu bagaimana nak???"tanya ibu kembali.
"ryan baik baik saja,ryan juga sudah mempunyai seorang putra.dia tampan sepertiku bu.akan ryan kirim foto nya.jika ibu rindu ryan ibu bisa memandangnya.maka ibu akan dapat kesamaan dalam dirinya..."ungkapku.sekilas aku mendengar ibu tertawa kecil.
"syukurlah nak,tau kah kamu ibu sangat merindukan mu..."ungkap ibu.
"ryan juga rindu bu,sangattt rindu...."aku menghela napasku .
"maafkan ayah mu nak.dia belum bisa menelpon mu.watak nya keras sama seperti mu.tp ibu tahu ayah sangat merindukan mu...."ucap ibu lagi.
"ryan mengerti bu,karna seharusnya memang ryan yang menelpon nya terlebih dahulu.ryan terlalu takut untuk.menghubunginya..."
"iya nak,telpon lah ayah mu kapan saja.maaf ibu tak bisa lama lama berbincang denganmu.ada yang segera harus ibu kerjakan..."
"iya bu,terimakasih banyak bu..."lama ibu terdiam.sampai akhir nya ku dengar dia terisak kembali.
"jaga kesehatan mu nak,jaga kesehatan mu..."ucap ibu.
"iya bu..."tak lama telpon pun tertutup begitu saja.aku menghela napasku.rasa nya begitu lega ku rasakan.di balik pintu dapur ternyata maya tengah memandangku.air mata bahagia turun dar mata indah nya.aku tersenyum dan mengulurkan tanganku.dengan cepat maya berjalan ke arah ku.aku memeluk nya erat sekali.
"terimakasih sayang.terimakasih...terimakasih karna telah menjadi kehidupan ku.entah bagaimana cara nya no ku sampai ke tangan mereka .tp aku yakin semua itu usaha mu..."ucapku,sambil kudekap erat tubuh nya.
"aku tak melakukan apa apa,cinta dan rindu mu yang besar,doa doa mu yang selalu kamu panjatkan membuat apa yang kamu inginkan terkabul.aku hanya jalan untuk mu..."ucap nya menggetarkan hatiku.aku kecup kening nya
"semoga aku terus sehat,aku akan membalas budi mu dengan terus berada di samping mu.akan ku temui langsung orang tuaku,akan aku bawa kamu,kim...kita semua pergi ke sana...."ucapku,maya hanya tersenyum dan kembali menyusup ke pelukan ku.
hidup ini adalah perjalanan untuk ku yang begitu rumit,tapi semua ini mengajarkanku untuk selalu ikhlas,selalu berpegang teguh pada keyakinan ku.aku akan terus berjuang.seperti pinta maya yang tak henti memintaku untuk tidak merasa lelah.aku akan bertahan sampai maya benar benar lelah mengurusku.akan ku hargai semua perjuangan nya tak akan aku patah kan semangat nya untuk mempertahanku.
sebenernya aku sudah mulai lelah dengan keharusanku untuk terus cuci darah.namun semua itu sudah menjadi keharusanku agar aku terus bisa bertahan hidup.aku di wajibkan untuk selalu cuci darah seminggu 2x setiap hari senin dan kamis.dan hari minggu adalah hari yang berat untuk ku.seluruh badanku ku rasakan lemas.seolah olah kematian sedang mengintai berada di dekatku.bila hari minggu datang jangankan untuk beraktipitas berjalan jalan kecil di halaman rumah.untuk duduk pun rasa nya aku tak mampu.
hari ini di hari minggu aku merasakan kegelisan yang teramat dalam.kebetulan hari ini maya libur bekerja dan dia benar benar berada di rumah.begitu juga kim yang libur sekolah.
"bu,..."panggilku,ketika dia tak sengaja lewat di depan ku ketika hendak membawa sesuatu ke kamar,sperti biasa ia tersenyum manis menenangkan seluruh jiwaku.
"duduk sini bentarr..."pintaku sambil ku tepuk pinggir ranjang tempatku berbaring.dia segera duduk dan memandangku.aku menggenggam tangan nya.
"jangan kenang aku dengan keadaan yang sperti ini ya,kenang aku ketika sehat.ketika badanku masih bugar dan gagah.kamu ingat bagaimana aku tampan nya dulu?persis kim sekarang..."tuturku,sambil mencoba tersenyum.
"ngomong apa sih??abi itu tetap abi yang dulu,ga ada yang berubah.tetep gagah.kim mh kalah bi..."ucap maya.aku segera memeluknya.
