Pernahkah kamu membayangkan hanya dengan satu kata kita bisa menghancurkan sebuah negara atau lebih?. Hanya dengan satu kata Ya, Yes atau serang maka hantaman nuklir akan membumi hanguskan banyak negara.
Hanya satu kata, tidak banyak.
Dan hanya dengan satu kata yang berasal dari lubuk hati yang paling dalam juga kita bisa meredakan sebuah amarah, kesal dan rasa tidak suka..kata itu adalah kata Maaf.
Kalau kita bisa mendamaikan dunia dengan kata maaf, kenapa tidak?, otomatis kita tidak membutuhkan lagi yang namanya Peace Maker.
Tapi semua itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi apabila telah dipengaruhi yang namanya ego. Ego yang tidak mau mengalah, ego yang hanya ingin menang sendiri, ego yang mengatakan bahwa akulah yang benar, dia yang salah.
Miranda memandang layar hp, ada rasa sesak di dalam dadanya. Teman satu grup ada yang merasa tersinggung dengan kata yang diucapkannya, padahal sungguh, dirinya tidak bermaksud menyinggung. Segala kesalahpahaman sudah ia luruskan, tapi tetap saja, ternyata rasa tidak terima masih tertinggal didalam sanubari temannya itu.
Puncaknya adalah ketika mereka bertemu, dan dengan kasarnya teman yang bernama Dila itu mengeluarkan kata-kata kasar yang menyinggung harga diri Miranda. Maksud hati ingin berbaikan, apa daya malah membuat perselisihan semakin dalam. Dan diakhiri dengan keputusan dari Miranda untuk menghilang.
Ironis bukan?.
Masing-masing pihak tidak menyadari bahwa ada pihak lain yang ikut terluka dengan pertikaian itu. Hanya gara-gara sebuah kata.
Miranda tidak menyadari bahwa adiknya juga ikut terluka, adik yang selama ini ikut menyaksikan kesedihan hatinya, adik yang selama ini selalu terhibur dengan keceriaannya juga ikut terluka melihat kepergiannya.
Bagaimana dengan Dila, Dila juga tidak menyadari dengan kata-kata yang tidak pantas dia ucapkan, dirinya sudah membuat orang yang dekat dengannya merasa tidak nyaman dengan tingkah lakunya itu.
Kalau sudah begini siapa yang diuntungkan?.
Yang diuntungkan adalah orang-orang yang suka mengail di air yang keruh, bukannya memperkecil masalah, tapi malah tambah memperluasnya menjadi santapan hangat disetiap perbincangan, serasa makan pisang goreng hangat ditemani kopi atau teh manis hangat. Menyenangkan dan memuaskan.
Bisakah kita berusaha, ya, berusaha untuk lebih berhati-hati lagi dalam mengeluarkan sebuah kata. Paling tidak sebuah saja, baru kita teruskan secara bertahap menjadi beberapa kata.
Cobalah berusaha sebelum mengeluarkan apa yang ada di hati atau pikiran kita dengan pertimbangan, kira-kira apa yang akan kita ucapkan ini menyinggung perasaan orang ga ya?, pantas tidak ya?.
Karena ada satu hal yang harus kita sadari, kata yang sudah kita ucapkan tidak akan bisa kita tarik lagi, tidak bisa kita hapus lagi layaknya ketika menghapus tulisan kita dengan tip ex , penghapus, dan tombol backspace atau delete.
✍️TAMAT✍️
Penulis hanya ingin mengingatkan diri penulis sendiri dan juga teman-teman, bijaklah menggunakan kata-kata. Pada saat ini penulis juga memohon maaf apabila ada kata-kata yang penulis tuliskan pada saat membuat cerita, ada yang secara tidak sengaja menyinggung perasaan para pembaca.
Happy reading..😊..Peace✌️.