"maafin aku bu.kamu pasti lelah?..."ucapku,menatap nya dalam dalam.dia tersenyum kembali sambil memegang punggung tanganku yang sedang menggenggam erat tangannya yang lain.
"iya,abi ga usah khawatir.aku baik baik saja.kata siapa lelah.yaudah abi tunggu ya di rumah.aku mau beli bubur.kebetulan tukang bubur di depan tutup bi.aku mau nyari keliling keliling..."maya tampak berdiri.
"iya,hati hati di jalan nya ya.kalo ga nemu pulang lagi aja.bikin bubur di rumah aja..."maya pun mengangguk lalu pergi meninggalkanku
Bab 15 (tamat)
pov:maya...
bagiku aku sudah cukup mempunyai dia dan kim di kehidupanku.sampai aku merasa lelah dan menyarah aku tak akan berhenti berjuang untuk membuat nya bertahan.tak peduli apa pun yang terjadi,selama semangat hidup nya masih berkobar di dadanya.akan aku pertahankan dia.lihatlah bi,istri mu yang katamu manja kini bisa berdiri tegak.walau badai menerpa nya.bila nanti sampai akhir nya kamu pergi,aku akan berkata aku puas hidup dengan mu.dan aku bahagia....
pagi itu sebenarnya aku tengah memandanginya dari jauh.melihat nya terbaring lemas di tempat tidur rasanya membuatku tak berdaya.namun harus selalu ku sembunyikan perasaanku dan terlihat baik baik saja agar ryan bersemangat menjalani kehidupan nya.ku seka air mataku yang masih bersembunyi di kelopak mata.tak akan ku biarkan dia terjatuh begitu saja.aku mencoba tersenyum dan memasang wajah berseri sebelum memasuki kamar,karna ada sesuatu yang harus aku ambil sebelum ku pergi berkeliling mencari tukang bubur yang masih buka.sebenar nya aku sudah mencoba menghindari kontak mata dengannya.namun dia tiba tiba menyuruhku untuk duduk di pinggir tempat tidur nya.ku tatap wajah nya dalam dalam,wajah pria yang dulu ku cintai mati matian terasa asing di pandanganku.dia tampak layu,tulang pipi nya terlihat nampak,tubuh nya terasa ringan ketika memeluk ku.hatiku semakin sakit,ketika dia memintaku untuk mengingatnya dengan sosok dia yang dahulu.aku segera mempercepat obrolanku,karna seperti nya aku sudah tak bisa membendung air mataku.
"hati hati bu.kalo ga nemu tukang bubur nya.pulang lagi aja.buat bubur di rumah..."ucap nya.aku mencoba tersenyum sambil mengangukan kepala aku segera berlalu di hadapan nya.benar saja,air mataku terus keluar tak terbendung.padahal aku sudah menahan nya sekuat tenaga.ku dapati kim tengah terduduk di depan tv,dia tak tampak kaget,karna sudah sering dia melihat ku menangis sendiri.
"kim jaga abi mu ya.ibu mau cari bubur..."ucapku,kim tampak mengangguk.dia tampak sudah cukup dewasa menghadapi kenyataan untuk usia nya yang masih anak anak.
"ibu pergi saja,hati hati di jalan ya bu.biar abi,kim yang jaga..."ucap kim menenangkanku.
"makasih sayang,ibu pergi dulu.ga akan lama.sebentar juga kembali..."ucapku sambil bergegas.kim hanya tersenyum sambil kembali menonton televisi.
entah apa yang aku pikirkn sepanjang jalan.rasa gelisah menyelimutiku,senyum ryan sbelum aku berangkat terbayang bayang di kepalaku.mungkin ini perasaanku yang merasa bersalah karna tak berlama lama mengobrol dengan nya.setelah aku menemukan tukang bubur aku segera bergegas pulang.sengaja ku beli 2 bungkus karna kim juga pasti belum sempat makan.hampir setengah jam aku di perjalanan.dari kejauhan tampak orang berkumpul di halaman rumahku,sebagian tampak di dalam.mungkin itu tamu tamu ryan yang berkunjung menengok nya,pikirku.namun entah mengapa langkah kakiku terasa ringan,seolah olah aku sedang tidak berpijak pada permukaan bumi.orang orang tampak memandangku penuh iba,namun tak ada satu pun yang berbicara.perlahan ku langkahkan kakiku setapak demi setapak menuju ambang pintu.tampak para tetangga juga ibuku tengah duduk mengaji di depan sosok kaku yang sudah tertutup kain,ku pandang kim yang juga berada duduk tak jauh di samping nya,ia tampak menangis sambil memandangi sosok kaku tersebut.baru saja kaki ku ingin berlari memeluk kim,namun tiba tiba rasa nya kaki ku tertancap paku besar hingga terasa berat untuk ku langkahkan.aku terkulai bersimpuh,ku rasakan samar semuanya.air mata yang selalu memaksa untuk di jatuhkan tiba tiba mengering,tak ada satu tetes pun di pelupuk mataku.mulutku terkunci.tak ada sepatah katapun mampu ku teriakan.pandanganku kabur dan yang terakhir ku ingat beberapa orang tampak menahan tubuhku agar tidak jatuh sampai aku rasakan semua gelap,tampak tenang...lama aku merasakan duniaku terasa gelap,sampai akhir nya mataku sedikit demi sedikit ku buka.suara suara yang tadi terasa samar di pendengaranku mulai terdengar jelas.tampak kim juga ibu berusaha membangunku dengan beberapa saudara yang memijiti kaki dan tanganku.aroma kayu putih tampak tajam menyaksrak rongga hidungku.aku menatap wajah anak ku,raut wajah suamiku tampak jelas di wajah nya,seketika ku berbalik,ku pandang dalam sosok yang sedang bersembunyi di balik kain penutup,aku menghitung dari satu sampai tiga di dalam hati berharap sosok itu tiba tiba bangun,ku ulangi lagi menghitung namun dia tetap terdiam,berkali kali aku ulang dengan kecemasan dia tetap diam,sampai aku tersadar dia telah meninggalkanku.air mata yang tadi kering seketika tumpah.aku menangis sejadi jdi nya sambil ku peluk erat anakku.lama aku menangis.beberapa orang tampak mencoba menenangkanku,tapi tak ada yang bisa.semua jatuh begitu saja tanpa kesadaran.
"ikhlas nak ikhlas..." ucap ibu ku,sambil terisak,namun perkataan ibu tak bisa menenangkan hatiku.aku menangis semakin menjadi tanpa terkontrol.sampai akhirnya ada tangan yang menepuk pundak ku.
"lihat anak mu,may.dia tampak kuat.menangis boleh.tapi jangan seperti ini.kasian kim,kasian juga ryan.antarkan suami mu itu ke peristirahatan terakhir nya dengan hati yang lapang dan ikhlas.agar ia tenang..."aku memandang wajah bapaku.lalu ku pandang kim.sekali lagi aku memeluk nya erat.
"maafin ibu kim,maafff..."ucapku.
"ibu ga boleh nangis,abi udah bahagia,udah tenang di sana.sebelum pergi abi berpesan agar kim bisa jagain ibu.kim sudah janji sama abi bakal ngambil alih tugas abi untuk jagain ibu.sampai ibu tua nanti.jadi ibu ga usah nangis.ada kim di samping ibu..."ucap kim,benar2 menenangkanku.aku mengangguk sambil ku peluk erat anak ku lagi.anak yang usia nya baru akan menginjak 12 tahun beberapa bulan kedepan.namun mampu bersikap dewasa.
sore itu pukul 3 sore hari,kami antarkan ryan ke rumah tempat peristirahatan terakhir nya.rumah yang akan memeluk hangat ryan dalam dekapan nya.dia yang menumbuhkan asa di hatiku ternyata lebih memilih segera mengakhirinya dengan mematikan semua asa itu,namun akan ada asa asa yang lain yang akan tumbuh kuat dan menguatkanku.meski pun kita akan terpisah ruang dan dimensi,namun namamu akan ku untai indah di setiap doa doaku.sambil ku sapu tanah merah di pusara terakhirmu dengan tangan ku,ku ungkapkan semua perasaanku.
"bi,ternyata senyuman,pelukan,dan tatapanmu tadi pagi adalah yang terakhir yang kamu berikan.tak ada sejengkal kisahku ku sesali ketika hidup denganmu.suka,duka,manis,pahit,tawa atw tangisan sekalipun itu yang terindah dan terbaik di kehidapanku.tenang ya bi disana,aku ikhlas.kamu hanya berangkat duluan saja,aku pun akan kesana,namun akan ku pastikan kim besar terlebih dahulu,sukses,menikah,lalu punya anak.seperti pintamu.setelah tugasku selesai,tunggu aku.semoga kita berjumpa lagi di kehidupan yang akan datang..."
END...